Dokter Afifa

Dokter Afifa
Kegelisahan Ardiansyah


__ADS_3

Pagi ini Ardiansyah masih tidak tenang karena dari kemarin Ardiansyah menelepon Afifa dan tidak diangkat-angkat dan sekarang teleponnya tidak bisa dihubungi lagi.


Ardiansyah berusaha mencoba tenang tetapi tetap tidak bisa.


Akhirnya Ardiansyah berinisiatif ke rumah sakit pagi ini untuk berjumpa dengan Afifa.


Ardiansyah sangat khawatir dengan Afifa karena sekarang sedang mewabah virus yang sangat mematikan itu.


Dia ingin memastikan sendiri keadaan Afifa biar hatinya tenang.


Setelah mandi dan berpakaian rapi Ardiansyah pun keluar dari kamarnya dan turun menuju kearah meja makan.


"Lho nak tumben pagi-pagi sudah sangat rapi, apa ada meeting penting ya pagi ini" tanya bunda nya yang sedikit heran melihat anaknya yang tidak seperti biasanya.


"Gak ada meeting kok bunda, pagi ini Ardiansyah mau kerumah sakit tempat Afifa bekerja karena Ardiansyah sangat khawatir bunda.


Dari kemarin Afifa tidak bisa dihubungi dan sekarang malah telepon nya tidak bisa dihubungi lagi" jelas Ardiansyah panjang lebar.


"Ya mungkin dia sibuk nak, kan kamu tahu sendiri sekarang di kota kita sedang mewabah virus yang sangat mematikan dan sekarang yang terjangkit pun semakin meningkat setiap harinya" kata ibu nya yang mencoba menghilangkan ke khawatiran putra nya kepada calon istrinya itu.


"Iya bunda, tetapi masa tidak bisa membalas telepon Ardiansyah barang sebentar saja" kata Ardiansyah yang masih kekeh dengan kekhawatiran nya itu.


"Sekarang kami tenang dulu dan coba untuk berdoa agar Afifa tidak kenapa-napa" kata bundanya itu.


"Iya bunda" kata Ardiansyah akhirnya.


Ardiansyah duduk di sebelah bundanya dan meminum kopi yang sudah disiapkan oleh bundanya tadi.


"Bun Ardiansyah berangkat dulu ya.


assalamu'alaikum" kata Ardiansyah berpamitan dan langsung segera mencium punggung tangan bundanya itu.


"Wa'alaikumsalam nak, kamu hati-hati ya dijalan" jawab bunda nya.


"Iya bunda" kata Ardiansyah.


Ardiansyah pun beranjak menuju mobilnya.


setelah membuka pintu mobilnya Ardiansyah kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena Ardiansyah sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan Afifa dan selain itu yang menjadi kegelisahan Ardiansyah juga adalah karena adanya dokter Nicholas yang selalu ingin mendekati Afifa.


15 menit Ardiansyah sudah sampai dihalaman rumah sakit dia bergegas menuju ruangan Afifa.


Didepan ruangan Afifa, Ardiansyah bertemu dengan suster Anna.


"Sus apa dokter Afifa ada didalam" tanya Ardiansyah.


"Maaf tuan, dokter Afifa sudah diberhentikan dari rumah sakit ini" kata suster Anna.


"Lho memangnya kenapa dengan dokter Afifa sampai harus dikeluarkan dari rumah sakit ini" kata Ardiansyah semakin panik karena dia tidak bisa menjumpai calon istrinya itu dan karena mendengar kabar calon istrinya dipecat dari rumah sakit ini.


"Saya kurang tahu kalau itu, setahu saya dokter Afifa sedang bersitegang dengan pemilik rumah sakit ini, dan akhirnya berakibat beliau dikeluarkan.


"Aku harus telepon Abi, mungkin beliau tahu sesuatu" monolog Ardiansyah dan langsung melenggang pergi menuju ke mobil nya.


"Assalamu'alaikum Abi, apakah Afifa sedang berada dirumah Abi" kata Ardiansyah saat teleponnya sudah tersambung.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam nak Ardiansyah, lho sudah dari kemarin Afifa tidak pulang nak.


Katanya dia sedang lembur dirumah sakit karena banyaknya pasien yang berdatangan" kata Abi menutupi.


Sebenarnya Abi Hamid tahu kegelisahan dan kekhawatiran Ardiansyah saat ini, tetapi Abi Hamid tidak bisa berbuat apa-apa karena ini yang diamanatkan oleh Afifa.


"Tetapi Abi dirumah sakit Afifa tidak ada, dan cerita salah satu suster kalau Afifa dipecat karena sudah bersitegang dengan pemilik rumah sakit" jelas Ardiansyah kepada Abi Hamid.


Abi Hamid bingung harus bagaimana menjelaskan kepada Ardiansyah kemana keberadaan Afifa.


"Jadi terus Afifa sekarang berada dimana kalau tidak dirumah sakit itu" kata Abi nya yang pura-pura cemas atas menghilangnya putrinya itu.


"Coba deh nak Ardiansyah tanya sama nak Reina" kata Abi.


"Baiklah Abi, Ardiansyah akan bertanya kepada Reina" kata Ardiansyah yang semakin panik itu.


Dia kembali memasuki rumah sakit itu dan bertanya ruangan dokter Reina.


Salah satu karyawan rumah sakit menunjukkan ruangan dokter Reina.


Setelah sampai didepan ruangan dokter Reina, Ardiansyah bertanya kepada suster yang menjaga diluar ruangan dokter Reina.


"Suster apa dokter Reina berada diruangan nya?" tanya Ardiansyah.


"Maaf tuan sekarang dokter Reina sedang ada meeting bersama para dokter lainnya" kata suster itu.


"Sebaiknya anda menunggu diruang tunggu saja sampai beliau datang" saran suster itu


"Baiklah, saya akan menunggunya" kata Ardiansyah.


Ardiansyah hanya mondar-mandir diruang tunggu.


"Aduh lama sekali ya dokter Reina ini" monolog Ardiansyah yang tidak sabaran.


Saat sedang menunggu dengan gelisah tiba-tiba hp Ardiansyah berbunyi dan dengan cepat dia mengeluarkan hp nya dari saku nya.


"Assalamu'alaikum, ya ada apa" kata Ardiansyah kepada seseorang yang sedang meneleponnya itu.


"Tuan anda sedang ditunggu oleh tuan Fernando di ruangan tuan" kata orang itu yang ternyata adalah sekretaris pribadinya Mitha.


"Lho ada hal penting apa yang akan beliau sampaikan" tanya Ardiansyah.


"Saya kurang tahu tuan, anda diharapkan segera datang" kata Mitha.


"Baiklah saya akan menuju kesana sekarang" kata Ardiansyah.


Dia sangat tahu kalau tuan Fernando datang menemuinya pasti ada masalah yang sangat penting yang berhubungan dengan kejahatan internasional.


Ardiansyah beranjak menemui suster itu lagi.


"Suster tolong nanti kalau dokter Reina sudah kembali, tolong suruh telepon saya ya karena ini sangat penting.


Dan ini kartu nama saya" kata Ardiansyah sambil menyerahkan kartu namanya kepada suster itu.


Setelah itu dia langsung bergegas pergi.

__ADS_1


Dia langsung memasuki mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa menit kemudian dia sudah sampai dikantornya.


Dengan sedikit berlari dia langsung menuju lift yang akan membawanya ke ruangannya itu.


Dia keluar dari lift dan langsung memasuki ruangannya.


"Maaf tuan Fernando, sudah membuat anda menunggu lama" kata Ardiansyah menunduk dan memberi hormat.


"Ada misi penting yang harus kita selesaikan.


Dan sekarang kita harus menuju markas kita" kata tuan Fernando.


"Baik tuan" kata Ardiansyah dan langsung mengikuti tuan Fernando.


Hanya dengan 10 menit mereka berkendara sudah sampai dipakir bawah tanah suatu markas yang berada dibawah gedung bertingkat.


Mereka berjalan menuju ruangan rahasia.


Di sana sudah ada beberapa rekannya yang lain.


"Silahkan duduk semuanya" kata Fernando saat sudah berada di mejanya.


"Baiklah kita mulai saja ya" lanjut Fernando.


"Sekarang di negara ini sedang mewabah virus yang sangat mematikan, dan virus itu sebenarnya dibawa oleh seorang profesor Alfaro dari negara X.


Sudah banyak negara-negara yang terjangkit oleh wabah tersebut.


Profesor Alfaro ini orang yang sangat licin dan sulit untuk ditangkap.


Saya dengar target kita sekarang berada di negara ini dan sedang mencari seseorang yang sedang yang membawa chip yang menyimpan formula-formula khusus yang bisa mencegah virus ini.


Saya masih belum tahu keberadaan beliau di negara ini.


Maka dari itu saya meminta semua jajaran untuk saling bekerjasama.


Tuan Ardiansyah kerahkan anak buah tuan untuk meretas semua cctv dan semua technologi untuk melacak keberadaan beliau karena saya tidak ingin keadaan dunia semakin kacau akibat ulah beliau" tuan Fernando menjelaskan semuanya dengan sangat tegas.


Ardiansyah adalah salah satu agen rahasia internasional yang keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun termasuk itu bundanya dan semua kerabatnya.


"Baik tuan" kata Ardiansyah menaruh hormat.


"Untuk yang lain tolong selidiki siapa yang membawa chip itu dan tolong lindungi dan amankan orang tersebut karena nyawanya dalam bahaya" kata Fernando memerintahkan kepada yang lainnya.


"Sebaiknya kita bagi menjadi 3 tim.


Tim A bersama dengan tuan Ardiansyah akan melacak keberadaan profesor Alfaro beserta semua kaki tangannya.


Tim B akan mencari dan mengamankan orang yang membawa chip milik profesor Robert.


Tim C bersama saya akan bertugas mengawasi setiap gerak gerik semua orang yang ada di semua rumah sakit yang ada di negara ini.


Apa sudah jelas atau ada yang masih perlu ditanya kan" kata Fernando

__ADS_1


"Kalau tidak ada pertanyaan silahkan kalian kerjakan tugas kalian masing-masing, jangan sampai ada yang mencurigai" kata Fernando lagi.


"Baik tuan" jawab mereka semua patuh dan langsung bubar menuju ketempat masing-masing.


__ADS_2