Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
NIKAH DINAS


__ADS_3

Setelah memastikan jika Ibrahim baik-baik saja, Mario kembali bilang padaku jika dia akan melanjutkan tidurnya. Dan aku yang mempersilahkannya kembali naik ke kamarku, memilih membuka rolling karena aku ingin membujuk suasana hati Ibrahim yang masih tampak kesal padaku


Aku telah menelepon para kasir jika hari ini aku tidak ke toko, aku akan stay di ruko. Jadi yang menggantikan tugas ku mengecek toko nanti adalah Ibrahim


Walau kesal, Ibrahim tidak ada pilihan lain selain menuruti perintahku. Dan dia seharian ini terus mendiamkan ku walau aku sudah berusaha untuk mengajaknya ngobrol


Dani dan Reno yang mulai dengan pengantaran mereka hanya bisa nyengir karena Ibrahim masih bergeming ketika aku ajak ngomong


Siang hari barulah Mario bangun, dan langsung mengajakku ke rumah orang tuanya. Dan tentu saja kedatanganku kerumah orang tua Mario disambut mereka berdua dengan sangat antusias


“Mario tidur di tempat Intan ma, makanya baru pulang sekarang”


Mama dan papanya Mario mengangguk, dan mereka tidak menaruh curiga sedikitpun pada kami berdua, karena dulu Mario juga pernah tidur di rumahku ketika dia pulang dari tempatnya berdinas. Dan saat itu Mario meyakinkan orang tuanya jika kami tidak melakukan apa-apa, dan sepertinya orang tua Mario memang sangat mempercayai anaknya tersebut


“Mama sudah mempersiapkan baju untuk kamu pakai besok” ucap mama Mario sambil menarik tanganku masuk kedalam kamar pribadinya


Beliau langsung membuka lemari dan mengeluarkan kemeja putih lengkap dengan rok berwarna hitam padaku. Selain itu beliau juga memberikan sebuah buku padaku


“Kamu pelajari ini, biasanya nanti kamu akan diberi pertanyaan dan beberapa tes”


Aku mengangguk dan menerima itu semua. Lalu beliau mengajakku duduk di ranjang, dan beliau langsung mengusap kepalaku ketika kami sudah duduk


“Terima kasih ya Ntan karena akhirnya kali ini kamu setuju untuk menikah dengan Mario”


Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku. Kulihat mata beliau tampak berkaca-kaca

__ADS_1


“Aku masih nggak nyangka ma jika akhirnya aku dan Mario akan bersatu. Mama tahu sendiri begitu banyak rintangan yang kami hadapi selama ini”


Mama Mario menggenggam erat tanganku


“Bismillah Intan, In Syaa Alloh semua yang diawali dengan niat ibadah akan berlabuh di muara yang tepat. Dan mama yakin, kali ini memang Alloh lah yang mengingin kan kalian bersatu. Untuk itu jangan hindari takdir ini, tapi hadapi dan syukuri”


Aku langsung memeluk beliau dengan haru


“Terima kasih ya ma karena selalu mendukung dan percaya sama aku”


Kurasakan beliau kembali mengusap kepalaku. Dan aku langsung menegakkan kepalaku ketika Mario tiba-tiba masuk kedalam kamar pribadi orang tuanya


“Dicariin disini rupanya”


Aku mengusap kasar wajahku yang tadi tak sengaja ada air mata yang lolos


Aku tersenyum dan mengangguk. Lalu aku memamerkn buku yang tadi diberikan mama padaku


“Alah, praktis itu belajar sama aku” ucapknya sambil segera menarik tanganku dan membawaku lari keluar dari dalam kamar mamanya


Aku terkekeh ketika Mario terus menyeretku naik ke kamarnya, dan begitu aku masuk ke dalam kamar Mario, Mario langsung menutup rapat pintu dan langsung menguncinya.


Dengan cepat ditariknya tanganku yang akan berjalan kearah jendela, dan dengan cepat pula Mario langsung melahap bibirku


Aku yang kaget dengan serangannya berusaha untuk tertawa tapi tak bisa, karena Mario tak memberikanku waktu untuk tertawa. Dia terus saja menyesap bibirku dengan rakus

__ADS_1


“Lebih dua puluh empat jam aku menahannya” ucap Mario ketika ciuman kami lepas


Aku terkekeh dan memukul lengannya. Lalu kembali dengan cepat Mario menarik tanganku dan membawaku berguling di atas ranjang. Tawa berderai keluar dari mulut kami masing-masing karena kami sudah saling melempar bantal


“Aku sudah tak sabar menunggu sampai kamu sah menjadi istriku” ucap Mario dengan suara serak ketika dia berhasil mendekapku


Aku menahan ludah dan berusaha mengusap-usap punggungnya ketika aku merasakan ada yang aneh dibagian tubuh Mario


“Sabar, sebentar lagi…..” bujukku


Mario bukannya melepas dekapannya padaku melainkan semakin erat mendekap ku


Pagi ini, orang tua ku dan orang tuanya Mario ikut mengantarkan kami di sidang pra nikah yang diadakan di instansi pemerintahan tempat Mario bernaung


Ternyata tak hanya kami saja yang akan menjalani sidang pra nikah ini, ada tiga pasangan lainnya yang juga sama-sama akan menjalani sidang seperti kami


Aku begitu deg-degan ketika menunggu giliranku, tapi semangat dan dukungann yang diberikan Mario dan juga kedua orang tua kami, membuatku agak sedikit berani


Dan ketika giliranku, kedua orang tua kami ikut masuk menyaksikan. Sedangkan aku dan Mario duduk di hadapan empat orang yang bertugas sebagai pemimpin sidang BP4R ini. Ada begitu banyak wejangan dan nasihat dari mereka, terutama untukku dari ibu ketua Bhayangkari. Karena nantinya aku akan mendapatkan peran ganda, sebagai istri dan ibu rumah tangga, nanti aku juga akan berperan membantu tugas suamiku dalam pelaksanaan tugasnya. Dan aku pun dituntut untuk memahami dan mendukung tugas suamiku kelak


Selesai dari berbagai rangkain tes dan wawancara yang aku ikuti, akhirnya selesai juga acara sidang pra nikah hari ini. Dan kembali kami empat pasang calon yang disidang tadi duduk bersama kembali dengan keluarga masing-masing dan acara dilanjutkan dengan doa dan penutup. Setelah sebelumnya dibacakan dan ditandatanginya juga fakta integritas sidang BP4R dilanjutkan dengan pembacaan penetapan hasil putusan sidang, barulah setelah itu kami mendapatkan surat persetujuan yang bisa kami bawa ke KUA sebagai syarat pengajuan pernikahan kami nanti


Mario dan aku langsung menarik nafas lega setelah semuanya selesai. Dan ketika kami keluar dari dalam ruang sidang, orang tua kami langsung mendekap kami dengan hangat


“Sekarang tidak ada satupun yang bisa membuat kamu berpaling dari aku” bisik Mario ketika hanya tinggal kami berdua yang belum naik mobil

__ADS_1


Aku tersenyum dan menatap matanya dengan penuh rasa cinta. Begitupun Mario, dia tersenyum dalam padaku, dan mengusap kepalaku


“Calon Istriku, Intan Permata Sari…….” lirihnya


__ADS_2