Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan
Yes, I do


__ADS_3

Mario terpaku melihat ke arahku yang menangis terisak. Dengan cepat ditangkupnya wajahku dengan menggunakan kedua tangannya


"Maafkan aku Intan, Aku tahu aku lancang, tapi aku tidak punya cara lain"


Aku hanya bisa menundukkan kepalaku dengan terus terisak


Dan Mario hanya bisa terduduk di kursi di sebelahku dengan menundukkan kepalanya


"Beribu jam aku lalui untuk melupakanmu Mario. Aku berusaha mati-matian untuk membuang mu dari dalam hatiku. Tapi Mengapa malam ini kau kembali memporak-porandakan pertahananku itu?"


Mario mengangkat kepalanya kemudian menoleh ke arahku


"Aku sudah belajar ikhlas Mario Melepaskan mu untuk perempuan yang pernah aku lihat di malam saat perempuan itu menggandeng tanganmu"


"Aku sudah belajar untuk menerima kenyataan Bagaimana perempuan itu menatap matamu dengan penuh rasa cinta. Tapi mengapa kau tidak menghargai perjuanganku Mario ?"


Kembali aku terisak dalam selesai Aku mengatakan kalimat tersebut


"Intan, sudah aku katakan bahwa aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan perempuan itu. Jika Aku memang mencintai perempuan itu, Aku tidak akan mungkin melamar mu kembali?"


Aku menarik nafas panjang mendengar pembelaan Mario .


"Entahlah Mario, Aku tidak tahu apa kamu jujur atau tidak. Tapi aku tahu kalau kamu memang tidak pernah bohong sama aku"


"Jika kamu tahu aku tidak bohong sama kamu, terus Mengapa kamu masih ragu sama aku ?"


Aku segera memutar badanku menghadap ke arah Mario


"Bukan ragu, tapi khawatir"


"Kamu mengkhawatirkan apa ?"


Aku menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Mario, kemudian aku membuang mukaku dan menatap lurus ke depan berusaha untuk menghapus sisa air mata di wajahku


"Kebencian kedua adikmu"


Sekarang giliran Mario yang menarik nafas panjang mendengar jawabanku


"Kamu tentu tahu bahwa kemarin Raisa dan Tasya itu kembali berulah di restoran lesehan ku. Aku tak ingin kejadian kemarin itu makin memperkeruh suasana. Dan sekarang Kamu kembali melamar ku dan ingin menikahi ku, aku yakin kebencian kedua adikku makin besar terhadap. Karena aku tahu sampai kapanpun kedua adikmu tidak akan pernah menyukaiku dan menyetujui aku menjadi kakak ipar mereka"


Mario memutar badannya menghadap ke arahku, kemudian menatap mataku dengan tatapan serius


"Aku tanya sama kamu, kamu hidup itu untuk diri kamu sendiri apa untuk kedua adikku?"


Lama aku terdiam mendengar pertanyaan Mario. Dan kudengar Mario kembali menarik nafas panjang


"Cukup Intan. Cukup kamu selalu memikirkan Bagaimana perasaan Tasya dan Raisa. Sedangkan kedua Adikku sama sekali tidak pernah memikirkan Bagaimana perasaan kita. Sekarang aku minta sama kamu, Berhentilah memikirkan perasaan kedua adikku. Tanya sama hati kamu, apa kamu masih mencintai aku atau tidak. Dan mau atau tidak kamu menikah denganku, itu saja yang saat ini aku butuhkan"


"Aku tanya sama kamu Intan, Apakah ada kamu merindukanku sekali saja sejak kamu memutuskan pertunangan kita ?"

__ADS_1


Aku kembali menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Mario yang sebenarnya tidak perlu aku jawab, karena dia sendiri pasti tahu jika aku sangat merindukannya


"Jawab aku Intan. Aku paling tidak suka didiemin!!"


"Jika aku merindukanmu kamu pasti merasakannya. Jika hatiku memanggil namamu, hatimu akan mendengar suara hatiku"


"Dan jika dirimu mengingatku, itu karena aku di sini sedang memikirkan mu"


"Sekarang aku tanya sama kamu dengan pertanyaan yang sama. Pernahkah kamu memikirkan dan merindukanku ?"


Mario tersenyum sambil menggelengkan kepalanya ke arahku


"Intan, Intan... Ini pertanyaan apa, hemm? tentulah setiap hari aku memikirkan mu"


Aku tersenyum getir mendengar jawaban Mario


"Karena ikatan batin kita sedekat jantung. Dan hati kita sedang merasakan getaran hati yang sama" sambung Mario


"Aku tanya sekali lagi sama kamu, mau tidak kamu menikah denganku ?"


Aku memalingkan wajahku mendengar pertanyaan Mario. Menarik nafas panjang kemudian kembali menatap lurus ke depan


"Apakah kamu pernah ingat Mario ketika waktu itu aku berangkat umroh ?"


"Kamu saat itu meminta aku untuk berdoa dan memanggil namamu. Dan itu memang benar-benar aku laksanakan"


"Di Jabal Rahmah, bahkan aku meminta kepada Allah untuk menunjukkan Siapa sebenarnya yang terbaik untuk menjadi jodohku. Tapi entah kenapa saat itu yang muncul dalam benakku adalah kamu"


"Dan aku hanya menganggap jika bayangan kamu yang muncul ketika aku berdoa di depan Ka'bah dan juga di Jabal Rahmah itu adalah ilusi ku semata"


"Dan aku terus berusaha mati-matian untuk membuang kamu dari hatiku. Aku yakin kamu akan jauh lebih bahagia dengan perempuan itu dibanding aku"


"Aku seorang janda beranak dua Mario. Bukan seorang wanita karir seperti perempuan itu. Aku juga tidak cantik, tidak juga menarik. Jadi apa yang kamu harapkan dari perempuan seperti aku?"


Mario segera menarik aku ke dalam dekapannya. Yang membuat aku kembali menarik nafas panjang ketika kepalaku menempel di dadanya


"Jangan pernah katakan kalimat itu lagi Intan, Aku sangat benci mendengarnya. Kamu tahu aku tidak pernah memikirkan kamu itu siapa dan kamu itu apa. Dari dulu kamu tahu bahwa aku mencintai kamu".


"Dan jika kamu berpikir aku mencintaimu sekarang karena kamu sukses menjadi bisnis woman itu salah. Karena aku mencintai kamu sama seperti aku mencintai kamu ketika kita masih sama-sama sekolah dulu"


Tanpa bisa aku cegah, tanganku membalas dekapan Mario. Dan kian menempelkan kepalaku di dadanya


"Aku mencintaimu Mario, sangat mencintaimu" lirih ku


"Aku tahu kalau kamu sangat mencintaiku Intan. Jika kamu tidak mencintaiku, tidak mungkin kamu mau ku dekap seperti ini"


Aku segera mencubit dada Mario mendengar jawaban percaya dirinya, yang membuat Mario terkekeh.


"Jadi kamu mau kan menikah denganku?" tanya Mario kembali yang ku jawab dengan anggukan kepala. Kemudian aku mendongakkan kepalaku sehingga mata kami kembali beradu

__ADS_1


"Aku mencintaimu Intan"


Aku tidak menjawab pernyataan cinta Mario. Melainkan kembali mengeratkan tangan kananku mendekap tubuhnya


Dekapan kami berdua refleks terlepas ketika sinar motor Dani menyala


Dan aku buru-buru merapikan rambut dan bajuku


"Kami pulang Kak" pamit Reno dan Dani ketika mereka berhenti di atas jembatan yang tak jauh dari tempat kami duduk


Aku menganggukkan kepalaku kemudian bilang pada mereka untuk berhati-hati di jalan. Lalu keduanya menganggukkan kepala, kemudian Dani yang berada di depan segera melajukan motornya


"Kak, aku pulang juga ya?" ucap Ibrahim setelah motor Dani menjauh


Aku terdiam dan memanyunkan bibirku mendengar pertanyaan Ibrahim


"Aman kok, kan ada Mas Mario....." sambung Ibrahim lagi karena aku tampak tidak mengizinkannya untuk pulang


"Iya tahu ada Mario, tapi kan dia pulang dek...."


"Iya sih. Tapi tenang saja kak, aman kok. Toh selama ini tidak pernah terjadi apa-apa kan?"


"Iya nggak papa Im, kalau kamu mau pulang, pulang aja. Biar kakak yang jagain Intan malam ini" jawab Mario cepat


"Sembarangan !!!" jawabku tak kalah cepat sambil melotot kan mata kearah Mario


"Lah terus ??" ucap Mario


"Kamu juga pulang, barengan sama Ibrahim. Aku juga mau tidur, karena ini udah malam. Besok kalau kamu mau ketemu aku lagi, Kamu datang saja ke toko"


Mario tersenyum kemudian mengusap puncak kepalaku


"Ya sudah kalau kamu maunya aku pulang, Aku pulang. Terima kasih ya Intan karena kamu menerima lamaranku kembali"


Aku mengambil tangan Mario yang sejak tadi mengusap kepalaku, kemudian meletakkannya di wajahku


"Aku mencintaimu Mario...."


Mario tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapanku


"Mas aku duluan....." teriak Ibrahim yang ternyata sudah duduk diatas motornya


Kami melambaikan tangan kami kearah Ibrahim, kemudian dengan cepatnya Mario menarik tengkukku dan langsung menyesap bibirku


Jika tadi aku menangis ketika Mario mencium ku, tapi kali ini aku malah memejamkan mataku menikmatinya


"Aku pulang sayang....." lirih Mario sambil mengusap bibirku yang basah


Aku menganggukkan kepalaku kemudian mengantarkan Mario sampai di depan mobilnya

__ADS_1


Sebelum Mario masuk, Mario memutar tubuhnya menghadap ke arahku, kemudian kami sama-sama berpelukan


__ADS_2