Dokter Afifa

Dokter Afifa
Malam pertama yang tertunda


__ADS_3

Ardiansyah yang sangat takjub dan terpana dengan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang di lantunkan Afifa sampai terbengong.


"By, sudah selesai. Ayo kita sholat Maghrib berjamaah" ajak Afifa yang saat itu mendengar sayup-sayup suara adzan Maghrib berkumandang.


Ardiansyah yang sedang melamun sontak terkejut dengan ajakan sang istri


"Eh iiyaaa ya, sebentar aku ambil sajadah dulu ya" kata Ardiansyah yang berlalu pergi mengambil sajadahnya dan segera memposisikan dirinya didepan Afifa.


Ardiansyah pun memulai sholatnya dan lantunan bacaan surat pendek Ardiansyah didalam sholatnya juga begitu merdu hingga Afifa yang mendengarnya hatinya jadi bergetar dan begitu merasuk kedalam hati.


Mereka melaksanakan ibadah itu dengan kekhusyukan.


Seusai sholat mereka menuju ke lantai bawah disana sudah terhidang menu makan malam mereka yang disiapkan oleh asisten rumah tangga mereka.


Afifa mulai mengambilkan makanan sang suami.


Diambilnya piring milik Ardiansyah dan mulai diisi dengan nasi.


"By mau lauk apa nih" tanya Afifa lembut.


"Ayam goreng, sambal sama sayur Sop nya itu aja sayang" kata Ardiansyah.


Afifa mengisi piring Ardiansyah sesuai dengan permintaan sang suami.


Setelah itu baru Afifa mengisi piringnya sendiri.


Mereka menikmati makanan itu dengan sangat tenang dan hikmat.


Hanya terdengar dentingan garpu dan sendok.


Beberapa menit kemudian makanan mereka sudah habis tak bersisa.


"Sayang, kamu kapan akan kembali kerumah sakit lagi" tanya Ardiansyah


"Entahlah by, aku masih belum tahu pasti. Kalau menurut hubby bagaimana enaknya.


Apa aku masih boleh bekerja dirumah sakit" galau Afifa


"Sebenarnya aku lebih senang kamu dirumah aja sayang ngurus keluarga, tetapi aku juga gak mungkin membatasi kamu melakukan apa yang kamu mau.


Karena aku tahu kamu adalah seorang dokter hebat yang akan selalu ingin mengabdi kepada masyarakat" kata Ardiansyah.


"Iya sih by, aku maunya kembali kerumah sakit segera. Tapi tunggu aku bicarakan semua ini dengan Abi" kata Afifa yang sudah mendapat ijin dari sang suami untuk terus berkarir di bidang yang sangat disukainya.


"Tetapi aku harap kamu selama 2 Minggu kedepan aku mau kamu untuk mengosongkan waktu karena kita akan ke suatu tempat" ucap Ardiansyah.


" Emangnya kita mau kemana sih by" tanya Afifa yang kelihatan penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Ada deh, nanti kamu juga tahu" ucap nya yang semakin membuat Afifa penasaran.


"Ih hubby, apaan coba kasih tahu dong" Afifa mulai merajuk dan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Melihat sang istri Ardiansyah menjadi sangat gemas.


Dicubit pipi sang istrinya itu


"Auh sakit by, kenapa juga sama cubit-cubit gitu emangnya aku anak kecil apa" Afifa yang semakin kesal dengan suaminya itu.


"Besok kita akan honeymoon sayang dan jangan lupa persiapkan diri kamu ya" ucap Ardiansyah sambil menowel hidung sang istri.


"Benarkah by, tetapi meskipun tidak honeymoon juga gak apa-apa by.


Kan tiap hari juga bisa honeymoon dirumah" kata Afifa.


"Ya beda dong sayang, udah sebaiknya kita persiapkan diri buat besok pergi ya sayang" kata Ardiansyah yang terlihat penuh sayang dan lembut.


"Siap hubby ku, my honey bunny" kata Afifa yang sontak membuat Ardiansyah tersenyum renyah.


"Coba sekali lagi kamu ngomong apa sayang" tanya Ardiansyah.


"Siap hubby ku, my honey bunny" ulang Afifa dengan muka yang malu-malu dan merona.


"Kamu sweet banget sih sayang" sontak Afifa langsung dihujani dengan ciuman bertubi-tubi di seluruh wajahnya dan saat dibibirnya Ardiansyah mulai menciumnya dengan penuh hasrat dan saling mengecap hingga mereka kehabisan nafas.


Mereka menyudahi ciumannya itu dan kini mereka berdua saling memandang.


Dibelainya pipi lembut sang istri dengan sayang dan penuh hasrat.


Afifa yang melihat sang suami sudah mulai berhasrat segera memalingkan wajahnya.


"Stop by, sebentar lagi sudah mau sholat isya' lho.


Kita tunda dahulu ya sayang nanti selesai sholat apapun yang kamu inginkan aku akan menurutinya" janji Afifa.


"Beneran sayang" kata Ardiansyah yang berbinar-binar dengan ucapan sang istri.


"Benar hubby" ucap Afifa yang melihat suaminya berbinar langsung tersenyum.


"Ya sudah ayo kita siap-siap dulu, sambil menunggu adzan isya kita baca Alquran bersama ya" ajak Ardiansyah.


"Ayo" Afifa sangat antusias dengan ajakan sang suami.


Mereka pun segera mengambil air wudhu dan mulai membaca ayat demi ayat yang ada didalam Al-Qur'an.


Beberapa lembar halaman yang telah dibaca oleh Ardiansyah dan Afifa dan sayup-sayup mereka mendengar suara adzan isya'.


Mereka berdua menyudahi bacaannya dan mulai berdoa.


Setelah adzan berhenti mereka berdua langsung memulai ibadah sholatnya dengan penuh ke khusuk an.


Tak lupa dia juga menyempatkan diri untuk sholat sunah.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam mereka sudah terlihat menyudahi ibadahnya.

__ADS_1


Dikemas kembali mukena dan diletakkan ditempatnya.


Afifa berjalan menuju balkon dan memandang bintang-bintang di langit yang memancarkan sinarnya begitu indah bak kain sutra hitam yang dipenuhi dengan berlian-berlian berkilauan.


Ardiansyah yang melihat sang istri di balkon segera menyusulnya dan dari belakang dia memeluk tubuh mungil sang istri.


Diletakkan kepalanya di ceruk leher sang istri dan dihirup nya aroma parfum yang sangat menenangkan itu.


"By, mengagetkan aja" kata Afifa yang mendapati sang suami sudah memeluknya dan menyandarkan kepalanya di ceruk lehernya.


Diusapnya kepala sang suami dengan penuh kelembutan.


"Apa yang kau lihat sayang" tanya Ardiansyah lirih.


"Lihatlah by bintang-bintang diatas sana begitu indah ya.


Meskipun hutang mendominasi tapi kilaunya tak pernah surut" kata Afifa yang masih dengan membelai rambut sang suami.


"Kau benar sayang, bintang itu ibarat dirimu sayang.


Kau bagai berlian yang terhambur diatas Padang pasir.


Walau disekitar mu hitam namun kau akan terus bersinar dan berkilau dengan sangat indahnya.


Kau adalah bidadari yang berhati malaikat" puji sang suami dan ikut melihat hamparan bintang yang menghiasi malam.


Ardiansyah membalikkan tubuh Afifa dan mendongak kan wajah sang istri.


Diciumnya lembut bibir sang istri.


Lumayan lembut itu semakin menuntut dan penuh hasrat.


Mata Ardiansyah sudah sangat sayu.


Digendongnya sang istri ala bridal menuju kasur mereka yang sangat besar dan empuk itu.


Diturunkannya perlahan sang istri di atas kasurnya itu.


Dan akhirnya terjadilah malam pertama yang sudah tertunda selama ini.


Penyatuan mereka pun terjadi berkali-kali.


(Maaf author tidak bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana malam pertama mereka. Reader bayangkan sendiri aja sesuai dengan imajinasi kalian ya)


Perasaan yang belum pernah mereka berdua rasakan selama ini baru saja dirasakan.


Pergumulan panas yang penuh hasrat dan membawanya hingga ke nirwana.


Banyak peluh yang membasahi tubuh mereka berdua.


Karena kelelahan mereka pun akhirnya tumbang dan terlelap.

__ADS_1


Mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan.


__ADS_2