
"Ayo...." ucap beliau dengan merentangkan sedikit tangannya memintaku berjalan duluan
Aku bergeming dan menatap kearah beliau dengan bingung. Pak Uki tersenyum
"Kita jalan barengan saja kalau begitu" ucap beliau yang tahu kebingunganku
Segera kami berjalan bersebelahan dan berhenti di depan sebuah mobil mewah berwarna hitam
"Ayo mbak" kembali pak Uki berkata sambil membuka pintu mobil bagian tengah untukku
Aku segera masuk kedalam mobil tersebut sementara pak Uki berjalan memutar dan masuk juga kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi
"Bagaimana perjalanannya mbak?" tanya beliau sambil melihat ke kaca spion
"Lumayan menegangkan pak....." jawabku jujur
Beliau tersenyum mendengar jawabanku
"Kita mampir makan siang dulu, karena saya yakin mbak pasti belum makan"
Aku tertawa kecil mendengar tebakan beliau dan beliau juga tertawa
Sepanjang jalan pak Uki banyak bertanya padaku, orangnya sangat ramah, padahal kami hanya kenal lewat hp dan baru bertemu sekarang tapi beliau bisa membuat suasana obrolan hidup sehingga seakan-akan kami telah kenal lama
Sekitar seperempat jam kemudian mobil yang dikemudikan pak Uki berhenti di sebuah restoran
Dan aku segera membuka pintu mobil tanpa menunggu pak Uki yang membukakan padahal beliau sudah berjalan memutari mobil
Kembali beliau memintaku berjalan duluan yang akhirnya kembali kami berjalan bersebelahan karena aku kagok
Seorang pelayan datang dan memberikan buku menu padaku, dan aku langsung melihat daftar menu makanan yang ada di restoran ini, begitu juga dengan pak Uki
Kami makan dengan tenang, dan mengobrol ringan, belum membahas arah bisnis kami, karena mungkin saja pak Uki tahu jika aku lelah
Selesai makan siang kembali kami masuk ke dalam mobil
"Mbak Intan langsung saya antar ke hotel saja ya, kebetulan hotelnya sudah saya reservasi kemarin" ucap beliau yang membuatku kaget
"Terus rencana nengok barang-barangnya kapan pak?" tanyaku
"Nanti jam empat saya jemput lagi, kita lihat-lihat yang dekat-dekat saja dulu, besok pagi baru mbak saya bawa ke distributornya langsung"
Aku menganggukkan kepalaku dan menurut saja pada planning pak Uki, karena aku yakin semua sudah beliau pikirkan
Ketika sampai di lobby hotel, aku meminta pak Uki yang berjalan di depan karena beliau yang telah me reservasi hotel, tentulah beliau yang lebih berwenang meminta kunci pada resepsionis
Selagi pak Uki berbicara pada resepsionis aku menunggu di kursi. Tak lama pak Uki berjalan ke arahku dengan seorang porter hotel
"Tolong antarkan saudara saya ini ke kamarnya" ucap pak Uki sambil memberikan tip pada porter tersebut
"Pak Uki tunggu!!" ucapku ketika beliau akan pergi setelah berpamitan denganku
"Ya mbak?" tanyanya
Aku segera berjongkok dan membuka koper yang kubawa dan mengeluarkan bungkusan yang kemarin dititipkan pak Bayu pada Rian
"Titipan pak Bayu" ucapku sambil menyerahkan bungkusan tersebut kearah pak Uki yang wajahnya langsung berseri-seri
"Papa sama mama masih saja tak berubah" ucapnya sambil melihat bungkusan itu
"Itulah namanya orang tua pak, selalu sayang sama anaknya" jawabku
__ADS_1
Pak Uki mengangguk sambil masih tersenyum memandangi bungkusan tersebut
"Ya sudah terima kasih ya mbak, selamat istirahat, nanti begitu jam kantor saya bubar, saya jemput mbak lagi kesini"
Aku menganggukkan kepalaku lalu berjalan mengekor di belakang porter yang menarik koperku
----------------
Sebelum jam empat aku telah siap, aku telah mandi dan telah berganti pakaian
Aku memakai celana jeans agar memudahkan ku dalam berjalan yang dipadukan dengan kaus warna putih ditambah pula dengan outer kemeja oversized, tak lupa aku juga memakai sneakers, rambut sebahu ku, aku ikat dengan jepit kemudian aku langsung turun kebawah setelah sebelumnya aku memoles sedikit wajahku dengan bedak dan lipstik warna nude dan tak lupa aku juga membawa sling bag agar memudahkan ku menyimpan dompet dan hp
Ketika aku berjalan keluar dari kamar dan berjalan menuju lift hp ku berdering
"Iya pak, aku sudah mau turun ini" jawabku sambil segera masuk ke dalam lift
Tak butuh waktu lama aku telah sampai di lobby, dimana aku lihat pak Uki duduk di kursi lobby
Aku tersenyum kaku kearah beliau yang melihat ke arahku yang berjalan kearahnya
"Umur berapa sih mbak?" tanyanya tanpa berkedip ke arahku
Aku mengernyitkan keningku mendengar pertanyaannya yang membuat beliau seperti tersadar dengan ucapannya
"Ah maaf, hanya nggak nyangka aja melihat mbak berpenampilan kaya gini" lanjutnya tertawa basi
Aku ikut tersenyum dan berjalan di sebelah beliau dan kembali kami masuk mobil dan beliau mengemudikan mobilnya
Kembali sepanjang jalan beliau berkata tentang tujuan kami kali ini
"Kita turun mbak" ucap beliau yang melepas seat belt nya
Seorang pria paruh baya menyambut kami dan beliau tampak akrab dengan pak Uki, terbukti dari mereka yang langsung berjabat tangan dan mengobrol hangat
Owner pemilik toko besar ini segera melambaikan tangannya kearah pegawainya yang segera mendekati kami
"Bawa mbak Intan ini keliling toko kita, kasih tahu sama beliau apa saja yang kita jual, kamu tahukan tugas kamu?"
"Tahu bos" jawab perempuan muda itu sambil menganggukkan kepalanya, lalu aku segera berjalan dengannya. Masuk dan berkeliling di toko aksesoris besar ini
Melihat begitu banyak dan bagusnya aksesoris disini membuat jiwa belanjaku sebagai perempuan meronta
"Jangan kalap mbak...."
Aku refleks menoleh kearah pak Uki yang tiba-tiba telah berdiri di belakangku
Aku terkekeh dan memamerkan kalung yang ada di tanganku pada pak Uki
"Pilihlah apa yang mbak mau, nanti saya yang bayar" jawabnya sambil ngeloyor pergi
Mulutku membulat dan tak menjawab apa-apa sampai pelayan yang bersamaku menyadarkan ku
"Ayo bu, kita lihat yang lainnya"
Aku tergagap dan menganggukkan kepalaku hingga hampir malam barulah kami selesai di toko ini
"Loh aksesoris kalung tadi mana mbak?" tanya pak Uki saat kami akan keluar dari toko ini tapi aku tidak membawa satupun barang yang ku beli
"Nggak ada, kan tujuan kita kesini melihat-melihat dulu, dan saya sudah punya semua catatan dan gambar barang apa saja yang akan saya pesan"
Pak Uki menggelengkan kepalanya, dan refleks dia menarik tanganku membawaku masuk kembali kebagian kalung yang tadi aku lihat
__ADS_1
Aku hanya bengong ketika beliau menarik tanganku dan dilepasnya ketika sudah berada di bagian kalung
"Yang mana tadi kalungnya?" tanyanya menoleh ke arahku yang masih kebingungan
"Hei, kok malah bengong" ucap beliau yang membuatku tergagap
Aku segera menunjuk kalung yang tadi aku lihat dan pak Uki langsung memberikannya padaku dan segera berjalan kearah kasir
"Terima kasih ya pak" ucapku ketika kami sudah di dalam mobil
Beliau hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu beliau kembali menjalankan mobilnya
"Lanjut besok saja ya mbak, malam ini kita jalan-jalan aja dulu" ucapnya yang terus melajukan mobil menuju pusat perbelanjaan
Disebuah mall besar pak Uki menghentikan mobilnya dan kembali kami turun
"Mau belanja sendiri apa saya temani?" tanya beliau ketika kami telah berada di dalam mall
Aku tidak menjawab melainkan tersenyum
"Ayo...." ajak beliau yang kembali menggenggam tanganku dan membawaku berjalan
Dan kembali aku harus menelan ludahku karena perlakuan refleksnya yang membawaku kebagian sepatu
"Mbak sukanya model apa?, pilih aja" ucap pak Uki yang tampak memilih-milih sepatu
Aku segera berjalan pelan mengelilingi rak-rak sepatu
"Mbak, kalau ini cocok tidak yah untuk mama saya?" taya pak Uki yang membawa dua pasang sandal ke arahku
Aku melihat dan menimbang-nimbang lalu aku menggeleng
"Bisa mbak bantu saya memilih mana yang cocok untuk mama saya?" tanya beliau yang ku jawab dengan anggukan pasti
Jadilah kami berdua berkeliling mencari model sandal yang cocok untuk mamanya pak Uki, tak lupa pak Uki juga membelikan papanya sepatu
"Mama sama papa pasti senang" ucapnya
Aku mengangguk dan kembali kulihat matanya bersinar bahagia
"Mbak pilih aja, tenang nggak usah khawatir, saya yang traktir" tambah beliau yang membuatku tersipu malu
Lalu pak Uki menemaniku memilih sepatu yang kusukai, setelah dapat kami lalu berpindah kebagian tas
"Wanita itu kan suka sekali sama tas" sambung beliau yang kembali membuatku terkekeh
Kembali beliau memintaku memilihkan tas untuk mamanya dan juga lagi-lagi aku diminta beliau memilih sendiri tas untukku
Tak terasa cukup lama kami berada di mall ini, dan keluar karena mall akan tutup
Sambil tertawa karena kelupaan kami sama waktu, kami keluar dari dalam mall
"Kita cari makan dulu mbak, ini sudah lewat jam makan malam" ucap pak Uki yang menjalankan mobil mencari restoran terdekat dari mall tempat kami saat ini
Jam sebelas malam aku diantar beliau kembali ke hotel, sebelum aku turun aku mengucapkan terima kasih karena beliau sudah mau mengajakku jalan-jalan malam ini
Pak Uki tersenyum ketika aku melambaikan tanganku kearahnya sebelum masuk kedalam hotel
Sekarang aku telah menenteng lima paper bag yang berisikan belanjaanku dan juga oleh-oleh dari pak Uki untuk kedua orang tuanya
Sebelum tidur aku membuka hp sebentar, melihat foto kedua anakku baru setelahnya aku memejamkan mataku
__ADS_1