Dokter Afifa

Dokter Afifa
Seseorang mengikuti


__ADS_3

Karena hari sudah larut malam akhirnya Afifa dan Ardiansyah memutuskan kembali ke kamarnya.


Afifa menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan sekalian berwudhu.


Setelah selesai kini gantian Ardiansyah melakukan hal serupa dengan Afifa.


Mereka sudah bersiap untuk sholat sunah sebelum mereka tidur.


Cukup lama mereka melakukan aktifitas ibadahnya dan akhirnya pun mereka sudah menyudahi aktifitas ibadahnya.


Afifa mulai melipat mukena dan menyimpan nya didalam almari.


Ardiansyah yang sudah kembali mengenakan pakaian untuk tidur pun mendekat kearah Afifa.


Diciuminya sang istri bertubi-tubi hingga membuat kegelian.


"Ih udah deh by, sana jangan cium aku terus" kata Afifa manja.


"Aku suka sayang, aku gak bisa gak cium kamu" kata Ardiansyah yang kini sudah bermanja-manja dengan sang istri.


Afifa akhirnya bisa menghentikan aksi suaminya yang menciuminya terus.


"Dah by, sebaiknya kita tidur dah malam nih" kata Afifa.


Mereka pun merebahkan badannya diatas kasur berukuran king size.


Ardiansyah dengan gerakan cepat langsung menghimpit sang istri dan akhirnya terjadilah pergumulan panas diantara mereka berdua hingga berkali-kali.


Hingga akhirnya mereka pun kelelahan dan tertidur dengan saling berpelukan.


Keesokan hari Afifa bangun kesiangan.


Dia mulai menggeliat dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.30 dengan segera dia bangun dan tak lupa membangunkan sang suami.


"By cepat bangun kita kesiangan sholat subuh nih" sambil mengguncangkan tubuh Ardiansyah.


Ardiansyah yang dibangunkan pun langsung bergegas bangun.


"Kita mandi bareng aja sayang biar cepat dan bisa melaksanakan ibadah sholat subuh" ajak Ardiansyah.


Mereka pun mandi bersama dan selesai itu mereka segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Sholat yang sudah kesiangan.


Selesai sholat Afifa segera menyiapkan kopi untuk suaminya dan teh lemon madu untuk dirinya sendiri.


Ya diresort yang ditempati Afifa dilengkapi dengan pantry dan ada pula kulkasnya.


Diserahkannya kopi yang dibawanya kepada Ardiansyah yang saat itu sedang berada di balkon menikmati udara pagi dan keindahan pantai.


"By, nih kopi nya" Afifa menyerahkan kopi itu.


"Terima kasih sayang" kata Ardiansyah mengambil secangkir kopi dari tangan Afifa.


Mereka menikmati udara pagi dari balkon kamar sambil menatap jauh kearah lautan lepas.


Disesapnya kopi itu perlahan-lahan dengan penuh kenikmatan dan ditaruhnya diatas meja yang ada di balkon.

__ADS_1


Ardiansyah memeluk kembali Afifa dari belakang dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher istrinya.


"Sayang hari ini kita jalan-jalan ke pusat pertokoan ya. Kamu boleh belanja apa saja yang kamu mau.


Pakailah black card yang aku berikan dan berpikir menggunakan uang kamu sendiri.


Karena kewajiban ku adalah memberikan nafkah kamu" kata Ardiansyah.


"Makasih ya by" ucap Afifa yang langsung mengecup bibir suaminya sekilas.


"Sayang jangan menggodaku ya, jangan membangunkan yang ada dibawah" kata Ardiansyah.


"Maaf by" kata Afifa


"Kita mau sarapan disini apa di restoran yang ada diresort ini" tanya Ardiansyah.


"Kita makan disini aja by, sambil menikmati pemandangan dari balkon" kata Afifa.


"Ya sudah aku pesankan dulu ya sayang" kata Ardiansyah dan beranjak pergi untuk menelepon melalui saluran interkom.


Afifa hanya menjawabnya dengan anggukan.


Ardiansyah yang sudah pesan makanan kembali ke balkon bergabung dengan sang istri untuk menikmati keindahan dari balkon


Beberapa menit kemudian datanglah makanan yang dipesannya.


"Pasti itu makanannya sudah datang sayang" kata Ardiansyah sambil beranjak membukakan pintu untuk petugas resort datang.


"Sayang yuk sarapan dulu baru kita akan jalan-jalan" ajak Ardiansyah ketika makanan itu sudah tertata rapi diatas meja dekat sofa.


Mereka makan dengan tenang dan sesekali mereka saling menyuapi.


Mereka tampak bahagia.


Saat ini mereka bersiap-siap untuk berjalan-jalan dipusat perbelanjaan.


Afifa dan Ardiansyah berjalan berdampingan menuju pusat perbelanjaan.


Tetapi disaat mereka sedang asyik berbelanja dan berjalan kesana kemari tiba-tiba ada yang sejak tadi menguntitnya


Ardiansyah menarik tangan sang istri dan diajaknya untuk bersembunyi.


"Apaan sih by, tarik-tarik aja. Nanti kalau aku jatuh gimana" Afifa mulai kesal karena Ardiansyah tiba-tiba menariknya disaat dia sedang asyik memilih beberapa pernah pernik buat oleh-oleh nanti.


"Diam dulu sayang, seperti nya sejak dari tadi ada yang menguntit kita deh" kata Ardiansyah.


"Apa benarkah" Afifa sedikit berteriak karena terkejut dan seketika dibungkam mulutnya dengan mulut sang suami.


Ardiansyah ******* bibir lembut milik Afifa.


Dilumatnya dengan penuh kelembutan dan beberapa saat Ardiansyah menyudahi ciumannya itu dan mengusap lembut bibir istrinya yang sudah bengkak dengan ibu jarinya.


Penguntit itu kebingungan karena kehilangan jejak mereka.


Ardiansyah melihat dari Bali persembunyiannya dan dirasa sudah aman dia keluar dan meninggalkan tempat itu.


Tetapi naas disudut jalan dia bertemu dengan penguntit itu.

__ADS_1


Ardiansyah memberi kode sang istri dan akhirnya mereka berdua berlari sambil bergandengan tangan.


Hingga sampai disebuah taman hiburan dan sangat ramai.


Ardiansyah memesan tiket dengan terburu-buru setelah tiket didapat mereka menaiki bianglala yang sangat tinggi.


Mereka menyelinap dan masuk ke salah satu bianglala yang banyak dikerumuni oleh orang.


Penguntit tadi masih mencarinya hingga ketempat hiburan.


Dia mencari kesana kemari karena mereka kehilangan jejak.


Ketika bianglala yang Ardiansyah dan Afifa naiki sampai diatas Ardiansyah memberi tahukan Afifa sosok orang yang kebingungan sedang mencari seseorang.


"Sayang lihat itu, dialah yang sejak tadi menguntit kita" menunjuk seseorang yang sedang melihat kesana kemari dengan telunjuknya.


Afifa melihat apa yang ditunjuk oleh jari telunjuk Ardiansyah.


"Sebentar aku akan menelepon Mike" kata Ardiansyah lalu mengeluarkan ponselnya.


"Hallo Mike, ada seseorang yang sedang menguntit ku dan tolong bereskan orang tersebut.


Kami sekarang sedang berada di taman hiburan" perintah Ardiansyah dibalik sambungan teleponnya itu.


"Baik tuan" kata Mike sigap dibalik seberang.


Mike adalah salah satu tangan kanan Ardiansyah yang berada di pulau negara B yang sedang Ardiansyah kunjungi saat ini bersama Afifa.


Tak menunggu lama Ardiansyah melihat anak buahnya sudah berada disana.


Dari kejauhan Ardiansyah melihat gerak cepat anak buahnya itu.


Tidak menunggu lama akhirnya orang yang sejak tadi mengikuti Afifa dan Ardiansyah tertangkap.


Dibawanya penguntit itu ke suatu tempat yang jauh dari keramaian tampak disana sebuah bangunan kuno yang sangat besar yang berada ditepi danau didalam hutan belantara.


Ardiansyah mengajak Afifa kembali ke resort tempat mereka menginap.


Didalam perjalanan ponsel Ardiansyah berdering dan segera diangkat.


Ternyata itu telepon dari Mike yang memberitahukan kalau penguntit tadi sudah diringkusnya dan dibawanya ke markas mereka.


Akhirnya mereka sampai juga.


Afifa dan Ardiansyah kembali ke kamarnya.


"Sayang, aku tinggal sebentar ya.


Kamu sendirian gak apa-apa kan.


Nanti biar aku suruh pengawalku menjaga dirimu.


Kamu jangan kemana-mana dan tunggu aku pulang" tegas Ardiansyah.


"Iya by, sudah sana. Hati-hati ya" Afifa melepas kepergian sang suami.


Afifa mulai membaringkan tubuhnya karena dia merasa sangat kecapekan.

__ADS_1


__ADS_2