
Afifa dengan yang lainnya tampak sudah menyelesaikan sarapannya dan kini mereka kembali keruang kerja dan menyelesaikan tugasnya masing-masing.
Tampak Aziel sedang menelepon Hamid.
Dan setelah sambungan terhubung Aziel langsung memberi salam.
"Assalamu'alaikum Abi, kenapa Abi pulang tidak memberitahu kami" yang langsung pada pokoknya.
"Wa'alaikumsalam, maafkan Abi nak.
Abi ada urusan kantor yang mesti harus dikerjakan" bohong Hamid.
"Apa Abi tidak menutupi sesuatu dariku" Aziel hafal betul dengan Abi nya.
Dia yakin Abi nya sedang menutupi sesuatu darinya.
"Kamu sedang dimana nak" tanya Hamid
"Aziel diruang pemantauan Abi, tunggu sebentar biar aku keluar dahulu" yang keluar saat itu juga menjauhi ruangan itu.
Setelah dirasa aman dan tidak ada yang mendengar atau mengawasinya barulah Aziel berbicara lagi.
"Aku sudah diluar Abi, tolong Abi jelaskan sebenarnya ada apa.
Kenapa Abi sampai meninggalkan kami begitu saja.
Ziel tahu kalau masalah perusahaan Abi gak akan seperti itu" yang menjelaskan semu kecurigaannya.
"Abi mohon jangan beritahukan kepada semuanya terutama Afifa.
Uma sekarang sedang sakit dan tadi malam dilarikan kerumah sakit" jujur Hamid kepada putra nya.
"Kenapa Abi tidak memberitahukan Aziel, terus bagaimana keadaan Uma sekarang.
Apa sebaiknya Aziel pulang dahulu menjaga Uma" yang terlihat sangat khawatir terhadap Uma nya.
Orang yang sudah membesarkannya semenjak orangtua nya meninggal.
"Uma sudah mulai membaik nak, kamu jangan khawatir.
Yang penting selesaikan misi kita dan selamatkan dunia dari kehancuran dan keserakahan orang lalim" kata Hamid berpesan kepada Aziel.
"Tapi Abi, aku tidak mau sesuatu terjadi dengan Uma" yang kelihatan masih khawatir.
"Doa kan saja Uma, yang penting teruskan misi kita.
Setelah Uma sehat Abi akan terbang kembali kesana.
Abi yakin dengan kemampuan putra dan putri Abi.
Jangan buat kami disini kecewa nak.
Kalian harapan kami semua" tegas dan penuh permohonan.
"Baiklah kalau begitu Abi, aku titip salam buat Uma.
__ADS_1
Setelah misi ini selesai aku akan segera kembali bersama yang lainnya" jawab Aziel
"Iya nak, tolong jaga adik-adik mu dan ingat pesan Abi ya" mengingatkan Aziel.
"Baik Abi, Aziel berjanji.
Kalau begitu Aziel tutup dahulu ya Abi takut yang lain curiga" kata Aziel.
"Iya nak" jawab Hamid.
"Assalamu'alaikum" Aziel memberi salam dan segera memutuskan sambungan ponselnya setelah mendengar Hamid menjawab salamnya.
Aziel memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan terus berjalan kembali ketempat yang tadi dia tinggalkan.
Tampak Afifa yang kini sedang fokus meneliti bersama Reina dan Nicholas.
Sedangkan Anna, Fano, Lionel dan Ardiansyah kini tampak begitu serius memantau keadaan.
"Bagaimana, apa yang dikatakan Abi sampai Abi tidak memberitahu kita" tanya Ardiansyah.
"Masalah perusahaan saja, ada yang berusaha membuat bisnis Abi kacau" jawab Aziel berbohong.
Aziel sudah berjanji kepada Abi nya untuk merahasiakan ini semua sampai misi mereka berhasil.
"Benarkah bang, apakah begitu parahnya sampai Abi harus turun langsung" tanya Ardiansyah yang sedikit curiga.
"Sepertinya begitu" jawab Aziel singkat.
"Ya sudah kalau begitu, semoga masalah perusahaan segera teratasi dan Abi bisa kembali kesini" kata Ardiansyah.
"Baiklah bang, memang segera kita selesaikan misi kita" kata Fano.
Kini mereka berlima kembali fokus melihat dan mengawasi.
Tampak Afifa keluar dari ruang laboratorium.
"Bang tolong masukkan ini ke drone pemusnah dan penghancur" kata Afifa saat sudah berada didekat Aziel sambil memberikan suatu formula yang baru saja iya hasilkan.
"Buat apa itu fa, dan itu formula apa"tanya Aziel
"Sudah Abang masukkan saja.
Ini akan membantu kita nantinya" kata Afifa.
"Terus cara kerjanya formula itu bagaimana sayang" kini Ardiansyah ikut bertanya.
"Itu akan membuat mereka tertidur sampai 1hari penuh.
Dan yang ini untuk membuat mereka lumpuh tidak bertenaga" jelas Afifa.
Kini Afifa menyerahkan formula itu.
Aziel segera mengeluarkan beberapa drone nya dan memasukkan formula itu.
Setelah itu mereka dikirim ke pusat sasaran mereka.
__ADS_1
"Sebaiknya malam ini kita berangkat dan pastikan kalian tetap memakai jam tangan itu" Aziel memberi perintah.
"Baik bang kami akan berangkat malam ini" kata Fano dan yang lainnya.
"Kali ini aku dan Reina akan ikut dalam misi kali ini" pinta Afifa.
"Yups kau benar fa, kami tidak ingin berada disini. Kami ingin mengoyak orang-orang yang jahat itu" kata Reina yang tiba-tiba datang dan terus menyahuti perkataan Afifa.
"Aku juga ikut dalam misi ini karena aku ingin dengan tanganku sendiri menghukum om Gerald" Nicholas tidak tinggal diam.
Sejak tadi dia mulai mengikuti Reina dan sedikit mendengarkan pembicaraan mereka semua.
"Baiklah kalau itu keinginan kalian, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Tapi pesan Abang kalian harus pulang dengan selamat dan tidak kekurangan apapun" kata Aziel.
"Siap abang ku yang tampan.
Terima kasih sudah mengijinkan ku ikut serta dalam misi ini" kata Reina.
"Lionel seperti rencana semula, Fano dan Reina kalian bersama Afifa, Ardiansyah dan Nicholas segera menghancurkan markas mereka dan tempat pemantauan itu.
Kami disini akan menghentikan tombol pengontrol itu dari sini" kata Aziel.
"Tetapi sebaiknya kita berangkat sekarang aja deh bang, kalau kita melakukan dimalam hari itu lebih baik karena mereka sedikit lengah" kata Fano yang sejak tadi tampak berpikir.
"Yang dikatakan Fano benar bang, sebaiknya kita berangkat sekarang dan malam harinya kita segera menyerang tempat mereka.
Aku juga sudah memerintahkan beberapa anak buahku untuk membantu anak buah Lionel untuk menyerang markas yang di negara tempat Danielo berkuasa" kata Ardiansyah panjang lebar.
"Baiklah kalau begitu, terserah kalian.
Kalian siapkan semuanya dan jangan sampai ada yang terlupakan.
Berhati-hati lah kalian dan ingat saling melindungi dan menjaga" pinta Aziel sebelum mereka berangkat.
"Baiklah kalau begitu bang, kami berangkat terlebih dahulu" pamit Ardiansyah dan diikuti oleh semuanya.
Kini semua tampak sudah berganti dengan pakaian tempur mereka dan mulai memasang rompi anti peluru juga memasang berbagai jenis senjata api maupun senjata rakitan mereka sendiri.
Afifa menyelipkan panah dipunggung nya, panah yang memiliki kekuatan canggih dan hanya ada satu-satunya didunia.
Setelah itu dia menyelipkan beberapa senjata api.
Berbagai senjata diselipkan disetiap sudut yang ada ditubuhnya.
Tidak hanya Afifa kini tampak semua juga sudah memakai pakaian tempur mereka dan menyelipkan beberapa senjata api dan belati.
Tak lupa mereka segera memakai jam yang sangat canggih itu.
Kini semua sudah siap berangkat.
Mereka menuju landasan pesawat.
Semua terbang ke tempat tujuan masing-masing.
__ADS_1
Aziel dan Anna tidak ikut mengantar mereka ke landasan pesawat karena mereka berdua sibuk dengan memantau keadaan musuh.