Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
Bab 20 Pelakunya di temukan


__ADS_3

Dengan begitu terburu-buru, Alvian yang baru keluar dari kamarnya bergegas ke lantai bawah menemui Victor yang sudah menunggunya beberapa menit yang lalu.


“Yang menabrak Nara dan juga Ayahnya adalah orang suruhan Kelly, “ jelas Victor.


Alvian mengambil beberapa gambar yang di letakkan Victor di atas meja, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. Dalam gambar tersebut, terlihat Kelly putrinya Milor tengah memerintahkan seorang pengendara truk untuk melakukan sesuatu.


“Apa pelakunya sudah di temukan? “ tanya Alvian.


“Bram sudah membawanya ke markas tuan, “


Alvian tersenyum lalu meletakkan gambar-gambar tersebut kembali ke posisi semula, melangkah pergi Menuju markasnya.


Setibanya di sana, Ia di sambut oleh seluruh pasukannya yang tengah menundukkan kepala menyambut kedatangannya.


“Dimana dia? “ tanya Alvian dengan dinginnya membuat Bram yang mendengar itu, ketakutan.


Bram menuntut Alvian menuju tempat yang disana, sudah tergantung pelaku yang menabrak Nara.


“Berikan pistol ku, “ ujarnya dengan tegas.


Bram dengan cepat memberikan senjata api milik Alvian, lalu kembali ke belakang tuannya itu.


“Siapa yang menyuruhmu? “ tanya Alvian.


Meskipun sebenarnya Ia sudah mengetahui siapa dalang di balik semuanya, Ia tetap ingin mendengar langsung dari mulut pelaku.


“Hahaha kau tidak akan mengetahuinya, “ ucap sang pelaku.


Alvian menodongkan senjatanya tepat di kening pelaku itu, tangan kirinya mengarah ke Bram. Dengan segera Bram meletakkan ponselnya yang Menampilkan rekaman pembicaraan istri pelaku dengan David.


“Apa kau yakin? “


“Aku bisa dengan mudahnya menghabisinya, sama seperti apa yang kau lakukan kepada milikku, “ teriak Alvian dengan nada suara yang begitu menakutkan.


“Tuan aku mohon jangan apa apakan istriku, ini semua salahku, “ pelakunya menyerah.


“Aku tidak akan menyakitinya, asal kau mau mengaku siapa yang menyuruhmu, “ titah Alvian.


“Saya di suruh oleh nona Kelly Milor, “ jujurnya.


Alvian menampilkan wajah dinginnya lalu melirik Bram, “Sudah kau rekam? “


“Sudah tuan muda, “


Setelah mendengar jawaban Bram, Alvian menarik pelatuk menghabisi pelaku itu.


“Kirim dia kembali pada Kelly, “ ujar Alvian sesaat sebelum meninggalkan ruangan itu.


***


Sudah hampir tiga hari, Firman belum juga membuka matanya begitu juga dengan Nara yang sama sekali tidak ingin mengganti pakaiannya. Sebab, Ia ingin ketika Ayahnya bangun yang pertama kali dilihat adalah dirinya yang mengenakan toga.


“Nak, sudah tiga hari kamu nggak ganti baju itu. Nanti kamu sakit, sana ganti dulu! “ pintah Tina menghampiri putrinya.

__ADS_1


“Nggak Ma, Nanti ketika selesai ganti dan ayah sadar gimana?! “ ujarnya mempertahankan pendiriannya.


Tina yang tidak bisa berkata lagi hanya bisa menarik panjang nafasnya, mendengar perkataan Nara.


Tak menjelang lama, Rian pun datang tanpa berganti pakian terlebih dahulu. Yah Ia baru saja kembali dari sekolah mengikuti ujian meskipun, dengan paksaan yang luar biasa dari Tina dan juga Nara.


“Yah, kok ayah belum bangun-bangun sih, “ ujarnya saat sudah di samping Nara.


“Ia nih, sudah tiga hari. Dia nggak bosan apa tidur terus, “


Tina yang tak kuasa menahan tangisnya akibat ucapan anak-anaknya itu, berjalan keluar meninggalkan keduanya.


“Ayah bangun dong, “ ujar Nara menggenggam erat tangan Firman.


Swedia


Lidia yang mendapat kabar bahwa Alvian menyukai seorang gadis, membuatnya bergegas menyusun rencana untuk segera menyingkirkan Alvian dan Rani dari Jovanka grup yang notabene milik Alvian dan juga Rani.


“Segera cari tau siapa gadis itu! “ pintah Lidia.


“Apa anda yakin nyonya? Tuan muda tidak mungkin menyukai seorang wanita dari kalangan bahwa, “ ujar Ilone memastikan.


“Kenapa? Aku perhatikan, akhir-akhir ini kau selalu membantah perintah ku, “ titah Lidia.


Wajah Ilone seketika berubah ketika mendengar perkataan Lidia yang seolah menaruh curiga padanya.


“Bukan begitu nyonya, hanya saja aku tidak ingin semuanya sia-sia, “ elas Ilone.


“Sudahlah, sana kerjakan apa yang aku minta! “ pintah Lidia.


Victor yang sementara bersama Alvian di kantor, dengan cepat menyerahkan ponselnya ke Alvian melihat pesan dari Ilone.


“Oh jadi semua ini ada hubungannya dengan wanita tua itu?! Sepertinya Ia lupa sedang bermain-main dengan siapa, Victor bagaimana perkembangan berkas kepemilikan saham Jovanka? “ ujar Alvian kepada asistennya itu.


“Hampir lima puluh persen menjadi milikmu dan juga Rani, “ ujar Victor.


Alvian mengangguk mengiyakan perkataan Victor, lalu mengambil jasnya berjalan keluar ruangan.


“Mau kemana? “ tanya Victor mengiringi langkah tuan mudanya itu.


“Bertemu calon Nyonya mu, “ ujar Alvian.


“Kau persiapkan meeting besok, “ tambahnya lagi, lalu benar-benar meninggalkan ruangannya.


Sedangkan Victor hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari menatap punggung Alvian yang sudah jauh.


“Dasar bucin, “ gumam Victor.


Dengan penuh senyuman, Alvian berjalan ke arah parkiran. Saat melewati lobi, seluruh mata memandang padanya.


“Hallo Tuan muda, “ ujar seorang karyawannya dengan melepaskan dua kancing baju bagian atas, yang memperlihatkan belahan dadanya.


Alvian yang melihat hal itu menjadi muak, Ia mengangkat tangannya memanggil satpam disana.

__ADS_1


“Usir dia, dan pastikan besok dia tidak kembali lagi! “ pintah Alvian dengan dinginnya, membuat semua yang ada di sana seketika tak berani bergerak.


“Tuan maafkan aku, “ mohon karyawan tersebut.


Namun, Alvian tidak memperdulikannya Ia dengan segera meninggalkan lobi menuju mobilnya.


Sedangkan karyawan tersebut, di seret paksa oleh satpam membawanya keluar dari kantor itu.


Yah kekejaman Alvian sudah tersebar di seluruh penjuru dunia bisnis, siapapun yang mencoba bermain-main dengannya, nyawa taruhannya.


***


Kelly Milor yang sudah berdandan cantik dengan mengenakan rok seminim mungkin, berjalan menuju mobilnya.


Namun, dari kejauhan tampak sebuah plastik besar tergeletak di samping mobilnya. Karena penasaran, Kelly melangkah mencoba memeriksa isinya.


“Aaaaaa, Pak Iman! “ teriaknya histeris saat melihat isi plastik tersebut yang ternyata adalah mayat sopir truk yang menabrak Nara.


“Ada apa nona? “ tanya pak Iman yang baru saja tiba.


“Cepat singkirkan ini! Siapa yang membuangnya kesini? “ ujar Kelly dengan berteriak keras.


“Baik nona, “


Kelly yang menjadi kesal bercampur takut, memasuki mobilnya dan memukul stir mobilnya.


“Awas kau Alvian, akan ku balas kematian ayahku! “ tekadnya bulat.


Entah akan berhasil membalaskan dendamnya atau tidak, yang pasti saat ini orang suruhan Alvian tengah memantau pergerakannya sedari tadi.


***


Evan yang baru saja pulang dari kantornya, menghampiri Rani dan juga Alexo yang tengah asik bercanda ria di kolam bersama Diandra.


“Asik banget ngobrolnya, “ ujarnya membuat semua pandangan tertuju padanya.


“Ayah! “ teriak Alexo heboh berlari ke arah Evan.


Dengan penuh senyuman, Evan menggendong putranya berlari mengitari kolam.


“Huh, suasana seperti ini begitu sangat damai, “ ujar Diandra.


Rani hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ibunya itu, “Benar mah. “


Tak menjelang lama, mereka di kejutkan dengan David yang terburu-buru menuju markas Alvian. Beberapa menit kemudian, David kembali lagi dengan sedikit berlari.


“Ada apa David? “ tanya Diandra penasaran, begitu juga dengan Rani dan Evan.


“Maaf nyonya tidak bisa ku jelaskan, aku harus segera bertemu tuan muda. “ ujarnya sembari berjalan meninggalkan para manusia kepo itu.


.


.

__ADS_1


.


hai makasih ya sudah mau mampir terus ikutan kisah Alvian dan Nara yah ges ya 😚🤣


__ADS_2