Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Nasihat Pak Uki


__ADS_3

Pagi ini aku mendapat telpon jika orang yang kemarin menengok rumahku akan datang ke rumah dan akan membicarakan masalah rumah ini kembali, dia mengatakan jika dia tertarik dengan rumah kami dan kemungkinan besar akan memberikan DP


Aku senang sekaligus bercampur sedih ketika mendapat telepon dari orang tersebut, satu sisi tentulah aku sayang dengan rumah ini, tapi sisi lain mungkin ini adalah yang terbaik agar antara aku dan mas Arif tidak ada saling mengungkit dikemudian hari


Selesai mendapatkan telepon dari orang yang akan membeli rumah kami, aku segera membereskan rumah seperti biasanya, dan karena ini adalah hari minggu, jadi sudah menjadi kebiasaan jika aku akan memberi kebebasan pada kedua anakku untuk bangun siang


Selagi aku sibuk di dapur, kembali hp ku berdering yang harus kembali membuatku kembali keruang depan dimana tadi hp aku letakkan di atas lemari


"Nomor baru?" gumamku ketika melihat layar hp yang tertera menampilkan nomor baru yang tidak kukenal


Dengan sedikit ragu aku mengangkat panggilan tersebut


"Halo, assalamualaikum, ini siapa ya?"


"Oh, waalaikumsalam mbak, ini saya Uki, yang kemarin ngobrol sebentar sama mbak"


Wajahku yang semula ragu langsung berubah sumringah ketika mengetahui siapa yang meneleponku


"Maaf mbak karena tidak jadi telepon malam tadi, takut ganggu, lagian semalam saya juga lembur"


Kembali aku tersenyum mendengar alasan pak Syauqi


"Tidak apa-apa pak, oh iya pak apa ada yang akan dibicarakan?"


"Aduh saya serasa sangat tua mbak dipanggil pak" terdengar suara terkekeh dari seberang yang membuatku ikut tertawa juga


"Tidak apa-apa pak, biar sopan" jawabku memberi alasan


"Ya terserah mbak ajalah kalau begitu" jawab pak Uki yang membuatku kembali tersenyum


"Saya sudah kirim beberapa gambar dan file bisnis yang sedang saya jalankan, atau jika mbak ada ide lain, kita bisa sharing"


Aku segera melihat bilah status yang menunjukkan ada pesan masuk dari nomor baru


"Siap pak, nanti akan saya lihat dan saya pelajari"

__ADS_1


"Baiklah jika begitu mbak, semoga kita bisa bekerja sama ya mbak"


"Aamiin ....."


Setelah itu panggilan berakhir dan aku langsung berjalan kearah sofa dan melihat pesan yang dikirimkan oleh pak Syauqi padaku


Ada banyak pesan yang dikirimkan oleh beliau dan rata-rata disertai dengan gambar yang membuatku kian tertarik hingga jiwa dagangku kian meronta


Karena pekerjaanku belum selesai aku hanya melihat pesan gambarnya saja dan belum membuka file tentang berbagai macam bisnis yang bisa aku pelajari


terima kasih pak untuk pesannya, In Syaa Alloh nanti akan saya pelajari setelah pekerjaan rumah saya selesai


Setelah mengirimkan pesan tersebut aku kembali melanjutkan pekerjaanku sampai akhirnya Meka dan Bobbi bangun dan langsung sarapan


Menjelang siang orang yang akan membeli rumah kami sampai, karena kemarin dia sudah melihat secara keseluruhan, jadi hari ini kedatangan mereka hanya untuk memastikan padaku jika mereka benar-benar akan membeli rumah ini


Mereka memberikan DP sepuluh persen padaku sebagai uang muka dan sisanya akan mereka lunasi dua bulan yang akan datang


Setelah aku memberikan kwitansi sebagai bukti pembayaran akhirnya mereka pulang, dan tinggallah aku yang termenung karena akhirnya batas aku dan anak-anak menunggu rumah ini tinggal dua bulan lagi saja


Mulailah aku membuat segala rincian akan aku apakan saja uang bagianku, kalau bagian Meka dan Bobbi aku prioritaskan untuk biaya sekolah mereka


Hingga akhirnya aku mulai merencanakan jika aku akan membeli rumah sebagai ganti tempat tinggal kami, tidak perlu besar yang penting bisa untuk kami berteduh, selebihnya akan aku gunakan untuk memulai usahaku


Aku sudah rembukan dengan keluargaku, awalnya orang tuaku memintaku untuk kembali lagi ke rumah mereka agar uang yang akan aku gunakan untuk membeli rumah lebih baik aku gunakan untuk modal


Setelah mempertimbangkan nasihat kedua orang tua dan kakakku akhirnya aku menurut, dan aku mencoret daftar pertama untuk membeli rumah


Setelah memantapkan niat hendak bergabung dengan pak Uki, aku lalu berkonsultasi pada beliau yang sudah berpengalaman dalam berbisnis


"Bagaimana jika mbak Intan membuka jasa pengiriman paket saja?, bukankah sekarang orang-orang lebih suka belanja online, jadi mbak tidak usah keliling mengantarkan pesanan, mbak bisa meminta karyawan mbak saja"


"Tapi aku belum ada skill nya pak untuk membuka bisnis ini?"


"Tenang saja mbak, saya akan bimbing mbak Intan sampai mbak berhasil, untuk tahap awal jika mbak masih kekurangan modal mbak bisa buka di rumah dulu, dan jika memang sudah berjalan nanti saya akan memberi modal pada mbak"

__ADS_1


Aku makin semangat setelah mendapatkan motivasi dari beliau. Segeralah aku mengajak adik bungsuku yang sudah tamat sekolah agar membantuku bekerja


Segeralah aku memulai bisnis membuka jasa pengiriman paket ini atas arahan dan bimbingan pak Uki, beliau semua yang mengurusinya dan setelah deal aku tinggal menjalankan


Dalam sebulan jasa pengiriman paketku sudah berkembang pesat dan aku masih membuka jasa di rumahku karena aku belum pindah ke rumah orang tuaku, karena aku masih memiliki jatah satu minggu lagi.


Dan hari ini, adalah hari ke empat puluh lima hari bisnisku berjalan, dan sekarang aku tidak mengantarkan pesanan pelanggan sejak sebulan yang lalu, karena sudah ada adikku dan dua orang temannya yang menjadi karyawanku


Aku telah memberitahu semua pelangganku melalui video yang aku tayangkan secara live, dan aku bilang sama mereka jika pesanan mereka akan diantar oleh adikku dan temannya. Dan saat itu adikku dan temannya aku paksa ikut masuk juga kedalam video live ku, agar para pelangganku tahu dan mengenal adikku dan dua temannya


"Mbak ada telpon....." teriak adikku ketika aku di dalam kamar mandi


Dengan cepat aku keluar dari kamar mandi dan menerima panggilan dari pak Uki


"Saya lihat makin bagus mbak prospeknya, apa belum ada niatan mbak untuk nyewa ruko?"


Aku diam sebentar mendengar pertanyaan pak Uki


"Nanti saya pikir lagi pak, karena kebetulan setengah bulan lagi, saya juga akan pindah dari rumah ini" jawabku


Mulailah pak Uki bertanya mengapa aku pindah, dan aku menjelaskan sekilas jika rumah itu aku jual dan aku akan kembali ke rumah orang tuaku


"Saran saya bagaimana jika mbak nyewa ruko saja, dan juga jika mbak tidak keberatan bagaimana jika saya meminjamkan mbak modal berupa barang dagangan yang nanti bisa mbak jual di toko mbak"


Kembali aku terdiam, aku belum sekalipun bertemu secara langsung dengan pak Uki, hanya melalui telepon dan sesekali video call, bagaimana beliau begitu percaya meminjamkan saya modal? batinku


"Saya tahu mbak Intan bingung, tapi mbak tak perlu jawab sekarang, mbak bisa pikir-pikir dulu, rencananya saya ingin mbak datang kesini, mbak belanja apa saja yang sering dipesan oleh pelanggan mbak, dan nanti mbak buka toko, jadi ketika pelanggan mbak ingin mencari barang yang mereka inginkan, mereka bisa datang ke toko mbak, dan sepanjang pengalaman saya mbak, orang itu kalau belanja tak cukup satu, mereka akan mengambil barang yang lainnya juga, apalagi jika barang yang kita jual murah"


Aku menganggukkan kepalaku membenarkan yang beliau katakan. Pada beliau aku katakan jika akan memikirkan ide beliau dan secepatnya mengabari beliau


Hingga akhirnya kurang lima hari pembayaran rumah kami, aku telah mengambil keputusan jika aku menyetujui saran yang disampaikan pak Uki, tentu saja sebelumnya aku meminta pendapat orang tua dan kakakku kembali, dan juga melihat respon para pelangganku ketika aku memberitahu mereka jika aku akan membuka toko


Melihat begitu banyaknya antusias dari para pelanggan dunia maya dan juga dunia nyata serta para tetanggaku, akhirnya aku memutuskan jika aku akan membuka toko perlengkapan rumah tangga hingga keperluan pakaian dalam satu ruko dengan harga di bawah lima puluh ribu


"Kapan mbak bisa ke ibukota untuk belanja?" tanya pak Uki yang kembali membuatku kaget

__ADS_1


"Hal yang baik harus disegerakan mbak, jangan menunggu besok" ucap beliau yang kembali membuatku bersemangat


__ADS_2