Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
Bab 27 memanas-manasi Ridwan dan Roseta


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, Alvian melangkah menuju balkon yang disana sudah ada Nara sejak tadi.


“Ayok pulang! “ ajaknya menghampiri gadis itu.


Nara melangkah dengan tersenyum, lalu menerima uluran tangan Alvian. Kejadian siang tadi seolah sirna dari pikirannya begitu saja, hal itu di karenakan Alvian menyuapnya menggunakan ice cream.


Saat hendak memasuki lift, Nara menghentikan langkahnya membuat Alvian berbalik menatapnya.


“Kaka duluan saja, “ ujarnya.


“Kenapa? “


“Nggak enak, aku kan baru disini nanti pada gosip yang macam-macam lagi. “


Alvian berbalik menatap David yang baru saja keluar dari lift.


“Kau temani dia ke parkiran. “


David mengangguk mengiyakan perkataan tuanya itu, lalu ikut menatap kepergian Alvian bersama Nara ketika lift tertutup dengan Alvian di dalamnya.


“Mari nona, “ ujar David saat pintu lift kembali terbuka.


Nara mengangguk lalu berjalan mendahului David memasuki lift.


Alvian yang sudah terlebih dahulu sampai ke lantai bawah, dengan segera berjalan menuju parkiran yang dimana sudah ada Victor di sana.


“Anda sendiri? “ tanya Victor yang memang sedari tadi mengetahui bahwa Nara bersama Alvian.


“Bersama David. “


Victor hanya mengangguk, lalu maniknya tertuju pada Nara dan David yang datangnya beriringan.


“Silahkan nona. “


Victor membukakan pintu mobil untuknya, Nara dengan sedikit ragu memasuki mobil mewah itu. Namun, saat melihat Alvian di dalamnya Ia seketika mengembangkan senyumnya.


Setelah David masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah kursi pengemudi yang di tempati Victor, Victor melajukan mobilnya meninggalkan kantor itu.


Tanpa keempatnya menyadari, seorang gadis yang tak lain adalah Kelly bersama beberapa orang pria bertubuh besar memperhatikan mereka.


“Culik gadis itu, “ ujar Kelly tanpa mengalihkan pandangannya dari mobil Alvian yang sudah menjauh.


Dalam perjalanan, Nara sesekali menatap ke arah jendela lalu menatap wajah Alvian dengan bingung.


Alvian Menaikan salah satu alisnya seolah bertanya.


“Kita mau kemana? “ tanya Nara.


“Nona muda tenanglah, kita akan kembali ke rumah tuan baru ke rumah sakit mengunjungi Rian dan juga bibi. “


“Baiklah, “ ujar Nara tenang setelah mendengar penjelasan David.


Mobil yang di kendarai Victor memasuki halaman rumah Alvian, Ridwan yang sedari tadi menunggu kepulangan Alvian melangkah menuju pintu.


Alvian menyodorkan tangannya yang langsung di sambut Nara. Keduanya bergandengan tangan masuk kedalam rumah utama bersama Victor, sedangkan David masuk lewat belakang.


“Kau sudah kembali Al, “ basa-basi Ridwan menyambut kedatangan putranya.


Tanpa memperdulikan perkataan Ridwan, Alvian menyelonong masuk sembari menarik tangan Nara.


Namun, saat itu juga Ridwan ikut menarik tangan sebelah Nara.

__ADS_1


“Kau siapa? Orang luar tidak di perbolehkan masuk! “ bentak Ridwan.


Nara yang seketika terkejut, melepas paksa cekalan tangan Ridwan berlari bersembunyi di balik tubuh Alvian.


“Berhentilah berteriak tuan, “ ujar Victor dengan nada pelan namun, terdengar mematikan.


“Dia calon nyonya rumah ini. “


Satu kata yang keluar dari mulut Alvian, seolah membungkam mulut Ridwan.


Alvian memeluk tubuh Nara yang berada di sampingnya berjalan meninggalkan Ridwan yang tengah kesal.


“Apa kau takut? Hmm, “ ujar Alvian dengan nada yang sehalus mungkin.


“Sedikit. “


Alvian menghentikan langkahnya, lalu menarik Nara keluar dari dalam jasnya.


Chup


“Apa sudah tidak lagi? “


Nara menganga lebar dengan perbuatan pria itu yang bisa-bisanya mencuri kesempatan dalam kesempitan.


“Ayolah kami akan muntah sebentar lagi. “


Tanpa keduanya sadari, sedari tadi Rani dan juga Evan memperhatikan keduanya. Nara seketika kembali menarik jas Alvian menyembunyikan wajahnya, yang saat ini sudah seperti tomat masak.


“Apa kau tau Rani? Seharian ini aku menahan mual ku, “ ujar Victor yang sudah berada di belakang Rani.


Alvian seketika menatapnya tajam membuatnya menundukkan kepalanya tak berkutik.


“Ayah mau bicara Al, “ ujarnya.


Alvian melangkah menuju sofa di ikuti semuanya yang berada di sana, termasuk David yang baru saja tiba.


“Katakan. “


“Ayah mau kau tinggalkan dia, dan kembali ke Roseta. “


Nara seketika berbalik menatap Alvian yang saat itu dirinya tengah di tatap pria itu.


Sembari mengusap-usap kepala Nara, Alvian tersenyum kecil menanggapi perkataan ayahnya.


“Ini hidupku, bahkan Rani sekalipun tidak akan ku biarkan mengatur kebahagiaanku. “


“Al! “


Saat itu juga, Roseta bersama Dianra dan juga Alexo memasuki ruang tamu. Alvian tersenyum smrik ke arah Dianra, yang membuat wanita itu menunduk tak berani menatapnya.


“Al aku mau pulang, “ kata-kata yang keluar dari mulut Nara membuat Alvian semakin mengeraskan rahangnya.


Begitu juga dengan Victor dan David yang seketika menatap ke arah Alvian.


Rani dan Evan yang bingung harus berbuat apa sekarang, keduanya memilih duduk dan diam.


“Kaka, “ ujar Nara pelan sembari menggoyangkan tangan Alvian yang berada di atas pahanya.


“Aku akan mengantarmu. “


Alvian mengecup mesra pipi Nara, membuat Ridwan dan juga Roseta terbakar amarah.

__ADS_1


Dengan lancangnya, Roseta berjalan menghampiri Nara lalu menarik tangan gadis itu agar menjauh dari Alvian.


Saat itu juga, Victor dengan sigapnya menahan tangan Roseta yang sudah menggenggam erat tangan Nara.


“Lepaskan Victor! “ bentak Ridwan mencoba memberikan apa yang akan dilakukan Roseta.


“Kau wanita murahan, beraninya mendekati calon suamiku. “


Nara menganga lebar lalu berbalik ke arah Alvian dengan wajah memerah menandakan dirinya tengah marah.


Alvian menghembuskan nafasnya kasar, kembali menarik Nara dalam pelukannya.


“Berhentilah mendekati ku! “ ujar Nara sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Alvian dengan kedua mata yang melotot.


Seolah mencuri kesempatan lagi, Alvian mengecup singkat bibir Nara yang sudah berada di depannya.


“Ayolah sayang sedikit berdrama, “ bisik Alvian yang sempat di dengar Rani dan juga Evan.


Kedua pasangan itu tertawa kecil melihat tingkah adiknya.


“Alvian! “ teriak Ridwan untuk kesekian kalinya.


“Beraninya kau, “ ujar Roseta memanas.


Roseta hendak melangkah mendekati Alvian dan Nara namun, lagi-lagi Victor dan David mencegahnya.


“Apa?! “ nantang Nara.


Semua yang berada di sana membulatkan mata tak percaya, gadis lugu itu juga bisa marah rupanya.


“Aku tidak yakin dia calon suami mu, lihatlah bagaimana manjanya Alvian dalan pelukanku, “ ujar Nara.


David dan juga Victor terkekeh kecil mendengar perkataan Nara, begitu juga dengan Rani, Evan dan Alvian. Sedangkan Ridwan, Dianra dan juga Roseta terbakar api panas.


“Ayok sayang kita cari hotel terdekat. “


Nara seketika berbalik menatap Alvian dengan terkejutnya. Sedangkan Alvian mengedipkan sebelah matanya, menarik Nara menuju parkiran.


“Lakukan saja apa yang kalian mau. Lalu tunggulah, saat dimana kalian akan di hancurkan. Ayok mas, “ ujar Rani sesaat sebelum di peluk Evan menuju kamar keduanya.


David dan juga Victor menatap ketiga orang di hadapan mereka, lalu berjalan mendekati ketiganya.


“Resapi perkataan Rani. “ ujar David berlalu pergi.


Sedangkan Victor hanya menatap tajam ke arah ketiganya, lalu kembali ke tempatnya semula sembari menemani Alexo bermain game.


“Paman, bibi?! “ rengek Roseta kepada Ridwan dan juga Diandra.


Tanpa memperdulikan gadis itu, Diandra dengan wajah gugupnya ikut meninggalkan tempat itu.


“Kau pulang dulu Ros, besok paman hubungi lagi. “


Roseta berdecak kecil, lalu mengambil tasnya berjalan keluar meninggalkan kediaman mewah Alvian.


.


.


.


🌹🌹🌹 👈 buat kalian semua yang sudah mau mampir ke cerita gaje ini ❤️

__ADS_1


__ADS_2