Cinta Zahra

Cinta Zahra
impian


__ADS_3

~Udara sejuk seolah olah berbisik


"Dunia ini tak suram lagi",


Para bunga dan tumbuhan yang lainnya seolah olah menari,


lautan seolah olah ikut bernyanyi,


mengiringi suara hati sang insan yang suci ini,


berhari hari terus berlalu,


perih, hitam sunyi kini tiada lagi,


Apa yang kelam kini serasa tak kan pernah kembali lagi,


namun siapa yang tau bahwa sebenarnya, suasana suram kini sedang menanti


tak jauh berada di belakangmu wahai para sang penikmat kasih dan hati.


Namun, tidak ada yang berharap bahwa semua kan berakhir, karena semua terjadi untuk bangkit, lagi dan lagi.


jangan menyerah terus berjuang


karena kalian telah terikat


kepada sang pemilik hati ~


Zahra kini sedang tertawa, tersenyum bahagia bersama dengan Raditya, Rahman, Alfie dan Riska, mereka berbahagia bersama tertawa bersama dan bermain bersama, nyata serasa benar benar nyata, tidak! lebih tepatnya ini kenyataan yang tak ingin di hentikan seperti mimpi.


Mereka semua memasuki sebuah toko perhiasan di sana terdapat banyak aksesoris yang akan menghiasi tubuh dan menyilaukan mata bagi yang melihatnya bahkan akan sampai membuat hati tertarik pada siapa yang melihatnya.


"Wah yang ini bagus banget nih, ka Raditya ambil yang ini aja Kaka ipar pasti suka," Ucap Zahra menawarkan pada Raditya.


"mana mana coba lihat," Raditya menghampiri Zahra, yang dibalas senyuman terkekeh oleh Rahman.



"wah iya ya bagus nih, cocok kecil kecil lagi, Nisa memang suka yang simpel kayak begini" ucap Raditya yang senang karena semakin merasakan bahwa kebahagiaannya akan semakin datang dengan sebuah pernikahan.

__ADS_1


"tuh kan bener apa Zahra bilang, pinter kan Zahra," ucap Zahra membanggakan dirinya sendiri


"hmmh istriku memang pintar," Rahman datang dan merangkul Zahra, Zahra pun sebaliknya kini kemesraan di antara mereka semakin menjadi.


"ambilah jika kamu suka, dan pilihlah lagi untuk pernikahan kalian, yang itu untuk lamaran," ucap Rahman dengan tulus dan menyuruh Raditya untuk memilih milih lagi.


"wah benarkah, memang tajir mah bebas!," ucap Raditya, dengan penekanan belum lagi para pelayan melayaninya dengan sangat baik dan terpukau karena para lelaki tampan dan tajir datang ke toko perhiasan mereka, hanya saja para lelaki tampan ini sudah memiliki pendamping alias istri.


"ka Raditya jangan lupa juga kalungnya nih, sudah aku cariin bagus loh lihat deh rekomendasi dari aku,", ucap Riska sambil melihat lihat kalung berlian itu.


"iya nih, emangnya dia aja yang bisa nih kita juga bisa,", sahut Alfie yang tidak ingin kalah saing oleh Rahman


"heish dasar kalian ini," ucap Rahman dengan menggerutu namun hanya dijawab cengiran oleh pasangan sejoli melainkan mereka itu.


"bentar ya Riska lagi milih cincin buat nikah dulu," jawab Raditya yang merasa bangga mendapat traktiran miliyar an rupiah oleh para lelaki tajir ini.


setelah beberapa saat kemudian Raditya menemukan cincin yang ia inginkan dan Raditya pun memutuskan untuk mengambil yang itu, di tambah lagi karena bentuknya sesuai dengan selera, yaitu kecil, imut, lucu dan elegan namun terkesan sangat mewah alias berkelas.



"nah aku ambil yang ini," ucap Raditya memutuskan yang langsung dilayani oleh para pegawai toko.


"kak ayok coba mari pilih yang ini," Riska kembali memanggil Raditya.


"oke otw ni, bruummm wahai pernikahan aku datang!," tingkah laku Raditya kembali menggemaskan dan membuat orang orang yang berada disana merasa lucu dan terpukau.


hmmh beginilah para orang milaran bergurau, gila! uang semua loh itu, dalam satu tahun gajian pun aku belum tentu untuk bisa membeli perhiasan itu. ucap salah satu pegawai disana yang melihat Zahra bersama dengan yang lainnya untuk berbelanja.


"hei apakah mereka tahu semahal apa harga yang mereka beli itu, bahkan mereka tidak melihat lebel harga terlebih dulu," bisik salah satu pegawai itu.


"hei jiwa missqueen ku meronta tinta tau!," bisik temannya kembali


"sama dodol!,"


...



"nih ka coba lihat kalinya," Tawar Riska sembari menyombongkan dirinya bersama dengan Alfie.

__ADS_1


"hmmh lihatlah lihatlah, istriku pandai loh," ucap Raditya mengejek Rahman.


" wah !! apakah ini sungguh Riska yang memilihkannya untukku? kenapa selera mu berubah drastis makin cakep aja," ledek Raditya yang sesungguhnya dalam hatinya sudah beribu kali memuji karena terpukau, ia sangat bersyukur karena akhirnya ia dapat meraih impiannya dengan menjalankan salah satu Sunnah Rasulullah yakni perintah Allah SWT untuk menikah dengan seorang hamba-nya.


"kamu mau yang mana, mm" Rahman menawarkan perhiasan pada Zahra dengan lembut sembari membelai pelan kepala Zahra.


"ah?? mmmh yang mana ya, aku hampir lupa kalau suamiku tajir, sehingga takut untuk memboroskan uangnya," gurau Zahra menggoda Rahman.


"mmh? kau bicara apa hah? mau ku belikan toko ini sekalian untukmu hah," Rahman dengan terkekeh geli mendengar Zahra lalu mencubit pelan pipi Zahra.


"ummmh," Zahra memanyunkan bibirnya ke depan dengan manja.


"hei kalian berdua ini heish," Raditya kesal melihat Zahra dan Rahman yang memamerkan kemesraan mereka seperti pengantin baru.


"ah, sayang aku mau yang ini boleh ya," Riska memeluk mesra Alfie sambil bermakna manja di pelukan Alfie dan memegangi pipi Alfie.


"boleh, mau yang mana juga, mau semuanya? biar aku borong kan," Alfie mencium kening Riska.


"heish kalian ini apakah kalian sedang mengadu kemesraan ah!," gerutu Raditya.


"ummuach," Zahra sengaja mengecup pipi Rahman untuk meledek Raditya, namun tanpa disadari itu adalah perbuatan yang Rahman tercengang dan terpancing apa lagi ini baru pertama kalinya Zahra seperti itu padanya, ingin rasanya Rahman membalas ribuan kali namun tidak mungkin dengan ke adaan seperti ini.


"hei aku tau kalian sudah menikah kalian kaya!, lalu apa lah dayaku yang hanya manusia sederhana hiks," Lirih Raditya membuat semua tertawa termasuk pegawai toko, mereka tertawa karena tingkah laku Raditya.


Namun Rahman masih saja terfokus terhadap wajah Zahra, ia memandangi Zahra dengan tak ingin kehilangan pandangannya sedetikpun pada wajah Zahra, belum lagi Zahra tidak menyadarinya dan terus tertawa sambil memegang wajah Rahman.


Jika kamu terus menggodaku dengan wajah manis mu itu aku tidak bisa jamin kalau aku akan dapat menahannya. Ucap Rahman dalam hati. Lalu ia melihat ke arah para pengawal nya, Ferius mengerti apa yang akan di lakukan oleh tuannya itu, lalu ia menyuruh para pengawal untuk memerintahkan para pegawai berbalik dan menutup mata masing masing, ketahuan ada yang mengintip seorang saja maka akan tamat riwat nya. Yang di perbolehkan hanyalah Raditya, Alfie dan Riska, sedangkan Ferius ikut menundukkan kepalanya.


"!!," Rahman mengecup dagu Zahra yang bersentuhan dengan bibir Zahra juga dengan waktu lumayan lama, Rahman tidak ingin melepasnya begitu saja.


Bukan hanya Zahra yang terkejut, namun Raditya , Riska dan Alfie terkejut juga karena Rahman melakukan itu di depan mereka.


"heish anak ini," kesal Raditya


bersambung.....


Hi semuanya kasih semangat dong, komen dan like, aku suka banget baca komen kalianšŸ¤—, biar nanti malam aku bertambah semangat up nya karena komentar kalian. I Love u para pembaca ku.


Dan jangan lupa juga untuk berkunjung ke chat story ku yang berjudul "Cinta di negeri Ginseng," jangan lupa tinggalkan jejak juga ya. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2