Cinta Zahra

Cinta Zahra
langkah menuju hidup baru


__ADS_3

wosh.


Tini baru saja turun dari mobil, ia kini berada didepan rumah Yeni, ia tau jika ia menolak maka satu satunya tujuan Zahra adalah rumah Yeni.


"Zahra!!, " Tini berlari kencang menuju Zahra, tanpa ba bi bu, ia menerobos masuk, lalu memeluk Zahra yang ia temui sedang terduduk di lantai kamar Yeni sembari memainkan HP nya, dan tentu saja seketika itu Zahra terkejut dengan kedatangan sahabatnya yang begitu tiba tiba.


"Ti_Tini, ada apa?," Zahra heran dan khawatir dengan sahabatnya yang kini menangis dalam pelukannya.


"gue minta maaf sama lo, gue salah sama lo, gue udah salah paham sama lo, please jangan pergi ya please," permintaan maaf Tini seolah olah tak ingin berhenti untuk mengucapkan maaf tersebut. Zahra tersenyum mendengar kata sahabatnya ini ia memandang Yeni yang datang dengan susu hangat serta camilan, tanpa sadar Zahra dan Yeni juga ikut menangis bersama.


"dah dah, cukup main tangis tangisannya ya, ni gua bawa camilan ama susu, tapi gue cuma bawa dua gelas susu, gue pikir lo gak datang si," ejek Yeni yang seolah olah seperti tak mengistimewa kan sahabat yang satu itu.


"eish ternyata kamu ini sungguh jahat ya," celetuk Tini sembari mengusap air matanya


Zahra yang kini telah melepas pelukan tini, namun tidak dengan genggaman tangan Tini, meraih susu dan cemilan dari Yeni.


"udah gapapa ko, aku joint aja sama Tini, eh aku joint nya sama yeni aja, soalnya tini kayaknya udah kekurangan tenaga banyak tuh hahaha," Ejek Zahra yang melihat Tini seperti anak kecil yang sudah sangat kehausan.


"gak gue gapapa gue yang joint sama Yeni, soalnya lo lagi hamil, lo lebih membutuhkan, " Yeni yang langsung berbagi susunya dengan Tini, Tini yang mengangguk mengerti langsung meraih berbagi dengan yeni.


"eh waktu kita kan cuma tinggal hari ini aja jalan jalan yuk, entar gue yang traktir," Tini dengan semangatnya membawa kedua temannya setelah menghabiskan susu, karena baginya saat saat mereka bersama begitu berharga dan tiada duanya.


***


"hahaha seru yah, jarang jarang kita yang udah gede kek gini, ke wahana."


Yeni masih tertawa geli karena bersenang senang, mereka menaiki kincir angin, kuda putar, main tembak tembakan, pancing pancingan belum lagi main tabrak tabrakan mobil Bahakan sampai game balap mobil pun ikut mereka mainkan, hingga terlupa waktu rasanya.


"eh udah mau magrib ni, shalat yuk," ajak Zahra yang saat itu juga mendengar azan di kumandangkan.

__ADS_1


Yeni dan Tini saling pandang mendengar ajakan Zahra, tak tau harus berkata apa karena memang saat ini mereka jarang shalat meskipun Zahra mengajaknya berkali kali bahkan mengingatkan nya tapi mereka hanya mengerjakan shalat sesekali saja.


"ayok dong shalat yah, gapapa ikutin aja cara aku shalat aku yakin kalian itu bisa bacaan salatnya hanya cara pemfasihan nya aja kurang, nanti aku terangin di mobil," Zahra yang mengerti akan ke khawatiran teman temannya, bagi Zahra asalkan ada keinginan untuk mempelajari sesuatu yang baik maka tidak ada yang tidak mungkin.


***


"...nah jadi begitu cara shalat yang benar, in shaa allah benar ko, hafalkan lagi atahiyat nya ya. Yen, Tin aku mohon sama kalian, setelah aku pergi tolong jaga diri kalian baik baik ya, juga shalat kalian, jangan terlalu mudah untuk lelaki yang bukan muhrim, dan satu lagi anak dikandungan ku ini ngak ada salahnya jadi tolong jangan membencinya, yang salah itu bapaknya,"


jelas Zahra pa ke dua sahabatnya yang mulai menundukkan pandangan nya dan mengelus pelan perutnya, ketiga sahabat ini pun menangis bersamaan di dalam mobil merasa haru dan sedih yang bersamaan, saling peluk sudah seperti teletabis.


"temenin gua ke supermarket yuk, gua mau beli barang," celetuk Tini saat melepas pelukan Zahra dan Yeni.


"hah lagi?!, kan barusan juga abis belanja" heran Zahra dengan Sahabat nya yang termasuk dalam kategori boros.


***


" ini itu untuk lo semua gue juga gak beli barang besar kaya kereta dorong bayi dan kasur nya kan,masih bisa ditampung pesawat ntar gue yang bayar,"


"tapi tin.."


"gapapa ra ambil aja," sahut yeni yang senyum dengan sahabatnya ini.


"lo seruiusan mau pergi ra gak lo pikir dulu lagi,? lo kan hebat ra,"


"aku gak mau maluin orang tua aku, Tin nginep dirumah Yeni ya aku mau malam ini kita barengan."


"dirumah gue aja napa kamarnya lebih gede," dengan sombong nya tini sampai membuka tangan lebar.


" dih, dirumah gue juga meskipun sederhana tapi nyaman kali,"

__ADS_1


"gak bisa tin, kalo dirumah kamu cepet ketahuan sama orang tua aku,"


mereka pun berlalu dan pergi kerumah yeni, malam ini mereka habiskan bersama, bercerita bersama menghayal bersama, canda tawa bersama bahkan menangis bersama.


***


"hmmh udah ada pengumuman tuh pesawat mau terbang, aku pergi yah," Zahra yang tadinya hanya membawa tas sekarang menjadi membawa koper karena tini, ia memeluk kedua sahabatnya sebelum pergi.


"ingat ya pesan aku, jaga diri baik baik, ingat allah jangan lupa, sebesar apapun dosa kalian tetaplah shalat,"


pelukan Zahra disambut dengan tangisan, serta anggukan dari sahabatnya.


" gue udah transfer uang ke rekening lo via telepon, kalo lo butuh apa apa telepon gue aja, gue gak akan ganti kontak, kalo seandainya ilang juga lo bisa kontak gue lewat ig ya?"


"iya sahabat sahabatku terima kasih banyak, tapi tin jika orang tuamu tau nanti dimarah gimana,"


"hehe sloow emang nya gue Yeni apa, jomblo terus, pacar gue pilot kali, gue juga dikasih jatah sama dia baru tadi gue terima jadi pacar lewat sms, eh langsung tf duit,"


"dih gue jomblo juga jomblo berkelas kali, banyak yang kejer kalo gue terima satu entar yang lain perang lagi, lo juga paling terima tu pilot dengan syarat tf lu duit,"


"hahahaha, " tawa ketiga bersahabat yang diiringi tangis. Zahra pun berlalu, ia melambaikan tangan pada sahabatnya. dan duduk di kursi pesawat.


hmmh ayah ibu semoga kalian bahagia, ya allah jaga para sahabat ku, lindungi orang tuaku dan orang orang yang aku sayangi serta menyayangiku.


hidup baru aku datang..


bersambung..


hehe maaf ya kalo typo bertebaran mohon suport nya ya, di episode selanjutnya sudah akan dimulai kisah yang di deskripsi.. terima kasih sudah membaca semoga suka ya..

__ADS_1


__ADS_2