
Nara yang sudah di masukkan dalam sebuah rumah tua, perlahan membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya hanya mendapatkan barang-barang rusak.
Dirinya menggeliat, Ia tersadar saat ini Ia sedang di ikat. Dengan sekuat tenaga Nara mencoba melepaskan ikatan itu namun, sia-sia saja simpul itu sangat kuat.
“Mau sekuat apapun lo berusaha, tali itu nggak bakal terlepas. “
Seorang wanita bersama beberapa orang pria bertubuh besar tanpa baju, melangkah mendekatinya.
“Lepaskan saya, kalau tidak kalian akan menyesal! “ teriak Nara dengan suara begitu gugupnya.
“Hahahaha heh kampung, Lo pikir Alvian bakal datang kesini buat bebasin Lo gitu? Halu, “ ujar wanita itu mencengangkan dagu Nara.
“Kelly Milor. “
Yah benar orang yang menculik Nara adalah Kelly Milor. Namun, bukan hanya dia saja ada otak di balik semua ini.
“Oh bagus deh Lo tau nama gue, jadi nggak usah repot-repot buat gue memperkenalkan diri. “
“Bos kita apakan dia? “ tanya salah seorang anak buah Kelly.
Kelly tersenyum lalu mendekati Nara, Ia sedikit mengusap wajah Nara dengan manjanya.
“Akh dia sangat seksi bukan? “ dengan sedikit *******, Kelly mengusap manja leher Nara.
“Bang sat, lepaskan aku! “ teriak Nara menggoyangkan tubuhnya agar tangan gadis gila itu tidak terlalu jauh.
Kelly melepaskan bajunya sampai hanya tersisa bra, melangkah mendekati salah seorang anak buahnya. Dengan gilanya, Kelly mengusap-usap put ing salah satu anak buahnya itu.
"Akh, " desah Kelly saat kedua gunung kembarnya di pelintir oleh bawahnya.
“Kenapa cantik, apa kau tertarik ingin mencoba? “ ujarnya menggoda.
Nara yang melihat kelakuan gila wanita itu, ingin memuntahkan seluruh isi perutnya.
Tanpa disadari Kelly, Alvian yang sudah berada di balik tembok luar gedung itu mencoba mencari cara agar bisa mencapai Nara.
“David ikut saya! “ ucap Alvian dingin.
Bersama David, Alvian melangkah masuk kedalam tempat Nara di kurung. Sedangkan Victor, masih berusaha menghabisi para penjaga di luar.
Keduanya di sambut oleh anak buah Kelly yang memegang senjata api di tangannya.
Dor Dor
Beberapa tembakan dari David, berhasil melumpuhkan sebagian anak buah Kelly.
Alvian terus melangkah, hingga tiba di pintu dimana Nara di kurung. Namun, Ia memilih untuk tidak masuk pria itu ingin melihat apa yang akan di lakukan Kelly.
Sedangkan dari dalam, Kelly melangkah mendekati Nara lalu merobek paksa baju yang di kenakan Nara.
“Jangan berani macam-macam! “ teriak Nara menggema di telinganya.
“Berisik! “ bentak Kelly.
Nara semakin ketakutan, di kala seorang anak buah Kelly menyerahkan lakban kepada gadis gila itu.
__ADS_1
“Lihatlah guys, dia semakin mempesona dengan mulut tertutup seperti ini, “ ujar Kelly setelah selesai membungkam mulut Nara.
Tak hanya sampai di situ saja, Kelly yang sudah membuka baju Nara berbalik menatap salah seorang anak buahnya.
“Aku tau dari tadi menginginkan tubuhnya kan? Sana nikmati. “
Nara seketika meneteskan air matanya mendengar perkataan Kelly. Saat ini dalam benaknya, hanya ada nama Alvian.
“Aku mohon Kak, datanglah. “ batinnya.
Anak buah Kelly terus melangkah mendekati Nara, dengan wajah nafsunya.
Dor
Satu tembakan dari Alvian berhasil melumpuhkan pria itu, saat hendak menyentuh Nara.
“Beraninya kau menyentuh gadisku! “ teriak Alvian.
Nara semakin mengeluarkan air matanya, di saat Alvian bersama David berada di depannya.
“Woow Alviano, “ ujar Kelly dengan senyuman mengambang.
Dor
Tanpa menunggu lama, Alvian menembaki kaki Kelly membuatnya meringis kesakitan.
“Kurang ajar apa yang kalian lihat? Cepat serang dia! “ pintah Kelly sembari menahan rasa sakitnya.
Namun, sudah beberapa menit anak buahnya sama sekali tidak bergerak melawan. Kelly memaksa untuk bangkit namun, David kembali mengarahkan senjatanya tepat pada kaki sebelah dan-
Dor
“Bang sat aku membayar kalian untuk melihatku terluka huh! “
“Berhentilah berteriak Kelly, “ ujar Victor yang masuk setelah berhasil melumpuhkan anak buah Kelly yang berada di luar.
“Sano lawan mereka! “
Sano pria yang tadi perutnya di cum bui Kelly, tidak bergerak menuruti perintah Kelly.
“Maaf Nona, bayaran tuan Jovanka sangat memuaskan. “
Kelly terbakar amarah, langsung menembaki Sona. Alvian melangkah menginjak kaki Kelly, pada luka bekas tembakan.
“Argh! “ teriak Kelly menjerit.
Tanpa berbasa-basi, Alvian melangkah mendekati Nara melepaskan ikatan gadis itu. Ia membuka jaketnya lalu membungkus tubuh Nara.
“Aku takut kak hiks hiks, “ tangis Nara memeluk erat tubuh Alvian.
“Heii wanita hebat ku tidak boleh takut hmm, “ ujar Alvian menenangkan.
“Ayok pulang! “
Nara yang hendak berbicara, mulutnya langsung di bungkam Alvian saat pria itu dengan menc ium bibirnya dengan sesekali melu matnya.
__ADS_1
David, Victor dan juga beberapa anak buahnya seketika mengalihkan pandangan mereka.
Nara memukul dada bidang Alvian saat sudah tidak bisa bernafas lagi. Alvian melepaskan tautan Keduanya, lalu mengecup kening Nara dengan lembut.
Ia lalu menggendong tubuh gadisnya itu, berjalan keluar dari sana.
Kelly yang hendak mengangkat senjatanya, dengan cepat di tahan oleh David.
“Lakukan apapun yang kalian mau dengan gadis kotor ini! “ pintah David sebelum mengikuti langkah Alvian.
“Damage brow, “ ujar Victor meledek David.
Setelah kepergian Alvian bersama kedua anak buahnya yang membawa Nara, anak buah Kelly yang merupakan pria hidung belang menghampirinya.
“Apa yang akan kalian lakukan?! “
“Tenanglah sayang, kami akan memuaskan mu, “ ujar salah seorang dari mereka yang sudah mengurung Kelly.
“Aaaa! “ teriak Kelly menggema mengiri langkah Alvian yang menggendong Nara menuju mobil.
Setibanya di mobil, David membantu Alvian memasukan Nara. Sedangkan Victor, sudah duduk di kemudi siap melaju. Setelah memastikan Alvian dan juga David sudah benar-benar didalam, Victor melajukan mobil meninggalkan tempat itu.
“Kita mau kemana? “ tanya Nara, saat jalanan yang di tempuh mereka terasa asing baginya.
“Ke rumah Alviano yang sebenernya, “ ujar Alvian mengelus surai hitam gadis itu.
“Tapi kak, ini jalan yang salah sepertinya. Iya kan David? “
“Tidak Nona, ini jalan yang benar. “
Nara menatap lekat wajah Alvian. Gadis itu tidak yakin dengan ucapan David, sebab dirinya hafal betul jalan menuju kediaman Alvian meskipun baru beberapa kali kesana.
“Tidak sayang, kita akan kembali ke rumahku, “ ujar Alvian meyakinkan.
“Tuhan tolong, aku tidak ingin di culik lagi. Capek Tuhan, “ ujar Nara dramatis.
Alvian bersama kedua asistennya terkekeh mendengar celetukan Nara, yang mengira mereka akan menculiknya.
“Apa ada seorang pria yang menculik kekasihnya sendiri? “ ujar Alvian.
“Mohon maaf Tuan muda, sudah banyak kasus wanita di culik kekasihnya. “
Alvian semakin terkekeh geli mendengar perkataan Nara. Ia kemudian menarik Nara masuk kedalam pelukannya.
“Baiklah, David sebarkan berita bahwa aku menculik kekasihku yang manis ini. “
Nara berdecak kesal memukul lengan Alvian. Sedangkan David dan Victor, hanya bisa terkekeh pasrah dengan keadaan mereka yang saat ini menjadi obat nyamuk.
.
.
.
Makasih buat yang sudah mampir, yuk komen sama likenya biar makin semangat nulisnya ❤️🌹
__ADS_1