
Ketika Ardiansyah, Afifa, Reina, Fano dan Nicholas sedang asyik bercanda dan mengobrol juga saling bercerita kisahnya itu, tak beberapa lama Aziel dan Anna datang.
"Woww tempat kamu keren banget fa, Abang rasanya betah deh disini" kata Aziel datang-datang sudah mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat itu.
"Abang ini datang-datang gak pake salam langsung nylonong aja" kata Reina menegur Aziel.
"Hehehe maaf.
Assalamu'alaikum semua" kata Aziel sambil cengar cengir tanpa dosa.
Anna yang sudah berada disamping Aziel mulai memeluk Reina dan Afifa.
"Bagaimana kabar kalian" kata mereka saling bertanya kabar.
"Baik" jawab mereka pun sama.
Mereka pun duduk mengelilingi sebuah meja.
Mereka selama ini duduk ruang tengah yang terdapat taman yang indah.
"Oh ya, kita mendapat misi penting" kata Aziel.
"Abi, meminta kita untuk menumpas profesor Alfaro dengan orang-orang yang ada dibelakangnya" lanjut Aziel.
"Kok sama misi yang aku dapat dari agen rahasia internasional" kata Ardiansyah.
"Memang ini sudah menyangkut dunia tempat kita berpijak jadi sudah mencakup internasional" kata Aziel.
"Sebaiknya kita keruang kerja kita berdua saja bang" ajak Ardiansyah.
Mereka mengikuti sebuah ruangan rahasia yang didalamnya terdapat banyak monitor yang sangat besar dan canggih.
Disana dilengkapi dengan sofa yang berjajar rapi.
"Woww keren sekali ruangan kamu, ini benar-benar sangat canggih" Aziel terkagum-kagum dengan ruangan kerja Afifa dan Ardiansyah.
Dengan segera Aziel menyalakan MacBook nya dan menghubungkan ke monitor-monitor yang berlayar sentuh itu.
Aziel mulai mengutak-atik dan meretas data yang kemarin baru didapatnya.
"Lihatlah ini" kata Aziel menunjukkan sebuah tempat yang ditunjukkan salah satu monitor yang sangat besar sekali.
Disentuhnya monitor itu dan mulai di perbesar letak tempat yang ditunjuk tadi.
"Dari data yang aku dapat ini adalah titik markas pertama mereka, dan ini markas kedua mereka.
Sekitar ada 15 markas yang semua terlihat seperti sebuah lingkaran yang saling menghubungkan.
Ditengah-tengah ini adalah pusat dari markas utama mereka.
Disini tempat pengaturan segala sesuatunya.
Ini adalah pusat komando mereka.
Dan ini yang dekat dengan markas pusat mereka adalah ruangan khusus pemantauan.
Semua berpusat di satu titik itu untuk memantau semua wilayahnya.
__ADS_1
Sebaiknya kita harus bisa menguasai beberapa markas mereka yang ada di 15 tempat yang berbeda.
Musuh kita ini bukan musuh yang mudah diatasi.
Mereka adalah orang dunia hitam.
Mafia besar dan pengaruhnya diseluruh dunia.
Selain itu mereka bekerjasama dengan Danielo seorang yang sangat berpengaruh di seluruh dunia.
Semua negara tunduk kepadanya.
Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya." terang Aziel.
Belum selesai Aziel menjelaskan semuanya tiba-tiba Afifa menghentikannya.
"Tunggu bang, bukankah Danielo itu penguasa dinegara A.
Dan bukankah mereka sekarang tinggal di negara A juga kan.
Terus kenapa markas mereka berada ditempat yang sedikit jauh dari tempat tinggalnya" tanya Afifa
"Karena mereka tidak ingin misi mereka diketahui siapapun" kata Aziel.
"Jadi begini, Satu demi satu markas mereka kita kuasai dengan menggantikannya dengan orang-orang kita semua.
Dan aku minta satu tim yang nantinya menyusup kedalam istana milik Danielo.
Usahakan kerja mereka jangan sampai mencurigakan.
Aku tugaskan ini kepada Fano, Ardiansyah dan Lionel nantinya.
Aku yakin Afifa sudah mengetahui struktur virus itu.
Aku dan tunanganku akan menjaga dan memantau kalian dari ruangan ini" lanjut Aziel yang mulai menjelaskan satu persatu rencana mereka.
Mereka semua memperhatikan dengan sangat serius setiap ucapan yang terlintas dari bibir Aziel.
"Ini ada alat untuk memudahkan kita berkomunikasi, honey kamu pasangkan alat ini kebalik daun telinga mereka" kata Aziel menyuruh Anna.
Anna segera menyerahkan alat komunikasi yang sangat canggih dan baru dirakit oleh Aziel.
Alat itu seperti stiker yang sangat kecil sekali.
dan alat itu mampu mendengar dengan jelas setiap pembicaraan diantara mereka yang terhubung.
Dan ini jam buat kalian.
Untuk kamu dan Afifa tidak usah, karena kalian sudah memiliki alat itu.
Aku sudah menebarkan drone lalat, semut dan serangga disekitar tempat mereka.
Jadi kalian akan dengan mudah melihat letak musuh-musuh kalian.
Semua rencana kita mulai besok pagi.
Dan nanti malam Abi Hamid dan Lionel akan datang kesini" Aziel yang masih memberi penjelasan kepada mereka semua.
__ADS_1
"Sudah, apa ada yang ingin kalian tanyakan" tanya Aziel mulai membuka sesi pertanyaan yang mungkin bertengger di otak masing-masing orang yang berada disana.
"Bang tunggu, apa kita juga terhubung dengan tuan Fernando yang merupakan pemimpin agen rahasia" tanya Ardiansyah.
"Kamu benar Syah, kita memang terhubung dengan mereka.
Tetapi tempat pertemuan kita tidak boleh disini.
Kita cari tempat untuk kita jadikan markas gabungan dengan agen rahasia internasional.
Ini adalah tempat privasi kita yang tak boleh diketahui oleh orang luar selain kita.
Ini perintah dari Abi" jelas Aziel.
Ardiansyah hanya menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
"Dimana tempatnya bang" tanya Reina.
"Abi sudah menyiapkan tempat itu.
Dan tempat itu akan terpantau dari sini.
Meskipun mereka adalah agen rahasia internasional, kita juga harus tetap waspada terhadap mereka.
Karena Abi tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi nantinya" jawab Aziel.
Untuk lebih jelasnya kita menunggu instruksi dari Abi.
"Sekarang kita sudahi dulu pertemuan kita ini" kata Aziel yang sudah menutup pertemuan itu.
Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan itu.
Mereka kembali keruang tengah.
Mereka duduk bersebelahan dengan pasangan masing-masing dan hanya menyisakan Nicholas yang sendiri tanpa pasangan.
"Jangan kalian mengumbar kemesraan didepanku.
Apa kalian gak ingat kalau aku ini seorang jomblo" tegas Nicholas.
"Makanya kamu cepat mencari jodoh sana" kata Fano.
"Dah dapat eh ternyata dia sudah ada yang memiliki betapa sedihnya aku" Nicholas menyindir Afifa dan Ardiansyah.
"Itu namanya bukan jodoh" kata Ardiansyah.
Mereka bercanda ria, saling membully dan tertawa bersama.
Saat ini yang menjadi sasaran bully an mereka adalah dokter Nicholas karena hanya dokter Nicholas yang tidak memiliki pasangan.
Nicholas yang di bully tidak ada satu dendam pun kepada mereka.
Kini mereka sangat akrab dan benar-benar menjadi suatu keluarga besar yang saling mendukung dan melindungi.
Nicholas merasa bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang yang tulus dan baik seperti mereka semua.
Nicholas jadi merasa dia memiliki keluarga besar seperti yang pernah dia impikan sewaktu mereka tinggal bersama Ricko.
__ADS_1
Meskipun semua terlambat datangnya tetapi Nicholas merasa sangat bahagia karena dia sudah berada ditengah-tengah keluarga Hamid Abdullah yang begitu banyak kehangatan dan saling menyayangi.