Dicintai Tuan Muda Alviano

Dicintai Tuan Muda Alviano
73 Hanya Nara yang Bisa


__ADS_3

“Jika anda berani menyentuhnya, peluru ini akan menembus tubuhmu, “ ancam Victor.


Berlagak sok cool, Ridwan menepis senjata Victor dari hadapannya. Ia mendekati Alvian, menatapnya dengan penuh amarah.


“Apa yang kau lakukan pada Lian Sheng?!”


Masih dengan nada tinggi, pria itu sangat tidak santai berbicara pada putranya. Sama sekali tidak ada jawaban dari Alvian, tapi tangannya masih setia menggenggam erat tangan Nara.


“Itu kesalahannya.”


Alvian menarik tangan Nara, hendak berlalu pergi dari sana. Dengan cepat, Ridwan menghentikan keduanya dengan sedikit melepaskan tautan tangan keduanya.


Dor


Satu tembakan peringatan dilepaskan Victor, ketika melihat Nara hampir tersungkur. Untungnya, Tiara dengan cepat menahan gadis itu.


“Victor, turunkan senjatamu!” teriak Diandra, menghampiri mereka.


Dengan keterpaksaan yang mendalam, Victor menurunkan senjatanya ketika Alvian memberinya isyarat. Tak hanya dirinya saja, beberapa pengawal lainnya pun ikut menurunkan senjatanya.


“Cari Roseta, nikahi dia.”


Senyuman kecil terukir pada bibir Alvian, saat mendengar apa yang diucapkan Diandra penuh semangat. Kaget, tentu saja! Bukan hanya Nara saja Tiara juga sama terkejutnya dengan apa yang keduanya dengar.


“Maksudnya apa ini bibi?!”


Tak terima dengan perkataan Diandra, Tiara mendekat dengan wajah bingung bercampur kemarahan.


“Diam Tiara, Alvian memang harus menikahi Roseta. Jika tidak Lian Sheng akan terus mengganggu kita, “ jelas Diandra.


“Apa kau bercanda Al?” tanya Tiara menatap lekat wajah Aalvian.


Begitu aneh, Nara yang notabene kekasihnya Alvian hanya diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun, mengapa Tiara yang begitu posesifnya?


“Diamlah Tiara, aku tidak mungkin melakukan hal serendah itu.”


Mendengar penolakan telak dari Alvian, Ridwan seolah terbakar api Amarah dalam dirinya. Tatapan tajam darinya, tertuju pada Nara yang berdiri di samping Alvian.


“Jauhi putraku!” ujar Ridwan.


“Ayah tidak punya hak, untuk mengatur kebahagiaanku.”


Tangan Alvian menarik Nara, membawa gadis itu kebelakangnya. Dian yang geram hendak mendekati Nara, dengan segera di tahan Tiara dan Victor yang menghalanginya.


“Kau mau melepaskannya, atau ku hancurkan dia!” ancam Ridwan yang tidak melepaskan pandangannya dari Nara.


“Victor, urus mereka!”


Alvian menarik tangan Nara, melangkah menuju kamarnya. Karena kelalaian Tiara dan Victor, Diandra dengan cepat menarik rambut Nara.


“Aww, “ ringis Nara saat dirinya sudah tersungkur di lantai.


Sontak saja, seluruh anak buah Alvian secara bersamaan mendekati Diandra menyodorkan senjata mereka pada wanita tua itu.


“Beraninya kau!”


Dengan tatapan tajam dan penuh amarah, Alvian mendorong kasar tubuh Diandra menjauhi Nara. Tak hanya sampai di situ saja, Alvian kembali mendekati wanita itu lalu memegang kerah bajunya sembari mendorong tubuh Diandra menyender pada tembok.


“Alvian, uhuk uhuk, “ ujar Diandra terbatuk-batuk, sembari mencoba melepaskan tangan Alvian dari lehernya.

__ADS_1


“Tiara, bantu Nara ke sofa.”


Tiara mengangguk patuh, membopong tubuh Nara membawanya menuju sofa. Victor yang hendak menghentikan Alvian, seketika terhenti ketika melihat Alvian mengangkat tangannya.


“Mas, to-tolong.”


Kata-kata yang diucapkan Diandra, terbatah-batah mencoba meminta pertolongan pada Ridwan yang tidak jauh darinya.


“Lepaskan Alvian!”


Bruk


Ridwan tersungkur dilantai, ketika tangannya sudah menyentuh lengan Alvian, dengan keras Alvian mendorongnya jauh dari sana.


“Apa kau ingin menguji kesabaran ku?!” bentak Alvian.


Masih tak melepaskan tangannya dari leher Diandra, Alvian malah semakin mengeratkan cekalan tangannya pada leher istri ayahnya itu.


“Alvian, lepaskan tanganmu dari leher mamamu!”


Tawa Alvian menggelegar di seluruh penjuru ruangan, kata-kata konyol itu seolah-olah menggelitik perutnya.


“Dia istrimu, bukan mamaku!” terika Alvian dengan penuh amarah.


Evan dan Rani yang sedari tadi aman tentram dalam kamar keduanya, terkejut dengan teriakan Alvian.


“Mas, ada apa itu?”


Evan tanpa menjawab pertanyaan Rani, meletakkan putrinya dalam tempat tidur Alexa. Menarik tangan Rani kamar. Mata keduanya membulat, ketika melihat pemandangan dihadapan mereka.


“Alvian!”


“Jangan sekarang Ran, kau bisa saja menjadi korbannya.”


Evan mendekati Rani, menarik tangan istrinya menuju sofa mendekati Nara dan Tiara. Keduanya jadi paham, setelah melihat kening Nara yang mengeluarkan cairan merah.


“Alvian, lepaskan!”


Masih dengan permohonan yang sama, Ridwan mencoba menghentikan Alvian.


Namun, semakin Ia meminta putranya berhenti, Alvian juga semakin mengeratkan cekalan tangannya.


Diandra yang sudah kehabisan pasokan udara, meneteskan air matanya sembari tangannya memeluk pelan lengan Alvian.


Nara bangkit dari duduknya, berlari memeluk Alvian dari belakang menenangkan pria itu dari amarahnya.


“Hentikan Al, “ ujar Nara pelan.


Sama sekali tidak ada respon dari Alvian, Nara semakin mengeratkan pelukannya.


"Alvian, tolong hentikan!" pintah Nara dengan nada bergetar.


Alvian tersadar akan hal itu, melepaskan cekalan tangannya pada leher Dianra dengan kasar.


“Karena permintaan kekasihku, aku mengampuni mu kali ini. Jika kau masih mencoba menyentuhnya, akan ku pastikan kau menjadi makanan Rolex, “ peringat Alvian.


Alvian melepaskan pelukan Nara, membalikkan tubuhnya menatap Nara lalu menarik tangan gadisnya menuju kamarnya.


“Bahkan aku pun, tidak bisa mengontrol amarah Alvian. Dia gadis yang tepat, “ ujar Tiara dengan pandangan yang masih tertuju pada kedua pasangan itu.

__ADS_1


“Bukan hanya kau saja, aku juga tidak bisa Tiara, “ ujar Rani dengan maskud yang sama seperti Tiara.


Sepertinya hanya Nara yang bisa membuat Alvian mengontrol amarahnya, buktinya saat ini Alvian melepaskan Diandra setelah mendengar perkataan Nara.


Melihat kepergian Alvian bersama kekasihnya, Ridwan menghampiri Diandra membantunya berdiri dan,


Plak


Wanita itu berhasil mendapatkan tamparan keras dari suaminya, dengan nafas memburu Ridwan menarik tangan Ridwan menuju kolam.


Dalam kondisi sekarang, semuanya masih bingung harus berbuat apa. Terkecuali Victor, pria itu membuntuti Ridwan dan Diandra sampai kearah kolam.


“Sama sekali tidak ada kedamaian, “ gumam Evan pelan.


Kedua wanita disampingnya, mengangguk mengiyakan perkataannya.


“Apa kau bodoh, sudah ku katakan jangan pernah terburu-buru!” ujar Ridwan pelan namun, sedikit membentak.


“Aku kelepasan mas, “ serkah Diandra mencoba mencari pembelaan.


“Cari cara memisahkan keduanya!” pintah Ridwan.


"Aku punya cara mas."


senyuman cerah, terpancar dari Diandra yang seperti sudah menyiapkan sesuatu.


Binggo, Victor tersenyum puas mendengar pembicaraan kedua insan itu. Dengan penuh semangat, pria itu merekam setiap apa yang di dengarnya.


Selesai dengan urusannya, Victor berbalik kembali menuju Rani dan Evan bersama Tiara, sembari mengirimkan rekamannya pada Alvian.


Alvian yang saat ini bersama Nara di balkon kamarnya, tersenyum smrik menatap ponselnya. Melihat Nara mendekatinya, Alvian menarik tangan gadisnya hingga Nara duduk di sebelahnya.


“Maafkan aku, “ ujar Alvian setelah mengecup kening Nara sayang.


Nara menggelengkan kepalanya, memeluk erat tubuh Alvian dari samping dan membenamkan wajahnya pada dada pria itu.


“Aku seperti gagal menjagamu, jika Rian tau Ia pasti tidak mengijinkan ku bertemu dengan mu lagi, “ ujar Alvian.


Nara sedikit terkekeh mendengar perkataan Alvian tadi. Ia mengangkat kepalanya, menatap wajah Alvian lalu tersenyum lebar.


“Beberapa hari ini, aku merindukan sikap manismu ini tuan muda Alviano, “ ujarnya


Alvian sama sekali tidak berekspresi namun, kembali mengecup kening Nara sembari mengusap surai hitam Nara.


“Sayangnya, besok kita akan kembali seperti sebelumnya. “ batin Alvian menatap kearah depan.


.


.


.


Hai pembaca setiaku...


Makasih sudah mengikuti sejauh ini, maaf jika kurang srek atau banyak yang kurang dari cerita aku.


Tolong, kalau kalian baca, jangan lupa tinggalin jejak misalnya, komen atau like gitu biar aku tau gitu ada yg baca.


Dan lagi satu, yuk kritik dan sarannya dong 😚

__ADS_1


__ADS_2