Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
105 Pergantian posisi Tuan Muda


__ADS_3

Evan sedikit menarik nafas lega, saat suara Alvaro memenuhi ruangan itu. Pria itu masuk dengan sedikit tergesa-gesa, mendekati Diandra dan juga Ridwan yang kebetulan duduk bersebelahan.


“Aku mohon ayah, hentikan! Alvian bisa menghancurkan kita semua, “ titahnya sedikit memohon.


Namun, seolah tak mau mendengarkan perkataan Alvaro, Ridwan justru menyuruh Tika membacakan beberapa pasal pergantian posisi Direktur utama Jovanka grup.


“Apa kau yakin Ridwan?” ujar wanita yang usianya tak jauh Ridwan tersebut.


“Tentu saja Tika!”


Tika sedikit mengangguk kecil, melirik kearah Evan sebentar lalu bangkit dari duduknya mendekati mimbar lalu mulai mengeluarkan berkas-berkasnya.


Para direksi Jovanka grup yang hadir disana, hanya bisa duduk dan mendengarkan semuanya itu. Karena tugas mereka, setelah Tika selesai membacakan pasal-pasal itu.


Yang tadinya raut wajahnya sudah menampilkan senyuman manis, Evan kembali khawatir saat belum juga menemukan sosok Victor disana.


“Ya Tuhan, bantu hambamu ini,” gumamnya mengusap kasar layar ponselnya.


“Setelah ini, aku akan sepenuhnya menjadi nyonya dari Tuan muda Alviano.” Batin Roseta bangga.


Diandra tersenyum puas melihat Tika mulai membuka berkas-berkas itu, akhirnya seluruh rencananya selama ini akan berhasil.


“Bu Tika, jika kau berani bersuara, akan ku habisi kau!” bentak Alvaro, mencoba mengulur waktu.


Bukan hanya Diandra saja yang terkejut, seluruh penghuni ruangan itu ikut terkejut dengan suara lantang Alvaro. Roseta dan juga Lian yang awalnya tersenyum dengan kehadiran Alvaro, kali ini terbelak kaget dengan sikap pria itu.


“Alvaro, apa yang kau lakukan?” Roseta mendekatinya.


Ketika tangan Roseta menyentuh lengannya, Alvaro dengan keras menghempaskan tangan gadis itu kasar.


“Dengar Ro, Hentikan semua ini!” kesal Alvaro.


Ridwan yang ingin berbicara, menghentikan niatnya saat tangan Alvaro sudah terangkat didepan wajahnya. Alvaro dan juga Alvain, memiliki kesamaan ketika marah mereka akan menghancurkan apapun yang mencoba menghalangi.


“Apa Kalian tidak malu dengan perbuatan kalian?!” teriak Alvaro, kembali bergema di seluruh penjuru ruangan.


“Jovanka grup tidak ada hubungannya dengan kalian! Ini, hasil keringat Alvian tanpa campur tangan kita semua!” timpalnya lagi.


Evan tersenyum kecil, menekan tombol pada ponselnya merekam setiap pembelaan Alvaro pada perusahaan iparnya itu.


“Cukup Alvaro! Tika, mulai baca pasal-pasalnya lalu Roseta akan melakukan sumpahnya, “ ujar Ridwan.


“Ayah!” bentak Alvaro lagi.


Meski berusaha sekuat tenaga, Ridwan sama sekali tidak memperdulikan perkataan Alvaro. Melihat hal itu, Diandra semakin tersenyum puas.


“Tika, apa lagi yang kau tunggu? Ayok mulai, “ ujar Diandra, sedikit mendesak Tika.


Dengan helaan nafas berat, Tika mulai membuka berkas yang dibawahnya. Matanya kembali melirik Evan, dengan maksud yang hanya keduanya saja yang tau.

__ADS_1


“Selamat siang semuanya, saya selaku pengacara dari Jovanka grup akan mengumumkan pengganti Alvian untuk sementara waktu, “ ujar Tika lantang.


“Pengganti Direktur utama Jovanka grup untuk sementara waktu adalah Nona Roseta!”


Dengan berakhirnya Kalimat dari Tika, seluruh hadirin yang dipaksa hadir dalam ruangan itu bertepuk tangan riuh.


Roseta tersenyum manis, ketika namanya disebutkan lalu melirik ayahnya yang berada di sampingnya.


“Sebentar lagi Lian, kau akan menjadi pemilik seutuhnya dari perusahaan ini.” Batin Lian.


Para direksi dan juga petinggi Jovanka grup, bangkit berdiri dengan membawa beberapa kertas di setiap tangan mereka.


“Baik semuanya, untuk selanjutnya pengambilan suara,” jelas Diandra penuh semangat.


Evan semakin mengusap wajahnya kasar, entah sudah berapa kali Ia melakukan hal itu. Victor juga, kemana dirinya? Sampai sekarang belum kelihatan.


“Saya setuju, “ ujar salah satu pria paruh baya, yang juga merupakan salah seorang direksi di sana.


“Say se-


“Jangan lanjutkan!”


Suara teriakan itu menggema, dari balik pintu masuk muncullah Nara yang berjalan di ikuti oleh Tiara dan juga Victor dari belakangnya.


“Ada apa ini? Apa kalian tidak bekerja?!” bantak Victor.


Seketika itu juga, seluruh karyawan Jovanka, menatap mengiringi langkah ketiganya hingga kedepan aula tanpa ada pergerakan dari mereka sedikit pun.


Tak memperdulikan teriakan gadis gila di hadapannya, Victor mengambil paksa berkas dari Tika merobeknya menjadi kepingan kecil, lalu menghamburkannya tepat di hadapan Ridwan dan juga Diandra.


“Pengangkatan Roseta menggantikan Alvian, aku rasa itu tidak sah, “ ujar Victor santai.


Namun, tatapnya begitu mengintimidasi kedua pasangan dihadapannya itu. Ia tidak habis pikir dengan tingkah Ridwan dan juga Roseta, bisa-bisanya keduanya melakukan hal memalukan ini di hadapan seluruh direksi Jovanka grup.


“Apa maksudmu Victor? Aku calon istri Alvian, jadi sah sah saja aku menggantikan suamiku,” ujar Roseta percaya diri.


Dengan senyuman manis terukir pada bibir indahnya, Nara sedikit menggeser posisi Alvaro yang langsung berhadapan dengan wajah Diandra.


“Maaf Nona, bukannya pertunangan kalian berdua batal?!”


Bisikan seluruh penghuni ruangan itu mulai terdengar di penjuru aula, Roseta begitu geram dengan apa yang baru saja di katakan Nara. Tak hanya sampai di situ saja, saat itu juga Tiara langsung memutar video di mana Alvian menolak pertunangan itu.


“Seperti yang kalian semua lihat, kau mantan calon tunangan!” ujar Tiara, menekan kalimat akhirnya.


Alvaro melangkah mendekati Tika, mengambil alih tempat itu lalu menampilkan surat perintah yang di berikan Alvian.


“Bisa di lihat di sini, yang akan menggantikan posisi Alvian adalah Nona Winara Atmaja.”


Mata Ridwan membulat melihat tampilan pada layar lebar dihadapannya, tak hanya dirinya saja Diandra dan juga Lian, sama terkejutnya dengan Ridwan.

__ADS_1


“Maaf tuan muda, tapi itu tetap saja tidak sah, “ tukas salah seorang direksi.


“Sebab, Winara sama sekali tidak mempunyai kuasa di perusahaan ini.”


Mendengar penuturan dari direksi tersebut, Ridwan yang awalnya hampir kehabisan nafas menjadi lega.


“Benar Varo, Winara tidak bisa, “ tambah Tika lagi.


“Apa kalian tidak bisa dengar?! Sudahlah Victor, hanya Roseta yang pantas menggantikan Alvian, “ ujar Diandra.


Nara yang tadinya percaya diri ingin mengikuti permainan Alvian, seketika ciut dengan kebenaran dihadapannya ini.


“Bodoh sekali diriku berada di sini, “ gumamnya pelan namun, masih bisa dengan jelas terdengar oleh Victor.


Kakinya yang hendak melangkah meninggalkan ruangan itu, seketika dihentikan Victor yang menatapnya tanpa ekspresi.


Yah, bukan Victor namanya jika tidak menyiapkan semuanya dengan baik sebelum berperang. Tanpa melepaskan pandangannya dari Nara, Victor mengeluarkan sebuah berkas dari map yang Ia bawah.


“Alvaro, tolong tampilkan agar semuanya bisa melihat isi dari berkas ini.”


Dan yah, lagi dan lagi semuanya menganga tak percaya. Bahkan Alvaro dan juga Nara, keduanya berekspresi sama dengan seluruh hadirin di sana. Kembali lagi, keriuhan mulai terjadi setelah Alvaro menampilkan presentasi saham dari perusahaan itu.


“Nona muda saya, memiliki saham lima belas persen di Jovanka grup.”


“Tidak! Ini tidak benar!” frustasi Diandra, mendengar hal itu.


Bagaimana tidak seperti itu?! Sahamnya hanya tujuh persen lebih rendah dari punya Nara.


“Apa anda butuh kaca pembesar, nyonya?” cibir Tiara dinginnya.


“Kau wanita kampung, berani-beraninya kau mempengaruhi putraku!” bentak Ridwan, melirik tajam Nara.


Karena tersulut emosi, Roseta mengambil sebuah vas yang tepat berada di sampingnya lalu mengarahkan pada Nara dan,


Bruk


.


.


.


maaf yah aku lama up 😭🙏🙏


baru punya paketan soalnya, kemarin nyolong WiFi eh pas mau up semua draft hilang jadinya baru bisa hari ini 🙏


Hai pembaca setiaku...


Makasih sudah mengikuti sejauh ini, maaf jika kurang srek atau banyak yang kurang dari cerita aku.

__ADS_1


Tolong, kalau kalian baca, jangan lupa tinggalin jejak misalnya, komen atau like gitu biar aku tau gitu ada yg baca.


makasih 🌹


__ADS_2