
Ada rasa yang begitu membahagiakan pada diri Reza karena anggukan dari bapak Riska.
"aku akan mengadakan upacara pertunangan bulan depan juga pernikahannya," ucap Reza dengan semangat. Zahra dan Rahman yang melihat Reza tidak jauh dari tempatnya merasa gemas dan kesal namun masih menahan diri agar tidak terjadi apa apa dan menyerahkan semua keputusan pada Riska.
"Aku akan mengumumkan pertunangan ku tidak lama lagi dan kalian semua yang hadir disini aku undang!," Ucap Reza setengah berteriak pada semua yang datang pada acara syukuran Riska, begitupun dengan ibu Reza yang tersenyum melihat kebahagiaan Reza.
Alfie merasa tersenyum pasrah, dan pundaknya dipegang oleh kedua orang tua Alfie yang sudah menyetujui Alfie agar menikah dengan Riska namun baru bisa hadir karena memang kedua orang tuanya sangat sibuk, kedua orang tua Alfie tersenyum menenangkan Alfie dan meyakinkan bahwa pasti ada hikmahnya dan semua akan baik baik saja, Alfie mengangguk dan mencoba pergi dari tempat itu namun di cegah oleh Raditya yang berada di belakang Alfie.
"lihat kesana," ucap Raditya menunjuk ke arah Riska dan Reza.
"Maaf sebelumnya," ucap Riska dengan tersenyum
"aku bahkan belum meng iyakan keputusan ka Reza," imbuh Riska.
"kak Reza mungkin adalah ayah pada anak ini, bahkan darahmu menyatu di tubuhnya dan tidak bisa dipisahkan," ucap Riska dan mengambil Muhammad Yusuf.
"tetapi, ka Reza tidak tau bagaimana perjuangan aku sebelumnya, bagaimana aku berusaha mempertahankan bayi ini," ucap Riska lalu berjalan perlahan pada Alfie.
"Berbeda dengan ka Alfie dia selalu ada, disaat aku susah senang, dia selalu ada dikala aku butuh dan selalu mendukung keputusan ku, dia bukanlah suami atau ayah dari anak ku ini, tetapi dia sudah melebihi dari ayah bayi ini," Riska menatap Alfie dan memberikan Muhammad Yusuf pada Alfie untuk Alfie gendong.
"Disaat dunia menolak ku, dia malah bagaikan suamiku dan ayah kandung si kecil, dia menasihati tentang kesehatan ku dan kandunganku, dia yang merasakan di kala janinku menendang, dia yang mendengar detak jantungnya, bahkan dia lah yang menemani ku saat aku pertama kali melihat si janin melalui USG, juga dia yang menemaniku dari detik detik pertama aku melahirkan hingga aku berhasil mengeluarkan Yusuf dari kandunganku, dia yang menjadi tempat sandaran ku dan dia lah yang pertama kali melihat Yusuf bersama ku dan ibu bahkan dialah yang mengadzani Yusuf," Riska terus berkata dengan menangis, mengingat semua perjuangan yang ia lalui bersama. Orang orang yang hadir disana ikut terharu mendengar Riska bercerita. Zahra menggengam tangan Rahman dengan erat, merasa terharu tak tau harus berkata apa apa lagi.
"saat itu ka Alfie melamar ku tetapi jika aku menerimanya akan terlihat seperti sebuah konspirasi tapi sekarang semua sudah jelas, aku menginginkan ka Alfie bukan karena ingin memanfaatkan tetapi karena ketulusan jiwa dan hatinya, yang berhasil menggerakkan hati dan jiwaku untuk nya," Riska tersenyum, begitu pun dengan Alfie lalu dengan tangan sebelahnya ia mengeluarkan kotak cincin lalu memberikannya pada Riska.
"berarti sekarang di terima yah," ucap Alfie yang di jawab anggukan oleh Riska.
Bunda Alfie pun datang mengambil Yusuf agar Alfie bisa memasangkan cincin di jari tangan Riska.
"Maaf ya ka Reza tapi hatiku sekarang untuk seseorang yang benar benar tulus kepadaku," Ucap Riska berbalik menghadap Reza. Reza tersenyum dan mengangguk lalu menghampiri ibunya.
"ga apa apa aku mengerti, dia memang lebih pantas untuk mu karena dia lebih baik dariku," ucap Reza tersenyum dan tak lama kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"Terima kasih banyak ya nak karena memberikan kepercayaan pada anak saya Alfie," ucap ayah Alfie pada Riska.
"Tidak om saya yang sangat berterima kasih pada ka Alfie karena dia begitu berjasa pada saya,"
__ADS_1
Lalu mereka semua tertawa tersenyum bahagia dan terharu serta mulai merencanakan hari pernikahan Alfie dengan Riska, karena mereka tidak ingin menunda bunda lagi sesuatu yang bersifat baik dan keberuntungan ini.
"uh sayang Yusuf tampan sekali ya, sama kaya ayah Alfie Tampan sekali," ucap Ibu Riska yang menggendong Yusuf bersama dengan bunda Alfie
......
Enam bulan berlalu, Hari pernikahan Riska sudah tiba semua orang disibukkan dengan kegiatan masing masing nya, sampai berpergian kesana kemari, terutama dari keluarga mempelai pria yang tidak ingin ada sedikit kesalahan pun yang terjadi di acara pernikahan Alfie dan Riska.
"Aku sudah menunggu selama bertahun tahun, hingga kini enam bulan terakhir sudah terlewati, huh aku sangat gugup sekali, ingin rasanya agar mempercepat waktu agar masa tegang ini terlewatkan," ucap Alfie yang di temani oleh Rahman dan Raditya.
"hmmh kamu sih enak yah aku masih belum nikah ni, masih nabung dulu haha," ucap Raditya yang sudah ingin menikah karena melihat para sahabatnya menikah di tambah lagi dengan kebahagiaan yang menyertai.
"iya ga baik pacarin anak orang lama lama, kan kamu udah satu tahun kerja kenapa ga langsung di pinang aja? Bukan mahram loh, ga baik," ucap Rahman memegang pundak Raditya dan mengasihaninya.
"ya.. mau gimana lagi aku aja kebelet nih,"
"tenang aja deh yang penting ada kemauan nanti aku bantu," ucap Rahman.
"tapi masa iya mau ngerepotin sahabat sih," celetuk Raditya yang memasang wajah masam.
"terus kamu pikir kita mau bantu apa? ya kali bantu kamu menafkahi istri, orang cuma mau bantu biaya sewa gedung pernikahan aja, ya kan ya," Ucap Alfie meledek Raditya seolah mengajak Rahman berbicara.
"iya ya buang buang duit aja kan, kalau di suruh nafkahi istrinya mau mau aja kali ya," ucap Rahman yang melebihkan lagi cara meledeknya.
"haha sudah sudah kasihan dia itu udah pucet," ucap Alfie tertawa melihat wajah masam Raditya.
prakk
suara gelas plastik terjatuh kelantai membuat Alfie, Rahman dan juga Raditya melihat kearah suara berasal. Dan yang di temui adalah Ramadhani yang terkenal begitu menjaga Zahra meskipun sudah akan lulus SMA dan akan mulai memasuki universitas, tetap saja ia terkadang suka menganggap sesuatu itu adalah hal yang serius.
"De?," ucap Rahman. Ramadhani hanya diam dan berbalik lalu melangkah pergi.
"De de!" Raditya berlari dan memegang Ramadhani.
__ADS_1
Ramadhani hanya melihat dengan tatapan tajam melihat lengannya di pegang, dan seolah olah berkata "apa? ada apa?," namun dengan hawa yang dingin.
"haha mati kau kawan, ade nya muncul dan mengira kamu benar benar ingin menafkahi istri Raditya nantinya," Alfie meledek Rahman dan tertawa terbahak sambil terduduk karena melihat ekspresi wajah anak itu.
"de serius tadi aku cuma becanda doang ga serius de," ucap Rahman pada Ramadhani.
Ramadhani memberikan tatapan tajam dan mengangkat kan alisnya seolah tak perduli.
"De beneran loh ini, mana mungkin juga Kaka akan membiarkan calon istri Kaka sama dia. yang menjadi suami Ade Kaka," jelas Raitya mencoba untuk menenangkan Ramadhani .
"haha jangan dengerin de bohong itu," ucap Alfie yang memanaskan suasana dengan sengaja.
"Heish Alfie," Rahman dan Raditya kesal terhadap Alfie yang selalu memancing ketenangan Dhani.
.....
"Wah kamu cantik banget Riska inilah dia sahabatku yang super super cantik itu, engkau begitu terlihat sebagai wanita yang sangat menawan," ucap Zahra memeuji Riska dengan penampilannya saat ini.
"mmh terima kasih sayang," ucap Riska lirih
"mmh sama sama," Zahra mengecup kening Riska sebagai pertanda persahabatan nya
upacara pernikahan di mulai, pak penghulu sudah mengucapkan ijab Qabul nya bersama dengan wali si wanita, kini pernikahan yang sah benar benar telah terjadi, kebahagiaan pada kedua belah pihak telah terjadi, begitu juga dengan para hadirin yang ikut berbahagia melihat kebahagiaan Riska.
"De, Riska sudah punya anak dan menikah, lalu sebentar lagi juga mereka akan memiliki keturunan lagi, lalu bagaimana dengan kita," ucap Rahman berbisik pada Zahra yang membuat Zahra merinding saat itu juga dan membulatkan matanya dengan terkejut.
bersambung....
Hai para reader tercintaku, terima kasih banyak karena sudah membaca jangan lupa like dan komen serta favorit nya ya, satu like dari kalian begitu berarti untukku🤗, dan berhubung sekarang malam takbiran. Saya selaku author ingin mengucapkan minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua, semoga suka dan selamat membaca, jangan berpaling hati ya para readerku tersyang.
sekali lagi saya sangat sangat berterima kasih pada kalian semua dan juga mohon maaf lahir dan batin, jika ada salah salah kata atau yg lainnya. minal aidzin wal Faidzin guys, bye bye. Selamat hari raya semua!!
__ADS_1