
Selesai rembukan keluarga itu, mantan mertuaku pulang dan kembali mamanya mas Arif mendekapku dengan erat
Meka dan Bobbi berlari kearah mereka dan memeluk mereka dengan erat
Air mata mantan mama mertuaku tak dapat ditahannya ketika Meka dan Bobbi memeluk mereka
"Sudah ma, mama boleh tiap hari kesini kok" ucapku menenangkan beliau yang sesenggukan
Papanya mas Arif lalu menjabat hangat tangan ayahku sampai akhirnya mereka semua naik mobil dan kami melambaikan tangan kearah mereka
Karena telah selesai akhirnya orang tuaku pulang. Dan tinggallah aku dengan kedua anakku
Hp ku berdering saat kami tengah santai rebahan di lantai sambil nonton tivi
"Ya Yo?"
"Jam lima nanti aku jemput"
Aku langsung bangun dan duduk mendengar suara Mario
"Setengah jam lagi?"
"Iya, cukuplah untuk kalian bertiga mandi dan bersiap"
"Kamu mau ajak kami kemana?"
"Adalah pokoknya"
Aku mendecak kesal karena kebiasaan Mario yang suka mendadak
Secepatnya aku mengiyakan ucapan Mario, lalu meminta pada kedua anakku untuk mandi.
Selagi mereka mandi aku menyiapkan baju mereka, kemudian aku naik ke kamarku dan mandi pula
Aku dengan cepat berganti baju lalu kemudian turun setelah memoles wajahku dengan bedak dan juga lipstik.
Sampai di bawah ternyata sudah ada Mario yang tengah memakaikan Bobbi baju
"Loh katanya jam lima?" protesku dengan nada kaget sambil menuruni tangga
"Kurang lima menit" jawab Mario cepat
Aku lalu masuk ke kamar Meka dan merapikan rambutnya
Lalu membawanya keluar dan memakaikan bedak bayi kewajah Bobbi dan Meka
Mario tersenyum ketika memberi bedak pada kedua anakku, lalu Mario yang mengambil alih memakaikan minyak ke rambut Bobbi sementara aku dimintanya untuk mengambil sepatu untuk kedua anakku
Aku melirik penuh arti pada perhatian Mario pada kedua anakku, sederhana sih cara dia, tapi itu cukup mengena di hatiku
"Kita mau kemana om?" tanya Meka ketika kami sudah di dalam mobil, dan Mario duduk di depan bersama Bobbi
"Meka mau nya kemana?"
__ADS_1
Meka melirik kearah Bobbi yang tersenyum penuh arti
"Istana es boleh nggak?"
Aku mengernyitkan dahiku
"Ayo lah ma, kita sudah lama tidak kesana" rengek mereka berdua
"Jika mama kalian nggak mau, biar sama Om saja" putus Mario yang membuat kedua anakku melonjak kegirangan
Aku tersenyum karena sekali lagi Mario berhasil mendekati kedua anakku
Tak membutuhkan waktu lama untuk kami sampai di istana es, setelah membeli tiket, kedua anakku langsung dibawa Mario ketempat penyewaan alat ice skating dan juga baju hangat
Dan tanpa kuminta, dengan telaten Mario memakaikan kedua anakku jaket tebal lengkap dengan topi yang juga sama tebalnya dan juga syal lalu memakaikan alat pelindung dan juga alat ice skating
"Yuk?" ulur tangan Mario padaku
Aku menggeleng, aku hanya memakai baju tebal saja tanpa berniat sedikitpun untuk turun seperti mereka bertiga
"Serius nggak mau?" ulang Mario lagi, sementara Meka dan Bobbi telah meluncur di lapangan es
"Nggak, aku nggak bisa" jawabku
Mario mendekat ke arahku yang berdiri di tepi pembatas, memegang pipiku lalu, cup....
Aku melotot kaget dan tanganku telah terulur untuk memukulnya di saat Mario telah melesat menyusul kedua anakku
"Dasar!!" geramku sambil tersenyum malu
Hingga nyaris dua jam mereka bermain ice skating barulah kami keluar dari dalam istana es
Aku yang kedinginan terus meniupkan tanganku kearah mulutku agar terasa hangat, sementara Mario dan kedua anakku terus tertawa bahagia tanpa merasa kedinginan seperti aku
"Kita makan" ajak Mario sambil menggandeng tangan kedua anakku
Dan kembali Mario bersikap manis pada kedua anakku ketika kami makan, aku sama sekali tidak diberinya kesempatan untuk mengambilkan kedua anakku makanan apalagi mengelap mulut mereka berdua, semuanya Mario yang lakukan.
Aku hanya memperhatikan gerak geriknya sambil tersenyum dan memuji dalam hati
"Masih jam sembilan, kita main lagi, mau?" tawar Mario pada kedua anakku yang langsung mengangguk setuju
"Mario sudah cukup, ini sudah malam"
"Kan besok minggu Ntan, kasihlah mereka kebebasan, ya?"
Aku hanya menarik nafas panjang ketika kembali Mario menggandeng tangan kedua anakku dan membawanya masuk kedalam mobil
Lima belas menit berikutnya kami sudah berada di dalam mall, dan Mario langsung membawa kedua anakku menuju wahana timezone
Sebelum Mario mengajak Meka dan Bobbi masuk ke wahana timezone, Mario mengeluarkan atm dari dalam dompetnya
"Belanjalah sesuka kamu, dari pada kamu bete nungguin kami bermain" ucapnya yang langsung memberikan atm nya ke tanganku lalu setelah itu Mario segera menggandeng tangan Meka dan Bobbi
__ADS_1
Aku yang bengong menerima atm nya tidak pergi kemana-mana, melainkan ikut mereka bertiga masuk ke wahana timezone
Dan kembali aku hanya bisa menjadi penonton ketika ketiganya bermain, kulihat kedua anakku sangat akrab dan tertawa lepas ketika bermain pump it up, dance yang bisa mengundang gelak tawa
Ketika Mario mengajak keduanya bermain bumper cars, barulah aku ikut. Aku berdua dengan Meka sedangkan Mario berdua dengan Bobbi
Keasyikan bermain hingga kami berhenti ketika mall akan tutup, dan itu artinya sudah hampir tengah malam
Aku sangat kaget karena baru pertama kali ini aku mengajak kedua anakku bermain sampai selarut ini, biasanya kami jam sembilan sudah pulang
Mario hanya mengelus pundakku ketika dilihatnya aku cemberut
"Biarkan mereka menikmati masa kecil mereka" bisiknya
Aku melirik kearahnya dengan tajam yang membuat Mario tergelak
Ketika kami keluar dari dalam mall, kembali Mario menggandeng tangan Meka dan Bobbi lalu membuka pintu mobil bagian tengah
"Kalian di tengah saja ya, pasti kalian capek, dan Om yakin pasti kalian nanti tertidur di jalan"
Kedua anakku menurut dan duduk di bagian tengah dan gantian aku yang duduk di sebelah Mario
Benar saja baru juga sekitar sepuluh menit berjalan, kedua anakku telah terlelap
Aku menoleh kearah keduanya yang telah merebahkan tubuh mereka ke jok tempat duduk
Lalu aku menoleh kearah Mario yang tersenyum ke arahku
"Terima kasih karena telah membuat kedua anakku senang hari ini"
Mario masih tersenyum dan mengambil tanganku, membawanya kewajahnya lalu menciumi tanganku berkali-kali
Mario menjalankan mobil dengan pelan, dan suasana jalan sudah mulai sepi, tapi tidak dengan hatiku. Hatiku berdebar kencang terlebih karena Mario berkali-kali menatap dalam ke arahku
Setengah jam berikutnya mobil Mario berhenti di halaman rumah kami. Aku turun duluan membuka pintu baru setelahnya aku mengarah kearah bagian tengah, berusaha mengambil tubuh Meka
"Biar aku saja" ucap Mario yang langsung mengangkat dan menggendong tubuh Meka
Aku segera berjalan kearah pintu membuka lebar pintu lalu mengarahkan Mario ke kamar Meka
Dengan pelan Mario meletakkan tubuh Meka, melepas sepatu yang masih menempel di kaki gadis kecilku itu, kemudian Mario menyelimutinya dan berhenti di depan pintu kamar Meka dimana aku berdiri memperhatikannya
"Kok bengong?"
Aku tersenyum lalu memukul tangannya, Mario terkekeh lalu berjalan keluar lagi, mengangkat tubuh Bobbi dan kembali aku membuka pintu kamar Bobbi lalu Mario meletakkan Bobbi di atas ranjang kemudian menyelimutinya juga
Selesai dari sana, Mario berdiri di depanku, memandang dalam pada mataku
Suasana rumah gelap, hanya cahaya lampu teras dan lampu dari kamar kedua anakku yang menyinari kami
Tapi aku bisa melihat tatapan dalam dari mata Mario. Aku langsung menjinjit dan mengalungkan kedua tanganku ke leher Mario lalu dengan berani aku mengecup bibirnya
Mendapati serangan lembut dariku, Mario tak menyia-nyiakannya, dengan ganas dilahapnya bibirku. Tinggal aku yang kewalahan menghadapi serangan bibirnya
__ADS_1
Aku melenguh tertahan ketika bibir Mario turun ke leherku dan segera menahan tangannya yang siap bergerilya di dadaku
Kudengar nafas Mario memburu dan tak teratur, lalu dengan cepat di dekapnya tubuhku dengan erat