Dokter Afifa

Dokter Afifa
Aziel jatuh cinta


__ADS_3

Keesokan hari Ardiansyah pagi-pagi sudah bersiap kerumah Abi Hamid.


"Bun, Ardiansyah berangkat dulu ya" kata Ardiansyah


"Lho mau kemana kamu nak pagi-pagi sekali sudah berangkat" tanya bunda Habibah.


"Ada pekerjaan penting bunda dan harus cepat dilakukan" kata Ardiansyah santai.


"Ya sudah Bun, Ardiansyah buru-buru nih.


Assalamu'alaikum" kata Ardiansyah berpamitan dan berlalu pergi setelah mencium punggung tangan bunda nya.


"Wa'alaikumsalam nak, hati-hati" kata bundanya sedikit berteriak karena Ardiansyah sudah menjauh.


Ardiansyah masuk kedalam mobilnya dan langsung mengendarainya dengan kecepatan sedang.


Selang beberapa menit Ardiansyah sudah sampai dikediaman Abi Hamid.


Satpam depan rumah Afifa sudah mengenali Ardiansyah adalah calon menantu tuan Hamid maka dari Ardiansyah langsung dibukakan gerbang Tanpa harus meminta terlebih dahulu.


Ardiansyah langsung turun dari mobil nya dan langsung menuju pintu rumah.


"Assalamu'alaikum" ucap Ardiansyah memberi salam sambil memencet bel yang ada didepan pintu.


"Wa'alaikumsalam" jawab seseorang dari balik pintu itu membuka kan pintu untuk Ardiansyah.


"Tuan Ardiansyah" sapa salah satu ART tuan Hamid


"Iya bi, apa tuan Hamid ada dirumah" tanya Ardiansyah


"Ada tuan silahkan duduk dahulu" kata art itu mempersilahkan masuk dan duduk diruang tamu.


Ardiansyah langsung duduk diruang tamu.


Tak lama kemudian tuan Hamid menemuinya dengan berpakaian olahraga karena tuan Hamid memang sedang berolahraga di ruangan Gym.


"Assalamu'alaikum Abi" Kata Ardiansyah saat melihat Abi Hamid mendatangi nya.


"Wa'alaikumsalam nak Ardiansyah. Tumben pagi-pagi sudah kesini ada keperluan apa ya nak?" tanya Abi Hamid kepada Ardiansyah yang datang sepagi ini.


"Maaf Abi, kalau Ardiansyah mengganggu kegiatan Abi.


Ardiansyah hanya mengambil berkas-berkas Afifa buat mendaftarkan pernikahan ke KUA saja kok Abi" kata Ardiansyah menjelaskan kedatangannya itu.


"Baiklah nak, Abi ambilkan dulu ya" kata Abi dan berlalu pergi mengambilkan apa yang dibutuhkan oleh Ardiansyah.


Saat Abi Hamid pergi mengambil berkas tiba-tiba Uma Hamida mendatangi Ardiansyah yang sedang duduk diruang tamu.


"Sudah lama nak Ardiansyah kesini nya" tanya Uma Hamida.


"Baru saja kok Uma" jawab Ardiansyah.


"Sudah sarapan belum, kalau belum kita gabung saja.


Kebetulan Uma lagi masak banyak nih" kata Uma Hamida mengajak Ardiansyah untuk sarapan bersama.


Dan saat itu Abi sudah datang membawa berkas-berkas milik Afifa.


Abi yang mendengar pembicaraan istrinya dengan calon menantunya itu pun ikut nyambung ke obrolan mereka berdua.


"Iya nak, sekalian aja sarapan disini temani Abi sama Uma sarapan" kata Abi yang membenarkan ajakan Uma Hamida.


"Tapi Ardiansyah ....." belum sempat melanjutkan ucapannya Ardiansyah sudah disela sama Abi Hamid.


"Tidak ada tapi-tapian.


Ini perintah" kata Abi Hamid.

__ADS_1


Akhir nya dengan sangat terpaksa Ardiansyah harus memenuhi permintaan Abi Hamid dan Uma Hamida.


Mereka bertiga langsung menuju kemeja makan dan mulai duduk ditempat masing-masing.


Setelah mengambil makanan masing-masing mereka melahap makanan itu dengan sangat nikmat.


Setelah selesai makan Ardiansyah sangat terkesan dengan masakan Uma Hamida.


"Masakan Uma enak sekali, Ardiansyah belum pernah memakan masakan seenak ini" jujur Ardiansyah.


"Ah bisa aja kamu nak, apa mau Uma bekalin buat nanti siang nak" tanya Uma Hamida.


"Gak usah Uma nanti merepotkan" kata Ardiansyah sedikit malu-malu.


"Gak apa-apa kok, Uma malah senang lagi" kata Uma tulus.


"Bentar ya biar Uma ambilkan kota bekal dulu" kata Uma yang beranjak pergi mengambil kotak bekal didapur.


Uma Hamida mulai menyiapkan bekal untuk calon menantunya itu.


"Nih nak bekal nya, jangan lupa dimakan lho ya" sambil menyerahkan bekal makanan yang sudah selesai dia siapkan.


"Terima kasih Uma, Ardiansyah jadi malu nih" kata Ardiansyah tertunduk malu-malu.


"Ah kamu gak usah sungkan gitu lah kan sebentar lagi kamu juga akan jadi anak Uma lho.


ingat itu ya" kata Uma Hamida kepada Ardiansyah.


"Benar kata Uma kamu nak" kata Abi Hamid membenarkan.


Akhirnya Ardiansyah mengambil bekal yang diberikan Uma dan menaruhnya kedalam tas yang dibawanya tadi.


"Kalau begitu Ardiansyah berangkat dulu ya Uma, Abi.


Assalamu'alaikum" kata Ardiansyah menghampiri Uma dan Abi untuk mencium punggung tangan mereka.


"Wa'alaikumsalam nak, kamu hati-hati ya" kata Uma dan Abi bergantian.


Ditempat lain Afifa yang masih berkutat dengan formula-formula untuk membuat anti virus yang sedang mewabah di negaranya itu.


Memang sudah ada di chip pemberian Aqila tetapi semua belum terlalu sempurna masih ada kekurangannya.


Setelah berhasil membuat formula Afifa mulai menyuntikkannya pada salah satu anak buah yang terjangkit itu sambil diteliti kekurangan dan kelebihannya.


Saat sedang menganalisa hasil temuannya tiba-tiba Afifa dikejutkan oleh Reina dan Abang Aziel.


"Fa gimana apa sudah ada perkembangan" kata Reina saat mendekat kearah Afifa.


"Ih, kami itu rein bikin aku kaget aja" kata Afifa sedikit sewot sambil mengerucutkan bibirnya.


"Maaf fa, habis kamunya sih dari tadi dipanggil serius amat sampai-sampai kami datang gak dihiraukan" kata Reina tulus.


"Iya maaf aku kan lagi fokus evaluasi hasil pengembangan formulasi itu" kata Afifa.


"Sudah-sudah kalian berdua nih debat mulu, jengah tau dengarnya" kata Aziel.


"Ah kakak nih selalu deh gitu, yang buat kita kangen itu ya seperti ini kak, betul gak Rein" kata Afifa dan mencari pembenaran kepada Reina.


"Yups betul banget tuh kak, kalau gak gini gak seru terasa hambar" kata Reina sambil mengedipkan matanya.


"Oh ya fa, Abang mau tanya nih tapi kalian jangan ledekin Abang ya" kata Abang Aziel.


"Tanya apa bang, jangan bilang Abang curi-curi pandang ke Anna Abang jatuh cinta sama dia" kata Afifa yang tepat sasaran.


Aziel yang merasa ucapan Afifa tepat sasaran jadi salah tingkah.


"What, kakakku yang tampan ini sedang jatuh cinta.

__ADS_1


Orang dinginnya minta ampun mana mau yang dideketin.


Palingan juga kerjaan kantor aja yang mau" ledek Reina.


"Awas kau ya rein" kata Abang Aziel sedikit kesal karena diejek adiknya.


"Udah-udah jangan ribut lagi, sekarang apa yang Abang mau tanyakan" kata Afifa.


"Kamu tahu dari mana kalau aku menyukai suster Anna" tanya Aziel.


"Ya tau lah bang dari kemarin setiap Abang ketemu sama suster Anna, mata Abang itu tidak pernah lepas dari Anna" kata Afifa.


"Memang kelihatan banget ya" tanya Abang Aziel.


"Ya iyalah bang masak ya iya dong.


Gitu aja pakai nanya" kata Afifa.


"Memang aku merasakan ada sesuatu didalam hati Abang fa, setiap melihat Anna seakan Abang menemukan sosok yang berbeda sama wanita-wanita lain yang pernah mengejar-ngejar Abang.


Melihatnya saja Abang merasa bahagia, ada getaran yang hangat yang mengalir dalam diri Abang bila didekatnya.


Tapi Abang takut dia sudah mempunyai kekasih" kata Abang menceritakan apa yang ada dalam hatinya.


"Abang tenang aja, dia masih single kok bang.


Dan aku setuju Abang berjodoh sama dia.


Dia itu orang yang sangat baik bang.


Tetapi ingat bang jangan sampai Abang sakiti dia ya" kata Afifa


"Betul apa yang dikatakan Afifa bang.


Aku juga setuju Abang sama Anna.


Tapi kalau Abang sakiti Anna maka kami berdua yang akan berhadapan dengan Abang" kata Rena setuju tetapi sambil memberi ultimatum kepada Abang nya itu.


"Iya Abang akan ingat itu.


Tapi Abang bingung bagaimana cara mendekatinya" jujur Abang Aziel.


"Ih Abang ini kaya anak baru mengenal cinta aja deh.


Masak gitu aja harus diajarin" ledek Reina.


"Biarin suka-suka Abang dong" kata Abang menimpali Reina.


"Ya sudah nanti deh kami berdua bantu Abang.


Sekalian lamar aja bang dan nikahnya tik barengan deh sama Afifa" kata Afifa.


"Boleh juga tuh usul kamu fa" kata Abang Aziel.


"Tapi nunggu misi kita selesai ya bang" kata Afifa.


"Oh ya Rein kamu gak kerumah sakit apa, nanti kalau orang-orang curiga bagaimana" kata Afifa yang baru menyadari kalau Reina tidak pergi kerumah sakit.


"Tenang aja fa, nih tadi Abang yang ngajak Reina dengan alasan ada saudara teman abang membutuh bantuan dokter Reina ini" ucap Abang Aziel sambil menunjukkan wajahnya kearah Reina.


"Iya fa, jadi kamu gak usah khawatir deh.


oh ya fa, katanya nanti ada tenaga ahli akan datang kerumah sakit kita.


Namanya sih aku belum tahu, tetapi masih dalam penyelidikan" kata Reina


"Iya Abang dan Abi ini sedang menyelidikinya.

__ADS_1


Karena dengar-dengar dari Lionel kalau profesor Alfaro sedang berada disini dan sedang mencari keberadaan kamu fa.


Tetapi tenang saja sejauh ini masih belum ada yang mengetahui kalau chip itu berada ditangan kamu" kata Aziel menjelaskan.


__ADS_2