Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Lamaran


__ADS_3

"Ini kenapa mama peluk-peluk Intan?"


Aku dan mamanya Mario langsung menoleh kesumber suara dimana kami lihat Mario berjalan kearah kami dengan menyisir rambutnya kebelakang menggunakan tangannya


"Ada apa?" tanyanya kembali ketika dia duduk di dekat ku


Aku tak menjawab melainkan hanya membuang wajahku karena gugup


"Ini, mama dan papa meminta kesediaan Intan untuk menjadi istri kamu"


Mario cepat menoleh ke arahku


"Terus?"


Aku tak menjawab melainkan menundukkan kepalaku


"Intan nya mau, ya kan Ntan?" tanya mamanya Mario sambil kembali memegang bahuku


Aku tak menjawab melainkan tersenyum kaku


"Terus melamarnya kapan ma?, jadikan secepatnya sesuai keinginan Mario?"


"Iya jadi, papa sudah bilang sama Intan kalau malam besok mama dan papa akan datang ke rumah orang tuanya dan melamarkan Intan untuk kamu"


Refleks Mario langsung mendekap ku erat


"Hei, apa-apaan ini?" protes mamanya Mario cepat sambil memukul tangan Mario


Aku dan Mario sama-sama tersenyum


"Makanlah dulu, Intan sudah masak ikan kesukaan kamu, sudah mama kasih resepnya"


Kembali Mario mengerling ke arahku


"Yuk, temani aku" ucap Mario yang langsung menarik tanganku dan terbengong dengan kelakuannya


Mama dan papanya Mario hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan anaknya


"Sudah ini aku akan antar kamu pulang, sekalian kita ajak anak-anak" ucap Mario sambil mengunyah

__ADS_1


Aku yang duduk di dekatnya hanya diam


"Aku rencananya mau mengajak mama dan papa membeli cincin tunangan kita, tapi kata mama bagusnya ngajak kamu langsung makanya tadi aku nelepon kamu untuk kesini"


Aku tersenyum


"Akhirnya ya Ntan, langkah kita sedikit lagi sampai finish"


Aku kembali tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalaku


----------------


"Meka dan Bobbi ikut oma sama opa saja ya?" ajak mamanya Mario ketika kami telah di jalan


"Maksudnya buk?" tanyaku


"Turunkan kami di mall ya Yo, biar mama sama papa bermain dengan Meka dan Bobbi, sekalian mama mau belanja, kalian belilah cincinnya berdua saja, pilihlah sesuai keinginan kalian"


Aku menoleh kearah Meka dan Bobbi, aku yang semula ragu akhirnya menjadi lega ketika kedua anakku dengan senang hati ikut dengan mamanya Mario


Karena kedua anakku dan orang tuanya Mario telah turun, aku pindah duduk di depan, di sebelah Mario


"Sini sayang, mendekat"


Aku menggeleng karena aku telah bisa membaca apa yang diinginkan Mario


Dan benar tebakanku, karena aku tidak mau, malah Mario yang mendekat dan mencium sekilas pipiku


"Ya Tuhan apa begini ya rasanya pacaran sama duda akut?" godaku


Mario tergelak sambil mengelus kepalaku


Ketika kami sampai di toko perhiasan, Mario langsung mengutarakan niatnya dan pelayan toko langsung memberikan kami contoh cincin couple yang akhirnya kami pilih dan coba


Cukup lama kami memilih sampai akhirnya kami menemukan cincin yang cocok untuk kami. Simpel tapi elegan


Setelah mendapatkan apa yang kami butuhkan, kami lalu kembali ke mall dimana tadi Mario menurunkan orang tua dan kedua anakku


Tak sulit untukku menemukan mamanya Mario karena beliau ketika ditelepon mengatakan jika beliau sedang belanja pakaian sedangkan papanya Mario mengajak kedua anakku ke wahana permainan yang langsung disusul oleh Mario

__ADS_1


Menjelang malam barulah kami pulang, dan ketika Mario mengantarkan kami sampai rumah, hanya Mario yang turun, masuk sampai dalam


Ketika mau pulang, Mario mengecup keningku dengan dalam sambil berbisik betapa sayangnya dia sama aku, yang membuatku harus tersenyum dengan banyaknya kata cinta dan sayang yang menghujani hatiku darinya


Besoknya aku datang ke rumah orang tuaku, walau takut dan ragu akhirnya aku menyampaikan juga pada kedua orang tuaku jika nanti malam kedua orang tua Mario dan keluarganya yang lain akan datang melamarku


Kaget tentulah menjadi reaksi pertama kedua orang tuaku, segera ayahku menelepon kakakku yang akhirnya di jam istirahat kantornya pulang ke rumah sebentar untuk rembukan keluarga


Karena memang aku mencintai Mario dan bersedia dilamarnya akhirnya orang tua dan kakakku tidak ada pilihan lain selain menyetujui walau awalnya ayah dan ibuku menentang karena aku baru saja jadi janda masa sudah mau menerima pinangan orang lain walau mereka sendiri tahu jika Mario adalah mantan pacarku dulu


Karena sudah disepakati mulailah ibuku orang yang paling heboh dan kelabakan mempersiapkan jamuan untuk keluarga Mario malam nanti


Untunglah para tetangga kami sigap, mereka dengan cepat membantu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan walau sedikit riweuh karena mendadak


Setengah mengomeli ku karena memberitahu mendadak, para tetanggaku kulu kilir belanja yang akhirnya sebelum malam semuanya telah siap


Jam delapan malam, para tetangga kanan kiri datang ke rumah orang tuaku, dan aku yang telah memberitahu kedua anakku jika Mario akan menjadi ayah sambung mereka saat ini berada di dalam kamarku dulu, ketika aku masih gadis dengan kedua anakku


Meka dan Bobbi hanya tersenyum ketika melihatku berdandan yang tak biasa seperti mereka lihat, dan mereka memuji jika aku cantik, mereka tidak tahu jika mama mereka saat ini sangat gugup


Tak lama kudengar suara salam yang dijawab oleh orang yang ada di ruang tengah


Aku makin deg-degan terlebih ketika aku dengar perwakilan keluarga dari pihak Mario menyatakan maksud dan tujuan mereka ke rumah orang tuaku


Setelah mendapatkan jawaban kesediaan dari ayahku, aku diminta keluar dari dalam kamar. Meka dan Bobbi yang ada bersamaku ikut keluar dengan menggenggam erat tanganku


Diluar dugaan kami semua, Bobbi langsung berjalan kearah Mario dan langsung duduk di pangkuan Mario begitu melihat Mario duduk sambil menatap kearah kami, yang membuat semua yang ada terkekeh dan memuji jika lampu hijau sesungguhnya telah didapat Mario karena anak kami langsung yang memberi kode setuju


Dengan agak gemetar aku mengulurkan tanganku ketika Mario akan menyematkan cincin di jari manisku sebagai tanda ikatan cinta kami


Berbeda jika kami hanya berdua, tapi kali ini Mario hanya mengusap-usap kepalaku ketika cincin telah melingkar di jariku


...----------------...


Ternyata berita aku yang dilamar Mario begitu cepat merebak di masyarakar, sehingga menyebabkaj pro dan kontra. Tapi aku tidak menghiraukan cibiran mereka, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan


"Baru juga jadi janda masa sudah mau menikah, itu tidak trauma apa si Intan?"


"Jangan-jangan mereka kembali clbk ketika Intan masih bersuami, jika tidak, tidak mungkin secepat ini Intan move on?"

__ADS_1


Begitulah cibiran orang padaku, tapi aku sekali lagi berusaha mengabaikan, tidak mempedulikan omongan mereka


__ADS_2