
Aku terburu melepas dekapanku pada Mario ketika aku mendengar suara gradak gruduk di tangga
Aku dan Mario sama-sama menoleh dan ternyata karyawan kasir yang muncul
"Kenapa?, mau ngintip?" tanyaku yang dijawabnya dengan gelengan cepat dan wajah takut
Aku tersenyum melihat reaksinya seperti itu
"Ada yang nyari ibuk di bawah" ucapnya ragu-ragu
Aku yang sudah berdiri segera berjalan kearahnya
"Siapa mbak?"
"Hmm, anu buk... "
Masih kulihat wajahnya ragu dan agak takut sambil mencuri-curi pandang ke arah Mario
"Siapa sih?" ucapku sambil segera turun meninggalkannya
"Mario aku duluan"
Aku tidak mendengar Mario menjawab apa karena aku sudah turun.
"Buk....?"
Aku langsung menelan ludahku ketika melihat mas Arif sudah berdiri dengan senyum terkembang di wajahnya
"Sehat buk?" mas Arif kembali bertanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku
Aku menerima uluran tangan mas Arif, dan masih seperti dulu aku tak berubah, aku masih menempelkan tangan beliau ke keningku
"Mirna mana?" tanyaku karena aku tidak melihat istri mas Arif
Mas Arif tersenyum mendengar pertanyaanku
"Di rumah, nggak mas bawa"
Aku ber O mendengar jawabannya lalu segera menanyakan apa tujuan dia kesini karena kulihat sepertinya dia sedang tidak ingin belanja
Sementara toko ku masih tetap ramai sehingga aku mengajak mas Arif agak minggir agar tidak mengganggu orang yang mau berbelanja
"Aku mau menjemput anak-anak..." jawab mas Arif ketika kami sudah agak minggir
"Mereka belum libur mas, masih minggu depan liburnya"
"Kan sudah tidak belajar lagi buk, jadi boleh ya aku membawa mereka ke rumah kami, aku pengen kumpul sama mereka buk, sudah lama rasanya aku tidak berkumpul dengan anak kita"
"Aku bukan menghalangi, tapi mereka belum libur mas, mas boleh bawa anak-anak, aku nggak melarang, tapi nanti ketika mereka libur"
"Intaaannn....."
Sontak aku menoleh kearah Mario yang melambaikan tangan memanggil namaku, dan Mas Arif yang tadi membelakangi arah Mario langsung menoleh ketika mendengar seseorang berteriak, terlebih karena aku melambaikan tanganku menjawab teriakan Mario tadi
__ADS_1
"Mario......?" desis mas Arif yang sangat jelas terdengar di telingaku
Mario memperlambat langkah cepatnya yang tadi tampak terburu ketika memanggilku. Dan Mario berhenti tepat di sebelah mas Arif dan dia langsung mengulurkan tangannya
"Apa kabar mas?" sapa Mario
Dapat aku lihat Bagaimana canggungnya Mas Arif ketika dia mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Mario
"Alhamdulillah kabar saya baik. Kamu sendiri bagaimana Mario ?sudah lama ya kita tidak ketemu"
Mario menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah Mas Arif kemudian dia menjawab jika dia baik-baik saja dan membenarkan perkataan Mas Arif jika mereka memang sudah cukup lama tidak bertemu
"Terakhir kita ketemu itu pas....." Mario menggantung ucapannya sambil melirik ke arahku
Dan aku langsung melirik cepat ke arah Mas Arif yang tersenyum kecut mendengar Mario menggantung ucapannya
"Apa kalian berdua punya rahasia? tanya ku seolah-seolah aku tidak tahu.
Padahal aku tahu karena aku sudah beritahu Mario, jika dulu yang selalu menutupi perbuatan Mas Arif itu adalah Mario. Mario selalu menyelamatkan Mas Arif dari tangkapan polisi, bahkan Mario berusaha menutupi semua perbuatan mas Arif dari awak media
Tapi berhubung kemarin adalah naas bagi Mas Arif, makanya saat itu Mario tidak bisa lagi membantunya dan akhirnya membuat perbuatan busuk Mas Arif selama ini di belakangku terbongkar
"Ngomong apa sih Buk, kita nggak punya rahasia apa-apa. Ibuk kan tahu Aku kenal lama sama Mario. Dan justru aku senang akhirnya bisa bertemu kembali dengan Mario"
Mario ikut tersenyum mendengar jawaban mas Arif, dan aku juga ikut tersenyum
"Ngomong-ngomong kok kamu ada disini Yo?, nggak dinas?"
"Kebetulan saya sekarang kembali pindah tempat dinas mas. Dan dinasnya di sini pula"
"Sayang, kamu nggak kembali ke kasir?"
"Hah??"
Aku dan Mario sama-sama menoleh kearah mas Arif yang tampak kaget mendengar ucapan Mario barusan
"Oh iya mas aku lupa. Aku sama Mario akan menikah" ucapku cepat sambil menatap sayang kearah Mario
Mario tampak tersenyum lebar ketika aku mengucapkan kalimat tersebut. Mungkin inilah yang diharapkannya sejak lama, aku memberitahu mas Arif jika kami kembali mempunyai hubungan spesial
"Nikah?"
Aku mengangguk
"Jadi tunangan kamu itu Mario?"
Kembali aku tersenyum dan menjawab
"Iya mas, tunangan aku itu Mario. Sangat lama kami tunangan karena Mario harus pindah dinas" bohongku
Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya jika pertunangan kami sempat bubar
"Oh...." hanya itu jawaban Mas Arif
__ADS_1
Dan kulihat dia tersenyum hampa sambil berusaha tenang
"Doakan semoga lancar ya mas. In Syaa Alloh lusa kami Sidang Nikah Dinas dulu, baru setelah itu kami akan nikah resmi"
Kembali aku melihat wajah mas Arif tampak gugup terlebih ketika dia tersenyum merespon ucapan Mario
"Pasti, aku pasti mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua" jawab mas Arif lirih
"Ayo mas kita ngobrol di luar saja. Intan mau kerja, ya kan sayang?"
Aku mengangguk setuju dengan ucapan Mario. Sedangkan mas Arif langsung menatap ke arahku
"Jika anak-anak libur, aku pasti akan kasih tahu mas" jawabku karena aku yakin dia mau kembali membahas masalah Meka dan Bobby
"Atau jika mas tidak keberatan menunggu, mungkin sekarang mereka sudah di ruko. Kesana saja, ada Ibrahim di ruko" tambahku
"Oh, begitu ya?"
"Iya" jawabku sambil mengangguk
"Oke jika begitu, aku akan temuin anak-anak di ruko saja. Maaf ya Mario, lain kali saja kita ngobrolnya"
Mario mengangkat bahunya kemudian mengangguk
"Baiklah jika itu maunya mas, nggak apa-apa. Itu artinya aku nggak jadi pulang, aku akan disini terus sambil menemani Intan kerja" jawab Mario sambil kembali tersenyum ke arahku
"Hah?"
Kembali nada kaget meluncur dari bibir mas Arif mendengar ucapan Mario
"Iya mas, aku akan bantuin Intan kerja. Baru setelah malam aku akan pulang, dan dinas. Karena aku kebagian jadwal malam"
Dapat aku lihat jika mas Arif tertawa basi mendengar jawaban Mario
"Apa tidak sebaiknya kamu pulang saja Mario?, tadi kamu bilang Intan mau kerja, jadi tidak boleh diganggu"
"Nggak apa mas, aku dan Mario hampir dua tahun tidak ketemu, aku kangen banget sama dia. Memang aku yang minta Mario untuk kesini dan nungguin aku kerja. Dan Mario memang bisa menjadi mood booster untuk aku, jadi aku nggak merasa capek"
Kembali aku lihat bagaimana wajah mas Arif tampak tak suka ketika aku mengucapkan kalimat tersebut
Kemudian Mario menepuk lengan mas Arif. Lalu meraih tanganku dan kami langsung berjalan kearah mesin kasir, tempat aku bertugas
Aku tidak melihat bagaimana mas Arif menarik nafas panjang berkali-kali sambil berusaha membuang mukanya melihat aku dan Mario jalan dengan bergandengan tangan
Aku yang telah sampai di mesin kasir langsung tertawa sampai aku menubruk dada Mario saking gelinya aku tadi melihat reaksi kaget dari mas Arif
"Kamu kenapa sih sayang?"
Aku masih saja menahan tawa sampai dua kasir di sebelahku ikut tersenyum kecut melihat aku tertawa
"Kamu lihat nggak sih tadi bagaimana wajah mas Arif?" jawabku nggak jelas karena aku masih terus tertawa
Mario tersenyum kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya
__ADS_1
"Sekarang tahu kan dia siapa calon suami aku. Kaget itu dia...." jawabku masih terpingkal
Mario kembali menggelengkan kepalanya sambil mengacak-acak rambutku