Dokter Afifa

Dokter Afifa
Mengatur strategi penyerangan


__ADS_3

Nicholas yang kini sudah menjadi bagian dari keluarga Hamid Abdullah merasa sangat bersyukur karena keluarga ini penuh dengan kehangatan, kebaikan dan saling melengkapi.


Tidak ada satupun dari mereka saling menyakiti.


Kini Nicholas seperti memiliki keluarga lagi.


Malam ini Afifa dengan keenam orang lainnya sedang makan malam bersama tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Hamid Abdullah dengan Lionel.


"Assalamu'alaikum" Hamid memberi salam ketika memasuki ruangan makan itu.


"Wa'alaikumsalam Abi" teriak Afifa sangat bahagia karena bertemu dengan Abi nya.


Dalam sekejap Afifa sudah ber hambur dalam pelukan sang Abi.


"Abi sudah makan" tanya Reina saat Hamid mulai duduk di kursi yang kosong.


"Belum nak, perjalanan kesini sangatlah jauh dan memakan waktu yang lumayan lama" terlihat titik kelelahan diwajahnya Hamid.


Afifa segera mengambilkan dua piring satu untuk Hamid dan satunya lagi untuk Lionel.


Mereka mulai meneruskan makannya dalam hening.


10 menit kemudian makanan mereka sudah tandas dan kini mereka berada diruang tengah yang merupakan ruang keluarga.


Ruangan itu sangat luas ada sofa melingkar yang mengelilingi sebuah meja bundar yang juga berukuran besar.


Di dinding terdapat televisi yang sangat besar juga mungkin setinggi 2 meter dan panjangnya 3 meter.


"Bagaimana keadaanmu dan suamimu fa.


Aku lihat kamu diserang oleh sekelompok orang bersenjata" tanya Hamid saat mereka sudah berkumpul dan duduk tenang diruangan tengah itu.


"Baik Abi, Alhamdulillah kami bisa mengatasinya" kata Afifa.


"Alhamdulillah kalau begitu.


Kami harus terus waspada nak karena yang kita hadapi bukan orang yang sangat mudah untuk dihadapi.


Kini kita sedang berhadapan dengan orang-orang dunia hitam.


Raja dari para mafia yang sangat sadis" terang Hamid.


"Iya Abi" Jawab Afifa.


"Sekarang kita harus menyusun strategi untuk menghadapi mereka.


Aziel tolong tunjukkan letak markas mereka" pinta Hamid.


Aziel pun segera mengambil MacBook nya dan segera disambungkan ke layar televisi yang besar dihadapan mereka.


"Syah, kamu kan memiliki markas di negara ini kan.


Berapa personel anggota kamu yang berada di negara B" tanya Hamid sambil menunjuk sebuah markas yang terletak di negara B.


"Kurang lebih ada sekitar 150 personel Abi" kata Ardiansyah.

__ADS_1


"Baiklah itu sudah cukup nanti akan aku datangkan 50 orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan"


"Oh ya Abi, apa kita akan menyerang markas mereka di negara B itu" tanya Afifa.


"Iya kamu benar nak"


"Bagaimana dengan markas kamu apa jauh dari tempat mereka Syah" tanya Hamid.


"Tidak Abi, ada markas bayangan yang letaknya sangat dekat dengan markas mereka.


Kalau markas utama sedikit jauh letaknya di dalam hutan" jelas Ardiansyah.


"Baik, kalau begitu besok kamu pimpin anak buah mu menerobos markas mereka dan bersiaplah dimarkas bayangan.


Aku akan mengantarkan 1 unit mobil canggih untukmu" kata Hamid memberi perintah.


"Sekarang kamu Lionel berapa personel anak buah kamu yang ada di markas negara S" tanya Hamid kepada kaki tangannya itu.


"Ada sekitar 1000 orang tuan dan mereka semua berada di dekat markas mereka.


Kami ada 4 titik menyebar mengelilingi markas mereka" jawab Lionel.


"Baik besok kamu pimpin anak buah mu untuk menyerang markas mereka di negara S" perintah Hamid.


"Baik tuan" jawab Lionel dengan sigap.


"Kamu Fano, apa kamu mempunyai personel di negara M" tanya Hamid.


"Semua personel disana adalah anak buah Ardiansyah Abi" kata Fano.


"Sekitar 300 orang Abi" jawab Ardiansyah.


"Baik siapkan 150 personel penyerangan dan 150 orang lainnya sebagai penyusuran di belakang penyerang setelah usai penyerangan nanti.


Biar Fano dan Reina yang akan memimpin mereka" perintah Hamid lagi.


"Baik Abi" kata Fano dan Reina bersamaan.


"Aku sudah menyuruh Alex untuk menyerang di negara T dengan beberapa personel" jelas Hamid.


"Afifa dan Nicholas sementara kamu berada disini dan tolong kamu buat formula anti virus yang sangat paten untuk menghalau segala virus.


Kami percaya pada kalian" lanjutnya.


"Baiklah Abi" kata Afifa dan Nicholas.


"Aziel dan Anna kamu juga tetap disini.


Kita akan memantau gerak mereka dan apa bila ada kendala segera kita kirimkan bala bantuan" pinta Hamid.


"Baik Abi" jawab Anna dan Aziel bersamaan.


"Syah apa kamu memiliki anak buah yang berada di negara K dan Negara C" tanya Hamid karena Hamid tahu anak buah Ardiansyah berada dibeberapa negara.


"Ada Abi" jawab Ardiansyah.

__ADS_1


"Baiklah suruh anak buah mu bergerak menyerang markas musuh yang berada di negara itu.


Apa masih ada negara lain nya" tanya Hamid lagi.


Ardiansyah menunjukkan negara-negara yang Ter dapat anak buah nya.


"Baiklah kalau begitu biar mereka dibantu beberapa anak buah ku untuk menyerang markas musuh.


Yang lain bisa sebagai penyisir" lanjut Hamid.


"Siap Abi" kata Ardiansyah sigap.


"Baik kalau begitu besok kita akan mengadakan meet conference dengan mereka semua.


Anggota kita semua sudah tersebar dititik-titik markas mereka yang ada di 15 negara.


Kita akan melakukan penyerangan secara bersamaan supaya mereka yang di markas pusat musuh konsentrasinya terpecah belah.


Segera kirim alat canggih berupa alat komunikasi dan jam yang menghubungkan kita pada drone yang disebar oleh Aziel dan Anna kepada semua personel yang sudah bersiap di 15 negara itu.


Aku harap kalian mulai mengalokasikan dari sekarang" Hamid mulai memimpin komandonya.


"Aziel berapa banyak alat yang telah kamu produksi" tanya Hamid.


"Ada sekitar 100rb alat Abi" jawab Aziel.


"Suruh anak buah kamu mengirim alat itu besok ke 15 negara ini dan pastikan mereka semua memakainya" perintah Hamid lagi.


"Besok malam kalian harus sudah berada diposisi masing-masing.


Pagi akan diadakan meet conference"


"Baik Abi" jawab merek semua bersamaan.


"Sekarang kalian bisa beristirahat karena mulai besok pekerjaan kita sangatlah berat" Hamid menyudahi percakapan nya.


Mereka pun menuju ke kamar masing-masing yang sebelumnya sudah ditunjukkan oleh Ardiansyah dan Afifa sebelumnya.


Afifa dan Ardiansyah mengantar Hamid menuju kamar tamu yang cukup luas dan sangat nyaman.


"Ini kamar buat Abi, semoga Abi nyaman beristirahat dikamar ini" kata Afifa lembut.


"Terima kasih nak" kata Hamid dan langsung memasuki kamar itu.


Dengan segera Hamid menutup pintu kamar itu setelah melihat Afifa dan Ardiansyah menjauh dari depan pintu.


Seusai mengantar Hamid ke kamar nya Afifa dan Ardiansyah mulai menuju ke kamar mereka.


Mereka segera merebahkan tubuhnya diatas kasur mereka yang sangat mewah dan empuk.


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi mereka semua.


Tak menunggu lama semua penghuni rumah mewah itu sudah terlelap dan terbuai di alam mimpi mereka masing-masing.


Kecuali para pengawal dan penjaga yang sedang bertugas masih tetap siaga menjaga tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2