Dokter Afifa

Dokter Afifa
Tamat


__ADS_3

Hari berganti hari dan kini Aldrict sudah berusia 2 tahun.


Di usia nya yang mana Aldrict sudah bisa berjalan lancar dan juga berbicara dengan lancar.


Tidak hanya itu Aldrict yang sangat masih kecil tetapi dia sudah bisa menghafal juz 30 didalam Al Qur'an dengan sempurna.


Suaranya begitu indah walau itu khas suara anak kecil.


Begitu banyak orang yang mengagumi suara indahnya.


Saat Syekh Muhammad Arsyad sedang mengisi pengajian ataupun ceramah Aldrict selalu dibawanya.


Tetapi hanya keluarga inti yang mengetahui siapa sebenarnya Aldrict karena jati dirinya selama ini selalu menjadi rahasia dan sulit untuk diungkap.


Seluruh pelosok negeri mengetahuinya dia adalah anak angkat dari Syekh Muhammad Arsyad.


Seluruh Internasional pun mengetahuinya begitu.


Dalam setiap kegiatan Syekh Muhammad Arsyad, Aldrict selalu termasuk didalamnya dia selalu ikut andil dalam membaca ayat-ayat Al Qur'an yang sengaja dilakukan diawal acara sebelum Syekh Arsyad berceramah.


Semua sangat mengagumi Aldrict kecil yang sangat tampan, penuh pesona, pandai dan suara indahnya dalam membaca ayat-ayat Al Qur'an.


Afifa dan Ardiansyah sangat bangga dengan kemampuan putranya.


Tidak hanya dalam hal agama tetapi Aldrict mewarisi kemampuan Afifa yang sangat langka di usia nya yang sangat kecil ini.


Tetapi sebisa mungkin Afifa dan semua keluarga mendampingi Aldrict untuk tidak menunjukkan kemampuannya yang sangat luar biasa didepan umum ataupun dihadapan siapapun kecuali keluarganya sampai saatnya telah tiba.


Saat ini Aldrict sedang mengunjungi Afifa yang sudah kembali bertugas dirumah sakit.


"Umi..." teriak Aldrict saat sudah sampai di ruangan Afifa.


"Astaghfirullah Aldrict buat umi kaget aja nak" kata Afifa lembut meskipun dia sedikit terkejut dengan teriakan putranya.


"Maaf umi" jawab Aldrict.


"Kami bersama siapa nak kesini" tanya Afifa.


"Aku diantar sama paman Fano dan Abi" jawab Aldrict sambil melenggang duduk dipangkuan Afifa.


Afifa segera memeluk Aldrict agar bisa duduk nyaman dan tidak terjatuh dari pangkuannya.


"Anak Umi seharian ngapain saja" tanya Afifa.

__ADS_1


"Aldrict bosan mi ditempat Abi, jadi Aldrict minta Abi kesini" jawab Aldrict bersamaan dengan datangnya Ardiansyah yang sedari tadi mencari putranya itu.


"Syukurlah kamu disini nak, Abi mencari mu kemana-mana lho" terlihat Ardiansyah nafasnya naik turun tanda dia habis berlarian mencari keberadaan putranya itu.


"Maaf Abi, habis aku sudah sangat merindukan umi ku dong dan lagian Abi lambat amat kayak siput" protesnya.


"Aldrict, gak boleh mengatai orang tua seperti itu ya nak, itu tidak baik dan Allah tidak suka anak yang tidak hormat sama orangtuanya" nasehat Afifa saat Aldrict mengucapkan kata yang tidak enak didengar.


"Tetapi umi teman Aldrict dipondok juga sering berkata seperti itu" protes Aldrict.


"Aldrict dengar umi ya nak, sesuatu yang tidak baik jangan dicontoh dan kamu juga wajib menasehati teman kamu biar jadi anak yang baik dan sopan kepada orang tua ya nak" Afifa menangkup wajah Aldrict untuk menatap matanya.


Aldrict pun mengerti dengan apa yang dikatakan oleh umi nya itu.


"Maafkan Aldrict ya Abi, Umi.


Aldrict janji tidak akan mengulangi lagi" jawab Aldrict.


Ardiansyah mendekati putra dan istrinya itu dan memeluknya.


Ardiansyah sangat beruntung mendapatkan istri dan anak seperti mereka berdua.


Dia sangat bersyukur Allah memberikan harta yang tak ternilai ini.


Maafkan Abi juga ya nak" kata Ardiansyah sambil memeluk istri dan anaknya itu.


"Sama-sama ya Abi" Aldrict semakin mengeratkan pelukannya kepada kedua orangtuanya itu.


"Ya sudah, apa kalian sudah makan siang" tanya Afifa sambil mengurai pelukannya.


"Belum umi, Aldrict sudah sangat lapar sekali nih" kata Aldrict sambil mengerucutkan mulut mungilnya itu sehingga membuat Afifa dan juga Ardiansyah semakin gemas.


"Ya sudah ayo kita makan siang di restoran favorit Aldrict bagaimana" ajak Ardiansyah.


"Wah kalau itu aku setuju sekali Abi. Ayo cepat kita berangkat sekarang" terlihat Aldrict sangat bersemangat sekali.


Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju restoran favorit Aldrict yaitu restoran yang menyajikan menu makanan seafood segar.


Tidak membutuhkan waktu yang sangat lama menuju restoran favorit Aldrict.


Sekitar seperempat jam mereka sudah sampai dan sudah memesan tempat private.


Setelah memesan beberapa menu favoritnya Aldrict dan menu untuk Afifa dan Ardiansyah mereka menunggu sambil bercerita dan bersenda gurau.

__ADS_1


Tampak jelas terlihat kebahagiaan keluarga ini.


Keluarga yang sangat sempurna bagi orang-orang yang melihatnya.


Setelah hampir setengah jam makanan mereka sudah disajikan oleh pelayan restoran dan ditata rapi diatas meja.


Aldrict begitu lahapnya menyantap makan siangnya itu.


"Pelan-pelan nak makannya, ingat adab makan bagaimana hayo" Afifa mengingatkan putranya itu.


"Hehehe maaf umi" kata Aldrict yang kembali ingat dengan ajaran umi, Abi dan juga kakeknya Syekh Arsyad dan juga semua keluarga lainnya.


"Ya sudah lanjutkan makannya to pelan-pelan ya" tutur Afifa yang sangat lembut itu.


Aldrict hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang diucapkan oleh umi nya itu.


mereka bertiga menikmati makanan itu dengan hikmat.


setelah beberapa menit semua makanan dan minuman yang dipesannya sudah dihabiskan dan kini Ardiansyah memanggil pelayan untuk mengantarkan bill nya.


Pelayan itu menyerahkan bill nya dan Ardiansyah menyerahkan black card nya kepada pelayan itu.


"Habis ini kamu mau kemana hubby" tanya Afifa saat mereka akan meninggalkan ruangan private itu.


"Aku ada banyak pertemuan penting nanti sore sayang, mungkin malam ini aku akan pulang sedikit terlambat" jawab Ardiansyah.


"Baiklah kalau begitu, biar Aldrict bersama ku. Tugasku juga sudah usai kok hari ini di rumah sakit" kata Afifa.


Ardiansyah mengantarkan istri dan anaknya kembali kerumah sakit terlebih dahulu karena mobil Afifa masih disana.


Setelah mengantar anak dan istrinya Ardiansyah kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.


Afifa memandang kepergian suaminya hingga mobil itu sudah tidak tampak lagi.


terlihat Afifa melamun.


Dia teringat masa-masa disaat berkenalan dengan suaminya itu hingga sampai saat ini telah dikaruniai seorang putra yang sangat baik, Sholih dan cerdas.


Afifa sangat bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan walaupun banyak rintangan dan jalan terjal yang dilaluinya saat mulai berkenalan dengan Ardiansyah hinggap kini menjadi suaminya dan memiliki seorang putra.


Itulah kisah seorang dokter Afifa yang kini telah berbahagia bersama keluarga kecilnya itu


"TAMAT"

__ADS_1


__ADS_2