Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Ghosting


__ADS_3

"Intan... Intan... Intan...." gumam Tasya menscroll kebawah mencari akun sosial media milik Intan


Dia menjadi penasaran setelah mendengar ucapan sang mama saat dia pulang kemarin


Sama hal nya dengan Tasya, Raisa juga sibuk mencari akun milik Intan


Setelah mengetik nama Intan, muncullah banyak sekali nama yang sama dengan berbagai foto profil


Raisa menepuk jidatnya, mengapa dia tidak membuka akun kakaknya Mario saja, pasti mereka saling follow dan juga berteman


Dan tebakan mereka benar adanya, begitu mereka melihat dan membuka akun kakaknya mereka Mario, muncullah nama Intan disana lengkap dengan foto profilnya juga


Secepatnya baik Raisa dan Tasya membuka akun Intan, setelah menemukan Raisa langsung menelepon kakaknya, memberitahu jika dia sudah menemukan akun pink bercampur ungu milik Intan, dan Tasya juga menjawab jika dia juga menemukan akun biru keunguan milik Intan


Tanpa ba bi bu, keduanya langsung ghosting akun tersebut, melihat dan membaca apa saja yang dibuat oleh perempuan yang saat ini masuk dalam nominasi perempuan yang tidak mereka sukai


Tasya mencibir ketika dilihatnya postingan terakhir Intan yang mengatakan tentang seseorang yang bodoh jika menerima seseorang yang telah melukainya untuk kembali lagi padanya, kemudian dilihatnya live Intan saat berjualan dan senyumnya semakin sinis ketika didengarnya gaya berbicara Intan


"Sok sok an buat status tentang bodoh, lah dia nggak ngerasa apa, atau jangan-jangan dia lagi nyindir kak Mario?" gumamnya


Lalu dia menscrool terus kebawah, yang isinya kebanyakan perempuan itu posting jualan dan juga mempromosikan endorse


"Perempuan kaya gini kok mau jadi kakak iparku" cibirnya lagi


Sementara Raisa juga sibuk menscroll kebawah, dan sama seperti Tasya, yang ditemukannya hanyalah Intan yang sibuk berjualan


"Ciri banget kalau miskin" cibir Raisa


Raisa dan Tasya sama menatap fokus pada sebuah postingan video yang men tag nama Intan


Keduanya bergeming dan terus fokus melihat berita itu


"Ya Tuhan..." desis keduanya


Dengan cepat keduanya saling menghubungi, yang mengakibatkan panggilan mereka tak tersambung.


Akhirnya Tasya mengalah, dan benar tebakannya, tak lama berselang Raisa menghubunginya


"Lihat video sidang nggak kak?"


Tasya menjawab jika dia juga saat ini melihat video tersebut


"Itu seriusan videonya kak?"


"Ya disana ada wajah Intan kan?, berarti benar dek, bukan hoax"


"Jadi wanita itu diselingkuhi suaminya?, ya ampun mana dia sendiri lagi yang mergokin" lanjut Raisa tak percaya


Tasya tak menjawab melainkan terkekeh


"Seperti yang kakak katakan kemarin dek, bahwa hukum tuai tabur itu ada, saat dia dulu nyelingkuhi kakak, sekarang dia kena batunya kan?"


Raisa mengiyakan dan setuju dengan perkataan sang kakak


"Terus apa yang menarik kak dari hasil ghosting kita?, nggak ada kan?"

__ADS_1


"He eh, selain postingan dia yang sibuk berjualan, nggak elit banget. Lihat nggak kamu dek postingan terakhir dia?"


"Nggak ada kak, coba kakak screenshot terus kirim ke aku"


"Oke nanti kakak screen, kamu tunggu aja, sepertinya ini bisa jadi senjata kita untuk menyadarkan kak Mario"


"Buruan kak, bikin penasaran aja"


Tasya terkekeh lalu memutus panggilan dari Raisa dan langsung kembali lagi ke akunnya Intan, segera di screenshot nya postingan terakhir Intan, kemudian dikirimkannya pada Raisa


"Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu untuk orang lain. Kalau mereka cukup bodoh melepasmu, maka kamu harus cukup pintar untuk melupakan mereka"


Raisa bergumam membaca kalimat tersebut dan tampak berfikir


"Kalimat ini tu harusnya kak Mario yang buat, bukan kamu" geramnya kemudian dan wajahnya kembali berubah sinis


Ini bisa kita jadikan bukti pada mama dan papa kayanya dek


Raisa mengangguk membaca pesan selanjutnya dari Tasya


Kakak benar, saya setuju


Setelah tampak berfikir semian menit, pesan screenshot dari Tasya langsung Raisa teruskan pada Mario


Dan Mario yang sedang bersantai di kamarnya malam ini segera meraih hpnya yang berdenting


Wajahnya yang semula cerah karena berharap jika pesan tersebut dari Intan, mendadak wajahnya berubah muram ketika melihat pesan gambar yang ternyata dikirim Raisa


"Apalah maunya kedua adikku ini?" lirihnya sambil meletakkan kembali hp tanpa berniat sedikitpun untuk membalasnya


Dan Raisa yang melihat jika pesannya telah dibuka oleh Mario hanya tersenyum segaris karena sekarang kakaknya itu pasti sedang berfikir tentang postingan tunangannya tersebut


Sama dengan Mario, mamanya hanya tertegun


"Bukannya mengamati apa saja yang dilakukan Intan malah mereka seperti ingin membuatku tak yakin, ya Tuhan ada apa dengan kedua anak perempuanku?, apakah mereka tidak berpikir andai posisi sekarang itu adalah mereka?"


...----------------...


Mario yang siang ini sedang berdinas terpaksa mengambil hpnya karena benda tersebut berdering


Dan dia sedikit berdecak karena Tasya yang menghubunginya


"Kenapa?"


"Sudah bacakan kak?"


"Apanya?"


"Itu postingannya mbak Intan"


Mario tertawa kecil mendengar jawaban Tasya


"Tidak semua yang ditulis Intan itu untuk kakak, kalian hanya membaca tidak mengetahui apa maksud dan tujuannya"


Terdengar tarikan nafas panjang dari Tasya

__ADS_1


"Coba deh kakak cerna lagi kalimatnya, harusnya kalimat itu kakak yang nulis bukan dia"


Sekarang giliran Mario yang menarik nafas panjang


"Tolong ya dek, apapun kata kalian, please pilihan kakak sudah jatuh sama Intan"


"Kak, sadar. Jangan terlalu bodoh kembali pada mantan, come on, masa kakak nggak bisa move on?"


"Ini bukan masalah move on atau tidaknya, melainkan masalah nyaman dan tidak nyamannya, dan kakak dari dulu itu selalu nyaman jika dekat dengan Intan"


"Tapi kak?"


"Yang jalani hidup itu kakak, bukan kalian. Kakak faham kalian berdua sangat menyayangi kakak, tapi tolong untuk masalah pribadi kakak, kalian jangan ikut campur"


Tasya hanya bisa menatap hpnya saja dengan nelangsa karena panggilannya diputus sepihak oleh Kakaknya


Sedangkan Mario yang pusing dengan perkataan Tasya segera mendial nomor Intan, melakukan panggilan video


Dan aku yang sedang menyusun pesanan orang yang akan aku antar siang ini segera meraih hp yang kuletakkan di lantai


Aku merapikan sedikit rambutku sebelum akhirnya aku menerima panggilan video tersebut


Wajah Mario langsung sumringah ketika melihat wajah Intan, begitupun dengan aku, aku langsung tersenyum begitu melihat wajah Mario


"Ada apa?" tanyaku pelan karena sejak tadi Mario hanya tersenyum tanpa bersuara


"Kangen kamu aja, dan begitu lihat wajah kamu, hati aku langsung tenang"


Aku kembali tersenyum


"Yo...... hubungan itu dijalin bukan antara kita berdua saja, tapi dua keluarga"


Aku lihat perubahan mimik wajah Mario


"Tasya dan Raisa sepertinya tidak menyukai aku, dan semakin hari rasa tak suka mereka makin bertambah, bahkan mereka mengirimiku pesan yaaa bisa dikatakan menyakiti hatiku"


Aku tersenyum selesai berkata itu


"Mereka berkata apa?"


Aku menggeleng


"Sejak awal kamu sudah tahu kan Yo jika aku dulu mundur karena perbedaan status sosial kita, apalagi sekarang, bukan hanya status sosial melainkan banyak faktor, apa tidak sebaiknya kita berfikir ulang untuk melanjutkan hubungan kita ini Yo?"


Mata Mario langsung membesar mendengar ucapan Intan


"Maksud kamu Ntan?"


Aku menarik nafas panjang


"Apa jadinya aku Yo jika nantinya akan dibenci oleh kedua adikmu?, aku nggak sanggup jika dimusuhi oleh mereka, aku nggak tahan jika nanti mereka selalu mengataiku"


Mario menggeleng


"Mereka hanya belum mengenal kamu saja Ntan, aku yakin setelah mereka mengenal kamu pikiran buruk mereka tentang kamu itu akan berubah menjadi rasa sayang"

__ADS_1


Aku kembali tersenyum, walau sebenarnya adalah senyuman pahit


"Aku sebenarnya tidak sanggup Yo jika harus melepas kamu" batinku


__ADS_2