Cinta Zahra

Cinta Zahra
surat dariku


__ADS_3

Andrean kini berpamitan pulang, ia menggenggam erat erat surat yang diberikan Zahra, sembari dijalan ia meneteskan air matanya masih tak mempercayai apa yang telah terjadi, dan sesekali memegang dadanya yang serasa sesak.


"aku sudah bilang tunggu aku," Lirih Andrean dengan suara Isak tangisnya.


"tidak setidaknya jangan pergi meninggalkan aku seperti ini!, setidaknya tunggu aku kembali lalu tunjukkan dirimu yang telah bahagia!!," Andrean setengah berteriak di dalam mobil nya.


"setidaknya ucapkan lah salam perpisahan dulu kepadaku!!," kini suara Andrean benar benar memenuhi mobil.


setelah beberapa lama Andrean sampai di kediaman nya...


"assalamualaikum ibu, ayah," salam Andrean kepada kedua orang tuanya lalu menutupi wajahnya karena matanya masih membengkak.


"waalaikummussalam nak, sudah pulang?," tanya kedua orang tua Andrean yang merasa khawatir.


"iya Andrean mau istirahat sebentar bu,yah,"


"iya baiklah, istirahat lah nak," Andrean menciumi tangan kedua orang tuanya lalu berlalu menuju kamarnya.


"seperti nya Andrean mengenal baik wanita itu pah, oleh karena itu mungkin dia sangat terluka saat ini," ucap mama Andrean memegang tangan papa Andrean.


"iya ma dia butuh waktu untuk sendiri, atau kah ternyata wanita yang dia maksut, sehingga bisa membuat dia untuk pergi mendalami agama adalah istri nya Aria, kamu ingat juga kan acara tahlilan waktu itu," ucap papa Andrean yang mulai merasakan kesedihan anak nya.


"iya ya pah ya, mungkinkah dia yang dimaksud, mamah kasihan pah, dia mencintai wanita yang bersuami begitu dalam nya, rumit sekali kisah cinta nya pah, ya Allah anakku,"


"sudah sudah, kita doakan saja yang terbaik untuk anak kita, dan kita memang harus berterima kasih pada wanita itu karena telah mengubah anak kita," ucap papa Andrean


"iya pa iya"


....

__ADS_1


Dengan gemetar Andrean membuka surat dari Zahra yang berbalut amplop yang terlihat Zahra sendiri yang membuat amplop tersebut dengan kertas, sekilas Andrean tertawa melihat amplop itu diikuti air mata kesedihannya.


"dasar konyol,"


seketika ia kembali teringat hal hal lembut yang pernah dilakukan Zahra, hal itu seolah olah membuat hatinya tersayat sayat, sehingga membuatnya kembali tak dapat menahan air matanya.


kini Andrean membuka surat dari Zahra, dan membacanya seperti berbicara pada Zahra di dalam surat itu.


"assalamualaikum wr.wb mas Andrean, " tulis Zahra dalam surat itu


"waalaikummusslm wr.wb ra," Andrean membaca surat seperti ia mendengar langsung suara Zahra, yang keluar sembari menulis surat itu untuk Andrean


"bagaimana kabar tuan sekarang?, "


"hei sudah kubilang jangan terlalu formal kepadaku, kenapa tidak mengganti panggilanku dengan memanggil kaka, yaah sangat buruk akan kepergianmu, itulah keadaan ku saat ini,"


"aku berharap baik baik saja, aku dengar mas pergi ke pondok pesantren untuk mendalami ilmu agama, aku senang mendengarnya,"


"terimakasih telah hadir dalam hidupku, "


"hmmh haruskah aku jawab sama sama, ok baiklah iya sama sama ra,"


"berkat tuan, Azan bisa bertahan hidup lebih lama, meskipun sekarang tengah bahagia di sisi allah swt.


tuan jangan pernah menyerah akan kehidupan ini, dan jangan berfokus pada wanita yang telah menjadi istri orang,"


"haha kamu mau mengejekku ya?, dasar," jawab Andrean yang sedang berbicara sendiri


"terkadang setan membuat sesuatu yang salah serasa benar dan begitu indah , begitu juga sebaliknya hal yang baik akan terlihat seolah olah buruk. Percayalah pada Allah, kamu akan mendapatkan yang terbaik, karena allah tau itu, allah akan memberikan apa yang terbaik bukan apa yang diminta, karena belum tentu apa yang kamu minta itu yang terbaik untukmu, allah tetap mendengar doa mu, apapun yang kamu minta, namun allah akan memilih yang terbaik untuk mengabulkan doamu, ikhtiar lah, jangan lupa shalat lima waktu, jalankan sunnah sunnahnya, sentiasa selalu bersodaqoh, in shaa allah dengan begitu kamu akan semakin dekat dengan allah, dekatilah allah dahulu niscaya allah dekatkan kamu dengan hamba terbaiknya.. ingat ya belum tentu yang kamu anggap baik itu baik untukmu begitupun sebaliknya.. maaf telah mengganggu waktumu, belajarlah ikhlas atas apa yang terjadi dan bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki," pesan Zahra pada surat itu

__ADS_1


"iya tentu saja aku tau itu, memangnya kamu fikir aku anak kecil, aku sekarang sudah dewasa tau," ketus Andrean


"oh iya maaf tidak ada hadiah yang bisa ku berikan pada tuan, karena tuan sudah dipenuhi dengan segalanya jadi aku tidak tau harus memberikan apa,"


"kamu salah, aku belum memiliki kamu!!," kesal Andrean setengah berteriak.


" apa lagi ya haha, sekali lagi terimakasih atas semuanya tuan kalau begitu aku akhiri Assalamualaikum wr.wb tuan, "


"waalaikummusslm wr.wb Ra, " Andrean menangis ia memeluk surat Zahra, seolah tak percaya atas apa yang terjadi.


disisi lain setelah tangis haru atas peninggalan Zahra, Aria masih takut untuk membuka surat Zahra, ia takut bahwa akan menyesali apa yang dibuatnya.


*surat pertama *


"assalamualaikum mas, ehm lagi apa?, mas melalui sepucuk surat ini aku ingin meminta maaf pada mas Aria, maaf telah mengecewakan mas, namun sungguh itu hanya kesalah pahaman saja, demi allah sedikitpun tidak pernah terbesit niatku untuk berpaling dari mu mas, dan tidak akan pernah.


bahkan.. aku tidak mencurigaimu sedikitpun apapun yang terjadi, dan maaf karena telah membaca pesan dari ponselmu mas, aku tidak bermaksud, mas aku berharap hubungan kita bisa kembali dimasa masa hanya ada kasih sayang kita bukan pertengkaran setan semata, aku sayang sama mas Aria, assalamualaikum wr.wb, "


dada Aria semakin sesak terasa, terucap lirih Aria meminta maaf, meminta maaf karena tidak dapat melihat istri nya dengan hatinya.


*surat ke dua*


"assalamualaikum wr.wb mas, terimakasih banyak atas yang mas lakukan hari ini, terimakasih terimakasih terimakasih, karena telah mengambulkan keinginan ku, meskipun aku sedikit kecewa dengan penolakan mu untuk menemaniku malam ini, entah kenapa rasanya aku sangat merindukan kalian semua terutama kepadaa suamiku tercinta, tapi aku mengerti mungkin mas masih terlalu sibuk dengan pekerjaan mas..


akhir akhir ini aku merasa lelah, dan lelahku ingin hilang, entahlah rasanya setelah ini aku ingin tertidur begitu pulas hingga saat terbangun, aku sudah penuh dengan tenaga dan bisa lebih bersemangat untuk bersamamu.


mas, harapan ku agar engkau lebih melihat akhirat allah, jangan sampai apa yang kau perbuat malah akan menyusahkanmu di yaumul mahfuz nanti.. ana uhibbuka filah akhi, assalamualaikum wr.wb, "


Aria kini semakin menangis mengingat kenang kenangan yang telah lalu, dan membayangkan masa masa yang telah dilewati nya, ia memeluk erat syal dan surat pemberian Zahra, ia mencium syal tersebut, tercium aroma keringat dari tangan Zahra pada syal itu, yang membuat Aria lebih tenggelam akan rasa rindunya, terlebih lagi saat simbok memberitahukan bahwa Zahra sendirilah yang telah membuatnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2