
Ma besok kesini ya, kan anak-anak libur
Aku mendecak ketika membaca pesan singkat dari mas Arif
"Baru juga seminggu" rutuk ku
Entah sejak kejadian penggerebekan nya kemarin, rasa respect dan cinta ku padanya seperti menguap
Terlebih ketika aku mengetahui kelakukan bejat suamiku ketika diluar
Aku banyak antaran orderan
Hanya itu yang ku balas, semoga dia mengerti dan tidak menuntut ku untuk kesana lagi
Tapi aku kangen anak-anak ma
Kembali aku mendecak
Minggu depan saja lah, toh baru seminggu juga perginya
Kulihat mas Arif sedang mengetik pesan, dan aku menunggu balasan darinya
Sebenarnya aku itu kangen sama mama
Aku membuat ekspresi wajahku seperti mau muntah ketika membaca pesannya
Karena malas meladeninya aku akhirnya segera keluar dari aplikasi What's app
Ku dengar hp ku berdenting lagi tapi aku sama sekali tidak melihatnya lagi karena aku yakin itu pesan dari mas Arif
Seperti yang telah kukatakan, aku adalah penjual online, terlebih sekarang ada dua owner yang mengajak ku kerja sama untuk mempromosikan jualan mereka, maka sekarang waktunya aku mempromosikan produk mereka
Dan lagi-lagi setiap aku live, selalu banyak yang menyaksikan dengan banyak like dan komentar
Sehingga pendapatanku makin bertambah karena adanya tambahan dari dua owner yang produk dagangannya aku promosikan
Dan kembali hari jumat ini mas Arif mengirimiku pesan
Jadi kan ma siang ini kesini?
Karena aku telah berjanji jika minggu ini akan kesini, sejak tadi pagi aku telah bersiap dan ketika jam 11 kedua anakku pulang, travel yang menjemput datang setengah jam berikutnya
Kedua anakku sangat antusias ketika akan bertemu dengan papa mereka
Sepanjang jalan mereka selalu sibuk berceloteh tentang kerinduan mereka pada papa mereka dan aku yang duduk di antara mereka hanya tersenyum kecut
Aku pergi tempat mas Arif, Yo
Aku mengirimi Mario pesan, agar dia tidak kebingungan ketika aku tidak mengiriminya pesan dalam beberapa hari ke depan
Berapa hari Ntan?
__ADS_1
Minggu sore pulang
Aku pasti akan merindukan kamu
Aku tersenyum membaca pesan yang dikirim Mario
Aku juga akan merindukan kamu Mario, bisik hati kecilku
Entahlah, sejak kepulanganku dari rumah Mario kemarin, hubungan kami kian intens dan setiap hari selalu kami berkirim pesan
Dan Mario selalu memberiku kabar tentang kegiatannya dan aku semakin tak bisa membendung perasaanku padanya
Mungkin seperti inilah yang dirasakan mas Arif ketika dia sering membawa perempuan nakal, mungkin dia jatuh cinta sama mereka, atau mungkin hanya cinta satu malam
Tapi perasaanku pada Mario berbeda, perasaan ini bukan cinta sesaat melainkan cinta lama bersemi kembali
Terlebih karena Mario masih seperti dulu memperlakukanku, sikapnya masih lembut dan manis, dan itu sangatlah membuatku nyaman
Empat jam kami lewati dengan cukup melelahkan, terlebih karena jalannya banyak menanjak karena daerah tinggi, dan ketika tiba di pasar daerah sini, aku meminta pada supir travel untuk berhenti karena aku ingin belanja, aku yakin di rumah dinas mas Arif pasti tidak ada apa-apa kecuali makanan instan, sebelas dua belas dengan di tempat Mario
Dua jam selanjutnya tepatnya hampir malam, karena langit sudah mulai gelap, mobil berhenti di dekat rumah dinas mas Arif. Kedua anakku langsung berlari dan berteriak kegirangan ketika mas Arif berdiri di depan pintu menyambut mereka
Dan aku yang belakangan turun, sibuk menurunkan koper pakaian dan belanjaan, sedangkan mas Arif langsung masuk membimbing Meka dan Bobbi
Aku hanya bisa menarik nafas panjang karena mas Arif sama sekali tidak ada niat untuk membantuku, padahal aku sampai bolak balik mengambil barang bawaanku ketika travel telah berlalu
Dan ternyata kelakuan mas Arif terus berlanjut ketika aku mulai memasukkan koper kedalam rumah, dia masih duduk anteng dengan Meka dan Bobbi
Aku hanya bisa menggerutu dalam hati melihat sikap cueknya yang tidak pernah mau menolongku
"Mama sehat?" tanya mas Arif sambil mengusap kepalaku
Aku hanya tersenyum segaris menjawab pertanyaannya
Lalu kedua anakku kembali sibuk bertanya dengan papa mereka tentang bagaimana perasaan papanya disini, betah atau tidak
Aku sudah sampai Yo
Diam-diam aku mengirimi Mario pesan
Alhamdulillah, baik-baik ya Ntan di sana
Aku tersenyum membaca pesannya, simpel namun begitu berarti buatku
"Ma, papa belum masak loh"
Aku menarik nafas panjang. Kembali aku berdiri lalu berjalan kebelakang dan telah keluar lagi dengan membawa piring dan sendok, serta kantong kresek berisi nasi bungkus yang aku beli di pasar tadi
Mas Arif hanya tersenyum ketika aku meletakkan makan malam kami, hingga akhirnya kami kembali makan malam bersama baru setelahnya kami duduk di luar, merasakan keheningan tempat ini
Sebuah desa yang jauh dari pusat kota, suasananya dingin, dikelilingi bukit, banyak kebun sayuran, mirip sekali dengan daerah tempat Mario
__ADS_1
Mario?
Ah, kenapa sih otak aku selalu teringat dengan pria itu. Sedang apa ya dia? biasanya jika malam kami akan video call
Ya Tuhan seperti inikah getaran cinta terlarang?, aku sadar bahwa hubungan kami ini salah, tapi aku tak bisa menolak terlebih karena aku yang sudah tidak mencintai suamiku lagi
Apakah Mario pelarian dari rasa sakit ku karena pengkhianatan suamiku ?, tidak, Mario bukan pelarianku, aku benar-benar mencintai Mario, dan rasa cinta ini sama seperti rasa cintaku dulu, ketika pertama kali kami jadian
Aku tidak menyadari jika suamiku sejak tadi memperhatikan ku yang melamun, hingga pertanyaannya mampu membuatku tersadar
"Melamun kan apa sih ma?"
Aku tersenyum kaku kearah mas Arif
Obrolan berlangsung sampai malam, hingga akhirnya kedua anak kami tertidur di paha papa mereka, barulah kami masuk
Rumah dinas yang berukuran kecil dengan satu kamar, satu ruang tamu, satu kamar mandi, dan dapur kecil, lumayanlah untuk ukuran mas Arif yang tinggal sendiri
"Kita tidur di luar yuk ma?"
Aku menggeleng, dan memilih merebahkan tubuhku di dekat kedua anakku
Aku dengar tarikan nafas panjang dari mas Arif, tapi aku tidak perduli. Aku masih tidak mau didekati olehnya karena aku masih merasa jijik dan yang paling penting adalah aku merasa takut jika nanti aku terkena penyakit akibat ulah suamiku yang sering gonta ganti pasangan
Pagi harinya aku terbangun ketika mendengar suara ketukan di depan, kulihat jam di dinding menunjukkan angka setengah enam, dan diluar masih tampak gelap. Aku segera bangun dan berjalan keluar dari dalam kamar, di ruang tamu, aku lihat mas Arif masih tampak pulas tidur di atas karpet
Dengan pelan aku membuka pintu
"Mas....?"
Aku langsung tertegun ketika melihat seorang perempuan muda yang berdiri dengan wajah kaget menggantung omongannya
"Iya?, mbak siapa ya?" tanyaku curiga
Perempuan muda itu tampak gugup, lalu aku melihat kearah tangannya yang seperti menenteng sesuatu
"Cari mas Arif?" aku bertanya kembali
Perempuan muda itu tersenyum kaku
"Masuk aja, orangnya masih tidur, tuh" ucapku melebarkan daun pintu sambil menunjuk mas Arif dengan tatapan mataku
Kulihat perempuan muda itu seperti melongok kan kepalanya melihat kearah mas Arif yang tertutup selimut
"Ah biarkan saja jika mas Arif nya masih tidur, aku kesini cuma mau antar sarapan" ucapnya memberikan bungkusan yang sejak tadi ditentengnya
Aku menerima bungkusan kantong kresek tersebut dengan mengucapkan terima kasih
"Sering kesini?" selidik ku
Perempuan muda itu menggeleng cepat dan kulihat wajahnya agak menegang
__ADS_1
"Saya istrinya mas Arif, maghrib kemarin sampai sini" sambung ku
Dan kembali kulihat raut kaget dari wajah perempuan tadi, aku hanya tersenyum sekilas kearahnya yang masih tampak gugup