Dokter Afifa

Dokter Afifa
Kenyataan hidup Nicholas


__ADS_3

Keesokan hari seperti dijadwalkan


Semua sudah berada diruang kerja Afifa dan Ardiansyah.


Mereka mengadakan meet conference yang dipimpin oleh Hamid Abdullah.


"Selamat pagi semua" kata Hamid saat monitor sudah terhubung ke pimpinan personelnya yang berada di 15 negara.


(Maaf author kurang pandai berbahasa Inggris jadi pakai bahasa Indonesia semua aja ya anggap aja sudah di translate)


🤭🤭🤭🤭


Semua menjawab salam Hamid hampir bersamaan.


Hamid mulai menjelaskan lebih detailnya rencana yang tadi malam telah disusun itu.


Hamid juga memberitahukan akan mengirimkan alat komunikasi dan jam canggih buatan Aziel yang kini diproduksi oleh Pabrik Aziel.


Pabrik khusus membuat alat canggih.


Meet conference berjalan dengan lancar dan tidak memakan banyak waktu.


Setelah melakukan meet conference ke 15 negara penyerang merek juga melakukan meet conference ke anak buah mereka yang berada di negara-negara selain 15 negara itu.


Mereka memberikan perintah sebagai penyisir dan tim bantuan untuk membantu penyerangan.


Mereka yang diberikan perintah itu adalah para pengikut setia Hamid Abdullah.


Tak terasa meet conference yang dilakukan Hamid dengan putra dan putrinya cukup lama sampai-sampai mereka tidak menyadari waktu makan siang.


Setelah melakukan ibadah bersama mereka pun melanjutkan dengan makan siang.


Hamid, Afifa, Nicholas, Anna dan Aziel kembali ketempat kerja Afifa dan Ardiansyah.


Sedangkan yang lainnya mulai berangkat menuju posisi masing-masing.


Kali ini penyerangan tidak melibatkan Fernando dengan anak buah nya.


Walaupun sebenarnya mereka memiliki tujuan yang hampir sama yaitu untuk menghancurkan profesor Alfaro sampai ke akar-akarnya.


Tetapi tujuan Hamid lebih menyebar.


Dia hanya ingin menumpas para penguasa lalim yang telah menyalah gunakan kekuasaan nya.


Termasuk menghancurkan para mafia dunia hitam.


Aziel mulai menyebarkan drone miliknya yang sangat kecil.


drone yang memiliki kemampuan yang sangat canggih.


drone itu dilengkapi dengan kamera pengintai dan juga video pengintai.


Ada beberapa drone yang memiliki kemampuan menyengat musuh.


Sengatan itu bisa mengakibatkan mereka pingsan selama beberapa jam lamanya.


Karena alat itu perpaduan dari alat Aziel dengan formula obat bius yang telah dikembangkan oleh Afifa dan Reina.


Ada juga beberapa drone yang berfungsi sebagai drone penghancur.


mereka dilengkapi dengan bom yang daya ledaknya sangat luas dan dahsyat.


Aziel yang dibantu oleh calon istrinya sudah mulai menggerakkan drone nya itu.


Ini adalah penyebaran drone pertama yaitu drone pengintai.


Drone itu mulai masuk ke markas musuh yang tersebar di 15 negara.


Aziel meletakkan beberapa diarea yang sangat strategis dan bisa menjangkau keseluruh tempat itu.


Dengan begitu Aziel dan Anna bisa leluasa mengintai apa saja yang terjadi didalam markas musuh.


"Ternyata masih belum ada pergerakan di pihak mereka" kata Hamid yang sejak dari tadi mengamati video yang dikirim drone itu ke saluran monitor besar yang ada di ruang kerja Afifa dan Ardiansyah.


"Apa tidak sebaiknya kita mengirimkan beberapa drone pengintai di markas utama mereka sama di tempat Danielo agar kita bisa mengetahui rencana mereka" usul Afifa.


Dan usul itu disetujui oleh semua orang yang ada disana.

__ADS_1


Dengan seksama mereka berlima memperhatikan dengan sangat serius dan teliti.


"Bukankah itu profesor Alfaro" kata Anna saat melihat profesor Alfaro sedang berbicara dengan seseorang yang berada di markas mereka di negara B.


"Benar, tetapi siapa orang yang bersamanya" lanjut Anna.


Nicholas yang memperhatikan orang yang bersama dengan Profesor Alfaro dan betapa terkejutnya dia saat melihat dengan jelas bahwa orang yang bersama Profesor itu adalah om nya Gerald.


"Itu adalah adik dari papa ku Gerald namanya" kata Nicholas mulai buka suara.


"Benarkah, bukankah itu adalah pimpinan mafia dunia hitam.


Dia sangat berkuasa di seluruh dunia terutama dunia hitam.


dia adalah raja nya para mafia" jelas Aziel.


"Benar apa yang kamu katakan Ziel, dan perlu kamu ketahui Nick bahwa selama ini yang membunuh papa dan mama mu adalah om kamu sendiri.


Karena om kamu merasa papa dan mama mu adalah sebagai penghalang bagi misi dia untuk menguasai dunia.


Mereka sempat bertengkar hebat saat itu.


Abi punya bukti-bukti tidak kejahatan om kamu itu" jelas Hamid dan dia segera menghampiri Nicholas.


Dia mengusapkan tangan nya dipunggung Nicholas.


Hamid hanya ingin memberikan ketenangan dan meredam amarah yang dirasakan oleh Nicholas.


Sejak Hamid menceritakan kenyataan pahit yang beberapa hari dia pendam.


"Anna tolong perlihatkan rekaman cctv yang kemarin dikirim anak buahku ke kamu" pinta Hamid.


Hamid mengajak Nicholas untuk duduk disalah satu sofa yang ada disana.


Dan dia mulai memperlihatkan semua video yang dihasilkan oleh cctv yang berada dirumah orangtua Nicholas.


Nicholas nampak menahan amarahnya yang sudah diubun-ubun.


Tangan nya mulai mengepal dan air matanya mulai merembes ke pipinya saat dia melihat rekaman video papa dan mama nya yang dibunuh secara tragis.


"Kamu harus sabar, tenangkan emosi kamu.


Jangan gegabah dalam bertindak.


Ikhlaskan dan hilangkan dendam dihatimu" nasehat Hamid dengan penuh kasih sayang.


"Benar apa yang dikatakan oleh Abi Nick, kamu tidak boleh dikuasai oleh dendam karena itu sama dengan kamu terhasut oleh bujukan syetan.


Tenang lah dan mulailah beristighfar sebanyak-banyaknya agar hatimu tenang.


Dendam tidak akan menyelesaikan masalah.


Jangan kamu kotori tanganmu dengan membalas dendam kepada om kamu itu.


Biarlah om kamu mendapatkan pembalasan dari Allah" Afifa yang menghampiri Nicholas dan Abi nya segera menimpali nasehat yang tadi Abi nya berikan kepada Nicholas.


Nicholas mulai mengambil nafas dalam-dalam agar dia bisa meredam emosinya.


Dan selanjutnya dia mulai beristighfar lirih.


Kini Nicholas sudah bisa menguasai emosinya dan kembali tenang, tetapi dia masih merasakan hatinya sedikit sesak dan panas akibat om nya itu.


Sekarang kita lanjutkan pengintaian kita.


Hamid, Afifa dan Nicholas kembali mendekat ketempat Aziel.


Mereka mulai memperhatikan layar monitor dengan serius dan penuh kejelian.


"Kemana itu mereka akan pergi" tanya Nicholas saat melihat Gerald dan profesor Alfaro pergi meninggalkan markas di negara B.


Aziel dengan singap mengirim drone dan menempelkannya di dibaju profesor Alfaro dan juga Gerald.


Aziel juga menempatkan drone nya di mobil mereka.


Profesor Alfaro dan Gerald tidak menyadari kalau mereka sedang di intai.


Hamid dan anaknya mulai mendengarkan percakapan dari profesor Alfaro dengan Gerald.

__ADS_1


Ternyata mereka menuju sebuah landasan pesawat luar angkasa.


"Bahaya, mereka berniat meluncurkan pesawat luar angkasa itu dan dengan segera menyebarkan virus dari atas.


Ini sangat berbahaya.


Kita harus bergerak cepat jangan sampai mereka melakukan rencana busuknya itu" kata Hamid mulai geram dengan Profesor Alfaro dan Gerald.


"Kita masih punya waktu 7 hari lagi untuk menggagalkan aksi mereka" lanjut Hamid.


"Benar Abi, sebaiknya kita menyusup kan beberapa anak buah kita ke ruang pengendali pesawat luar angkasa itu.


Dan coba Abi dengar pembicaran mereka, ternyata mereka juga sedang merencanakan pembelokan satelit.


Satelit itu akan digunakan untuk mengirimkan gelombang elektromagnetik yang sangat berbahaya bagi manusia.


Rencana mereka sangat rapi dan benar-benar sudah diprediksikan" kata Afifa yang benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran profesor Alfaro dengan Gerald.


"Setelah misi menguasai markas mereka yang berada di 15 negara usai baru kita bicarakan rencana selanjutnya" kata Hamid.


Nicholas yang melihat dan mendengar rencana om nya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Dia tidak bisa berfikir saat ini, dia sudah benar-benar merasa om nya sudah dikuasai oleh ***** iblis.


Nicholas terduduk dilantai dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Afifa dan Anna yang melihat wajah frustasi dari Nicholas segera menghampirinya.


"Nick, apa kamu baik-baik saja" tanya Afifa.


Nicholas tidak menjawab pertanyaan Afifa, matanya menatap nanar ke segala arah.


Pikirannya sedang sangat kusut.


"Nick.... Nick..." Anna mulai memanggil Nicholas dengan sedikit keras sambil mengguncangkan badan Nicholas.


"Nick, kamu harus bisa menguasai diri. Istighfar Nick" kata Afifa yang ikut mengguncangkan tubuh Nicholas.


Akhirnya Nicholas kembali sadar.


Dia bertekad, dia akan memberantas niat jahat om nya itu.


Ini semua demi umat manusia.


Maaf ya para reader ku jika ceritaku kurang menarik menurut kalian.


Tolong berikan komentar kalian untuk memberikan dukungan dan saran kepada author agar bisa perbaiki tulisannya.


Jangan lupa berikan dukungan sebanyak-banyaknya


VOTE. VOTE. VOTE


LIKE


KOMENTAR


JANGAN LUPA ikuti give away nya ya..


Follow akun ini


follow Ig @virgogirl857


@naffisa hijab store


Dan berikan dukungan kalian sebanyak-banyaknya di novel yang aku buat.


3 dukungan terbanyak akan mendapat pulsa masing-masing


@25k


Dan 3 komentar terbaik akan mendapatkan hamppers cantik dari naffisa hijab store.


Pengumuman akan diumumkan bulan depan yaitu bulan Oktober pada tanggal 1.


Yuk segera ramaikan ya kak.


Terima kasih atas dukungannya

__ADS_1


__ADS_2