
Setelah sarapan Afifa berangkat sekolah dengan diantar oleh Uma Aisyah.
Sampai disekolah Afifa langsung menuju kelasnya sedangkan Uma Aisyah mengurus kepindahan Afifa.
Ketika menuju ke meja nya Afifa berpapasan dengan Aqila.
"Pagi Aqila" sapa Afifa
Tapi Aqila tak menjawab sapaan itu malah melenggang pergi begitu saja.
Afifa bingung kenapa sikap Aqila jadi seperti itu.
"Aku berbuat salah apa lagi ya" batin Afifa
Afifa berpikir keras apa yang telah diperbuatnya sehingga Aqila berubah seperti itu.
"Apa karena kak Ardiansyah menyukaiku dia seperti itu, tapi kan aku sudah jelaskan kemarin kalau aku gak mau berhubungan dengan kak Ardiansyah." guman Afifa
"Ah entahlah" akhirnya Afifa memilih menyerah dan fokus dengan sekolahnya.
Tak terasa sudah 1 bulan berlalu dan saat ini adalah hari pengambilan raport atas prestasi siswa - siswi di sekolah Afifa.
Saat ini yang mengambil raport Afifa adalah Uma Aisyah, Uma Afifa sendiri sedang mengikuti Abi nya keluar kota untuk kunjungan kerja.
Afifa adalah salah satu siswi yang paling berprestasi disekolah nilai-nilainya sangat sempurna.
Banyak siswa - siswi yang mengagumi kepandaiannya.
Ini menimbulkan iri dihati Aqila
Rasa kebencian terhadap Afifa semakin menguasainya.
Aqila merasa tersingkirkan karena Afifa.
Padahal dalam hati Afifa tidak pernah ada dendam ataupun kebencian untuk Aqila.
sejak kejadian yang dahulu hubungan Aqila dan Afifa semakin jauh.
Saat Afifa dipanggil ke atas podium aula sekolah untuk memberikan sambutannya karena dia merupakan salah satu murid teladan dan berprestasi.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" Afifa membuka salam
"Disini saya sangat berterima kasih atas ilmu - ilmu yang diberikan oleh bapak dan ibu guru, berkat bimbingan beliau dan suport mereka saya bisa seperti ini.
Terima kasih kepada orang tua saya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya, atas doa dan bimbingan mereka saya bisa mencapai pencapaian seperti sekarang.
dan terima kasih atas dukungan semua teman dan sahabat - sahabat terbaik saya tanpa nya saya tidak bisa berdiri disini"
"Semua yang saya raih sekarang adalah karena motivasi dan doa serta bimbingan semuanya"
"Sekian ucapan dari saya" Afifa mengakhiri sambutannya.
Afifa turun dari podium dan menuju kursi disebelah Uma Aisyah.
Saat dibelakang podium secara tidak sengaja Afifa bertemu dengan Ardiansyah.
"Selamat ya Afifa atas prestasinya, aku bangga sekali dengan kamu" dengan tulus dan merasa bangga Ardiansyah mengucapkan itu sambil menjabat tangan Afifa.
" Tunggu aku ya suatu saat nanti aku pasti akan datang ke rumahmu" lanjut Ardiansyah.
__ADS_1
Afifa hanya menyambut dengan menautkan kedua tangannya didepan dadanya untuk membalas uluran tangan Ardiansyah dan mengangguk.
Ardiansyah mengerti akan hal itu dan memakluminya.
Setelah itu Afifa langsung cepat menuju ke arah Uma Aisyah.
"Uma bangga sama kamu sayang" Kata Uma tersenyum lembut.
"terima kasih Uma, semua ini karena dia dan dukungan Uma juga karena Uma selalu ada buat Afifa" Afifa memeluk Uma nya.
Dari kejauhan Aqila menatap tajam Afifa dan Uma Aisyah. Dia kedengkiannya semakin meraja rela.
"Awas kau Afifa, aku akan menjatuhkan mu suatu saat nanti." monolog Aqila dalam hati.
Acara disekolah pun usai dan hari ini adalah hari terakhir Afifa disekolah karena dia sudah dipindahkan ke sekolah lainnya.
"Uma aku mau berpamitan sama teman - teman dan para guru dulu ya" ijin Afifa
"Baik sayang, Uma menunggu di mobil saja ya"
" baik Uma"
Afifa pun pergi menuju ruang guru dan berpamitan juga meminta maaf kepada semua gurunya atas kesalahan baik sengaja dan tidak sengaja yang telah diperbuat oleh Afifa selama bersekolah disini.
Banyak dari para guru yang menyesalkan kepindahan Afifa dari sekolah karena selain Afifa adalah murid berprestasi Afifa juga terkenal murid yang sangat baik hati dan lembut.
Setelah dari ruang guru Afifa langsung menemui teman - temannya.
Afifa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan terhadap para guru tadi.
Saat bertemu Aqila, Afifa langsung memanggilnya
"Ada apa Afifa" tanya Aqila
"Aku hanya mau minta maaf sekaligus berpamitan sama kamu"
"hari ini adalah hari terakhir aku bersekolah disini"
"Maafkan aku kalau selama ini aku menyebabkan kesalahpahaman pahaman diantara kita dan maaf kan aku atas semua kesalahan baik sengaja ataupun tidak sengaja ya" ucap Afifa tulus dari hatinya.
"Aku harap kamu mau memaafkan aku, dan saat kita bertemu nanti aku berharap hubungan kita akan kembali membaik seperti sebelumnya, bersahabat seperti dahulu." harap Afifa yang kemudian memeluk Aqila tetapi Aqila hanya diam membisu bagaikan sebongkah batu yang tak terkoyahkan pendiriannya.
Kebencian itu tidak merubah keadaan apapun karena sudah mendarah daging di hati Aqila.
"Ya aku sudah memaafkan mu, dan maafkan aku selama ini ya" ucap Aqila hanya berbasa-basi basi aja karena saat itu banyak teman-teman nya melihatnya.
Afifa tersenyum dengan perkataan Aqila tadi dan merasa bahagia.
Setelah selesai berpamitan Aqila menuju ke Uma Aisyah yang sejak tadi sudah menunggunya didalam mobil.
"Assalamu'alaikum Uma" sapa Afifa
"Wa'alaikumsalam sayang, gimana sudah selesai" tanya Uma
"Sudah Uma, tahu gak Uma hari ini Afifa merasa bahagia dan merasa seperti ringan gitu"
"Ringan gimana maksudnya sayang" tanya Uma kembali
" ya Afifa merasa beban yang selama ini Afifa rasakan seperti terhempas begitu saja walau ada sedikit ganjalan Uma"
__ADS_1
Uma Aisyah memicingkan matanya
" Iya Uma ganjalan itu ada pada Aqila, Afifa merasa Aqila masih membenciku Uma"
"Apa yang harus Afifa lakukan Uma"
"Afifa tadi sudah meminta maaf kepada Aqila Uma" kata Afifa sedih.
"Sabar ya sayang, kamu doain saja biar Allah yang melunakkan hati Aqila biar mau memaafkan kamu dan tidak membenci kamu lagi"
"Ingat sayang, libatkan Allah dalam setiap langkahmu ya, insyaallah semua akan baik-baik saja."
"Baik Uma, Terima kasih karena Uma selalu ada buat Afifa dan selalu memberikan kedamaian buat Afifa" Afifa sangat bahagia dan langsung memeluk Uma nya.
"Semua nasehat Uma akan selalu Afifa ingat dan akan selalu Afifa lakukan" Afifa sangat bersyukur karena Afifa dilahirkan dari keluarga ini.
"Kamu pulang ya sayang, Uma dan Abi kamu siang ini pulang kerumah" perintah Uma Aisyah lembut sambil membelai puncak kepala Afifa yang ditutupi oleh hijab itu.
"Kayak nya Uma sama Abi sangat merindukanmu karena sudah 1 blm lebih kamu meninggalkan rumah" jelas Uma Aisyah.
"Baik Uma, Afifa akan pulang."
Mereka pun akhirnya terus menuju kerumah Afifa dan tanpa diketahui ternyata dirumah Afifa mendapat kejutan dari Abi dan Uma nya serta dari saudara sekaligus sahabat terbaiknya yaitu Reina dan juga kakaknya Aziel.
"Congratulation Afifa" Teriak semuanya saat Afifa membuka pintu utama.
Betapa terkejutnya Afifa atas apa yang dilakukan oleh keluarganya.
Tanpa terasa air mata keharuan menetes di pipi mulus Afifa
" Terima kasih semua nya" kata Afifa tersenyum dengan keharuan.
Afifa langsung ber hambur memeluk Uma dan Abi nya dan tak lupa mencium punggung tangan kedua nya.
"Sama - sama nak" kata Abi dan Uma bergantian sambil mengusap puncak kepala Afifa dan juga memeluknya.
Setelah itu Afifa menuju ketempat Reina berada
"terima kasih rein, kamu memang yang terbaik" kata Afifa
" sama-sama Afifa, tapi kenapa juga kamu sampai tidak pulang kerumah hanya karena masalah seperti itu dan kamu tidak bercerita kepadaku" jawab rein disertai dengan se berondong pertanyaan.
"Maaf rein, saat itu aku sedang gelisah dan aku hanya ingin menenangkan diri ditempat Uma Aisyah" jelas Afifa
"Tapi sekarang aku kan sudah disini" kata Afifa sambil tersenyum
Mereka pun berpelukan bahagia.
"Kamu hutang penjelasan atas kepergian mu selama 1bulan ini oke" kata Reina lagi.
"Baiklah" jawab Afifa dengan senyum mengembang diwajahnya.
Mereka semua menuju ruang keluarga dan menyantap hidangan yang lezat yang telah dimasak oleh koki dirumah ini.
Ini adalah masakan hang istimewa dan kesukaan Afifa.
Mereka berkumpul dan bersenda gurau.
Akhirnya hari sudah mulai Sore dan Uma Aisyah berpamitan untuk pulang.
__ADS_1