
"What?, ngapain kamu disini?" tanyaku pada Mario ketika aku tiba di toko pagi ini
Mario bukannya menjawab pertanyaanku, tapi dia malah tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatanganku
Aku menggelengkan kepalaku kearahnya, bukannya aku tidak mau dipeluknya, tapi tidak di depan seluruh karyawanku, bisa jadi bahan ghibah aku nanti
Mario kembali tersenyum ketika melihat aku menggeleng. Dia terus maju dan aku mengulurkan tanganku sebagai gantinya
Ketika aku mencium punggung tangan Mario, Mario mengusap kepalaku
"Istri pintar...." ucapnya yang membuatku tertawa
Toko yang baru buka dengan seluruh karyawanku yang masih sibuk beres-beres memantik rasa keingintahuan mereka ketika melihat kearah kami
"Mario kamu ngapain kesini?"
"Loh, bukannya semalam kamu yang bilang, jika ingin bertemu dengan kamu maka aku harus kesini?"
Aku yang berjalan kearah mesin kasir untuk meletakkan tas ku kedalam box yang ada di bawahnya hanya bisa menarik nafas panjang
"Tapi tidak sepagi ini juga kan?"
"Lah kata siapa? Orang aku mau beri surprise untuk istri aku"
Aku yang sekarang berdiri, tersenyum mendengar alasannya
"Sudah sarapan?" tanyaku sambil meraih kantong kresek yang terletak di atas meja kasir ku
Mario mengangguk
"Dari mama, dia bilang kamu pasti belum sarapan?"
Tanganku yang semula menarik kantong kresek tersebut langsung terhenti
"Mama tahu?"
"Apanya?"
"Soal semalam"
"Yang mana?, yang kita ciuman?"
Aku langsung memutar mataku dengan malas mendengar jawaban asal Mario sambil mendecak kesal
Mario terkekeh melihatku kesal mendengar jawabannya
"Iya, pagi ini aku memberitahu mama dan papa, jika kamu menerima lamaranku kembali"
"Terus?" kejar ku penasaran
"Papa dan mama rencananya hari ini akan menemui ibuk sama ayah, dan langsung akan mengurusi semua berkas pernikahan kita"
Aku langsung melongo mendengar jawaban Mario
"Kok mendadak?"
"Mendadak apanya sih sayang?, itu harusnya memang sudah dari dulu kita lakukan. Dan mama bilang ini harus disegerakan. Mama takut kamu nanti berubah pikiran lagi"
"Tapi Mario?"
__ADS_1
Mario menggeleng
"Nggak ada tapi-tapian, aku nggak mau pikiran kamu berubah terus batal lagi"
Aku tersenyum kecut mendengar ucapannya
"Permisi buk...." ucap kedua karyawanku yang bertugas di bagian kasir juga ketika mereka akan masuk ketempat mereka
Mario menoleh sekilas kemudian tampak tersenyum sekilas. Mataku langsung mengerling kearah karyawan kasirku yang kemarin kesengsem sama Mario
Tampak matanya berkilat sendu dan wajahnya berubah merah
"Sudah, nggak usah ge er...." ucapku padanya yang membuat wajahnya yang semula pink langsung menegang
"Mario, kamu pulang saja. Kamu ngapain disini?, nanti pas istirahat aku akan pulang ke ruko, nanti kamu bisa temuin aku di sana"
"Nggak mau, aku maunya disini, aku mau bantuin kamu"
Kembali aku melongo terlebih ketika Mario masuk ke tempatku dan langsung berdiri di belakangku
Aku hanya bisa mendongakkan kepalaku kearahnya yang bersikap tanpa dosa dan langsung menyikut perutnya dengan siku ku
Mario terkekeh kemudian memelukku sebentar
"Malam nanti aku harus kembali bertugas, karena itulah aku harus memanfaatkan waktuku yang sedikit ini untuk terus bersama istriku"
Wajahku yang semula aku tekuk langsung memandang sedih kearah Mario
"Jadi kamu cuma pulang dua hari?"
Mario mengangguk, dan aku kian sedih mendengarnya
"Aku pindah tugas sayang, aku dipindahkan tugas disini. Jadi kita akan terus sama-sama"
Mario mengangguk
"Aaaahhh...." kembali aku terpekik tertahan dan langsung memeluk Mario dengan erat. Tidak peduli jika karyawanku melihat kelakuanku
"Nggak lagi nge prank kan?"
"Tidak. Aku serius"
Aku kian erat mendekap Mario. Tanpa aku sadari ada buliran bening mengalir di wajahku
"Aku naik pangkat, dan langsung dimutasi kesini" bisik Mario yang membuat air mataku kian mengalir
"Sudah sayang, tadi waktu aku mau peluk, nolak. Sekarang nggak mau lepas"
Aku seperti tersadar dan langsung melepaskan dekapanku pada Mario dan menoleh malu kearah kedua kasirku yang tersenyum kecut melihat ke arahku
Mario kembali tersenyum ketika melihat aku seperti gugup, dan dia mengusap-usap bahuku
"Aku bolehkan bantuin kamu hari ini?"
Aku kembali memutar setengah badanku menghadap kearahnya, memandang tak yakin
"Kan ngurusin berkas papa, jadi aku santai sajalah"
Aku terpaksa tertawa mendengar lagi-lagi Mario mengucap alasan yang membuatku harus menganggukkan kepalaku
__ADS_1
Jadilah hari ini Mario membantuku di bagian kasir. Dia tak segan memasukkan belanjaan orang ke dalam kantong kresek dan turut mengucapkan kalimat "terima kasih, silahkan datang kembali" seperti yang aku dan dua kasir lainnya ucapkan
Dan tiap mendengar Mario mengucapkan kalimat tersebut aku selalu tersenyum
"Capek?"
Aku menggeleng kearah Mario yang memijit bahuku
"Ada kamu mana mungkin aku capek"
Mario tersenyum, begitu juga dengan dua kasir di sebelahku
"Nggak bahaya ta?" tanyaku kearah mereka yang disambut mereka dengan tawa
Hingga akhirnya jam istirahat tiba, dan seperti biasanya aku akan meminta karyawanku untuk bergantian makan siang. Sedangkan aku bagian terakhir
Dan ketika semua karyawanku sudah makan siang semua, aku langsung menggenggam tangan Mario, mengajaknya naik ke lantai atas
Kami berdua duduk lesehan di balkon, dan langsung makan siang bersama
"Memang begini terus setiap hari?"
Aku mengangguk karena mulutku penuh, barulah setelah aku menelan nasi yang ada di dalam mulutku aku menjawab pertanyaan Mario
"Jatah makan siang sama makan malam ini dari warteg aku, ya hitung-hitung aku beli di warung aku sendirilah"
Mario tertawa mendengar jawabanku, kemudian kami melanjutkan makan siang kami sampai selesai
"Sini....!!" ucap Mario melambaikan tangannya ke arahku ketika aku selesai membuang kotak nasi sisa kami makan tadi
Aku tersenyum dan langsung menyambut uluran tangannya
"Duduk sini!" ucap Mario lagi yang menarik tanganku sehingga aku langsung duduk di pangkuannya
Aku memejamkan sebentar mataku ketika ketika aku menempelkan kepalaku di bawah lehernya, sementara kedua tangan Mario langsung melingkar di perutku
"Akhirnya setelah sekian tahun...." lirih Mario sambil menarik nafas panjang
Aku langsung memiringkan kepalaku dan menatap matanya
"Aku kangen sekali sama kamu Intan...."
Aku tersenyum lalu kembali membenarkan posisiku dengan menempel manja padanya
"Nggak sakit apa perutnya?" tanyaku karena kan kami habis makan
Mario tidak menjawab melainkan meletakkan dagunya di bahuku
"Kata papa berkasnya sudah siap, besok tinggal aku bawa ke kantor dan In Syaa Alloh senin depan kita sidang, nikah di kantor dulu"
Aku diam tidak menjawab perkataan Mario, aku sudah sangat bahagia hingga tidak bisa berkata apa-apa lagi
"Aku pernah berfikir, jika tidak ada harapan lagi untuk kita bisa menikah" lirihku setelah sekian menit kami diam
"Aku pernah baca sebuah quotes di sosial media bunyinya begini "jika kamu mencintai seseorang biarkan dia pergi. Jika dia kembali, berarti memang dia adalah cintamu, tapi jika dia tidak kembali maka Tuhan telah menyiapkan yang terbaik untukmu sebagai penggantinya"
Aku lalu turun dari pangkuan Mario, dan memutar badanku menghadap kearahnya
"Dan aku memang membiarkan kamu pergi saat itu Intan, karena aku yakin, aku akan kembali sama kamu. Aku tidak pernah membuka hatiku untuk yang lain, karena hatiku sudah penuh terisi oleh kamu"
__ADS_1
Hatiku kian melambung mendengar gombalannya dan aku langsung mendekap Mario
"Aku sangat mencintaimu Mario...." bisikku