
Kepulanganku siang menjelang sore ini disambut dengan teriakan kegirangan dari kedua anakku
Baru saja aku turun dari angkot yang membawaku, keduanya telah berlari ke arah jalan dan langsung berhamburan ke pelukanku
"Kami kangen mama....." ucap Meka yang tak melepaskan dekapannya padaku
Aku mengusap kepala keduanya lalu merangkul bahu keduanya dan membawanya masuk kedalam ruko dimana hanya ada adikku Ibrahim
"Maaf yaa......" ucapku sambil mengusap kepalanya ketika kulihat bagaimana dia hanya menoleh sekilas ke arahku lalu kembali menatap laptop
"Gimana kak?" tanyanya tanpa menoleh ke arahku
Aku yang duduk di lantai sambil membuka tas dan memberikan oleh-oleh pada Meka dan Bobbi yang langsung diambil mereka dengan cepat, hanya menjawab singkat
"Lancar...."
Lalu aku memberi Ibrahim oleh-oleh untuknya dan juga untuk Rian dan Dani
"Jika mereka berdua pulang, bilang malam ini kakak ngajak makan di luar"
Meka dan Bobbi sontak melompat kegirangan dan aku hanya tersenyum melihat mereka
Setelah itu aku segera menarik koper dan membawanya naik ke atas
Sampai di atas aku segera merebahkan diriku dan segera mengirimi bu Miranda pesan
Aku sudah sampai bu
Selesai mengirim pesan tersebut masih sambil berbaring aku membuka sosial mediaku, terakhir aku aktif itu malam tadi ketika kami makan malam
Begitu banyak komentar dan like di status yang aku bagikan, dari sekian komentar aku melihat ada komentar dari Tasya dan Raisa
Sampai nyebrang pulau buat cari mangsa
Aku hanya menarik nafas panjang membaca komentar Tasya, di bawahnya Raisa juga membalas komentar kakaknya
Karena kalau disini semua sudah tahu kak belang dia, kalau di luarkan orang nggak tahu
"Sabar Intan, jangan terprovokasi" gumamku menyabarkan diriku membaca komentar mereka berdua
Hanya dari mereka yang berkomentar negatif, yang lain malah menasehati dua orang itu agar tidak memfitnah ku
Dan lagi-lagi keduanya malah nyolot tidak terima dinasehati
Mereka menganggap bahwa mereka benar dan mengetahui bagaimana aku aslinya
Dan aku hanya tersenyum kecut mengetahui bagaimana tanggapan mereka. Bisa saja komentar mereka ini aku tangkap layar lalu aku kirimkan pada Mario
Tapi kembali aku sadar, untuk apa? tidak ada gunanya, toh Mario juga ada di barisan follower dan temanku, dan aku yakin Mario juga membaca komentar adik mereka
__ADS_1
Dan untuk menghubungi Mario rasanya aku tak berani, sudah berbulan-bulan kami tidak berkomunikasi lagi, dan aku yakin Mario baik-baik saja, jikapun dia sekarang sudah menemukan wanita lain aku juga ikhlas karena aku sendiri yang meminta dia untuk melakukan itu
Sebelum maghrib aku turun dan ternyata Rian dan Dani sudah pulang, dan sekarang sedang rebahan di lantai
Melihatku turun, keduanya langsung duduk dan tersenyum ke arahku
"Kak......" sapa keduanya
Aku tersenyum dan berjalan kearah Ibrahim yang masih fokus menatap komputer
"Sudah dicoba bajunya?" tanyaku
Rian dan Dani mengangguk dan mengucapkan terima kasih padaku
"Nanti kita makan diluar yuk?"
"Serius kak?" tanya kedua dengan antusias
Aku menganggukkan kepala kearah mereka yang mengembangkan senyum mereka
"Kalau begitu kami pulang sekarang ya kak, nanti jam tujuh lewat kami kesini lagi"
Aku mengangkat tanganku memberi kode oke pada mereka yang segera bangkit dan mengambil jaket mereka
"Aku ikut woy....." teriak Ibrahim yang juga segera mematikan komputer
Jadilah mereka keluar dan segera berjalan ke motor mereka masing-masing.
Jam tujuh lewat Ibrahim menelepon jika mereka bertiga sudah dibawah, dan aku segera turun bersama kedua anakku
Aku berboncengan dengan Ibrahim, sedangkan Meka dan Bobbi berboncengan dengan Dani dan Rian
Sepanjang jalan aku bercerita pada Ibrahim apa yang dikatakan oleh pak Uki dan istrinya, oleh karena itulah aku mengajak mereka makan malam di luar, aku ingin survey tempak makan disini, siapa tahu aku ada ide
Dan ketika kami sampai di tempat makan yang tempatnya biasa saja menurutku tapi pengunjungnya ramai, aku bisa yakin jika makanan di sana pasti enak, jika tidak, tidak mungkin tempat sederhana seperti ini bisa ramai
Ketika pelayan memberikan buku menu aku melihat menu-menu di tempat ini
Jika Ibrahim dan temannya dan juga kedua anakku langsung lahap makan, berbeda halnya denganku, aku lebih banyak mengamati sekeliling
Kulihat ada banyak pengunjung disini membawa anak mereka, itu artinya tempat ini memang disukai oleh segala kalangan
Aku mengangguk-anggukkan kepalaku, terbayang sudah apa saja konsep yang akan aku buat jika aku membuka tempat makan nanti
Kenyamanan dan tempat rekreasi akan aku jadikan satu, jadi selain makan, pengunjung bisa sekalian rekreasi
Ketika pulang kembali aku meminta pada Ibrahim dan kedua temannya untuk mengantarkan ku mecari ruko karena rencananya aku akan segera membuka toko serba ada seperti yang telah aku rencanakan sebelum menemui pak Uki di ibukota
"Kayaknya ruko ini kak yang tempatnya strategis" ucap Ibrahim yang segera berbelok dan menghentikan motor
__ADS_1
Segera aku dan Ibrahim turun dan memeriksa kanan kiri ruko. Jika Ibrahim mendongakkan kepalanya melihat ruko berbeda halnya denganku, aku memprediksikan letaknya
Benar yang dikatakan Ibrahim, tempatnya strategis dan semoga saja sewanya tidak mahal
Aku segera mencatat nomor hp yang tertera di bawah tulisan DISEWAKAN
Dan aku berencana akan segera menghubungi nomor tersebut ketika kami pulang ke ruko
"Yuk pulang" ajak ku pada yang lain
Dani dan Rian mengangguk, segera mereka menghidupkan motor, Meka dan Bobbi kembali naik
"Bismillah ya Alloh....." lirihku sambil melihat kearah ruko yang akan kami tinggalkan
Segera tiga motor kembali melaju menuju ke ruko tempatku tinggal dan sebelum sampai ke ruko aku meminta Ibrahim mampir untuk beli gorengan karena mereka bertiga tadi bilang jika mereka akan tidur di ruko malam ini
"Jangan begadang, besok ngantuk" nasehatku sebelum masuk dan meninggalkan mereka bertiga yang duduk di luar sambil main gitar
Aku segera mengajak kedua anakku untuk tidur yang tak lama setelahnya mereka telah terlelap
Aku yang belum ngantuk segera membuka hp karena ketika di jalan tadi hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk
Apa kabar Ntan?
Jantungku langsung berdebar kencang ketika membaca pesan dari Mario
Ya Tuhan, hanya singkat kalimat yang dikirimkan Mario tapi itu mampu membuat jantungku berdegup kencang
Aku baik Yo. Kamu sendiri bagaimana?
Langsung centang biru dua dan kulihat Mario sedang mengetik pesan
Aku juga sehat Ntan. Kabarnya kamu tidak tinggal di rumah kamu lagi ya?
Aku tersenyum kecut, aku yakin Mario tahu dari mamanya
Iya Yo, sudah cukup lama aku tidak tinggal di rumah itu lagi. Rumahnya sudah laku
Aku berdoa dimanapun kamu tinggal, yang penting kamu aman dan tidak stress
Kembali aku harus tersenyum kecut
"Ya Tuhan Mario, tahukah kamu jika aku sangat merindukan kamu?" lirihku sambil mengusap profilnya
Terima kasih Yo untuk doanya. Doa yang sama untuk kamu
Setelah itu tidak ada lagi balasan dari Mario padahal aku sangat ingin kami mengobrol banyak, tapi mungkin saja saat ini Mario sedang berdinas sehingga dia tidak membalas pesanku
Atau saat ini Mario dengan pacarnya?
__ADS_1
"Astaghfirullah....." gumamku mengusap wajahku ketika terlintas pikiran buruk di otakku
"Nggak, nggak. Mario pasti masih menungguku" gumamku lagi