Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
Bab 40 Diserang


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Alvian tiba di rumah utama. Nara yang hendak membuka pintu, dengan cepat di tahan Alvian.


"Pegang ini. "


Alvian memberikan sebuah pisau lipat, dengan handle berbentuk ring berduri kepada Nara untuk berjaga-jaga.


"Hati-hati, " ujar Alvian mengecup singkat kening Nara, lalu membuka pintu mobil.


Saat baru saja hendak turun dari mobil, Alvian langsung di serang oleh musuh.


"Nara tetaplah di belakangku, " pintah Alvian menarik Nara kebelakang panggungnya.


Nara mengangguk, dan bersembunyi di balik punggung Alvian dan juga David yang sudah berada di hadapannya.


Tanpa senjata, David dengan cepat melumpuhkan seorang musuh yang hendak mendekati mereka.


Ketika di luar rumah Alvian tengah berusaha masuk, di dalam rumah Victor tengah kewalahan bersama Evan melawan musuh.


"Victor awas! " teriak Evan.


Evan yang ingin menghalangi Victor yang hendak terkena pukulan keras dari balok musuh, membuat dirinya yang justru menjadi korban.


"Evan! " teriak Rani menggema.


Alvian yang mendengar teriakkan Rani, dengan segera melumpuhkan lawannya lalu berlari masuk kedalam rumah.


"Mau kemana kamu cantik? " ujar salah seorang pria bertopeng.


Nara mencoba ikut masuk kedalam namun, dengan cepat Ia di tahan oleh pria itu.


Tak menjelang lama, Ia sudah di kepung oleh beberapa pria lain yang baru saja tiba. Dari tampang mereka, seluruh wajah ditutupi topeng dengan ciri khas bulu elang di ujung topeng mereka.


"Nona muda. "


David yang hendak menolong Nara, tiba-tiba mendapat satu tendangan keras di perutnya.


"Kau tidak akan bisa menolongnya, " ujar pria yang berhadapan dengan David.


"David! " teriak Nara.


Gadis itu menelan kasa salivanya, menatap ke sekeliling. David semakin kesusahan, saat lawannya terus bertambah.


Nara menarik nafasnya panjang, memakai penutup kepala lalu mengeluarkan belati yang di beri Alvian tadi.


"Kalian mau minggir atau kalian rasakan akibatnya, " ujar Nara.


"Hahaha, gadis kecil kau sangat lucu. "


Para pria itu tertawa terbahak-bahak meremehkan Nara.


Alvian yang sudah berhasil sampai kedalam, membelakan matanya kaget melihat Rani, Alexa, dan juga Evan yang sudah di ikat bersama.


"Akhirnya, Alviano Jovanka hahaha, " ujar seorang pria memakai topeng yang sama mendekati Rani.


"Bang sat, Siapa kalian?! " bentak Alvian.


"Suttt, diamlah atau ku habisi mereka, " ancam pria tersebut.


"Beraninya kau! " ujar Alvian tak kalah garangnya.


Seolah menguji kesabaran Alvian, pria itu meletakkan senjata api tepat di kening Alexa.


Ketika di dalam sedang runyam, di luar rumah Nara dan David masih berusaha masuk.


"Bawa dia, lumayan mainan enak, " ujar salah seorang pria itu menatap Nara dari atas sampai bawah.


Nara tersenyum kecil, dengan gerakan cepat melumpuhkan beberapa orang pria.


"Nona awas! "

__ADS_1


Teriakkan David dengan cepat menyadarkan Nara, sehingga Ia dapat menghindar dari serangan dengan cepat.


"Kau lumayan juga gadis manis, " ujar seorang musuhnya.


"Terima kasih atas pujiannya, aku tidak membutuhkannya. "


Nara melayangkan kakinya menghantam wajah pria itu. David yang telah berhasil melumpuhkan musuhnya, berlari melindungi Nara.


"Anda baik-baik saja Nona? "


Nara mengangguk mengiyakan perkataan David. Kali ini, keduanya di kepung puluhan musuh.


"David, tolong pegang kuat pinggul saya. "


Mendengar ucapan Nara, pria itu terbelak kaget. Jika Ia menyentuh Nara, tangganya akan hilang setelah keributan ini selesai.


"Maaf Nona, saya tidak bisa. "


Mendapat penolakan dari David, Nara menarik nafasnya panjang.


"Aku yang akan jelaskan padanya, apa kau mau mati di sini?! "


Dengan begitu sangat terpaksa, David meraih pinggul Nara.


Gadis itu melompat menendang seluruh musuh di hadapannya.


"Ayok! " ujarnya berlari masuk kedalam rumah, dengan menarik tangan David bersamanya.


Saat itu, Alvian yang mencoba mendekati Rani menghentikan langkahnya saat pelatuk pistol dari musuh hendak di lepaskan.


"Jika selangkah lagi kau maju, akan ku habisi Kaka tercinta dan juga suaminya ini. "


Nara dan juga David, keduanya merayap perlahan di lantai mendekati Alvian lalu bersembunyi di balik sofa.


Victor yang melihat hal itu, dengan cepat mengalihkan perhatian lawannya.


"Mau kemana kau?! "


"Al. "


Mendengar suara Nara, Alvian hanya menggerakkan tangannya tanpa melirik ke arah mereka.


"David kemana Bram? " tanya Nara berbisik.


David mencari ke sekeliling ruangan, matanya langsung tertuju pada kulkas di balik dapur.


"Nona itu bos kecil bersama Bram. "


Nara mengikuti jari David yang mengarah ke dapur. Ia memegang jari telunjuk Alvian, memberitahukan hal itu kepada Alvian.


Alvian tersenyum smrik, lalu melangkah mendekati pria itu sembari matanya mengisyaratkan kepada Bram.


"Woow kau menantang ku Alviano. "


Pria itu menyembunyikan ketakutannya dengan tawa yang keras, ketika Alvian mendekatinya.


"Jika peluru mu berhasil menembus tubuh keponakan ku, akan ku pastikan orang yang menyuruhmu menjadi abu. "


Pria itu tertawa terbahak-bahak, lalu mengangkat tangannya. Seketika, seluruh anak buahnya yang tak terhitung jumlahnya memasuki ruangan itu.


"Gawat, aku harus bisa cepat membebaskan Rani dan Evan. " batin Alvian.


Victor dengan cepat melumpuhkan lawannya, ikut bersembunyi bersama Nara dan juga David.


"Bagaimana sekarang? mereka tambah banyak, " ujar Nara.


Alvian menggerakkan jari telunjuknya, sebagai isyarat agar David dan Victor keluar dari persembunyiannya mereka.


"Anda tetap di sini Nona, " ujar Victor.

__ADS_1


"Aku ikut. "


Victor yang hendak mencegah Nara, kala cepat dengan langkah wanita itu yang sudah berdiri di samping Alvian. Tak lama kemudian, David dan juga Victor ikut bergabung bersama mereka.


"Woow Alviano, ternyata kau menyimpan berlian indah, " ujar pria itu menatap Nara.


Alvian menjadi geram dengan perkataan musuhnya itu, Ia menggenggam erat tangan Nara.


"Bawa gadis itu kesini! " pintah pria bertopeng itu.


Seorang anak buahnya yang hendak mendekati Nara, dengan cepat di tembak mati David.


"Kau siap sayang? " ujar Alvian berbalik menatap Nara.


"Aku butuh kekuatan. "


Alvian yang mengerti akan maksud kekasihnya itu, tersenyum kecil lalu mengecup singkat kening Nara.


"Jika kau terluka, malam ini kau seutuhnya miliku. "


Nara yang mendengar hal itu, menelan kasar ludahnya.


"Serang mereka! " teriak pria bertopeng itu.


Rani dan Evan yang tidak bisa berbuat apa-apa karena di ikat, hanya bisa menatap pertempuran di hadapan mereka.


"Lindungi mereka Tuhan. " batin Rani.


Alvian bergerak cepat memukul beberapa musuh di hadapannya, lalu menggunakan belatinya menghabisi mereka.


"Al, belakang mu! " teriak Nara berlari menendang musuh yang membawa balok di tangannya.


Alvian meraih pinggang Nara, menggendong gadis itu menendang beberapa orang yang mencoba mendekati mereka.


David yang kewalahan, mengambil senjata


apinya menembak mati musuh musuh tersebut.


Victor dengan gerakan cepat, berlari mendekati Evan dan Rani dengan di ikuti Nara.


"Tak perlu meminta, kau sendiri yang kesini gadis manis, " ujar pria bertopeng itu.


Nara tersenyum smrik, lalu mengarahkan pistol yang di ambil dari Alvian tepat di atas kening pria itu.


"Nona muda! " teriak Victor saat pria itu mengalihkan senjatanya dari Alexa kepada Nara.


Alvian dengan cepat menghabisi lawan-lawannya itu dengan hanya menggunakan belatinya saja, lalu menghampiri Nara.


"Jika kau mendekat dia akan mati, " ujar pria bertopeng, yang sudah berhasil memegang leher Nara dari belakang.


Alvian tersenyum kecil bersamaan dengan Nara yang menghantam paha pria itu mengunakan pisau lipat pemberian Alvian.


Mendapat isyarat dari Victor, Bram menembakkan peluru kedalam tubuh pria itu.


"Awas kau Alvian! " teriak pria itu melarikan diri.


"Victor, Bram cepat! "


Bram dan Victor berlari mengejar pria bertopeng yang melarikan diri bersama beberapa anak buahnya.


Alexo keluar dari persembunyiannya, berlari menghampiri Rani lalu membuka ikatan tali ibu dan ayahnya yang di bantu Nara dan juga David.


"Mama, " ujar Alexo menghujani pipi Rani dengan ciumannya.


.


.


.

__ADS_1


Aaa makasih banyak buat yang sudah sejauh ini mengikuti ceritaku 🌹


jangan lupa tinggalkan jejak yah biar aku tau ada yang baca ❤️


__ADS_2