Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Happy All Day


__ADS_3

Ketika aku membuka mata, ternyata mobil sudah berhenti di depan hotel yang masih tampak terang benderang


“Sudah sampai” ucap Mario sambil tersenyum ketika membelai wajahku


Aku langsung membetulkan posisiku kemudian memutar-mutar kepalaku melihat keluar. Kemudian aku menoleh kearah Mario, mengulurkan kedua tanganku yang langsung disambut Mario dengan dekapan hangat


“Masih ngantuk?” lirihnya


Aku hanya mengangguk. Kemudian Mario terkekeh sambil mengusap-usap punggungku. Tak lama aku memeluknya karena setelahnya aku segera melepas pelukanku kemudian menoleh kearah belakang dimana kedua anakku masih tampak pulas, sedikitpun tidak merasakan jika mobil sudah berhenti sejak tadi


Suara ketukan di kaca membuat Mario dan aku refleks menoleh. Tampak di luar mobil seorang lelaki muda yang sekarang berdiri agak menjauh dari jendela mobil. Mario segera membuka kaca jendela dan lelaki tadi mendekat


“Selamat datang di hotel kami bapak, ibu. Maaf sebelumnya, apa mau kami parkirkan pak mobilnya?” sapanya ramah


Mario menggeleng


“Sayang kamu bangunkan anak-anak ya, biar mobilnya aku sendiri yang parkirkan”


Aku mengangguk. Kemudian aku kembali menoleh kebelakang, membangunkan kedua anakku. Sementara Mario berkata pada pria muda yang masih berdiri di tempatnya agar membantu membawakan koper kami.


Meka dan Bobby membuka mata mereka setelah aku berusaha pindah ke belakang dan sedikit mengguncangkan tubuh keduanya agak keras. Tampak sekali ngantuk di mata kedua anakku ketika mereka membuka mata mereka


“Sudah sampai” ucapku


“Di pantai? Mana pantainya?” mata Meka langsung membesar dan langsung tampak celingukan


Aku mendecak gemas sambil menggelengkan kepalaku menghadapi ngelindurnya


“Besok ke pantainya. Sekarang kita sampai di hotel, kita istirahat”


Keduanya mengangguk, kemudian dengan agak malas-malasan keduanya membuka pintu kemudian turun dimana Mario sudah lebih dulu turun karena mengeluarkan koper yang akan dibawa oleh pekerja hotel tadi


“Sayang ikut mas ini saja. Dia yang akan mengantarkan kalian ke kamar”


Aku mengangguk, kemudian dengan berdiri ditengah-tengah, aku membimbing bahu kedua anakku untuk masuk kedalam hotel


Aku tadi sempat melihat jam di hp ketika akan turun dari mobil, jam menunjukkan lewat jam dua belas malam, dan hotel ini masih tampak ramai


“Selamat datatang di hotel kami……” kembali ada dua orang wanita cantik yang meyapa ketika kaki kami menginjak masuk loby hotel


Aku hanya menganggukkan kepalaku kearah mereka, kemudian pelayan yang tadi membawa koper kami berjalan kearah resepsionis dan menyebutkan nama Mario. Sehingga sekarang di tangannya telah ada dua buah kunci

__ADS_1


“Mari bu…..” ajaknya yang membuat kami kembali melangkah


Sampai di depan sebuah kamar, pelayan itu membuka kunci dan mempersilahkan kedua anakku masuk. Meka dan Bobby menoleh ke arahku dengan agak ragu


“Ibuk sama papa di sebelah” jawabku


Tampak ada raut lega dari wajah keduanya. Kemudian keduanya masuk, dan aku ikut juga masuk, ingin memastikan jika kedua anakku tidur dengan nyaman. Mario yang muncul di dalam kamar aku suruh untuk masuk lebih dulu ke kamar kami, karena aku ingin menidurkan kedua anakku terlebih dulu


“Ayo tidur lagi, ibuk juga ngantuk. Kan besok katatanya mau ke pantai, makanya harus tidur. Ya?” bujukku


Meka dan Bobby mengangguk, kemudian keduanya masuk kedalam selimut dan aku langsung mematikan lampu dan mengganti dengan lampu tidur sebelum keluar dari dalam kamar mereka.


“Buk, itu suara ombak ya?”


Aku menghentikan langkahku ketika kembali terdengar suara Meka. Aku tidak menjawab, melainkan memasang telingaku lamat-lamat.


“Iya, itu artinya hotel tempat kita menginap tidak jauh dari pantai. Ayo sayang tidur, besok pagi-pagi, sebelum cuci muka kita langsung ke pantai. Kita lihat sunrise” jawabku yang dijawab keduanya dengan sumringah


Aku tersenyum kemudian melambaikan tanganku dan mengatakan selamat malam pada keduanya. Kemudian aku berjalan ke kamar sebelah, mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk dan mendapati Mario yang telah berganti memakai boxer dan sekarang tengah menatap layar hp nya


“Balas chat mama” jawabnya sambil memamerkan hp nya padaku


Aku tak menjawab melainkan hanya mengangguk pelan dan masuk ke kamar mandi, membasuh wajahku kemudian segera naik keatas ranjang yang tak lama setelah itu menyusul Mario


Aku mengangguk, kemudian memiringkan tubuhku yang langsung di dekap Mario dari belakang. Setelah itu kami berdua sama-sama terlelap. Aku yakin Mario pasti sangat lelah karena nyaris lebih dari lima jam dia menyetir mobil sendiri tanpa gentian dengan ku


Kedua anakku berlarian di pasir pantai dengan kegirangan. Mario hanya memperhatikan kami bertiga yang saat ini sedang main kejar-kejaran. Bahkan tanpa bisa aku cegah kedua anakku sudah menceburkan diri mereka ke air laut dan keduanya makin kegirangan


Mario yang semula hanya duduk, melihat kedua anakku sudah di dalam laut, segera berlari kecil dan ikut masuk juga. Jadilah mereka bertiga mandi air laut. Aku yang melihat keduanya hanya bisa tertawa senang dengan tak hentinya mengabadikan momen ketiganya di hp ku


“Sayang ayo sini……” panggil Mario yang kujawab dengan menggelengkan kepalaku


Mario hanya mengangkat kedua bahunya melihat jawabanku lalu kembali dia bermain dengan kedua anakku. Bahkan Meka dan Bobby sampai naik keatas bahu Mario yang mengangkat keduanya kemudian secara bersamaan mereka bertiga kembali menceburkan diri mereka kedalam air


Senyum kembali mengembang di wajahku melihat keakraban ketiganya. Aku bahagia karena Meka dan Bobby bisa kembali merasakan kasih sayang seorang ayah


Cukup lama ketiga mandi air laut, yang awalnya hanya ingin melihat sunset malah berganti dengan mandi dan bermain pasir hingga nyaris jam Sembilan pagi baru ketiganya saling toleh dan kembali terbahak karena perut Bobby mulai bernyanyi minta diisi


“Di sana ada yang jual cemilan. Kita duduk di sana dulu” ucap Mario menunjuk kearah sebuah paying yang terbuka lebar dengan kursi khas pantai.


Segera kedua anakku berlari ke darat dan langsung duduk yang tak lama segera datang seorang perempuan muda menghampiri keduanya

__ADS_1


“Apa aja tante, kami lapar soalnya” jawab Meka


Aku dan Mario yang baru sampai hanya saling toleh, kemudian aku menggelengkan kepalaku dengan mengikuti wanita muda yang tadi menawarkan menu jualannya pada kedua anakku


“Aku minta ini” ucapku menunjuk dagangannya yang menjual makanan khas laut. Kemudian aku juga mengambil air mineral dan minuman dingin lainnya. Kemudian aku kembali ketempat suami dan kedua anakku, memberikan mereka minuman dingin. Dan khusus untuk Mario aku sengaja memberinya minuman capucino instan


Tak lama pesanan kami sampai, kedua anakku langsung melahap dengan rakus seefood yang baru terhidang. Tampak sekali jika keduanya lapar


“Besok, sebelum kita ke pantai, kita sarapan dulu di hotel” ucapku yang tidak dijawab keduanya karena mereka sudah sibuk makan


“Biarkan saja sayang ah, tidak tiap hari juga kan mereka bebas seperti ini” jawab Mario sambil memberikan tisu kearah Bobby yang tampak belepotan


Selesai makan, kami tak lantas pulang. Permainan terus dilanjutkan sampai matahari terik, bahkan Mario sampai membeli layangan dan bersama kedua anakku mereka bertiga main layangan. Dan kembali aku harus menjadi fotografer bagi ketiganya, mengabadikan momen mereka bersenang-senang


“Ayo pulang” ajakku


Diluar dugaan ku, kedua anakku menolak sehingga Mario harus turun tangan untuk membujuk keduanya


“Nanti jam empat kita kesini lagi. Kita main lagi” bujuk Mario


“Tapi ini masih seru papa” tolak Meka


“Meka, ibuk nggak tahan panas terik kaya gini. Kita pulang dulu nak, benar yang papa kamu bilang, kita sore nanti kesini lagi”


“Janji?”


Aku dan Mario kompak mengangguk kearah keduanya sehingga akhirnya keduanya menurut dan mau diajak kembali ke hotel yang memang tak jauh dari pantai tempat kami sekarang


“Besok papa akan bawa kalian ke tempat lain yang jauh lebih seru dari ini” ucap Mario sambil merengkuh bahu Bobby


“Beneran pa?”


Mario mengangguk kearah Bobby yang menatapnya dengan tatapan sayang. Sementara aku yang berjalan dengan Meka mempercepat langkahku karena terik kian terasa di atas kepalaku.


Sampai di dalam hotel, kami langsung masuk ke kamar masing-masing. Dan aku lebih dulu mandi, meninggalkan Mario yang kembali sibuk menatap hp nya


“Mandilah” ucapku ketika kulihat wajah Mario masih fokus menatap hp


“Tasya kecelakaan” jawabnya sambil meletakkan hp dan masuk kedalam kamar mandi


“Apa?. Parah nggak?” tanyaku yang mengejar langkahnya

__ADS_1


“Tau. Biarin” jawabnya santai dengan langsung menutup pintu kamar mandi


__ADS_2