Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Membesuk Mas Arif


__ADS_3

"Berapa lama lagi aku harus menunggu?" lirih Mario sambil mengusap lenganku


"Setahun" jawabku


Hufffff


Suara tarikan nafas panjang dari Mario mampu membuatku terkekeh sehingga Mario makin mengeratkan dekapannya


"Sudah malam, pulanglah. Nanti kita pula digerebek" ucapku sambil terkekeh


"Biarin, biar langsung dinikahkan" jawab Mario yang makin membuatku terkekeh


Kembali aku mendongakkan kepalaku dan mengusap wajahnya


"Pulang ya sayang, besok kita ketemu lagi"


Mario mengangguk lalu menciumi puncak kepalaku


"Selamat malam, mimpi yang indah" ucapnya sebelum memundurkan mobil


Aku tersenyum ketika naik ke kamarku, terlintas kembali bagaimana tadi kemesraan kami, sehingga membuatku menggeleng-gelengkan kepalaku malu sendiri


Besoknya karena hari minggu dan juga karena mereka tidurnya telah larut, jam tujuh pagi kedua anakku masih belum juga bangun, dan aku membiarkan saja mereka bangun siang


Baru juga aku mau berjalan kearah dapur, hp ku berdering


"Ya Mario?"


"Selamat pagi calon istriku...."


Aku tersipu malu mendengar ucapan Mario


"Pagi-pagi sudah ngegombal"


"Biarin sih, kan ngegombalnya sama calon istriku sendiri"


Aku terkekeh


"Ada apa?, masih pagi juga sudah nelepon?"


"Kangeennn"


Aku kembali terkekeh


"Bersiaplah, jam sembilan aku jemput, kita ajak kedua anak kamu main kedaerah ku, aku yakin mereka suka, nanti kita bawa mereka ke kebun buah, kita suruh mereka panen buah sesuka mereka"


Aku mendecak karena lagi-lagi Mario selalu membuatku kelabakan dengan acara mendadaknya


Segera aku masak dan beres-beres rumah, jam delapan lewat semuanya beres barulah aku membangunkan kedua anakku menyuruh mereka mandi lalu aku juga naik ke kamar atas dan mandi


Sebelum jam sembilan Mario telah mengetuk pintu. Kembali aku harus menatap kagum pada ketampanannya pagi ini


Tubuh atletis berbalut kaos hitam dengan celana jeans.


Mario mengacak rambutku sambil masuk, dan aku yang tadi sempat bengong tergagap dan ikut masuk juga


"Ready guys?" tanya Mario sambil membenarkan baju Meka

__ADS_1


"Kita jalan-jalan lagi oom?"


Mario mengangguk pasti yang membuat Meka dan Bobbi melompat kegirangan


"Meka bantu mama masukin ini kedalam mobilnya Om Mario" ucapku sambil membawa tas belanja


"Apaan tuh?"


Aku menoleh kearah Mario yang mengambil alih tas belanja kepasar di tanganku


"Bekal"


"What?"


Aku mendecak melihatnya kaget


"Kita mau ke kebun kan?, jadi sekalian aja kita piknik" jawabku santai dengan kembali kedapur mengambil galon


"Ya Tuhan..." kembali Mario keheranan ketika melihatku mengangkat galon


"Kita beli air di jalan saja" protesnya yang segera menurunkan galon yang sedang kuangkat dan membawanya masuk ke dapur lagi


"Kalau gitu bawa air dalam botol di kulkas saja" ucapku yang menyusulnya


"Sayang nggak usah, nggak perlu repot begini, tinggal beli kan bisa"


Aku mendecak


"Anakku nggak biasa makan dan minum makanan di luaran Mario..."


"Iya bisa, tapi aku nggak mau mereka makan makanan luar terlalu sering, kan kita nggak tahu bagaimana mereka mengolahnya"


Mario menarik nafas panjang lalu mencubit kecil hidungku


"Cepatlah jadi istriku kalau begitu biar aku nggak makan makanan luar terus"


Aku menjulurkan lidahku meledeknya. Baru saja Mario hendak menarik tanganku, suara Meka dan Bobbi yang berteriak memanggilku membuatnya menghentikan aksinya


Aku langsung tergelak dan segera menarik tangannya keluar dari dalam rumah


Meka dan Bobbi duduk di tengah, sengaja itu kami lakukan karena kami yakin mereka akan tertidur di perjalanan


Dan benar saja, baru juga setengah perjalanan, keduanya telah tertidur, mungkin karena cuaca daerah kami dan daerah yang akan menuju daerah tempat Mario berbeda


Tempat Mario dataran tinggi yang tentu saja hawanya sejuk dan dingin. Karena itulah kedua anakku telah terlelap


Setelah kedua anakku terlelap, Mario sekarang berani meraih dan mencium tanganku sambil sesekali menatap penuh sayang padaku


Setengah jam berikutnya mobil kami telah antri masuk kawasan wisata kebun buah. Dan aku membangunkan kedua anakku, agar mereka tidak mengantuk lagi ketika nanti akan turun


Dan benar saja, ketika mata keduanya terbuka lebar dan melihat antrian mobil keduanya langsung menurunkan kaca mobil dan mulailah keduanya berteriak kegirangan ketika mereka lihat tanaman jeruk yang berbuah sangat lebat


"Ayo Om kita turun" teriak mereka tak sabar


Mario tersenyum kearah keduanya begitu juga dengan aku. Setelah memarkirkan mobil, Mario menurunkan kedua anakku dan aku yang juga telah turun segera menggandeng tangan Meka


Mario berjalan di depan bersama Bobbi yang digandengnya dengan erat

__ADS_1


Setelah mendapatkan tiket masuk, kedua anakku langsung berhamburan berlari kearah pohon jeruk


"Nak, ambil secukupnya saja dan makannya juga secukupnya" teriakku ketika melihat keduanya kalap memetik buah


Mario mengajakku berteduh dan membiarkan kedua anakku yang terus berlari kesana kemari mengambil buah jeruk dan strawberry


"Bisa sakit perut mereka nanti" ucapku gelisah ketika kulihat bagaimana Meka dan Bobbi yang terus mengunyah buah tersebut tanpa henti


"Rileks sayang, jangan khawatir, buah disini sehat, tidak disemprot pakai zat berbahaya, lagian mereka makan buahnya dicuci dulu kok, kamu lihat di sana"


Aku melihat kearah telunjuk Mario kearah banyaknya kran air di setiap baris tanaman buah


Setelah agak siang, aku mengambil bekal yang tadi aku bawa dari rumah dan kembali aku melihat bagaimana perhatiannya Mario pada kedua anakku


Hingga akhirnya menjelang malam barulah kami pulang setelah seharian diajaknya berkeliling di daerah ini.


Sepanjang jalan sebelum tidur kedua anakku kembali heboh menceritakan pengalaman mereka sampai akhirnya kami tidak lagi mendengar suara keduanya karena mereka telah tertidur


Jam sepuluh malam, kembali mobil Mario masuk ke halaman rumah kami dan sama seperti malam kemarin Mario menggendong kedua anakku dan memindahkan keduanya ke kamar mereka masing-masing


"Tidak peluk aku sayang?" ucap Mario ketika aku hanya bergeming saat Mario berdiri di depanku


"Nggak ah, nanti khilaf" jawabku terkekeh


Mario ikut terkekeh lalu menunduk sedikit dan mencium pipiku


"Selamat malam, mimpikan aku" lirihnya pelan sambil menatap mataku dengan dalam


...----------------...


Satu minggu setelah Mario mengajak kami hang out, kedua anakku kembali merengek di week end kali ini


Dan yang membuatku agak kaget adalah keiginan mereka bertemu dengan papa mereka


Wajar sih mereka kangen dengan papa mereka, sudah hampir lima bulan mereka tidak bertemu dengan mas Arif


Terakhir kali mereka bertemu adalah ketika mas Arif dua minggu di tempat dinasnya yang baru, setelah itu sampi hari ini setelah mas Arif lebih dari empat bulan ditahan sekalipun aku tidak pernah membawa mereka membesuk papa mereka


"Ayo ma kita tengok papa, kami kangen" rengek Meka


Walau berat hati akhirnya aku mengiyakan keinginan mereka. Aku tidak boleh egois, mas Arif adalah papa mereka, dan saat ini keduanya merindukan papa mereka, jadi tak ada salahnya jika aku membawa keduanya pada mas Arif


Setelah kedua anakku rapi dan aku selesai beres-beres dan menyiapkan bekal untuk kubawa pada mas Arif, aku segera membonceng keduanya menggunakan motor menuju lembaga pemasyarakatan tempat papa mereka menimba ilmu baru


Kami bertiga menunggu diruangan khusus sampai akhirnya seorang sipir membawa keluar mas Arif


Kedua anakku langsung berlari melihat papa mereka berjalan kearah mereka. Kulihat mas Arif dan kedua anak kami menangis sambil berangkulan


Aku membuang mukaku ketika melihat ketiganya menangis, karena saat ini aku ikut baper melihat ketiganya menangis melepas rindu


Selesai melepas rindu pada kedua anak kami mas Arif berjalan ke arahku dan duduk di depanku


Mas Arif tampak tersenyum kaku padaku yang kubalas dengan senyum kaku juga


"Terima kasih ma karena mau membawa anak-anak kesini" lirihnya sambil mengusap kasar wajahnya


Meka dan Bobbi duduk di kanan kiri mas Arif dan keduanya tampak melingkarkan tangan mereka pada lengan mas Arif dengan manja

__ADS_1


__ADS_2