Dokter Afifa

Dokter Afifa
Misi dimulai


__ADS_3

Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh mereka yang mengendarai mobil beriringan segera memarkir mobil mereka.


Semua mulai keluar dari mobil masing-masing dan segera menuju lift dan memencet lantai 25 tempat mereka akan berkumpul.


Ternyata didalam apartemen sudah ada Anna, Fano, Ferdinan dengan 3 anak buahnya, dan dokter Ridwan.


"Apa kalian sudah lama datangnya" tanya Abi ketika sudah masuk kedalam apartemen itu dan melihat orang-orang yang sudah berkumpul.


"Kami baru saja sampai" kata mereka bergantian.


"Ya sudah kalian semua segera duduk" kata Hamid Abdullah.


Mereka duduk mengitari disofa yang kebetulan sofa itu bisa muat untuk banyak orang walau sedikit berhimpitan.


"Tadi saya melihat berita kalau telah ditemukan virus baru yang lebih ganas dari virus sebelumnya" kata Hamid.


"Benar tuan dan itu dibuat di laboratorium yang berada dirumah sakit kita" kata dokter Ridwan sambil menyerahkan beberapa bukti berupa foto dan juga rekaman video.


"Kita memang harus segera menghentikan ini semua sebelum semua terlambat" kata Hamid tegas.


"Sebaiknya kita dibagi beberapa tim tuan" kata Fano memberikan gagasan.


"Boleh tuh, untuk mempersingkat kita bergerak" kata Hamid.


Anna segera mengambil proyektor untuk digunakan saat melihat video hasil penyidikan.


"Oh ya Fano kesini kan flash disk yang kamu bawa kemarin" pinta Hamid Abdullah


"Ini tuan" kata Fano dan memberikan kepada tuan Hamid.


"Kita putar rekaman yang dibawa oleh dokter Ridwan setelah itu baru kamu putar yang dari Fano" perintah Hamid kepada Anna.


"Baik Abi" jawab Anna.


Anna pun segera memutar satu persatu hasil rekaman itu dan menyalurkannya kesebuah proyektor agar bisa dilihat oleh semua orang.


Setelah semua sudah dilihat oleh semua yang hadir Hamid mulai angkat bicara.


"Sebaiknya kita bagi menjadi 3 tim.


Tim A dengan dipimpin tuan Fernando bersama anak buahnya menukar semua virus itu dengan formula yang bisa menghentikan dan melindungi virus itu.


Dan bawa sample virus baru itu kesini dan lainnya segera harus dimusnahkan.


Tim B bersama Lionel dan Ardiansyah juga Fano akan menyerang markas utama profesor Alfaro yang ada di negara ini.


Tim C Aziel dan Anna segera melindungi dan memberi jalan kepada semu tim agar tidak terlacak karena kalian berdua adalah ahlinya dalam hal hacker dan meretas semua sistem informasi.


Untuk Reina dan Afifa kamu tunggu saja diapartemen.


Setelah selesai tugas kalian kita akan berkumpul kembali disini" perintah Hamid Abdullah penuh wibawa.

__ADS_1


"Maaf Abi, Afifa harus ikut ke markas utama milik profesor Alfaro karena ada beberapa hal yang akan Afifa pelajari nanti sebelum semua diledakkan" kata Afifa meminta persetujuan Hamid.


"Kamu masih belum pulih betul sayang, aku gak mau kenapa-kenapa" kata Ardiansyah tidak setuju dengan permintaan Afifa kepada Abi nya itu karena itu terlalu beresiko dan akan membahayakan sang istri nantinya.


"Benar apa yang dikatakan oleh suamiku nak" kata Abi setuju dengan apa yang diutarakan oleh Ardiansyah.


"Tapi Abi, Afifa sudah sembuh.


Aku mohon untuk kali ini saja aku dan Reina libatkan dalam misi ini.


Karena hanya Kami berdua yang bisa mengamati apa saja yang dipakai mereka dalam membuat virus itu.


Ini demi kita semua Abi" kata Afifa yang masih kekeh ingin diikutkan dalam misi ini dan satu tim bersama suaminya.


"Benar apa yang dikatakan Afifa Abi, Lagian Reina juga sembuh dan satu lagi yang perlu Abi ingat.


Kami bukan orang yang lemah" kata Reina.


Fano yang sedari tadi mengamati Reina sedikit tersenyum.


"Tapi kalian kan baru sembuh nak" kata Abi masih sangat khawatir.


"Abi percaya deh sama kita berdua.


Kami melakukan ini bukan untuk kepentingan kami sendiri tetapi ini untuk semua umat manusia didunia Abi.


Lebih baik kami mati demi menolong umat manusia daripada kita hanya menonton mereka meregang nyawa.


Fano yang melihat ucapan Reina begitu takjub dan terpesona dengan sikap tegas dan satria Reina sebagai seorang dokter yang selalu ada di garda depan.


Hamid tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Hamid tahu watak kedua putrinya itu jika sudah menyangkut kelangsungan hidup semua orang.


"Ya sudah kalau begitu kalian boleh ikut" kata Abi menyerah dan menyetujui keinginan putrinya itu.


"Aku harap Lionel, Fano dan juga Ardiansyah kami harus menjaga kedua putriku ini dengan baik" kata Abi penuh permohonan kepada mereka bertiga.


"Baik tuan" kata Lionel dan Fano bersamaan.


"Baik Abi" kata Ardiansyah menyanggupi permintaan Abi nya itu.


"Ya sudah kalian sekarang segera laksanakan tugas kalian masing-masing.


Aku akan bersama Aziel, Anna dan dokter Ridwan akan memantau kalian dari sini" kata Hamid Abdullah.


"Tenang kami akan masuk ke jaringan mereka untuk me non aktifkan ranjau mereka dan merusak jaringan cctv mereka" kata Hamid kepada tim Ardiansyah.


"Untuk tim dirumah sakit semua jaringan cctv akan kami hentikan dan ini denah dirumah sakit itu.


Nanti biar Anna yang akan memberikan arahan" kami sudah memberikan alat pendeteksi untuk anak buah profesor Alfaro" kata Hamid kepada tim Fernando dan menyerahkan denah itu untuk dipelajari.


"Kita akan bergerak pas tengah malam nanti secara bersamaan dan jangan biarkan profesor Alfaro lolos" kata Hamid Abdullah.

__ADS_1


"Baik tuan, Abi" kata semua secara bersamaan.


Fernando, Lionel dan Fano menyiapkan baju Anti peluru dan beberapa senjata untuk melindungi mereka nanti.


Afifa dan Reina segera menuju ke ruang rahasia untuk mengeluarkan formula yang dibuatnya dalam jumlah yang sangat banyak sekaligus membawa beberapa obat bius dan senjata rahasia yang selama ini mereka rakit seperti panah.


Afifa dan Reina juga mengganti baju mereka dengan pakaian tempur mereka yang sangat tertutup namun sangat fleksibel dan nyaman buat bergerak.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam mereka pun sudah berkumpul dengan pakaian perang mereka dan mulai menyusun siasat masing-masing dalam setiap tim.


Afifa, Reina, Ardiansyah dan Fano mengendarai mobil milik Afifa yang anti peluru dan super canggih.


Demikian juga dengan Lionel walau meski mobil yang dikendarai Lionel lebih mirip dengan mobil tempur.


Fernando membawa sedikit banyak anak buahnya yang sebagian banyak tadi menunggu di area basement dan mulai menyusun siasat mengarahkan anak buahnya untuk dibagi menjadi 2 kelompok.


Ditempat lain profesor Alfaro sedang mengumpulkan anak buahnya di markas utamanya dan disana sudah ada beberapa orang tersohor dan penting di negara itu ikut andil dalam misi profesor Alfaro.


Mereka sedang memperlihatkan beberapa temuan penting itu kepada seseorang pesohor negara ini yang sangat licik dengan menghalalkan segala cara untuk memperoleh kedudukan yang akan diadakan beberapa waktu kedepan nanti.


Pesohor itu nantinya akan menjadi pahlawan dibalik musibah ini dan akhirnya nanti semua penduduk negara ini akan memilih dia sebagai pemimpin.


"Aku akan mengalokasikan semua ini untuk dimasukkan kedalam saluran air warga negara ini terutama warga kota" kata pesohor itu dan memerintahkan pengikut setianya untuk menjalankan tugas ini.


"Baiklah tuan, kami senang bekerjasama dengan anda" kata profesor Alfaro.


Brian yang sejak tadi sudah mensiagakan anak buahnya itu disetiap titik lokasi agar pertemuan penting ini bisa berjalan lancar.


Mereka tidak akan menyadari akan adanya rombongan yang akan menghancurkan misi busuk profesor Alfaro dengan pesohor itu.


Ardiansyah dan rombongan sudah tiba di target tujuan.


Mereka masing-masing terhubung dengan alat komunikasi yang akan selalu aktif dan alat itu juga akan terhubung ke markas Three Angel.


"Fa sepertinya dimarkas utama profesor Alfaro sedang ada pertemuan penting dan dari yang aku lihat itu adalah salah satu pesohor di negara kita yaitu mr.x yang sedang mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin negara kita" kata Aziel memberitahu informasi yang didapat setelah mereka meretas sambungan informasi dan cctv yang ada di pusat markas profesor Alfaro.


"Baik kak" kata Afifa.


Mereka berkumpul didekat target tujuan mereka tepatnya di balik semak-semak yang tumbuh besar sehingga dapat menyamarkan pergerakan mereka.


Jangan lupa kasih


VOTE


KOMENTAR


LIKE


DAN FAVORITKAN


TERIMA KASIH 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2