
"Kamu sini!" ucap Mario sambil menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam sebuah kamar
Aku kembali hanya bisa menelan ludahku ketika Mario melepas tanganku dan membuka lemari
Dan aku hanya bisa melihat yang Mario lakukan ketika dia meletakkan album foto di atas tempat tidur
"Ini istriku, dan ini foto pernikahan kami"
Aku duduk di dekat album foto yang dibuka Mario lalu melihat foto yang ditunjuknya
"Kami menikah di rumah sakit karena saat itu istriku sudah divonis dokter tidak akan bertahan lama karena sakit kanker yang dideritanya"
Aku menutup mulutku mendengar ucapan Mario
"Untuk memberikan kebahagiaan disisa umurnya makanya aku menikahinya dan dua bulan setelah itu istriku meninggal"
Aku makin tak berani bersuara dan hanya bisa menatap sedih kearah Mario yang tercenung menatap foto pernikahannya
"Maya tahu jika aku tidak mencintainya, dan dia juga tahu jika aku menikahinya karena ingin membahagiakannya, tak lebih dari itu"
Aku yang menatapnya kian merasa kasihan padanya
"Maafkan Mario, bukan maksud aku ingin membuka luka lamamu" lirihku
Mario menoleh padaku sambil menggeleng, kulihat ada air mata yang menggenang di pelupuk matanya
Refleks aku segera merangkulnya dan mengelus-elus punggungnya
"Sabar, aku yakin kamu pasti akan menemukan wanita yang selama ini kamu cari"
Kurasakan Mario makin erat mendekap ku dan nafasnya mulai memburu
Dan aku yang merasa gelagat mencurigakan dari bahasa tubuh Mario berusaha melepas dekapannya
Dan Mario yang tersadar segera melepas dekapannya padaku lalu menggeser duduknya dan tersenyum kaku
"Keluar yuk?" ajak ku
Mario mengangguk, sebelum Mario menutup album foto yang ada di pangkuannya aku menghentikan gerakan tangannya
Aku amati wajah cantik istri Mario, walau saat itu ada selang di sela hidungnya tapi itu tidak mengurangi kecantikan wajahnya yang saat itu mengenakan kebaya putih
"Dia cantik" lirihku sambil tersenyum
Mario membalas senyumku lalu menutup album tersebut dan mengembalikannya kedalam lemari
__ADS_1
Lalu kami kembali ke tempat duduk kami, dan kembali Mario duduk di sebelahku
"Masih mau dikembalikan?" tanya Mario sambil mengambil kantong kresek di atas meja
Aku diam tak menjawab
"Kan sudah aku bilang, aku beli ini khusus untuk kamu, agar suami kamu tidak melirik perempuan lain lagi jika kamu jauh lebih cantik dari sekarang"
Aku mendecak dan memasang wajah masam
"Bagiku kamu tetap cantik walau tidak ber make up sekalipun" goda Mario sambil menyentil hidungku
Refleks aku memukul lengannya yang membuatnya tergelak
"Kamu lapar nggak Ntan?" tanya Mario yang kembali berdiri dan kembali berjalan kearah belakang
Tak lama terdengar olehku suara seperti Mario menghidupkan kompor, dan itu memancingku berjalan kearahnya
"Kamu mau ngapain Yo?"
Mario menoleh, kulihat dia tengah menuangkan minyak sayur kedalam wajan
"Masa kamu sekali bertamu ke rumahku, tapi kamu nya kelaparan" ucap Mario sambil menuangkan adonan telur kedalam wajan yang telah panas
Dengan cepat aku mengambil spatula di tangannya dan memintanya untuk duduk
Aku tidak menyadari jika saat itu jakun Mario naik turun melihat leher dan tengkukku
Selesai dengan menggoreng telur aku membuka kulkas yang ternyata isinya kebanyakan makanan instan. Lalu aku menoleh kearah Mario yang nyengir karena aku memandangnya dengan tatapan tak suka
"Nggak baik buat kesehatan" ucapku mendecak karena aku sama sekali tidak menemukan adanya sayur fresh
"Aku kan tinggal sendirian Ntan, jadi jarang makan di rumah"
Aku mengeluarkan sosis dan nugget lalu menggorengnya dan aku celingukan mencari kira-kira apalagi yang bisa aku olah
Karena tak menemukan apa-apa, jadilah tiga jenis itu yang aku masak, lalu aku membuka rice cooker nya dan mengisikan nasi kedalam piring, meletakkan di atas meja dan menuangkan air kedalam gelas
"Yuk dimakan" tawarku sambil terkekeh seolah-olah akulah tuan rumahnya
Dan Mario juga tertawa, dan tawanya itu mampu membuat jantungku berdebar tak karuan
Selanjutnya kami makan siang bersama dengan diselingi tawa
Dan ketika selesai makan, aku segera membereskan yang kotor dengan mencucinya
__ADS_1
Dan kembali aku tak menyadari jakun Mario yang naik turun kembali ketika melihat aku menggulung lengan bajuku
"Aw....." pekikku kaget ketika Mario tahu-tahu memelukku dari belakang
Segera aku memutar tubuhku, tapi ternyata itu justru kesalahan fatal buatku karena wajahku dan wajah Mario kini semakin dekat
Dan akhirnya kembali lagi perbuatan terlarang itu aku ulangi. Aku membalas setiap sentuhan lembut Mario pada bibirku
Dan aku semakin tak kuasa menolak ketika Mario semakin menekan kuat kepalaku agar tak menjauh darinya
Aku benar-benar mabuk dan semakin hilang kendali dan semakin mengalungkan kedua tanganku di leher Mario
...----------------...
Diperjalanan pulang, aku senyum-senyum sendiri mengingat bagaimana manisnya tadi bibir Mario yang kurasakan
Dan getaran di dalam hatiku kian terasa aneh ketika aku mengingat bagaimana tadi Mario kembali menyatakan perasaannya padaku
"Ya Tuhan, tolonglah aku...." batinku kalut
Hp ku berdenting tanda pesan masuk
kabarin aku jika kamu sudah sampai rumah❤️
Aku tersenyum membaca pesan yang dikirim Mario
"Ya Tuhan, baru saja kami berpisah tapi kenapa hatiku sudah merindukannya?" rutuk ku dalam hati
"Apakah aku kembali jatuh cinta?"
Aku segera mengusap wajahku berusaha membuang pikiran tentang Mario
Dan kembali dadaku berdebar ketika aku teringat bagaimana tadi Mario mendekap ku dengan erat. Rasanya dekapannya masih terasa sampai saat ini
Suasana dingin perjalanan sore menjelang malam ini mengalahkan hatiku yang hangat oleh perasaanku yang kian tak menentu
"Mario....mengapa kita harus bertemu lagi" batinku yang mencoba mengajak otakku untuk berpikir realistis tentang statusku
terima kasih untuk hari ini ya Ntan
Kembali aku tersenyum membaca pesan kedua Mario
aku juga terima kasih Yo. Kamu telah mengembalikan kebahagiaanku
Setelah itu kembali aku fokus menatap keluar jendela yang tertutup, melihat indahnya lampu di kejauhan
__ADS_1
Berusaha untuk melupakan kebahagiaan yang aku rasakan bersama Mario tadi hingga akhirnya aku terlelap