Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Launching


__ADS_3

Jam tujuh pagi, aku sudah ke toko bersama dengan ayah dan ibuku serta Ibrahim


Ruko tempat aku tinggal sengaja belum kubuka karena jam kerjanya satu jam lagi. Rian dan Dani juga sudah ku beritahu jika ingin buka ruko temui aku di toko


Sebelum rolling dibuka, ayahku menengadahkan tangannya berdoa yang diaminkan oleh kami bertiga, kemudian ibuku juga berdoa walaupun doa nya menggunakan bahasa Indonesia tapi jelas sangat berarti untukku


Karena doa kedua orang tuaku amat sangat ku butuhkan, terlebih doa ibuku, karena doanya langsung tembus ke Arsy nya Alloh


Baru saja aku akan memasukkan kunci ke gembok, deru suara motor para karyawan memasuki halaman ruko


"Maaf buk telat" ucap mereka


Aku tersenyum, lalu mereka semua berlari cepat ke arahku yang telah membuka ketiga gembok


Secara bersamaan mereka mulai mendorong rolling hingga terbuka lebar lalu mulailah mereka bekerja


Secara gotong royong mereka menyapu dan mengelap etalase. Hingga jam delapan kurang mulailah ada pembeli yang datang


Baru orang lima yang masuk, berputar-putar dulu, hingga tanpa sengaja tangan mereka mulai mengambil barang yang mereka inginkan


Hingga menginjak pukul sepuluh mulai ramai, begitu sampai siang hingga pengunjung benar-benar membludak


Aku yang bertugas sebagai kasir sampai kewalahan, hingga aku sampai dibantu oleh ayah dan ibuku


Karyawanku yang sudah berjumlah lima belas orang sama sepertiku, mereka juga kewalahan meladeni pembeli


Sampai jam makan siang yang harusnya kami istirahat jam satu terpaksa kami pending saking penuhnya tokoku


Saking sibuknya kami melayani pembeli sampai rasa lapar kami hilang


Ibrahim, Dani serta Rian sampai aku suruh datang ke toko untuk membantu, antaran paket biar besok mereka lanjutkan


Aku hanya melambaikan tangan saja pada pengunjung yang memanggil namaku, dan tersenyum sekilas ketika hp mereka mengarah kepadaku


"Tante kami live nggak apa-apa ya?" ucap mereka


Aku mengangkat jempol tanganku lalu kembali fokus menghitung jumlah belanjaan


Hingga akhirnya pukul lima sore toko mulai agak sepi, hanya ada sekitar orang sepuluh di dalam


"Kalian semua makan lah, biar ini ibuk sama Ibrahim yang melayani" ucapku yang langsung menarik tangan Ibrahim yang bengong mendengar perkataanku


Untunglah mereka cepat tanggap, setengah jam berikutnya mereka semua telah selesai makan dan mulai bekerja kembali


Pukul enam aku meminta toko di tutup walau sebenarnya masih ada yang ingin berbelanja


"Kita buka lagi pukul tujuh malam ya buk, maaf sekali, kasihan karyawan saya karena dari pagi mereka belum duduk" ucapku meminta maaf pada mereka yang nampak kecewa


"Ya buk, kami datang dari jauh loh"


Aku diam lalu menoleh kearah ayahku yang tersenyum


"Bapak yang akan jaga"


Aku menggeleng cepat


"Nggak, bapak juga sama seperti kami, bapak pasti lebih capek lagi" jawabku


"Kalau begitu kami kerja lagi buk, rezeki nggak boleh ditolak" ucap salah satu karyawanku yang berdiri dan membuat beberapa calon pembeli tadi tersenyum sumringah

__ADS_1


"Yang bisa shalat, silahkan shalat, yang libur jaga lagi" ucapku


Karena jumlah yang cewek jauh lebih banyak dari yang cowok mereka menganggukkan kepala mereka


Dan lagi-lagi, jam delapan malam kembali tokoku ramai dengan pengunjung


Aku rasanya ingin nangis saking terharunya


"Begini baiknya Alloh sama aku?" batinku dengan mata berkaca-kaca ketika kembali menghitung jumlah yang harus dibayar pembeli


Jam sepuluh malam toko mulai sepi dan ini adalah kesempatanku untuk menutup toko


Karyawan yang laki-laki menutup rolling. Dan ketika rolling telah tertutup rapat, aku segera menghambur ke pelukan ibuku, menangis sesenggukan. Bahagia campur haru memenuhi dadaku, dan ibuku juga turut menitikkan air matanya


Dari belakang kurasakan sebuah belaian di kepalaku, dan ketika aku menoleh, ternyata tangan ayahku


Aku gantian berbalik memeluk beliau dan ayahku masih seperti tadi terus membelai kepalaku


"Mama jangan nangis...." lirih Meka yang membuatku beralih memeluknya


"Terima kasih untuk kalian semua" lirihku kearah seluruh karyawanku, termasuk Ibrahim yang kesemuanya duduk berselonjor di lantai


"Capeknya kak....." ucap Ibrahim dengan nada manja yang membuatku segera mendekapnya


"Terima kasih ya dek...." hanya itu kalimat yang bisa aku ucapkan


Setelah aku cukup tenang, aku mulai duduk di antara mereka semua yang duduk menghadap ke arahku


Pertama-tama aku mengucapkan rasa terima kasihku pada mereka yang telah berjuang hari ini, yang gara-gara aku sampai tidak makan siang, yang kelelahan karena nyaris tidak istirahat


"Ibuk mau minta saran dari kalian, semoga saja toko kita selamanya akan ramai seperti ini" ucapku


"Apa tidak sebaiknya ibuk buat kalian dua shif saja?"


Mereka saling toleh


"Maksudnya buk?" tanya salah satu dari mereka


"Ya maksudnya, ibuk akan nambah karyawan lagi, jadi ada yang dari pukul tujuh sampe pukul tiga sore, terus ada yang dari pukul tiga sore sampe pukul sepuluh malam, bagaimana?"


Mereka diam, tampak berfikir


"Terserah ibuk saja, kami nurut"


Aku tersenyum


"Nah, kalau begitu malam ini tugas tambahan kalian adalah carilah satu orang teman yang bisa diajak kerja disini, syaratnya sama mau bekerja dan jujur, lainnya nggak ada"


Wajah mereka langsung sumringah


"Serius buk?"


"Lah kenapa?" tanya ku balik karena heran


"Teman aku sangat iri buk ketika tahu aku diterima kerja tempat ibuk, dan dia juga minta sama aku jika ada lowongan beritahu dia"


Yang lain juga berkomentar sama yang membuat senyumku terkembang


"Kalau yang nggak dapat, segera kasih tahu temannya biar yang lain yang bergerak, oke?"

__ADS_1


"Oke buk....." kembali mereka menjawab kompak


"Sudah-sudah, untuk memudahkan kita bagaimana jika kita buat grup saja?" usul Ibrahim yang disambut setuju dari yang lain


Segeralah Ibrahim mengotak atik hpnya lalu yang lain mulai menyebutkan nomor mereka


"Aku kirim via tautan saja sama Dani, biar Dani yang save nomor kalian" ucap Ibrahim santai yang membuat Dani bengong


"Loh kok gitu Im?"


"Udah nurut aja...."


Aku kembali hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mereka berdua


"Dan iya, Kamu Reno" ucapku yang membuat Reno kaget


"Ya kak?"


"Kamu pernah bilang kan kalau masakan ibu kamu enak, nah untuk besok kakak pesan nasi untuk makan siang sama makan malamnya sama ibu kamu saja"


"Serius kak?"


"Ya serius lah, cukup hari ini kita kewalahan sampai beli nasi saja kakak sampai nelpon orang warteg"


Wajah Reno kian sumringah dan kembali hatiku sangat bahagia melihat kebahagiaan di wajahnya


"Telpon ibumu dulu, bisa nggak dia buat besok?, karena ini dadakan loh"


Reno mengangguk dan tampak menempelkan hp di telinganya, sementara karyawanku yang lain yang mungkin masih kelelahan mulai beralih melihat hp mereka masing-masing


"Kata ibuku siap kak, dia sangat senang, menunya mau apa kak?" ucap Reno lagi


"Apa aja karena ini dadakan, yang penting ada lauknya"


Reno mengangguk lalu terlihat berkata dengan ibunya


"Hei, kalian nggak akan pulang apa?" tanyaku heran pada seluruh karyawanku yang seolah-olah masih betah


Mereka nyengir dan mulai berdiri


"Nih, bonus buat kalian" ucapku memberikan mereka uang ketika mereka berpamitan padaku dan kedua orang tuaku


"Besok jangan telat ya, dan jangan lupa temannya dibawa"


"Siap buk......" jawab mereka


Aku menarik nafas lega ketika semua karyawanku telah pulang, hingga yang tersisa di toko hanya aku dengan kedua anakku, ayah ibuku, Ibrahim, Dani dan Rian. Karena mereka telah aku bilang untuk jangan dulu pulang


Aku segera berjalan kearah laci tempat ku tadi, lalu membuka lacinya


"Waaaaaawww......" gumam Meka tak sadar


Tangannya refleks meraup uang yang menyebar di dalam laci, lalu memamerkannya pada Bobbi


"Yuk keluarkan semua, bantu mama menghitungnya" ucapku


Dengan cepat kedua anakku mengeluarkan semua isi laci, dan meletakkannya di tengah-tengah orang tuaku dan Ibrahim duduk


Ayah dan ibuku langsung mulai memilah-milah uang, aku yang dibantu Ibrahim dan dua temannya mulai menghitung dan menumpuk sesuai warna

__ADS_1


Satu jam lebih barulah kami selesai menghitung, dan aku kembali harus tercengang dan mengucap syukur banyak-banyak yang tiada henti saking bersyukurnya aku dengan pendapatan hari ini


__ADS_2