Dokter Afifa

Dokter Afifa
Janji bertemu Reina


__ADS_3

Ardiansyah yang sudah selesai meeting rahasianya segera pergi menuju ke kantor nya.


Saat diperjalanan tiba-tiba Reina menelepon nya.


"Assalamualaikum, apa ini dengan tuan Ardiansyah" kata seseorang yang menelepon Ardiansyah itu berkata setelah teleponnya itu tersambung.


"Wa'alaikumsalam, iya dengan saya sendiri.


Ini siapa ya" setelah menjawab salam diapun ikut bertanya balik kepada si penelepon.


"Saya Reina tuan, katanya tadi anda mencari saya" kata Reina menjelaskan tujuannya.


"Iya memang saya mencari anda" kata Ardiansyah


"Apa bisa kita bertemu 1 jam lagi ya sekalian makan siang.


Banyak hal yang ingin saya tanyakan kepada anda" kata Ardiansyah kepada Reina.


"Baiklah kita bertemu saja di cafe XXX" kata Reina


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa di cafe XXX ya" kata Ardiansyah.


"Assalamu'alaikum" lanjut Ardiansyah lalu memutuskan telepon itu setelah Reina membalas salamnya.


Ardiansyah pun langsung melanjutkan perjalanan nya menuju ke kantor nya.


Setelah sampai di kantor Ardiansyah langsung menghubungi anak buahnya.


"Assalamu'alaikum.


Tolong kumpulkan anak buah kita semua aku tunggu dimarkas" kata Ardiansyah dari balik sambungan teleponnya.


.........


Markas Ardiansyah tidaklah jauh karena berada dibawah tanah di gedung perkantoran nya.


Tak lama setelah telepon ditutup Mitha datang dengan membawa beberapa berkas.


"Tuan ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani.


Dan ini berkas kerjasama kita dengan Abdullah corporation.


2 hari lagi akan ada peninjauan proyek kita dengan Abdullah corporation di kota B" kata Mitha.


"Baiklah kalau gitu taruh saja diatas meja, biar saya pelajari semuanya" kata Ardiansyah.


Setelah Mitha pergi Ardiansyah membuka pintu rahasia yang menghubungkan ke markas besarnya.


"Apa semua sudah berkumpul" tanya Ardiansyah ketika sudah tiba di ruangan rahasia yang merupakan markas besar nya.


"Sudah tuan" kata pimpinan mereka yang bernama Fano yang merupakan sahabat sekaligus kaki tangan Ardiansyah.


"Fan tolong kerahkan anak buah kamu untuk melacak keberadaan profesor Alfaro yang kabarnya sedang berada disini.


Dan tolong juga cari dokter Afifa karena dari kemarin dia menghilang" kata Ardiansyah tegas.


"Baik tuan" kata Fano


"Dan kalian tolong masuk ke setiap rumah sakit dan selidiki setiap gerak gerik yang mencurigakan dan selanjutnya laporkan kepada saya" kata Ardiansyah kepada anak buahnya itu.


"Baik tuan" jawab semua anak buahnya serentak.


"Ya sudah kalian mulai bekerja mulai dari sekarang dan jangan lupa laporkan setiap kegiatan apapun disemya rumah sakit yang ada di kota ini" kata Ardiyansyah memberi perintah dan sekaligus mengingatkan.


"Baik tuan" kata mereka semua.


Mereka pun bubar dan segera melaksanakan perintah Ardiansyah.


Saat semua sudah pergi Ardiansyah menyuruh Fano untuk tetap tinggal.


"Fan ada tugas penting yang harus kamu laksanakan" kata Ardiansyah


"Apaan tuh" kata Fano


Ardiansyah dan Fano kalau sedang berdua selalu akrab dan tidak ada kata formal.


Dan mereka pun memiliki panggilan kesayangan buat masing-masing.

__ADS_1


"Kamu tolong cari Afifa karena sudah dari kemarin dia menghilang.


Aku sangat mengkhawatirkan dia fanfan" kata Ardiansyah


"Afifa, siapa itu Afifa Syah" tanya Fano yang memanggil dengan panggilan kesayangannya itu.


"Afifa adik kelas kita dulu" kata Ardiansyah


"Oh ya selalu mengusik hatimu itu kan sampai sekarang.


Emangnya ada apa dengan dia" tanya Fano


"Dia adalah seorang dokter terkenal dirumah sakit XXX.


Tadi aku mendengar kabar kalau dia menghilang dan tidak ada yang tahu keberadaan nya" kata Ardiansyah


"Kamu masih belom bisa move on bro dari dia, sampai-sampai kamu seperti ini" kata Fano mengejek Ardiansyah.


"Kau salah bro, Dia itu calon istriku jadi wajar kalau aku mengkhawatirkan dia" kata Ardiansyah membuat terkejut Fano.


"Apa calon istri, sejak kapan?


Kenapa aku tidak diberi tahu" kata Fano dengan nada terkejut dan mulai memberondong dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Ini baru aku kasih tahu bro, kalau ceritanya nanti saja aku kasih tahu.


Masalahnya saya harus bertemu dengan teman kerja Afifa untuk mencari keterangan atas menghilangnya Afifa" kata Ardiansyah.


"Baiklah kalau begitu, kamu punya hutang penjelasan kepada ku" kata Fano.


Saat melihat jam tangannya Ardiansyah teringat dia ada janji dengan dokter Reina.


"Pasti nanti aku ceritakan, kau tenang saja.


"Sekarang aku harus segera pergi karena teman Afifa sudah menunggu ku" kata Ardiansyah dan langsung beranjak pergi


"Ya sudah hati-hati dan semoga berhasil mendapatkan informasinya" kata Fano sambil sedikit berteriak karena Ardiansyah sudah melenggang pergi.


Ardiansyah dari kejauhan hanya mengangkat kedua jempolnya untuk menanggapi perkataan Fano.


Ardiansyah pun segera menuju lift rahasia dan menuju keruangan nya.


beberapa menit kemudian Ardiansyah sudah berada dimeja kerjanya.


Dia memanggil Mitha melalui saluran interkom.


"Mitha tolong keruangan saya" kata Ardiansyah.


"Baik tuan" kata Mitha.


Tidak beberapa lama Mitha sudah berada di ruangan Ardiansyah.


"Mitha tolong nanti berkas-berkas ini kamu bawa kerumah karena hari ini saya ada keperluan yang sangat penting.


Nanti jika ada yang mencari saya katakan saja saya lagi keluar kantor dan suruh meninggalkan pesan saja" perintah Ardiansyah.


"Baik tuan" kata Mitha mematuhi perintah bos nya itu.


"Ya sudah kamu lanjutkan pekerjaan kamu" kata Ardiansyah memberikan perintah lagi.


Mitha pun keluar dari ruangan Ardiansyah dan tak beberapa lama Ardiansyah pun juga keluar dari ruangannya.


Ardiansyah bergegas menuju parkiran mobilnya.


Dia berjalan dan memasuki lift setelah sampai di loby kantornya Ardiansyah keluar dan langsung masuk kedalam mobilnya yang sudah diparkir didepan pintu masuk kantornya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama agar bisa sampai di cafe XXX yang dimaksud oleh Reina.


Sesampai disana ternyata Reina belum datang dan akhirnya Ardiansyah pun mencari meja yang kosong dan mulai menunggu Reina datang.


Pelayan cafe mendatangi Ardiansyah dan menyodorkan daftar menu.


"Saya mau minum aja dulu cappucino, nanti setelah teman saya datang baru pesan makanannya" kata Ardiansyah kepada pelayan itu dengan ramah.


"Baik tuan, tolong ditunggu sebentar ya" kata pelayan itu dan terus melenggang pergi setelah mencatat pesanan Ardiansyah.


Beberapa menit minuman yang dipesan Ardiansyah sudah datang.

__ADS_1


Ardiansyah lalu menyesap minumannya itu dan menikmatinya sambil melihat-lihat kearah pintu masuk.


Lima menit kemudian orang yang ditunggu Ardiansyah sudah datang.


Ardiansyah melambaikan tangannya agar dilihat oleh Reina keberadaannya.


Reina yang melihat itu dan langsung menuju kemeja Ardiansyah.


"Maaf sedikit terlambat, karena tadi masih ada pasien yang kritis" kata Reina sedikit menyesal atas keterlambatannya.


"Tidak apa-apa kok, lagian aku juga masih baru datang" kata Ardiansyah ramah.


"Silahkan duduk" pinta Ardiansyah mempersilahkan duduk Reina.


"Terima kasih" kata Reina menanggapi ucapan Ardiansyah.


"Kita pesan makan dulu aja ya enaknya" kata Ardiansyah kepada Reina.


"Boleh" kata Reina.


Ardiansyah pun melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan cafe itu.


Setelah pelayan cafe datang mereka segera memesan makanan dan juga minuman.


Pelayan itu mencatat pesenan mereka berdua dan selanjutnya melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.


"Oh ya Rein apa kamu tahu sekarang Afifa berada dimana?.


Dari kemarin aku menghubungi hp nya tidak diangkat-angkat dan tadi pagi hp nya sudah tidak aktif.


Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya" kata Ardiansyah sekaligus bertanya keberadaan Afifa.


"Afifa sekarang sedang menenangkan diri kak Ardiansyah, karena kemarin dia baru saja dikeluarkan dari rumah sakit.


Mungkin saat ini dia tidak mau diganggu dulu.


Kak Ardiansyah yang sabar ya.


Percaya deh kalau Afifa akan baik-baik saja" kata Reina panjang lebar memberi penjelasan agar Ardiansyah tidak terlalu khawatir.


"Apa kamu tahu kemana dia pergi Rein" selidik Ardiansyah.


"Maaf Kak, aku tidak bisa memberitahukannya.


Karena aku sudah berjanji kepada Afifa" kata Reina sedikit sedih karena tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Ardiansyah.


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang.


"Kita makan dulu aja Rein.


Nanti kita lanjutkan mengobrol nya" ajak Ardiansyah.


"Baik kak" kata Reina.


Mereka pun akhirnya menyantap makanan itu dengan tandas tak bersisa.


Setelah selesai makan mereka kembali mengobrol lagi.


"Ayolah Rein, aku mohon beri tahu aku keberadaan Afifa.


Disaat seperti ini seharusnya aku berada disampingnya untuk memberi kekuatan kepada dia.


Aku mohon sekali ini aja Rein, kasih tahu keberadaan Afifa.


Tolong mengerti akan perasaanku Rein" Ardiansyah memohon-mohon agar diberi tahu keberadaan Afifa.


"Sekali lagi aku minta maaf kak, kali ini aku benar-benar tidak bisa membantu kakak" kata Reina tegas.


"Ayolah Rein, aku mohon" ucap Ardiansyah masih tetap teguh dengan pendiriannya.


"Maaf kak, sepertinya aku sudah terlalu lama keluar dari rumah sakit.


Saya harus kembali dahulu, karena saya harus menangani pasien-pasien dirumah sakit ini". jelas Reina.


Reina pun berdiri dan langsung menuju parkiran mobilnya"


"Maaf kak saya tinggal dahulu ya" pamit Reina.

__ADS_1


"Iya silahkan" balas pak bos.


__ADS_2