Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Permintaan Maaf


__ADS_3

Tasya membelalakkan matanya mendengar suara suaminya yang menggeram menahan marah


Perubahan wajah Tasya mengundang reaksi Raisa dan juga kedua orang tuanya.


Terlebih karena setelah itu, Tasya tampak gugup dan gelisah.


Tasya tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya melainkan mendengar semua ocehan suaminya yang marah dan memerintahkannya segera membuka portal sosial media.


Dengan tangan gemetar Tasya langsung membuka sosial media yang tadi disebutkan oleh suaminya. Dan matanya kian terbelalak melihat video unggahan yang telah banyak dilihat orang dan juga telah banyak di share orang tersebut.


Wajah Tasya kian tegang ketika membaca komentar-komentar yang menyebutkan nama instansi pemerintah tempat nya bekerja dan juga menyebut nama suaminya.


Karena penasaran, Papanya Tasya langsung merebut HP di tangan Tasya dan matanya langsung terbelalak.


"Sekarang, apa yang kamu lakukan menjadi Boomerang untuk dirimu sendiri" ucap papanya sambil menyerahkan HP kembali ke tangan Tasya.


"Siapa orang yang telah berani merekam video tersebut dan menyebarkannya?" geram Tasya .


"Sekarang zaman canggih, apa-apa di viral kan. Dan sekarang, selamat Tasya kamu sudah viral" lanjut papanya dengan nada sinis .


Tasya hanya bisa mengusap wajahnya dan kembali nampak kebingungan.


"Sekarang kami berdua tidak bisa membantu kamu Tasya. Karena ini ulah kamu sendiri jadi kamu harus mempertanggungjawabkannya sendiri" ucap mamanya.


Kembali hp-nya berdering, dan itu panggilan dari suaminya lagi.


"Sudah lihat kan?, itu akibat angkuhnya kamu, kalau kamu mau tahu. Aku tidak mau terlibat Tasya. Aku tidak mau mengorbankan karirku karena kamu".


Tasya hanya bisa meneteskan air mata mendengar jawaban ketus suaminya.


"Pamit sama saya ingin menemui papa sama mama. Tapi apa yang kamu lakukan?, buat malu" tambah suaminya dengan nada marah.


"Siap-siap saja Kamu kena SP dari instansi tempat kamu bekerja".


Kembali Tasya hanya bisa menelan ludahnya mendengar perkataan suaminya.


Selesai itu Tasya kembali meletakkan hp-nya dengan lesu dan langsung menangis sesenggukan .


Dan aku yang kembali ke toko langsung melanjutkan aktivitasku dan berusaha untuk melupakan kejadian di lesehan tadi.


Sampai akhirnya ketika toko akan tutup beberapa karyawan yang mau pulang mendekatiku yang juga sedang siap-siap hendak pulang


"Sudah lihat video yang viral hari ini belum buk?".


"Hemm?" tanyaku dengan kening berkerut


"Kami melihat di berita viral hari ini, kayaknya itu lesehan ibuk deh. Karena aku kenal dengan karyawannya, itu teman aku".


Aku langsung mengambil HP karyawanku tersebut lalu melihat video yang sedang diputarnya.

__ADS_1


Wajahku terlihat datar ketika aku melihat video tersebut.


"Sudahlah nggak usah dipermasalahkan, itu juga sudah selesai kok tadi" jawabku.


Mendengar jawabanku tersebut beberapa karyawanku yang berada di depanku segera menganggukkan kepala. Dan berpamitan pulang.


Sampai ruko ternyata Ibrahim dan kedua temannya belum pulang. Dan Mereka terlihat sedang berdiskusi.


Melihat ku masuk, Ibrahim langsung memanggilku untuk bergabung yang akhirnya aku berjalan ke arah mereka.


"Gimana ceritanya kak?" tanya Ibrahim begitu aku duduk.


Dan aku yang sudah tahu kemana arah omongannya segera menceritakan semua kejadian tadi.


"Biar saja kak, biar tamat karir dia" umpat Ibrahim.


Aku hanya tertawa kecil mendengar umpatannya.


Dan aku segera naik ke atas melihat kedua anakku yang sudah terlelap.


Seperti biasanya aku langsung tidur begitu aku sampai ruko. Sedangkan Ibrahim dan kedua temannya masih di bawah, begadang.


Disaat aku mau memejamkan mataku, hp-ku berdering. Yang membuatku terpaksa bangun kembali.


Aku menarik nafas panjang ketika kulihat di layar tertera nama Mario.


Dan kembali ketika aku sudah merebahkan tubuhku, hp ku berdenting tanda pesan masuk.


Aku segera mengulurkan tanganku mengambil hp yang ku letakkan di sebelah lampu.


Melihat bilah notifikasi jika yang mengirim pesan tersebut adalah Mario.


Apalagi yang dilakukan oleh kedua adikku.


Aku sengaja tidak membuka pesan tersebut, karena jika pesan tersebut aku baca itu artinya aku sedang online. Dan bisa dipastikan jika Mario akan terus mengirimiku pesan.


Dan Mario yang ada di seberang sana, Hanya bisa menarik nafas panjang menahan kekesalan di hatinya karena pesannya tidak dibaca oleh Intan.


...----------------...


Kedatanganku pagi ini di toko disambut oleh beberapa orang yang tidak kukenal.


Mereka memperkenalkan diri mereka sebagai wartawan berita online dan juga bertanya padaku tentang kronologi kejadian kemarin siang.


"Saya tidak tahu, Kalian tanya saja sama perempuan yang ada di dalam video itu" jawabku berusaha menghindari pertanyaan mereka.


Aku pikir kejadian itu sudah lewat tapi ternyata tidak, lima hari setelah kejadian tersebut karyawanku kembali mengatakan padaku tentang video pernyataan maaf dari Tasya.


Aku hanya bisa tersenyum sinis melihat video permintaan maaf dari Tasya. Karena aku yakin wajah sedihnya itu hanya dibuat-buat.

__ADS_1


"Sudahlah, enggak usah dibahas lagi. Jika dia memang minta maaf atas kesalahannya, terserah. Tapi yang pastinya dia belum meminta maaf secara langsung pada karyawan lesehan" .


Karyawanku yang mengetahui jawaban ku hanya bisa menganggukkan kepala mereka. Dan aku meminta pada mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka dan tidak usah mengurusi berita viral itu. Biarlah, setidaknya Tasya sudah kena mental, dan aku cuma berharap dia bisa berubah


Saat aku sedang sibuk beraktivitas hp ku berdering dan kulihat di layar tertera nama Mario.


Karena aku merasa tidak enak hati berminggu-minggu ini menghindarinya, akhirnya panggilan dari Mario aku jawab.


"Aku sudah dengar semuanya dari papa" ucap Mario ketika Aku menjawab telepon darinya.


"Dan aku secara pribadi meminta maaf sama kamu atas ulah adik aku"


"Ya walaupun aku lihat juga video yang diunggah oleh Tasya tentang permintaan maaf darinya, tapi rasanya kurang afdol Jika Aku belum minta maaf sama kamu"


Aku cuma tersenyum mendengar ucapan dari Mario.


"Gini ya Mario, sejujurnya Tasya itu belum meminta maaf langsung kepada karyawan aku. Dia hanya mengunggah permintaan maafnya itu ke sosial media dan ya bisa aku maklumi, karena gengsi Adik kamu itu gengsi gede-gedean"


"Jadi, Walaupun dia minta maafnya tidak bertemu langsung dengan karyawan aku, setidaknya karyawanku sudah bisa melihat video itu. Aku yakin karyawanku sudah melihat video tersebut"


Dan Mario di seberang tampak kaget mendengar jawaban dari Intan. Karena dia tidak menyangka Jika ternyata adiknya itu belum menemui Intan dan karyawannya secara langsung untuk meminta maaf.


"Tapi sudah lah Mario, nggak usah kamu bahas itu lagi. Aku nggak mau hubungan kamu makin renggang dengan Tasya. Begitupun juga dengan Aku, aku tidak ingin Tasya semakin memusuhi aku"


Kudengar tarikan napas panjang dari Mario. Dan aku yakin jika Mario saat ini kecewa mendengar jawabanku.


"Maaf ya Mario, aku sibuk. Dan tentu saja kamu juga sibuk. Jadi terima kasih karena telah menghubungi aku, selamat siang" ucapku sambil memutus pembicaraan secara sepihak.


Dan Mario hanya bisa menatap nama HPnya dengan nelangsa.


"Sebegitu kecewanya kah kamu padaku Intan?" lirih Mario dengan wajah sedih.


Saat aku kembali ke tempat kerjaku, ternyata aku kembali bertemu dengan beberapa orang yang beberapa hari kemarin menemui ku.


"Kalian mau ngapain?, kan sudah ada video permintaan maaf dari yang bersangkutan. Jadi kalian nggak usah lah nanya-nanya aku. Semuanya kan sudah clear" jawabku ketika mereka bertanya bagaimana responku terhadap video yang diunggah oleh Tasya.


"Dan jika kalian memang ingin tahu jawaban pastinya, kalian temui saja karyawanku di lesehan" ucapku sambil menyebutkan alamat tempat lesehan ku agar mereka segera bertanya langsung pada karyawanku yang menjadi korban keangkuhan Tasya.


Setelah mendapatkan jawaban dariku mereka langsung pergi dan aku yakin mereka langsung menuju ke lesehan yang tadi ku sebutkan.


Karena aku merasa serba salah akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Mario.


Dan Mario yang begitu melihat HP yang berdering, panggilan dari Intan langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Maaf Mario, tadi ada beberapa orang ke sini yang bertanya tentang Apakah Tasya sudah menemui ku atau belum. Dan aku meminta kepada mereka untuk menemui karyawanku langsung"


"Dan maaf jika nanti jawaban karyawan itu berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Tasya".


Aku dengar jawaban dari Mario tentang dia yang tidak mempermasalahkan jawaban karyawanku tersebut. Karena dia sudah mengetahui bahwa memang Tasya belum pernah menemui karyawan ku tersebut untuk meminta maaf secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2