Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Tamu Di Pagi Hari


__ADS_3

Hari kedua di toko


Tak seperti kemarin, pagi ini sebelum aku datang, seluruh karyawan dan calon karyawan sudah pada datang


Melihat motorku memasuki kawasan toko, mereka semua yang tadi duduk di atas motor dan yang duduk di depan toko langsung berdiri


Jumlah mereka yang banyak membuatku tidak mengingat nama mereka satu-satu terlebih karena ini baru hari kedua


"Ini buka tokonya!" ucapku sambil memberikan kunci pada salah satu karyawan yang cowok


Dengan sigap toko telah terbuka, dan karyawan yang kemarin langsung sigap membersihkan toko


Sedangkan yang baru aku suruh ikut denganku keruangan agak kebelakang


Tak banyak yang ku sampaikan, memperkenal diriku, memotivasi mereka untuk rajin bekerja dan juga menyampaikan sistem gaji mereka yang akan aku bayarkan perminggu


Dan juga akan ada bonus harian, tapi jumlahnya tidak tetap, tergantung ramai dan sepinya toko


Hal utama yang aku tekankan pada mereka adalah kejujuran dan keramahan. Apabila bertemu dengan customer yang ngeyel sebisa mungkin tetap layani dengan sopan, karena pembeli adalah raja


Berhubung hari ini mereka masih belajar, sebenarnya mereka semua masih belajar jadi aku kasih waktu mereka hari ini untuk bekerja full seperti teman mereka yang kemarin. Barulah ketika toko tutup akan aku bagi menjadi dua shif


Setelah selesai memberikan arahan mereka langsung bergabung dengan yang lain


Sama seperti kemarin toko mulai ramai ketika jam sepuluh pagi, dan hari ini aku telah meminta pada tiga karyawanku untuk berdiri di dekatku, menghitung belanjaan


Jam dua belas siang dua orang perempuan masuk dengan membawa dua kantong besar kresek berisi nasi dan agak sedikit kerepotan karena ramainya toko


Aku melambaikan tanganku pada seorang karyawan yang cowok yang segera cepat tanggap dengan mengambil alih kantong kresek tersebut dan membawanya masuk


Aku segera berjalan di antara para pengunjung melihat siapa saja karyawanku yang tidak terlalu sibuk, tapi kulihat masing-masing dari mereka tampak sedang melayani pembeli semua


Lalu aku berbisik pada seorang karyawan yang berdiri tak jauh dariku, memberitahunya untuk berbisik pada temannya yang lain untuk mengajak mereka makan siang


Ada sepuluh orang yang kulihat masuk kebelakang, dan aku memberi kode dengan mengangkat tangan kananku seakan-akan aku menunjuk jam dengan kode mulut berbicara pada mereka "makanya cepat ya...."


Mungkin karena tahu jika toko rame, mereka makannya juga cepat, dan langsung berganti dengan karyawan yang lain, sehingga tinggal orang sepuluh lagi yang belum makan termasuk tiga orang yang membantu menghitung belanjaan


Ketika ada tiga karyawan yang telah selesai makan tadi lewat aku menghentikan mereka untuk menggantikan tiga karyawan yang membantuku makan


Barulah setelah itu kami berempat ke belakang dan langsung makan. Kulihat yang lain tadi telah makan dengan lahap dan cepat


Sebenarnya ada rasa tak enak dalam hatiku melihat mereka makan dengan cepatnya, tapi mau bagaimana lagi

__ADS_1


Mungkin aku harus mengubah sistem kalau begini, kasihan jika gara-gara bekerja denganku mereka kena penyakit maag


Saat sedang makan aku iseng menghubungi pak Uki, memberitahu beliau bagaimana tokoku dua hari ini


"Awal yang sangat baik itu mbak Intan, saya senang mendengarnya"


"Alhamdulillah pak dan kalau tidak ada halangan malam nanti saya akan ngirim orderan lagi sama bapak"


"Dengan senang hati mbak Intan, saya akan langsung menghubungi pihak produksi besok"


Aku tersenyum lebar mendengar antusiasme beliau lalu segera menyudahi makan siangku


Sama seperti kemarin, Meka dan Bobbi diantar angkot langsung ke toko dan mereka aku suruh istirahat di satu ruangan yang tadi kami pakai untuk makan, di atas baru ada satu ruangan, dan itu dipakai untuk gudang, meletakkan stok barang yang juga sudah sejak tadi karyawanku hilir mudik mengambil barang jika stok yang dipajang berkurang


Hingga akhirnya jam sepuluh malam toko tutup, dan seluruh karyawan aku kumpulkan. Sambil mereka duduk santai aku membagi mereka menjadi dua kelompok agar besok langsung kerja menjadi dua shift


Bahkan aku telah meminta ayahku untuk mencarikan dua orang tetanggaku untuk jadi juru parkir karena dua hari ini motor tidak teratur letaknya


Dan aku kembali meminta seluruh karyawanku untuk mengecek stok barang yang dipajang dan juga yang ada di atas agar memudahkan ku untuk memesan barang kembali dengan pak Uki


Jam sebelas kurang barulah kami semua pulang, dan kembali Ibrahim, Rian dan Dani yang membantuku menghitung uang


"Baru dua hari saja sudah segini hasilnya kak... Bagaimana sebulan?" ucap Dani berdecak kagum


Aku tersenyum mendengar ucapannya


Mereka bertiga mengangkat jempol ke arahku.


"Nggak pernah live lagi dong kak?" tanya Ibrahim


Aku menggeleng


"Bagaimana jika besok aku kak yang live pakai akun kakak, biar yang iri sama kakak langsung struk?" ucap Ibrahim dengan nada emosi


Aku terkekeh lalu merangkul bahunya


"Biarkan dek, nantikan mereka tahu sendiri tanpa harus kita yang woro-woro"


"Betul tuh kak, kemarin aku lihat ada yang live, ya kan kak?"


Aku mengangguk membenarkan ucapan Rian


Lalu bersama mereka aku mengecek stok barang di atas dan mengecek stok yang terpajang, bukan tidak percaya dengan yang dilaporkan karyawan tadi, tapi khawatir saja karena mereka masih belum faham

__ADS_1


Dan benar saja, ada selisih nama dan jumlah, dan itu aku maklumi karena selain baru juga mereka belum faham nama barangnya


Bahkan kami berempat sampai tertawa terpingkal ketika membaca catatan karyawan yang menyebutkan nama barang menggunakan bahasa mereka


Meka dan Bobbi yang telah nyenyak menyulitkan aku untuk membangunkan mereka hingga akhirnya Ibrahim yang turun tangan


Setelah kami semua masuk ke dalam ruko barulah Ibrahim dan dua temannya pulang


...----------------...


Pagi ini ketika aku akan berangkat ke toko, sebuah mobil yang aku kenal masuk ke halaman ruko


Aku yang sudah duduk di atas motor terpaksa turun kembali dan membuka helm ku


Aku menelan ludahku ketika melihat siapa yang turun duluan


"Mas Arif...." batinku


Tak lama menyusul turun kedua orang tuanya mas Arif


"Ma......" sapa mas Arif yang berjalan ke arahku


Aku mencoba tersenyum mendengar sapaannya dan menyambut uluran tangannya


"Sudah mau berangkat Ntan?" tanya papanya mas Arif ketika aku mencium punggung tangan beliau


"Iya pa, tapi bisa nanti kok, yuk masuk dulu"


Selesai membuka rolling ruko aku mempersilahkan mereka bertiga masuk dan segera menelepon Ibrahim agar mengambil kunci toko, agar dia yang mengawasi karyawan selama aku belum kesana


Aku menggelar karpet agak ke tengah agar duduk mas Arif dan orang tuanya lebih nyaman


Mata mamanya mas Arif langsung memutari ruangan begitu tadi beliau masuk, dan aku tidak mempermasalahkan itu, biarlah. Biar beliau tahu bahwa aku ada usaha


"Kuncinya kak....." ucap Ibrahim yang masuk dan hanya menoleh sekilas kearah mas Arif dan kedua orang tuanya, lalu dia segera berlalu


Aku lihat jika tadi senyum mas Arif sama sekali tidak dibalas dengan Ibrahim, aku tahu jika adikku sangat marah dengan kelakuan mas Arif padaku


"Kabarnya kamu sudah buka toko, dimana?"


Aku tersenyum mendengar pertanyaan mamanya mas Arif


"Iya ma, nggak jauh dari sini"

__ADS_1


"Pasti uangnya Arif yang kamu pakai"


Senyum yang tadi mengembang di wajahku seketika lenyap mendengar ucapan ketusnya


__ADS_2