Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Peluang


__ADS_3

Terpuruk, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana situasi dan keadaan aku saat ini


Sejak kejadian aku mengembalikan cincin itu, malamnya orang tua Mario menemui kedua orang tuaku, tentulah sebagai orang tua mereka sangat menyayangkan keputusan ku, terlebih karena mama dan papanya Mario telah menyayangi dan merestui hubungan kami


Tapi kedua orang tuaku tak bisa memberi keputusan yang bisa memperbaiki hubungan kami, karena kedua orang tuaku sudah mengetahui mengapa aku memutuskan pertunangan ini


Orang tua Mario juga mengatakan jika mereka akan menegur kedua anak perempuannya


Sedangkan Mario begitu aku mengembalikan cincin pertunangan kami, menurut cerita mamanya pada ibuku, Mario mengurung diri di dalam kamarnya, hingga saat mereka ke rumah orang tuaku, Mario masih belum mau keluar dari kamarnya


Aku diminta untuk membujuk Mario dan tentu saja sebenarnya kedua orang tua Mario ingin aku mencabut keputusanku, agar Mario kembali bersemangat


Tapi aku kembali mengatakan pada mereka, jika aku tidak bisa melanjutkan hubungan kami karena aku tak mau Tasya dan Raisa semakin membenciku.


Aku berusaha mati-matian untuk melupakan semua kesedihanku walaupun itu sangat sulit


Jika siang aku akan menjadi manusia normal, melakukan aktifitas seperti biasa, tapi akan berubah ketika aku akan tidur, aku akan menangis dan menyesali semuanya


Berhari-hari bahkan nyaris berminggu-minggu aku menangis, hingga ibuku mengatakan jika aku kelihatan kurus, bahkan pelanggan ku juga berkomentar yang sama


Diet lewat jalur psikis artinya ini. Dengan banyaknya masalah yang ku hadapi, berat badanku jadi turun tanpa perlu aku diet


Meka dan Bobbi bertanya mengapa Mario tidak datang lagi ke rumah kami, dan aku hanya menjawab jika Mario sibuk dan sedang dinas jauh


Dua minggu pasca kami putus, Mario mengirimiku pesan. Dan kembali rasanya jantungku berdenyut ketika membaca pesannya


*Aku akan pindah tempat dinas Ntan, keluar propinsi. Mungkin ini adalah yang terbaik agar aku bisa jauh dari kamu


Jika aku terus disini, aku akan semakin sulit melupakan kamu, walaupun sebenarnya dimanapun aku berada aku tetap tidak bisa melupakan kamu


Aku berharap jika Tuhan masih baik padaku dengan mengembalikan mu padaku lagi suatu hari nanti*


Air mataku langsung membanjiri wajahku ketika aku membaca pesannya


Ingin sekali rasanya aku menemui Mario, memeluknya karena dia akan pergi jauh


Tapi aku harus bertahan, aku tidak boleh menemui Mario sampai aku jadi orang sukses, sampai Tasya dan Raisa yang datang memintaku untuk kembali pada kakaknya


Sakit hatiku pada kedua adik Mario telah menjadikan sebuah dendam di dalam hatiku


Penghinaan dan remehan mereka padaku menjadi cambuk untukku untuk bangkit, dan aku bertekad jika aku akan bangkit


*Hati-hati ya Yo ditempat dinas yang baru, yakinlah dimanapun kamu berada, dalam setiap langkahmu ada barisan doa yang kupanjatkan untuk kesuksesanmu

__ADS_1


Semoga umur panjang bisa mempertemukan kita kembali*


Hanya itu balasanku, walau sebenarnya begitu banyak kata rindu dendam yang ingin aku tuliskan untuknya


Tapi aku menahan hatiku agar tidak membuat pendirian Mario goyah, aku ingin Mario semakin sukses, aku ingin karirnya dalam kepolisian semakin cemerlang, aku tidak ingin hanya karena kalimat melow ku menjadikan Mario lemah dan bertahan disini


Aku ingin kami sama-sama sukses walau di jalur yang berbeda


Satu bulan pasca putusnya pertunangan kami, aku mulai bangkit dan mulai memaafkan keadaan dan takdir yang kembali tak berpihak padaku


Aku mulai menata hidupku, aku mulai beraktifitas normal seperti biasanya, malah semakin giat lagi, aku makin gencar berjualan terlebih karena rumahku sudah ada yang menawar dan sudah memeriksa rumah kami secara menyeluruh


Tentang mantan mertuaku dan mas Arif aku tidak menghiraukan mereka lagi, ada minggu kemarin mertuaku ke rumah kami, menanyakan bagai mana progress penjualan rumah kami


Pada mereka aku mengatakan jika aku sudah berkata pada mas Arif jika yang mengatur seluruh penjualan adalah aku dan mas Arif tinggal terima bersihnya saja


Walau awalnya mamanya mas Arif menolak, tapi akhirnya dia tidak bisa berkutik karena aku telah mempunyai jurus yang bisa mematahkan segala argumennya


"Pokoknya mama dan papa nggak usah pusing, masalah rumah sudah aku yang handle, nanti ketika cair, aku akan transfer langsung bagian mas Arif"


Saat itu wajah mamanya mas Arif tampak masam mendengar perkataanku, tapi setiap dia protes aku menjawab semua omongannya, hingga akhirnya beliau kesal dan meninggalkan rumah kami dengan hati dongkol


Penjualanku makin berjalan lancar dan nyaris setiap hari aku harus mengantarkan pesananku


"Saya selalu memantau sosial media mbak Intan, sehingga saya jadi tertarik mengajak mbak Intan berbisnis"


Mataku langsung berbinar ketika pak Bayu, lelaki paruh baya yang umurnya cukup jauh dariku itu berkata


"Kebetulan anak saya itu orang bisnis, dan sekarang dia tinggal di ibukota"


Lalu beliau bercerita panjang lebar tentang bisnis yang dijalankan oleh anaknya


"Jika mbak Intan mau, saya akan video call sama anak saya biar anak saya sendiri yang bicara sama mbak Intan"


Tanpa pikir panjang setelah mendengar sedikit penjelasan beliau tadi tentang bisnis anaknya, membuatku langsung menyetujui perkataan beliau yang ingin melakukan video call pada anaknya


"Biasanya jam segini anak saya sedang sibuk, tapi mau sesibuk apapun dia, jika saya menelepon pasti diangkatnya"


Aku tersenyum mendengar ucapan pak Bayu, jelas sekali ada sinar bangga di matanya saat mengucapkan kalimat tersebut


Setelah agak cukup menjauhkan hp dari depan wajahnya, langsung terdengar olehku sebuah sapaan sopan dari layar hpnya pak Bayu


Aku yang duduk berhadap-hadapan dengan pak Bayu hanya mendengar bagaimana dua orang itu saling sapa dan tampak mengobrol akrab

__ADS_1


"Nak, di depan papa sekarang ada mbak Intan, wanita yang pernah papa ceritakan itu"


"Dia mampir tempat papa lagi?"


"Iya, mbak Intan transfer uang lagi"


Terdengar suara tawa kecil dari anak beliau


"Kamu sudah lihat kan nak sosial medianya mbak Intan?"


"Iya sudah pa, tapi hanya sekilas doang"


Pak Bayu langsung menatap ke arahku yang ku balas dengan senyum


"Papa sudah cerita semua tentang bisnis kamu, dan kayanya mbak Intan tertarik, bukankah kamu bilang sama papa jika kamu mau ajak dia berbisnis?"


"Iya pa, mana mbak Intan nya, aku mau ngomong langsung"


Dadaku tiba-tiba berdegup tak karuan saat mendengar kalimat anaknya pak Bayu, tentulah aku gugup, kali ini yang mengajakku berbisnis bukan orang sembarangan tapi benar-benar businessman


Pak Bayu memberikan hpnya padaku yang kuambil dengan ragu


Dan aku menelan ludahku ketika melihat di layar hp jika saat ini lawan bicaraku adalah seorang lelaki berwajah tampan, memakai jas hitam dan juga dasi, lelaki itu tersenyum ke arahku


"Assalamualaikum mbak...." sapanya yang ku balas dengan menjawab salamnya dengan senyum kaku


"Perkenalkan mbak, nama saya Syauqi, mbak bisa panggil saya Uki"


Aku kembali mengangguk dan lagi-lagi tersenyum kaku, sementara aku kian gugup


"Mungkin papa tadi belum banyak cerita tentang bisnis saya, boleh saya minta nomor what's app mbak?"


"Boleh pak, nanti biar pak Bayu yang kirim" jawabku


"Panggil saya nama saja mbak, saya belum tua seperti papa"


Lalu terdengar lelaki muda itu tertawa diikuti oleh pak Bayu yang juga terkekeh


"Nanti masalah bisnisnya kita bicarakan di hp saja ya mbak, maaf jika hanya ini dulu sekilas dari saya, soalnya saya masih di kantor, mungkin malam nanti saya akan hubungin mbak"


Aku mengangguk lalu mengembalikan hp pada pak Bayu yang kembali melanjutkan sebentar obrolannya pada pak Uki, yang tak lama kemudian obrolan tersebut berakhir dan kembali pak Bayu melanjutkan obrolannya padaku


Selesai berbincang masalah bisnis dengan pak Bayu aku pulang dan sepanjang jalan pulang, ada rasa bahagia di dalam hatiku jika aku akan ada kesibukan baru yang In Syaa Alloh prospeknya bagus

__ADS_1


"Aku harus optimis, karena ada mulut orang jahat yang harus aku bayar cash" batinku dengan nada dendam


__ADS_2