Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
66 Lebih Memilih Alvaro


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, Alvian dan anak buahnya dalam perjalanan pulang ke rumah. Sedangkan Evan dan Alexo, masih mampir ke suatu tempat membelikan pesanan Rani.


Dalam mobil yang di kendarai Victor, sama sekali tidak ada obrolan diantara ketiganya.


Merasa canggung dengan suasana itu, David memutar musik yang cukup menenangkan.


Mata Alvian menatap sedikit keluar kaca mobilnya, yang seketika menangkap sosok Nara baru keluar dari sebuah mini market.


"Hentikan mobilnya Victor!"


Victor yang sedikit terkejut, Hampir saja menabrak mobil depan. Namun, dengan gesitnya Ia dapat menghindar dan memarkirkan mobil itu tepat di depan mini market yang dimasuki Nara.


Alvian dengan segera, berlari masuk mengikuti Nara. Beberapa pelayan toko yang melihatnya, terpaku akan ketampanan Alvian.


"Woow itu Pengusaha muda itu kan?!"


"Iya, tuan muda Alviano."


Desas-desus para pelayan dan juga pengunjung, kagum melihat kemunculan Alvian di sana.


Nara yang memang tidak mendengar, tak memperdulikan semua itu. Ia begitu asik berbelanja, hingga dikejutkan dengan kehadiran Alvian yang memegang tangannya.


"Al, " ujarnya.


Alvian menatapnya datar, menarik tangan Nara membawanya ke sudut toko itu.


"Apa sih?! lepasin aku mau belanja, " ujar Nara.


Nara berusaha melepaskan tangan Alvian darinya, tapi sayang kekuatannya tidak seberapa Alvian. Dengan sangat terpaksa, Nara pasrah dengan keadaannya sekarang.


"Kenapa tidak masuk kerja?"


Sejak tadi, Nara sudah menduga akan pertanyaan yang dilontarkan Alvian. Ia memutar bola matanya malas, hendak melangkah pergi.


Namun, dengan cepat Alvian menariknya kembali ke tempatnya semula.


"Kau sekarang sangat keras kepala Nara, " tukas Alvian menahan emosinya.


Tertawa, yah itulah respon Nara atas ucapan Alvian. Seolah tidak sadar diri, bisa-bisanya pria itu mengatakan hal yang tidak masuk akal.


"Urus saja mantan kekasihmu itu, " judes Nara.


Sembari menghembuskan kasar tangan Alvian, Nara mendekati rak minuman mengambil beberapa susu dan juga kopi.


"Siapa ja Lang itu?"


"Benar, dia seperti penggoda."


"Dasar tidak tau diri!"


Nara menghempaskan nafasnya kasar, ketika telinganya panas mendengar bacotan para pengunjung toko itu.


"Dasar sampah!"


Alvian menampilkan senyumannya, ketika mendengar apa yang dilontarkan Nara. Gadisnya begitu berani, lihatlah para pengunjung seperti mati kutu mendengar perkataannya.


"Ada gitu, maling teriak maling, " ujar seorang pelayan toko, seolah menguras kesabaran Nara.


"Mbak kerja tuh yang benar, mau di pecat?" titah Nara sedikit tenang.


Alvian yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya, sedikit mendekat ke arah Nara.


"Heh, memangnya siapa kamu?!" bentak pelayan toko itu.


Tak memperdulikan perkataan wanita itu, Nara membawa belanjaannya menuju kasir. Ketika Ia hendak mengeluarkan beberapa lembar uang, tangannya di tahan Alvian.


"Berapa harga belanjaan istri saya?"


Seolah tersambar petir, semua yang mendengar perkataan Alvian seketika terkejut tak percaya. Bukan hanya mereka, Nara pun membulatkan matanya ketika apa yang diucapkan Alvian menembus telinganya.

__ADS_1


"Sayang, sudah aku katakan biar aku saja. Kasihan bayi kita."


Nara kembali dibuat terkejut, ketika Alvian mengusap perutnya rata.


Victor dan David yang sedari tadi memperhatikan hal itu, tersenyum puas ketika melihat Tiara yang baru saja muncul.


"Sepertinya sebentar lagi, Alvian junior akan hadir, " ujar David memanas-manasi Tiara.


Nara menerima belanjaannya dari kasir, melangkah keluar tanpa menunggu Alvian.


"Pecat dia!"


Alvian yang sebelum meninggalkan mini market itu, menatap manager toko sesaat sebelum mengikuti jejak Nara.


Mini market tersebut, merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada di bawah naungan Jovanka grup. Jadi, apapun yang dikatakannya pasti langsung di turuti.


Nara yang sudah mencapai parkiran, sedikit menarik senyumannya ketika melihat Victor dan juga David. tak sungkan-sungkan, gadis itu menghampiri mereka.


"Hai, " sapanya.


"Kita merindukan mu, " ujar Victor menatap wajah imut Nara.


Nara hanya bisa terkekeh, mendengar hal itu. Namun, tawanya seketika pudar saat sosok Tiara mendekati mereka.


"Hai Nara, kita bertemu lagi."


Hanya ekspresi data yang ditunjukkan Nara, saat mendengar perkataan Tiara. Alvian mengusap kasar wajahnya, ikut mendekat kearah mobilnya.


"Alvian, " ujar Tiara.


Gadis itu mendekati Alvian, bergelayut manja pada lengan pria itu. Nara tersenyum smrik, menatap intens keduanya.


"Sedang apa disini?"


Tiara memanyunkan bibirnya manja, ketika pertanyaan Alvian menembus telinganya.


Nara yang muak melihat semuanya, hendak melangkah pergi. Namun, dengan cepat tangannya di cekal David.


"Biar kita antar, " tawar David.


Sedikit melirik kearah Victor yang juga mengangguk, Nara menatap lekat wajah Alvian dan Tiara.


"Sepertinya, kalian harus segera menyiapkan hotel, " ucapnya enteng.


Alvian mengeraskan rahangnya, sedikit melepaskan gelayutan manja Tiara. Sedangkan Victor dan David, tersenyum puas dengan ucapan Nara.


Karena tangannya dilepas Alvian, bukannya menjauh Tiara malah semakin menjadi-jadi. Ia dengan cepat dan tanpa malu, mengecup singkat pipi Alvian.


Senyuman manis terukir pada bibir Nara, ketika maniknya menangkap kejadian yang membuat hati kecilnya teriris.


Muak dengan sikap Alvian, Victor mendekati kedua insan itu Menyodorkan senjatanya pada kening Tiara.


"Sekali lagi kau melakukannya, aku akan menghabisimu sekarang juga! " ancam Victor.


Tiara yang sedikit ketakutan, menatap Alvian yang sama sekali tidak merespon.


"Al, " ujar Tiara.


"Menjauh dar-


Dring Dring


Alvian menghentikan perkataannya, ketika ponsel Nara berbunyi begitu nyaringnya.


"Aku sudah selesai, " tukas Nara pada balik ponselnya.


Melihat ponsel itu bukan pemberiannya, Alvian menjadi geram. Setelah menghempaskan kasar tangan Tiara, Ia mendekati Nara.


"Kemana ponsel pemberianku, " ujarnya dingin.

__ADS_1


David dengan sigapnya, berdiri memunggungi Nara menghadap Alvian.


"Apa kau sudah bosan kerja?!"


Tak menjawab perkataan Bosnya, David tersenyum smrik menatap Victor yang juga ikut berdiri melindungi Nara.


"Apa-apaan kalian?!"


"Jika anda berani menyakitinya, Dia akan kami bunuh. "


Tangan Victor yang mengarah ke arah Tiara, membuat wanita itu bergetar kekuatan dengan ancaman Victor.


"Jawab Nara!" teriak Alvian menggema.


Saat itu juga, mobil Alvaro terparkir tak jauh dari mereka. David tersenyum puas, menyuruh Nara pergi.


"Pergilah Nona, " ujarnya.


"Nara, Saya antar!"


Nada suara yang begitu dingin, jujur kali ini Victor dan David menelan salivanya kasar setelah mendengar perkataan Alvian.


"Mau pulang bersamaku, atau kekasih tak bergunamu itu?"


Seolah menantang maut, Alvaro mendekati Nara menatap tajam Alvian yang sepertinya singa dalam dirinya akan muncul.


"Alvaro nona, " ujar David.


Dor


Alvian meluncurkan tembakannya kelangit, melupakan amarahnya yang sengaja dipancing kedua orang kepercayaannya itu.


Nara yang sadar akan hal itu, mencoba tenang menarik tangan Alvaro menjauh menuju mobil pria itu.


Ada sedikit senyuman kemenangan yang diberikan Alvaro, ketika Nara lebih memilihnya.


Alvaro melajukan mobilnya, meninggalkan tempat itu setelah Ia dan Nara sudah berada di dalamnya.


"Mau kemana? " tanya Alvaro.


"Rumah sakit."


Mendengar jawaban singkat dari Nara, pria itu hanya mengangguk mengiyakan.


"Ayok ikuti mereka!"


Tak mau tinggal diam, Alvian memasuki mobil yang langsung diikuti David dan Victor, meninggalkan Tiara.


"Al, tunggu!" teriak Tiara mencoba mengejar mobil Alvian.


Namun, mobil yang dikendarai Victor melaju begitu kencangnya hingga Ia tidak bisa mengejar lagi.


"Tetap pantau mereka, " ujar Alvian sembari menyandarkan punggungnya pada kursi penumpang bagian belakang.


David dan Victor secara bersamaan, menganggu mengiyakan perkataan Alvian.


.


.


.


Hai pembaca setiaku...


Makasih sudah mengikuti sejauh ini, maaf jika kurang srek atau banyak yang kurang dari cerita aku.


Tolong, kalau kalian baca, jangan lupa tinggalin jejak misalnya, komen atau like gitu biar aku tau gitu ada yg baca.


Dan lagi satu, yuk kritik dan sarannya dong 😚

__ADS_1


__ADS_2