
Nanti jam 08.00 ada yang akan menjemput mbak
Begitu pesan dari pak Uki pagi ini ketika aku membuka mata dan mengaktifkan mode data hp ku
Aku menguap sambil mengetik balasan
Siap pak
Masih ada lebih dari satu jam lagi waktu yang aku butuhkan sampai orang suruhan pak Uki menjemput ku
Segera aku turun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Selesai dari sana aku turun kebawah karena aku berniat akan sarapan
Setelah sampai di restoran hotel, aku segera memilih dan mengambil menu sarapanku lalu duduk di kursi yang telah tersedia, selesai sarapan barulah aku naik kembali ke kamarku
Jam delapan kurang sepuluh menit aku turun lalu menunggu di kursi lobby
Kulihat seorang perempuan muda, kira-kira seumuran denganku masuk melalui pintu utama dan langsung menuju resepsionis
Kudengar dia menyebut-nyebut namaku, yang membuatku berdiri dan mendekatinya
"Maaf mbak, cari siapa ya?, kok aku tadi kayanya dengar mbak nyebut nama aku"
Perempuan itu menoleh dan tersenyum ramah padaku
"Saya dikirim oleh bos saya untuk menjemput ibu Intan Permata Sari"
"Oh itu saya" jawabku cepat bertepatan dengan hp ku berdering
"Ya pak Uki?" jawabku sambil melihat perempuan yang mengaku dikirim pak Uki untuk menjemput ku
"Iya, sudah sampai disini mbak nya, he eh, ini di depan saya, oh gitu ya pak?, baik pak....." jawabku
Lalu aku memasukkan hp kedalam sling bag ku dan melihat kearah perempuan muda tadi yang sekarang tersenyum ke arahku
"Mari bu, sudah di tunggu bapak di kantor"
Aku mengangguk lalu berjalan bersebelahan dengan perempuan yang memperkenalkan dirinya bernama Fadila
Kami berdua duduk di bagian tengah dan supir langsung melajukan mobil begitu kami berdua duduk
Sepanjang perjalanan kami mengobrol ringan, sekedar bertanya alamat dan pekerjaan
Dari Fadila lah ku ketahui jika pak Uki telah merintis usahanya selama sepuluh tahun dan sekarang telah berkembang pesat dengan banyaknya anak cabang beliau di berbagai daerah hampir di seluruh negeri
Tak lama berselang akhirnya kami sampai. Dari dalam mobil aku dapat melihat kantor pak Uki
Memang kantornya bukanlah gedung tinggi seperti kantor-kantor yang tadi kami lewati, kantor beliau hanya berlantai tiga dan bangunannya juga tampak megah
"Mari bu...." ucap Fadila mempersilahkan ku turun.
Kemudian kami sama-sama masuk dan berjalan menaiki tangga yang sanggup membuatku ngos-ngosan
Fadila terkekeh melihatku yang tampak ngos-ngosan dan meraih tanganku, membantuku berjalan kembali
__ADS_1
"Masih jauh apa mbak?" tanyaku
Karena sekarang kami telah berjalan di koridor
"Tidak bu, kantor bapak paling ujung, itu ruangannya" jawab Fadila sambil menunjuk dengan ibu jarinya
Aku berhenti sejenak ketika kami mendekati ruangan pak Uki, mengatur nafasku agar teratur kemudian barulah aku dan Fadila masuk
"Hai...." sapa pak Uki ramah ketika melihatku dan Fadila masuk
Beliau bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arahku. Pak Uki mengulurkan tangannya yang kusambut dengan mengulurkan tanganku juga
"Dil, panggil ibuk, bilang mbak Intan nya sudah datang"
Fadila yang sejak tadi berdiri menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari dalam ruangan kami
Tak lama terdengar suara ketukan diluar, dan pak Uki mempersilahkan yang mengetuk masuk
Fadila muncul dengan seorang perempuan cantik yang tersenyum ramah ke arahku
"Perkenalkan mbak, ini istri saya...." ucap pak Uki ketika perempuan cantik itu menyalamiku
"Miranda....." ucap perempuan itu memperkenalkan dirinya, dan aku juga menyebutkan namaku
"Filenya sudah siapkan Dil?" tanya pak Uki pada Fadila ketika kami semua telah duduk
"Sudah pak"
Lalu Fadila segera menghidupkan laptop dan infocus
Aku mengangguk sambil tersenyum.
Lalu dengan lancar beliau menjelaskan apa saja bisnis yang beliau geluti yang kebanyakan berhubungan dengan bisnis digital
Cukup lama beliau menjelaskan dan aku yang antusias sesekali menyela dengan bertanya, dan pak Uki maupun bu Miranda akan menjawab dan menjelaskan pertanyaanku hingga aku makin faham
"Intinya mbak, jualan barang yang paling sering dicari orang sama jual jasa seperti yang saat ini sedang mbak geluti, saya yakin usaha mbak akan lancar, apalagi mbak adalah pebisnis online" ucap pak Uki mengakhiri presentasinya
Aku tersenyum mendengar ucapan beliau
"Kalau mbak Intan tidak keberatan, mbak bisa saya ajak berkeliling di kantor ini" tawar istrinya pak Uki yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala
"Pamit sebentar ya pak..." ucapku pada pak Uki yang menganggukkan kepalanya
Aku langsung diajak oleh bu Miranda berkeliling seluruh kantor, melihat para karyawan yang bekerja menghadap komputer semua
"Memang sepertinya sepele mbak yang kami kerjakan, tapi ini menjanjikan" ucap bu Miranda menjelaskan padaku bahwa karyawan bekerja disini kebanyakan technopreneur, market researcher, bisnis development dan juga konsultan bisnis
Aku terkagum kagum dengan usaha pak Uki yang sangat luar biasa menurut ku
"Pokoknya mbak jangan khawatir, saat mbak menemui kesulitan nanti mbak bisa hubungi kami, In syaa Alloh semua yang ada disini akan membantu"
Aku makin mengembangkan senyumku dan makin semangat untuk mengembangkan usahaku yang lain
__ADS_1
Jam makan siang, kami bertiga keluar dari kantor dan pak Uki mengajak kami makan siang di sebuah restoran mewah
"Boleh saya ambil foto kita nggak bu, buat saya pasang di media sosial saya?" tanyaku ketika kami menunggu pesanan kami
"Oh kenapa tidak?" jawab bu Miranda dengan langsung mendekatkan tubuhnya ke arahku, lalu aku langsung mengambil swafoto kami berdua
"Sama pak Uki juga mbak, biar sekalian nanti mbak promosikan beliau" ucap bu Miranda yang membuatku terkekeh
"Boleh-boleh" ucap pak Uki yang juga mendekat
Kembali aku mengambil beberapa swafoto kami dan langsung mengunggahnya di akun media sosialku, tak lupa aku juga menyematkan dimana lokasiku saat ini
Setelah itu aku segera log out dari aplikasi sosial mediaku, dan langsung makan siang bersama dua orang sukses yang baik hati ini
"Setelah ini kita langsung ke produsen yang saya bilang kemarin mbak" ucap pak Uki disela-sela kami makan
Aku menganggukkan kepalaku. Satu jam berikutnya kami telah di dalam mobil dan sedang di perjalanan menuju beberapa produsen barang rumah tangga dan pakaian
Pak Uki dan bu Miranda yang terjun langsung menemui owner produsennya, tampak mereka berdiskusi
Setelah malam menjelang barulah perburuan kami selesai setelah mendatangi cukup banyak produsen barang yang memang menarik minatku dan akan aku kembangkan di tempatku nanti
"Kemana ini kita?" tanya pak Uki pada kami berdua yang tampak kelelahan
"Cari tempat santai saja pa, yang bisa untuk sekalian makan malam" jawab bu Miranda yang tampak menempelkan kepalanya di jendela mobil
Pak Uki tak menjawab melainkan terus melajukan mobil dan berhenti di sebuah restoran yang estetik dan instagramable sekali
"Di daerah mbak Intan sudah ada belum tempat nongkrong kaya gini?" tanya bu Miranda ketika kami sudah duduk lesehan
Aku yang kagum dengan konsep rumah makan ini segera menoleh kearah bu Miranda dan menggeleng
"Peluang ini mbak..." jawab pak Uki yang membuatku diam dan berfikir
Lalu keduanya langsung membakar semangatku dengan ide-ide brilian agar aku memanfaatkan peluang membuka tempat nongkrong semua kalangan yang ramah lingkungan
Aku menganggukkan kepalaku dan makin kagum pada dua orang ini yang tidak pelit berbagi ilmu padaku
Hingga akhirnya setelah berkeliling ibukota sampai larut, tengah malam barulah pak Uki dan istrinya mengantarkan ku pulang ke hotel
Diperjalanan aku mengatakan jika besok aku akan pulang dan aku sangat berterima kasih atas banyaknya ilmu dan pengalaman yang aku dapatkan dari mereka berdua
"Tiketnya pesawatnya sudah saya booking ya mbak" ucap bu Miranda sambil memamerkan hpnya padaku
"Ya ampun bu ..." jawabku kaget
Beliau tersenyum lalu segera mengirimkan bukti reservasinya ke hp ku
Dan ketika akan turun dari dalam mobil kembali aku mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan keduanya
"Titip salam buat mama dan papa kami ya mbak....." ucap bu Miranda lagi sambil mencium pipi kanan kiriku ketika aku akan turun
Aku mengangguk, kemudian segera turun dan melambaikan tanganku kearah keduanya yang juga melambaikan tangan ke arahku
__ADS_1
Selanjutnya aku masuk kedalam hotel dengan langkah ringan karena aku makin bersemangat untuk mencapai kesuksesanku
"Tunggu aku Mario...." lirihku dengan sendu