Dokter Afifa

Dokter Afifa
Makan malam special


__ADS_3

"Maaf Abi Afifa gak ada maksud menyembunyikan dari Abi" kata Afifa tertunduk.


"Sudahlah nak, Abi hanya ingin anak Abi ini bahagia.


Abi bangga sama kamu selama ini nak" kata Abi sambil memeluk anaknya.


"Terima kasih Abi karena Abi sudah selalu ada buat Afifa, Abi selalu mendukung setiap langkah Afifa dan Abi pula yang selalu mengajari Afifa selalu dijalan Allah.


Afifa bersyukur terlahir dalam keluarga ini" kata Afifa sendu.


"Sudah jangan nangis jelek tahu, masak dokter Afifa yang cantik ini menangis, bagaimana nanti sampai Ardiansyah dan calon mertua mu melihat ini" kata Abi Hamid meledek anaknya.


"Ah Abi apaan sih, Afifa kan jadi malu" kata Afifa tertunduk malu dengan pipi bersemu merah.


"Ya sudah Abi kalau begitu Afifa pamit berangkat ke rumah sakit dulu ya, kemarin banyak pasien yang sudah terjangkit penyakit hang berbahaya itu Abi" kata Afifa kemudian.


"Baiklah nak kalau begitu, kamu hati-hati ya karena banyak yang sedang mengincar keberadaan kalian" kata Abi nya memberi ijin dan sedikit mengkhawatirkan Afifa.


"Insya Allah Abi, Afifa akan selalu waspada dan berhati-hati" kata Afifa meyakinkan Abi nya agar tidak khawatir.


"Assalamu'alaikum Abi" lanjut Afifa berpamitan sambil mencium punggung tangan Abi Hamid.


"Wa'alaikumsalam nak" kata Abi Hamid.


Afifa langsung keluar dari ruang kerja Abi nya menuju ke halaman depan dimana mobilnya diparkirkan.


Ketika hendak menuju ruang tamu Afifa berjumpa sama Uma nya.


"Assalamu'alaikum Uma" kata Afifa menyapa Uma nya terus menghampiri Uma untuk mencium punggung tangan Uma.


"Wa'alaikumsalam nak, kamu sudah lama disini kok sampai Uma gak tau ya" kata Uma.


"Iya Uma sudah agak tadi karena ada hal yang harus Afifa bicarakan sama Abi jadi Uma langsung ke ruang kerja Abi" kata Afifa.


"Oh begitu ya sudah, sekarang kamu mau kemana nak?" tanya Uma.


"Afifa harus segera kerumah sakit Uma karena virus itu sudah sampai ke kota kita" kata Afifa.


"Ya sudah hati-hati ya..." kata Uma.


"Eh tunggu fa nanti jangan lupa ya nak makan malam dirumah, Abi sudah memberi tahu kamu kan?" kata Uma saat Afifa akan segera beranjak pergi.


"Siap Uma, Afifa pergi dulu ya.


assalamu'alaikum" langsung Afifa bergegas meninggalkan Uma nya sendiri.


20 menit kemudian Afifa sudah sampai dirumah sakit.


Afifa keluar dari mobilnya dan langsung masuk menuju ruangannya.


Di ruangannya sudah ada suster Anna yang lagi membersihkan ruangan itu.


"Assalamu'alaikum suster Anna" kata Afifa memberi salam.


"Wa'alaikumsalam dokter Afifa" balas suster Anna.


"Hari ini jam 11 MLM kita akan ke apartemen, kamu jangan lupa siapkan semuanya ada hal penting" kata Afifa kepada Anna.


"Siap, nanti akan saya siapkan semua" balas Anna.


"Ya sudah skrg kita berkunjung di ruang rawat inap kan, rekam medis pasien sudah kamu siapkan semua" kata Afifa


"Sudah dok" jawab Anna.


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang" ajak Afifa.

__ADS_1


Sambil berjalan Afifa dan suster Anna sibuk berdiskusi tentang penyakit pasien rawat inap, tiba-tiba dikejutkan oleh dokter Nicholas


"Pagi dokter Afifa dan suster Anna" sapa Nicholas.


"Pagi juga dok" jawab Afifa dan Anna bersamaan dengan sedikit terkejut.


"Maaf dok kita harus pergi kasian pasien kita banyak yang menunggu" kata Afifa tegas.


"Ayo suster Anna kita pergi" Afifa menarik Anna dan menjauh dari hadapan Dokter Nicholas.


Setelah semua kegiatan seharian dilakukan akhirnya sudah waktunya Afifa pulang karena Afifa sudah berjanji akan makan malam sekaligus pertemuan keluarga.


"Suster Anna aku pulang dulu ya, tolong kabari Reina juga jangan sampai lupa" kata Afifa.


"Assalamu'alaikum" Afifa memberi salam dan langsung pergi keluar.


"Wa'alaikumsalam dok" jawab Anna.


20 menit waktu yang ditempuh Afifa menuju rumah besarnya, untung hari ini pengintai dirinya sudah bisa diatasi oleh Lionel dan anak buahnya jadi Afifa bisa bebas pulang kerumah tanpa gangguan.


"Assalamu'alaikum" kata Afifa sambil mengetuk pintu


"Wa'alaikumsalam" balas orang dibalik pintu dan langsung membukakan pintu tersebut.


Saat pintu terbuka Afifa langsung bertanya pada salah satu asisten rumah tangga Uma nya.


"Bi kemana semua kok kelihatannya sepi amat"


"Tuan diruang kerjanya sedangkan nyonya didapur nona" jawab bibi itu.


"Oh ya sudah kalau begitu" kata Afifa langsung masuk dan menuju ketempat Uma nya berada.


"Fa baru pulang nak" tanya Uma nya yang menyadari kehadiran anaknya itu.


"Iya Uma" jawab Afifa dan langsung mendekat dan mencium punggung tangan Uma nya itu.


"Masakan spesial pokoknya, nanti kamu juga tahu kok" jawab Uma nya.


"Oh ya fa, Uma sudah telepon Uma Aisyah tadi sepertinya nanti Uma Aisyah akan kesini sama Abi Arsyad kamu" kata Uma nya lagi.


"Kamu sekarang siap-siap gih, mandi-mandi sana yang harum dan dandan yang cantik ya" kata Uma menyuruh Afifa


"Iya Uma" kata Afifa beranjak dari dapur menuju kamarnya.


Malam spesial yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.


Keluarga Ardiansyah datang berkunjung kerumah Afifa untuk melamar Afifa.


"Assalamu'alaikum" kata bunda Habibah sambil menekan bel rumah Afifa.


"Wa'alaikumsalam" jawab asisten rumah tangga Hamid.


Keluarga Afifa kebetulan berkumpul karena sebelumnya sudah diberi tahu sama Abi dan Uma Afifa.


Disana ada Abi Hamid beserta Uma Afifa, dan ada Uma Aisyah beserta Abi Arsyad, juga tak ketinggalan Reina dan Aziel.


Mereka berada diruang tengah sedang berbincang, sedangkan Afifa dari tadi masih berada di kamarnya belum keluar-keluar.


"Silahkan nyonya" kata art itu.


"Sebentar saya panggilkan tuan dan nyonya" kata art itu lagi beranjak pergi setelah mempersilahkan duduk kepada keluarga Ardiansyah.


"Nyonya, tuan ada tamu" kata art itu.


"Baik bi, saya akan kesana" kata Hamid dan langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh istrinya.

__ADS_1


Sedangkan yang lain menunggu diruang tengah.


Saat melihat sosok tuan Hamid beserta istrinya Ardiansyah dan bunda nya berdiri.


"Assalamu'alaikum tuan Hamid" kata Ardiansyah memberi salam dan langsung berjabat tangan.


"Wa'alaikumsalam, silahkan duduk dahulu" kata Hamid membalas salam Ardiansyah dan mempersilahkan untuk duduk.


Mereka semua saling menjabat tangan.


"Terima kasih tuan" kata Ardiansyah.


"Maaf kedatangan saya kesini begitu mendadak, dan sebelumnya perkenalkan ini bunda saya Habibah" kata Ardiansyah memperkenalkan bundanya.


"Salam kenal dari saya nyonya Habibah" kata Uma dan Abi bersamaan.


"Salam hormat dari saya tuan dan nyonya Abdullah" kata bunda Habibah.


"Tujuan saya disini hendak men khitbah putri tuan untuk putra saya yang bernama Ardiansyah" kata bunda Habibah memberi tahu niat kedatangannya setelah menyerahkan semua buah tangan nya kepada Uma Afifa.


"Baiklah kalau begitu untuk lebih baiknya kita bicarakan didalam saja sekalian saya perkenalkan dengan seluruh anggota keluarga saya" kata Abi Hamid mengajak Ardiansyah dan juga bunda Habibah.


Mereka semua mengikuti langkah Abi Hamid menuju ruang keluarga yang mana semua anggota keluarga sudah lengkap, kecuali Afifa dan Reina karena tadi Reina menyusul Afifa ke kamarnya untuk memberi tahu.


"Perkenalkan ini adik satu-satunya saya bernama Aisyah dan beliau suami nya bernama syekh Muhammad Arsyad.


Sedangkan ini anak tertua saya bernama Aziel Ramadhan" kata tuan Hamid memperkenalkan keluarganya yang sangat dekat dengan Afifa.


Mereka berbincang-bincang mengenai khitbah yang dilakukan Ardiansyah kepada Afifa.


"Kami semua menerima khitbah dari nyonya Habibah untuk putranya Ardiansyah tetapi untuk lebih baiknya kita bertanya sendiri kepada yang bersangkutan" kata Abi Hamid.


Tak beberapa lama Afifa dan Reina turun dan langsung bergabung.


"Oh ya ini juga putri kami bernama Reina" kata tuan Hamid memperkenalkan putri yang satunya.


"Sini Afifa Abi mau bertanya" kata Abi Hamid.


"Iya Abi " kata Afifa menurut perintah Abi nya.


Setelah Afifa duduk di samping Abi nya mulai lah Abi Hamid bertanya.


"Apakah kamu menerima khitbah dari tuan Ardiansyah nak" kata Abi.


"Kalau menurut Abi itu yang terbaik Afifa menerimanya Abi" kata Afifa.


"Alhamdulillah, kamu dengar sendiri kan tuan Ardiansyah" kata Abi Hamid.


Setelah khitbah Ardiansyah diterima maka sekarang waktunya mendoakan kedua calon mempelai ini dan dipimpin oleh Abi Arsyad.


"Kami berbahagia bahwa acara khitbah ini berjalan dengan lancar dan sekarang lebih baik panggilannya dirubah saja ya kayaknya kurang akrab kalau memanggil tuan dan nyonya bukan begitu nyonya Habibah" kata Uma Afifa.


"Benar nyonya" kata bunda Habibah.


"Sekarang Ardiansyah panggil kami berempat Abi sama Uma aja ya" kata Uma Afifa.


"Ini Uma Aisyah, Abi Arsyad, Abi Hamid dan saya sendiri Uma Hamida.


Kalau ini Abang Aziel Ramadhan putra Uma terus yang terakhir putri kedua kami Reina" kata Uma.


" Baik lah nyonya eh.. maaf Uummaa" kata Ardiansyah sambil tersenyum keki.


"Dan nyonya Habibah panggil nama saja ke kita biar akrab gitu kan sebentar lagi jadi keluarga" kata Uma lagi.


"Baik Hamida" kata Bunda.

__ADS_1


"Ya sudah ngobrolnya dihentikan dulu ya sekarang waktunya kita kemeja makan kasian tuh makanannya nanti" kata Abi Hamid menghentikan pembicaraan mereka dan mengajak mereka semua untuk makan malam bersama.


__ADS_2