Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Maafkan Aku Anggun


__ADS_3

Mario telah siap dan rapi pergi keluar, karena dia ada janji dengan seorang perempuan malam ini.


"Jika tidak karena hal penting aku tidak mau menemui Anggun" gumam Mario sambil merapikan bajunya.


Dengan malas diambilnya hp-nya di atas meja yang berdering. Dan dia sedikit mendecak kesal ketika di layar tampil nama Anggun.


"Iya tunggulah sebentar, ini aku sudah otw" jawab Mario singkat.


Selesai berkata demikian, Mario langsung memutus panggilan dan segera menyambar kunci motornya.


Dengan segera dia mengambil motor besarnya, lalu segera mengendarai kuda besi tersebut menembus jalan padat ibukota.


Karena jalanan macet, akhirnya Mario baru sampai di tempat yang sudah mereka janjikan satu jam kemudian.


Wajah Anggun yang sudah terlihat kesal makin ditekuk nya ketika melihat Mario berjalan santai ke arah meja tempatnya duduk.


"Sorry jalannya macet" ucap Mario santai sambil menarik kursi, lalu duduk.


Anggun yang kesal karena lama menunggu Mario, semakin terlihat kesal karena Mario masih bersikap dingin kepadanya.


"Sudah nggak usah childish gitu" lanjut Mario.


Anggun hanya bisa menarik nafas panjang dan berusaha menahan emosinya mendengar ucapan Mario


"Iya aku minta maaf karena terlambat datang. Dan ya sekalian aku minta maaf juga karena kemarin tidak jadi menemui kamu. Itu artinya sudah dua kali kamu kecewa olehku" lanjut Mario lagi


"Sebenarnya bukan dua kali Mario, tapi sudah tak terhitung" jawab Anggun lirih.


Mario membuang mukanya ketika mendengar jawaban Anggun.


Karena memang bukan sekali ini perempuan itu mengatakan jika dia kecewa dengan sikap Mario padanya.


Sambil menarik nafas panjang, Mario lalu menatap wajah Anggun dengan seksama.


"Maafkan aku Anggun, karena sampai detik ini aku masih tidak bisa membalas perasaan kamu padaku" lirih Mario yang membuat wajah Anggun langsung berubah murung.


"Aku bosan mendengar itu Mario. Kupikir kamu mengajakku bertemu, karena kamu ingin mengatakan bahwa hati kamu sudah terbuka untukku".


Mario hanya bisa menarik nafas panjang mendengar jawaban Anggun.


"Maafkan aku Anggun, karena sekali lagi aku mengecewakan kamu. Aku memang sengaja mengajak kamu bertemu, karena aku ingin menegaskan sekali lagi pada kamu, untuk berhenti berharap sama aku".

__ADS_1


Wajah Anggun yang sudah murung, semakin terlihat sedih dan tampak buliran bening mengalir di pipinya.


"Maafkan aku Anggun...." lirih Mario sambil menggenggam erat tangan Anggun.


Anggun menarik tangannya dari genggaman Mario, kemudian mengusap kasar wajahnya .


"Bisa tidak Mario kamu jelaskan kepadaku, mengapa kamu tidak bisa membuka hatimu untukku?".


Dan kembali Mario hanya bisa menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Anggun.


"Aku merasa bahwa aku tidak layak untuk kamu, itu saja" jawab Mario.


Anggun membuang wajahnya sambil tertawa sinis mendengar jawaban klise dari Mario.


Aku bukan orang bodoh Mario. Jadi aku tidak yakin dengan jawaban kamu. Masalah layak atau tidak layaknya itu tidak berpengaruh buat ku".


"Sekarang kamu jawab yang jujur, mengapa kamu tidak bisa mencintaiku?" tuntut Anggun.


Mario menarik nafas panjang, sementara Anggun terus menuntut jawaban darinya


"Karena aku mencintai wanita lain" jawab Mario pasti sambil menatap dalam mata Anggun.


Kemudian terdengar Anggun tertawa. Dan Mario yang melihat Anggun tertawa, hanya bisa menatap Anggun dengan sedih.


"Aku tidak pantas untuk kamu Anggun. Masih banyak lelaki di luar sana yang jauh lebih baik dari aku. Dan yang pastinya bisa mencintai kamu. Maafkan jika aku mengecewakan kamu terus. Tapi aku harus jujur Anggun, aku tidak bisa terus membiarkan perasaan liar kamu padaku".


Dan Anggun yang saat ini terisak, hanya bisa menundukkan wajahnya mendengar ucapan Mario.


"Dan kamu pasti sudah sering mendengar ucapanku jika aku tidak mencintaimu. Tapi kamu masih terus berusaha untuk meyakinkanku. Tapi kali ini aku harus tegaskan kepada kamu Anggun, bahwa kamu stop berusaha untuk meyakinkanku karena aku tidak bisa untuk mencintai perempuan lain selain pacar pertamaku" .


Anggun kian terisak mendengar jawaban dari Mario. Dan itu membuat Mario semakin merasa bersalah.


Mario hanya bisa mengucapkan kata maaf kepada gadis cantik itu, dengan harapan bahwa gadis cantik itu bisa menerima kenyataan.


"Carilah oleh kamu lelaki yang bisa mencintai kamu apa adanya, yang tidak seperti aku, karena aku tidak layak untuk kamu cintai" lanjut Mario.


"Harusnya yang meminta maaf di sini adalah aku Mario" lirih Anggun sambil mengangkat wajahnya setelah cukup lama keduanya terdiam dan hanya terdengar isak tangis dari Anggun


"Aku bebal, aku egois, tidak sadar diri. Aku selalu memaksakan perasaan aku sama kamu. Harusnya aku memang sudah tahu bahwa kamu tidak mencintai aku. Tetapi karena keegoisanku, aku terus memaksakan perasaanku padamu, sehingga membuat kamu akhirnya tidak nyaman".


Mario tersenyum getir mendengar jawaban Anggun.

__ADS_1


"Semuanya memang tidak bisa disalahkan padamu Nggun. Aku yang memang tidak pernah tegas terhadap kamu, seakan-akan memberi harapan palsu padamu. Sehingga membuat kamu akhirnya merasa bahwa aku memang memiliki perasaan sama kamu"


Anggun menggeleng.


"Semua ini memang salah Aku Mario. Dari awal kamu memang menunjukkan sikap, bahwa kamu tidak mencintaiku. Akunya saja yang ke geeran" .


Mario kembali tersenyum getir mendengar jawaban Anggun.


"Kita bisa jadi sahabat Nggun?" tanya Mario setelah Anggun cukup tenang.


Anggun menganggukkan kepalanya dengan cepat, kemudian kembali mengusap kasar wajahnya.


"Best friend?" ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Mario. Yang disambut Mario dengan jabatan hangat sambil menganggukkan kepalanya juga.


"Best friend" jawab Mario sambil tersenyum.


Kemudian kembali mengalir air mata di wajah mulus Anggun. Yang membuat Mario akhirnya bangkit dan mendekap Anggun sambil mengusap-usap punggungnya.


"Aku tidak apa-apa kok Mario" ucap Anggun setelah Mario melepas dekapannya.


'Kalau begitu, aku pulang duluan ya Yo" ucap Anggun sambil segera berdiri lalu meraih tasnya.


Mario hanya mengangguk dan menatap kepergian Anggun yang meninggalkan dirinya sendirian.


"Maafkan aku Anggun, tapi ini harus aku lakukan" batin Mario.


Sementara Anggun yang berjalan keluar dari restoran mewah tempatnya janjian dengan Mario, segera berjalan cepat ke arah mobilnya.


Dan ketika sudah duduk di belakang kemudi, Anggun langsung menelungkupkan wajahnya ke atas stir dan menangis sejadi-jadinya.


"Ternyata hingga detik ini aku masih tidak bisa meluluhkan hati Mario" sesal Anggun sambil terisak.


Cukup lama Anggun menangis di dalam mobil. Sehingga dia tidak menyadari, bahwa Mario yang tak lama keluar setelah dirinya melihat, jika mobilnya masih berada di area parkir.


"Aku tahu kamu kecewa Anggun. Tapi inilah kenyataannya" lirih Mario sambil naik ke atas motornya kembali.


Setelah memundurkan motornya, Mario kembali menoleh ke arah mobil Anggun yang tampak masih belum bergerak di area parkir tersebut.


"Aku harap kamu bisa tegar menerima ini semua Anggun" gumam Mario kembali .


Setelah memastikan bahwa mobil Anggun belum ada tanda-tanda akan bergerak, Mario akhirnya mendahului Anggun keluar dari area parkir restoran mewah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2