Cinta Zahra

Cinta Zahra
Alexia


__ADS_3

kini telah masuk wanita dengan pakaian yang tertutup meskipun bukanlah busana muslim, desain yang menyesuaikan dengan trend, penampilan yang menarik dan merk yang tidak bisa diragukan lagi, make up yang sederhana melengkapi tubuhnya yang mungil.



Mungkin dulu semua orang meremehkan ku karena ke cupuan ku yang hanya bergantung pada mamah, tapi dua tahun bukanlah hal yang cepat, kini aku bisa sampai sejauh ini juga karena keberuntunganku. Gumam Alexia dalam hatinya dan bersiap menuju ruangan Rahman.


"permisi saya Alexia kepala utama dari cabang kantor desain busana Alexia, saya datang untuk bertemu dengan tuan Rahman," ucap Alexia pada sekretaris yang ada di depan ruangan Rahman saat itu.


"apakah anda sudah membuat janji?," Tanya Sekretaris itu kepada Alexia.


"ya saya sudah membuat janji pagi ini," ucapnya.


banyak yang terpesona dengan penampilan Alexia ditambah lagi dengan tata Krama dan cara bicaranya yang sopan membuat semua orang semakin terpesona olehnya.


"oh baik sebentar nona, silahkan duduk untuk menunggu," ucap Sekretaris wanita itu.


"baiklah terima kasih banyak," Alexia memberikan senyuman ramahnya yang menipu semua orang, tapi siapa yang tau di balik itu semua dia adalah serigala berbulu domba.


setelah beberapa saat kemudian Arnius datang untuk menjemput Alexia menuju ke dalam ruangan Rahman.


Wanita ini, dia tidak se sexi tadi pagi pakaiannya lebih tertutup dari yang kubayangkan, ada sesuatu yang tidak beres, aku harus berhati hati dengannya terlebih lagi tuan sedang memiliki fikiran yang kacau yang membuatnya tidak bisa berfikir jernih. Ucap Arnius dalam hatinya yang melihat penampilan Alexia, sedangkan Alexia langsung memberikan salam hormat dan terima kasihnya lalu langsung mengikuti langkah kaki Arnius.


"tuan ini dia nona Alexia, nona dari cabang desain busana Xia." ucap Arnius.


apa lagi ini?. Alexia melihat Rahman yang ditemani oleh Ferius.


"silahkan duduk nona," Ferius mempersilahkan Alexia untuk duduk.


"Arnius Ferius sudah menyiapkan guru mengemudi untuk nona Zahra carilah dia di ruang tunggu klien, dan bawalah dia untuk menemui nona Zahra," pinta Rahman kepada Arnius, yang membuat Alexia tersenyum smirk karena merasa bahwa Rahman sangat memperhatikan Zahra.


"baik tuan, saya permisi," Arnius menunduk lalu pergi meninggalkan ruangan, sebelum itu ia sempat menatap Ferius dengan dalam seolah olah berkata "aku titip tuan muda padamu," dan Ferius merasakan apa yang dirasakan oleh Arnius dan mengangguk satu kali menjawab tatap Arnius meskipun ia tidak tau apa alasan Arnius merasa demikian.


"jadi ini adalah daftar artis artis terkenal yang bisa dijadikan model untuk perusahaan kita," ucap Rahman lalu Ferius dengan sigap memberikan dokumen kepada Alexi.


"hmmh mengapa tidak menggunakan aktor atau aktris ternama dari luar negeri, bukankah perusahaan ini juga cukup sukses jadi, menurut saya itu akan bisa lebih memikat konsumen," ucap Alexia menerangkan.


"apakah kamu sudah membaca dokumen atau Arnius tidak memberikannya padamu?" Tanya Rahman dengan dingin yang membuat Alexia sedikit kebingungan.


"??" Alexia benar benar tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rahman.


"baiklah Ferius jelaskan padanya, aku tidak ingin membahas hal yang kecil berulang kali," ucap Rahman dengan dingin dan memutar arah kursinya, bertanda ia kurang suka dengan kinerja kliennya.


what?? oh ****. Alexia tidak percaya dengan apa yang didapatkan nya ia kesal namun ia merasa semakin tertarik pada sesuatu yang lebih sulit untuk didapatkan.


"begini nona jadi perusahaan kami lebih sering memakai konsep asing, seperti Asia, tetapi kami kali ini ingin mengutamakan budidaya dalam negri sendiri, jadi kami ingin menggunakan artis atau aktor dalam negeri, atau model model dalam negri namun yang memang sudah benar benar terkenal," ucap Ferius yang membuat Alexia semakin berfikir tentang kinerjanya.


"dan jika memang kami ingin konsep Asing, kami bisa memilihnya sendiri tanpa bantuan anda, kami bisa menyewa siapapun itu, dan kami juga akan bekerjasama dengan desainer dari negara Asing yang lebih terpercaya dari pada dengan Anda, jadi tolong diperhatikan baik baik," imbuh Ferius .


what! jadi jadi aku diremehkan? sabat Alexia demi ikan yang berkelas kamu harus mengorbankan umpan yang berkelas juga. ucap Alexia dengan kesal.


"baiklah mari kita mulai aku sudah mengerti, dan maaf karena tidak memperhatikan sebelumnya karena..," saat Alexia ingin berbicara lebih banyak untuk memberikan alasan mengapa ia tidak memperhatikan Arnius saat bertemu bahkan tidak sempat membaca surat surat yang di berikan sebagai tema dan syarat untuk di diskusikan namun perkataan nya dipotong oleh Ferius.

__ADS_1


"apapun kesibukan anda, anda harus konsisten karena ini sudah jadi tanggung jawab Anda yang menyetujui pertemuan ini, jadi anda seharusnya mengerti ini dan membatalkan segala janji anda lebih awal, jika memang sudah merasa sanggup," ucap Ferius yang mewakili seluruh kekesalan Rahman terhadap kelalaian Alexia.


Alexia lebih memilih untuk menurut dan mulai berbicara dengan lebih berhati hati, karena ia sudah salah dengan meremehkan orang dari kelas yang tinggi, dan dia sekarang mulai lebih berterus terang dari pada yang awalnya dan tidak menyertakan basa basi karena ia tau bahwa itu tidaklah bagus untuk membuat Rahman tertarik padanya, kini Rahman tidak mengusirnya saja itu sudah disebut sebagai keuntungan.


....


Di lain tempat Arnius datang menjemput Zahra yang sudah menunggu.


"tuan sedang ada pertemuan dengan klien nona, silahkan masuk," Arnius dengan sigap dan gesit mempersilahkan Zahra untuk masuk kedalam mobil, lalu membawanya ke sebuah kafe.


"nona sudah makan?," tanya Arnius di perjalan.


"mmh aku berfikir untuk makan, bisakah kamu rekomendasikan dimana aku harus memakan makanan yang membuatku berselera?," Tanya Zahra dari kursi belakang.


"saya sedang membawa anda ke sebuah kafe nona, disana juga ada makanan yang bagi saya enak nona," jawab Arnius dengan sopan.


"mmh baiklah," sahut Zahra.


"oh iya nona, nona juga akan bertemu dengan seseorang nanti di kafe," ucap Arnius yang memberitahukan kepada Zahra.


"mmh siapakah dia?" Tanya Zahra yang merasa sedikit terkejut karena secara tiba tiba.


"Dia adalah guru wanita yang akan mengajari anda menyetir hari ini," jawab Arnius.


"huh! secepat itu, tidak bisakah besok pagi saja, aku lelah," ucap Zahra yang sedikit kecewa.


secepat ini kah, baru saja tadi pagi kami mendiskusikan nya apakah dia terlalu lelah untuk mengantar jemputku?. Ucap Zahra dalam hatinya sambil menatap keluar jendela.


"tapi aku lelah, aku hanya akan bicara dengannya saja pelajaran akan ku mulai besok, tolong sampaikan pada tuan seperti itu," ucap Zahra dengan nada lemas nya mewakili tubuhnya yang kelelahan karena seharian belajar di kampus.


"baiklah nona akan saya sampaikan nanti," ucap Arnius.


lalu setelah beberapa saat sampailah Arnius dan Zahra di sebuah kafe yang Arnius maksud, dan menemui wanita yang akan mengajari Zahra mengemudi, bernama Dewi. Dewi yang melihat Arnius datang bersama dengan Zahra dengan cepat ia berdiri dan memberi menundukkan diri untuk menyambut dan memberi hormat kepada Zahra.


"halo nona, perkenalkan saya Dewi saya yang akan membimbing anda untuk belajar mengemudi," ucap Dewi memberi salam dan memperkenalkan diri nya kepada Zahra.


"oh iya senang bertemu denganmu, saya Zahra Adiwijaya panggil saja Zahra," jawab Zahra dengan ramah.


"senang berkenalan dengan nona," jawab Dewi dengan lembut juga kepada Zahra.


"baiklah kalau begitu silahkan duduk, kita akan mulai berbincang," ucap Zahra yang mempersilahkan lalu Dewi pun duduk, sedangkan Arnius duduk di meja yang berbeda dengan mereka namun bersebelahan.


"oh iya aku lapar ga apa apa kan jika sambil makan kita berbicaranya? berbicaralah yang santai jangan terlalu formal kepadaku haha," ucap Zahra dengan ramah dan penuh dengan rasa berteman nya yang tulus.


"ah iya nona, silahkan saya tidak keberatan dengan itu nona, jika nona senang maka saya akan ikut senang nona," jawab Dewi dengan sopan, dan Arnius mendengar mereka lalu tersenyum.


memang nona adalah wanita yang tulus. ucap Arnius dalam hatinya.


"haha baguslah kalau begitu dengan senang hati, mari kita berteman," Zahra mengulurkan tangannya untuk berjabat tengan sebagai teman kepada Dewi karena ia merasa umurnya hanya berbeda beberapa tahun saja dengan Dewi.


"ah nona, saya jadi tidak enak," jawab Dewi yang mulai canggung.

__ADS_1


"ga apa apa, aku malah merasa senang bisa berteman denganku, jadi temanku bisa jadi bertambah lebih banyak lagi iya kan? banyak teman itu bagus banyak musuh yang harus dihindari, benar bukan?," ucap Zahra dengan ramah tamah kepada Dewi.


"haha iya nona," dengan malu malu Dewi menjabat tangan Zahra, dan dengan terkagum kagum Dewi dengan sikap Zahra yang mudah akrab dan tidak memandang bulu orang lain.


pantaslah saja tuan muda memilihmu menjadi istrinya nona. ucap Dewi dalam hati dengan memuji Zahra.


.....


setelah beberapa saat kemudian di lain tempat Rahman telah selesai berbincang dengan Alexia juga Ferius. sehingga Alexia kini dipersilahkan untuk kembali ke kantornya dan Ferius juga mengantarkan Alexia sampai di depan lift.


"nona Alexia saya berharap anda lebih fokus lagi terhadap kinerja anda," ucap Ferius tanpa melihat Alexia.


"ah maksudnya? jadi anda meremehkan saya? benar begitu?," ucap Alexia tidak percaya.


"saya mohon tolong tingkatkan konsentrasi anda, saya tidak tau mengapa tuan memilih anda lebih tepatnya lagi mengapa anda bisa menjadi nona utama dari cabang desain busana tersebut," ucap Ferius yang membuat Alexia kesal.


"tolong jangan remehkan tuan kami, jangan berniat untuk melakukan hal yang lain dan fokuslah kepada pekerjaanmu, karena kami membayar berkali kali lipat daripada perusahaan lainnya, jadi tenaga anda juga harus berkali kali lipat banyak nya untuk perusahaan kami," jelas ferius yang membuat Alexia semakin kesal, karena Ferius berbicara bahkan tanpa menjawab pertanyaan nya.


"jadi begini, jika anda terlalu mengkhawatirkan tuan muda anda, jagalah dia lebih baik, karena tidak ada yang tidak tertarik pada barang yang berharga, dan juga barang berharga bisa terpancing dengan umpan yang menarik," ucap Alexia lalu masuk kedalam lift dan Ferius diam didepannya, tetapi Saat Alexia hendak menutup lift Ferius berkata.


"maaf nona Alexia tetapi barang berharga bisa membedakan mana yang menarik dan tidak, bahkan dia akan jijik terhadap sampah," jawab Ferius lalu memberi salam hormat dan berbalik.


"apa?! jadi dia menganggapku sampah? sial*n!!," Alexia menggerutu kesal di dalam lift dan setelah keluar dari lift ia segera mengendarai mobilnya dengan laju yang cepat, bahkan ia berkali kali melanggar rambu rambu lalu lintas.


"halo pa, papa dimana?," telepon Alexia pada seorang pria.


"baiklah pa aku kesana jangan kemana mana ya," ucap Alexia yang semakin menancap gasnya, lalu sampailah Alexia di sebuah hotel dan ia masuk ke hotel tersebut.


"wow, kau terlihat berbeda sekarang kau tidak se sexi yang ku kenal Alexia sayang," ucap lelaki itu lalu menarik Alexia kedalam pelukan dan mendudukkannya di pangkuannya.


"diamlah pa aku sedang kesal," ucap Alexia lalu menyedot rokok yang ada ditangan lelaki itu.


jika bukan karena menjadi simpanan mu juga aku mungkin belum bisa menjadi seperti sekarang ini. ucap Alexia dalam hatinya.


"ada apa sayang katakanlah, apa yang mengganggumu aku akan menanganinya untukmu," ucap lelaki itu lalu membelai tubuh Alexia. Alexia memegang tangan yang membelai tubuhnya karena merasa sedikit jijik.


"mmh apakah istriku mengganggumu lagi?," tanya lelaki itu pada Alexia.


"tidak bukan dia, jika aku memberitahukan mu juga kamu tidak akan sanggup menandinginya," ucap Alexia yang membuat lelaki itu merasa telah diremehkan.


"siapa yang bilang seperti itu, kamu belum mengetahuiku ya?, coba katakan saja kepadaku," ucap Lelaki itu kepada Alexia.


"tidak itu sudah tidak penting, aku hanya ingin agar kamu mencarikan ku guru yang terpercaya, guru yang handal dalam bisnis desainer sesuai dengan profesiku yang sekarang karena hari ini aku telah diremehkan oleh seseorang dan orang itu bukanlah orang yang biasa," ucap Alexia kepada lelaki itu.


"baiklah itu bukanlah hal yang sulit untukku, itu adalah hal yang gampang, aku akan lakukan tergantung bagaimana cara kerjamu malam ini di ranjangku," ucap lelaki itu sambil memegang dagu Alexia.


"jangan khawatir karena aku akan sangat memuaskan mu," jawab Alexia lalu mulai menggoda lelaki yang sudah memiliki anak dan istri tersebut.


bersambung....


hai semua maaf ya jika typo ku masih bertebaran, hehe mohon permakluman nya, dan semoga suka dengan ceritanya, see you in next episode.

__ADS_1


__ADS_2