Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
Bab 43 Hukuman Alvian


__ADS_3

Karena tidak berhasil mengikuti jejak Nara lagi, Alvian melangkah kedalam rumah menghampiri Bram.


"Jawab, apa yang terjadi dengan gadisku! " bentak Alvian.


Bram memberanikan dirinya menatap Alvian, lalu mulai menceritakan semuanya. Rani dan Alexo pun, ikut menceritakan detail kejadian tadi.


"Victor seret dia kesini! " teriak Alvian.


Diandra dan juga Ridwan memasuki ruang tamu. wajah wanita itu pucat pasih, melihat amarah Alvian.


Victor menyeret paksa Roseta, membawanya ke hadapan Alvian.


Ridwan yang ingin bersuara, dengan cepat di cegah Evan.


"Semua ini salah ayah, jadi diamlah jangan ikut campur. "


Diandra menelan kasar salivanya, melihat Alvian mengambil belati dari balik kantongnya.


"Beraninya kau melukai kekasihku, " ujarnya Alvian dingin.


sret


Dengan cepat Rani menutup mata Alexo, saat Alvian menggores lengan Roseta.


Alvian melepaskan lakban pada mulut Roseta dengan kasar, sampai bibir ranum wanita itu mengeluarkan darah.


"Aww sakit Al, " ringis Roseta.


Alvian tak memperdulikan tangisan wanita itu, Ia menjambak rambut Roseta lalu menyeretnya menuju ruang belakang yang disana terdapat beberapa hewan buas miliknya.


"Al, jangan lakukan itu nak. "


Diandra berlari menahan langkah Alvian. Namun, dengan kasar tangannya di tepis Alvian.


"Menjauh dariku! " bentak Alvian.


David mendekati Diandra, memintanya untuk tidak mendekati tuannya.


"Jangan ikut campur! " ujar David geram dengan sikap wanita tua itu.


"Alvian lepaskan aku, " tangis Roseta pecah, menahan sakit tubuhnya yang di tarik dan juga rambutnya yang dijambak.


Tak memperdulikan perkataan Roseta, pria itu justru dengan gilanya membenturkan kepala Roseta ke dinding.


"David, buka ruangan itu! " teriak Alvian menggema.


Semuanya ikut berlari mendekatinya, tanpa terkecuali. David dengan segera membuka ruangan terkutuk itu, lalu memberikan kuncinya kepada Alvian.


"Rolex! "


Raungan besar muncul dari balik ruangan dengan rantai baja di lehernya.


Harimau yang mencium bau darah pada tubuh Roseta, menjadi tak terkendali.


"Rolex. "


Seketika binatang buas itu menjadi jinak, hanya mendengar suara Alvian.


"Alvian jangan lakukan itu, " ujar Ridwan mencoba menenangkan Alvian.


"Victor, bungkam mulut mereka atau aku akan menghabisi mu. "


Victor mendekati Ridwan dan juga Diandra, meminta keduanya keluar.


"Tidak Victor, kami akan tetap di sini. "


Diandra tetap mempertahankan pendiriannya untuk tetap di sana.


Rani menatap Evan, membuat pria itu ikut mendekati Ridwan dan Diandra.


"Keluarlah ayah, " ujar Evan.


"Diam Evan, ayah akan di sini sampai Alvian melepaskan Roseta. "

__ADS_1


Victor mengusap kasar wajahnya, menarik nafasnya panjang.


"KELUAR! " bentak Victor lepas kendali.


Ridwan dan juga Diandra yang terkejut akan bentakan Victor, melangkah perlahan ke belakang.


Alvian tersenyum smrik, menatap ke arah Roseta dan kembali menyayat kulit wanita itu.


"Al sakit! " teriak Roseta.


tak memperdulikan perkataan gadis itu, Alvian mengambil kain lap yang berada di sana mengusap kasar darah yang mengalir dari luka pada kulit Roseta.


Alvian mengarahkan kain dengan darah Roseta ke arah Rolex, membuat hewan buas itu menggaung.


Tubuh semua orang yang ikut hadir di sana, seketika bergetar hebat di kala Rolex mencium tubuh Roseta.


"Alvian maafkan aku, aku mohon ampuni aku! " teriak Roseta histeris.


Senyuman terukir indah di bibir Alvian, ketika wanita yang rambutnya tidak dilepas dari tangannya meminta ampun.


"Apa kau menyakiti gadisku? " tanya Alvian dengan pelan namun, sangat menyiksa pendengaran.


Roseta bungkam seribu bahasa saat mendapat lirikan tajam dari Diandra.


"Jawab! " bentak Alvian.


"Iya aku kenapa! " nantang Roseta saat sudah tidak tahan lagi dengan sakit pada tubuhnya.


"Kenapa? "


"Dia hanya gadis kampung, dia sama sekali tidak pantas dengan mu, " ujar Roseta melemah.


Alvian semakin geram dengan ucapan Roseta namun, Ia lebih memilih tersenyum lalu mendekatkan Rolex dengan Roseta.


"Alvian! " teriak Rani saat Rolex hendak memasukkan wanita itu kedalam mulutnya.


Alvian semakin menggila ketika semua orang menjadi takut akan aksinya.


"Uncle Lexo takut. "


"Dia tidak akan memakan kamu, coba pegang tubuhnya. "


Alexo menatap wajah Alvian, lalu mengulurkan tangannya meraih tubuh Rolex.


Saat itu juga, binatang buas itu menggaung membuat napas Rani berhenti seketika.


"Alvian! " kesal Rani.


Evan yang melihat kekhawatiran pada diri istrinya, terkekeh kecil lalu kembali menatap datar saat mendapat tatapan tajam dari Rani.


Rani melangkah mendekati Alvian, meraih paksa Alexo dari tangan adiknya.


"Makanya punya anak biar bisa di kasi ke hewan buas mu itu, " oceh Rani menjauh dari Alvian.


Alvian sedikit terkekeh, meraih kursi lalu duduk di depan Roseta.


"Sayangnya kekasihku belum siap untuk membuat anak, " ujar pria itu.


Roseta yang sudah tak berdaya, mengangkat sedikit kepalanya menatap lemas wajah Alvian.


"Lepaskan aku Vino, " ujarnya lemas.


Alvian yang mendengar panggilan itu keluar dari mulut Roseta, mendekati gadis itu.


"Jangan pernah ucapkan namaku dengan mulut busuk mu ini. "


Alvian mencengangkan keras dagu Roseta, lalu menghempaskan jauh.


"David masukkan dia! " pintah Alvian.


Semuanya terbelak kaget dengan perkataan Alvian.


Pria itu tidak pernah main-main dengan ucapannya.

__ADS_1


"David! " bentak Alvian saat David tak bergegas melaksanakan perintahnya.


Dengan penuh rasa keraguan, David berjalan melebarkan kandang Rolex lalu menarik Roseta masuk.


"Tidak Al, jangan! " teriak Roseta histeris.


Tak memperdulikan perkataan Roseta, Alvian mengisyaratkan agar David lebih cepat memasukkannya ke dalam kandang.


Setelah memasukkan Roseta kedalam kandang Rolex, David menutup pintu dari luar.


"Alvian lepaskan Aku! "


Diandra hanya bisa menunduk pasrah dengan apa yang menimpah Roseta. Berbeda dengan Diandra, Ridwan justru melangkah mendekati Alvian.


"LEPASKAN DIA! " bentak Ridwan semakin tidak tahan dengan kelakuan putranya.


Tak memperdulikan perkataan ayahnya, Alvian bangkit dari duduknya berjalan sambil menggiring Rolex masuk kedalam kandang.


"Alvian! " teriak Roseta ketakutan.


Alvian mengunci pintu kandang Rolex, lalu menatap lekat wajah Ridwan.


"Rolex! "


Diiringi dengan teriakan Alvian, binatang buas itu mendekati Roseta mencabik-cabik bajunya.


"Alvian sudah cukup! " pintah Rani yang ketakutan.


Victor mendekati Rani, menyuruhnya untuk pergi dari sana. Jika tidak, kemarahan Alvian akan semakin menjadi-jadi.


"Pergilah Rani, " ujarnya.


"Benar sayang, kau lebih baik temui Alexa. "


mendapat pengusiran dari dua pria itu, Rani berbalik mencubit lengan keduanya.


"Apa kalian gila?! Sana hentikan Alvian, " oceh Rani.


"Dia tidak akan mendengarkan siapapun Rani, " ujar Victor yang ikut di angguki Evan.


Roseta yang ketakutan ketika hewan buas itu terus menghabisi pakaiannya, bersandar pasrah pada jeruji besi yang di jadikan Alvian sebagai pintu.


"Berhentilah Nak, mama mohon. "


Kali ini, Diandra ikut mendekati Alvian mencoba menghentikan kegilaannya.


Alvian tersenyum sinis menatap Keduanya, lalu berbalik menatap Roseta yang sudah lemas tak berdaya.


"Rolex!"


Teriakkan Alvian yang seketika membuat jantung semua yang di sana hampir jatuh. Bagaimana tidak? Rolex yang mendengar teriakkan Alvian, langsung berlari hampir menerkam tubuh Roseta. Akan tetapi, hewan buat itu berhenti saat melihat tangan Alvian terangkat.


"David keluarkan dia, " pintah Alvian.


David mengangguk mengiyakan perkataan Alvian, lalu membebaskan Roseta. Meski begitu, pria itu tak melepaskan gadis itu. Ia justru membawa Roseta menuju tempat tahanannya yang berada dekat rawa buaya.


"Masukan dia di sana! "


David membuka pagar ruang tahanan itu, lalu Victor memasukkan Roseta kedalam sana.


"Itu hukuman bagi orang yang mencoba ingin melukai gadisku, " ujar Alvian menatap lekat wajah Diandra.


Setelah kepergian Alvian bersama asistennya, Diandra mendekati Ridwan.


"Mas bebaskan dia, " ujarnya dengan tangisan.


Namun, Ridwan hanya memeluknya sembari menuntunnya pergi dari sana.


"BEBASKAN AKU! " teriak Roseta.


.


.

__ADS_1


yuk komen sama likenya dong biar makin semangat aku nulisnya.


👉🌹 buat yang selalu setia menemani Nara dan juga Alvian.


__ADS_2