
Malam ini setelah sholat isya' dan makan malam mereka sekarang berada di balkon.
" by, bagaimana tadi. Apa hubby sudah tahu siapa yang mengikuti kita" tanya Afifa disela-sela mereka sedang memandangi langit bertaburkan bintang.
"Masih belum sayang, cuma aku merasa mereka ada yang menyuruh. Dari interogasi tadi dia bilang hanya seorang pencuri jalanan yang berniat mencuri barang kita.
Tapi banyak kejanggalan disini karena kita tidak kelihatan membawa tas atau barang berharga pun.
Kan saat itu masih banyak orang berlalu lalang membawa perhiasan berlebihan tetapi kenapa dia hanya mengikuti kita" Ardiansyah mengungkap kan penyidikan nya.
"Benar katamu by, sepertinya ada seseorang dibelakang orang itu.
Terus rencana hubby gimana" tanya Afifa.
"Aku menyuruh anak buahku untuk melepaskannya dan beberapa lainnya mengikuti dan melihat setiap gerak geriknya. Dengan begitu kita akan tahu siapa dalang dibalik ini semua" kata Ardiansyah.
"Aku setuju by, tp aku ada sedikit saran sih. Sebaiknya beberapa anak buah hubby agak jaga jarak biar tidak terlalu mencurigakan atau sedikit menyamar lah jadi apa gitu" Afifa memberikan sedikit masukan.
"Kamu brilian sekali sayang, benar katamu. Aku benar-benar bersyukur memiliki istri yang pandai cerdas dan multitalenta" kata Ardiansyah memuji sang istri.
"Hmmmm bisa-bisa besar nih by kepala ku" Afifa hanya menanggapinya dengan gurauan.
"Beneran sayang aku ini gak bohong, kamu manusia spesial buat aku" kata Ardiansyah.
"Udah deh yuk masuk aja dah malam nih" ajak Afifa.
Tanpa banyak kata Ardiansyah langsung menggendong Afifa ala bridal style sebagai jawaban ajakan Afifa tadi.
"By turunin gak, nanti jatuh gimana" Afifa malu-malu.
"Gak bakal aku turunin, karena aku ingin segera menyantap mu" goda Ardiansyah.
"Ih hubby, emang makanan pakai disantap segala yang benar lagi bercocok tanam biar bibitnya segera tumbuh subur disini" Afifa yang kini juga sudah tertular sang suami berpikiran mesum.
Ardiansyah tergelak mendengar ucapan Afifa karena dia tidak menyangka istrinya akan berani berkata seperti itu.
"Ya sudah yuk kita bercocok tanam" ajak Ardiansyah.
Afifa direbahkan nya diatas tempat tidur dan mulai ditindihnya.
Pemanasan-pemanasan mulai dilakukan dengan gerakan lembut dan berbagai ******* lembut mengiringi.
Hingga akhirnya pergulatan panas itu terjadi sampai beberapa kali mereka terpuaskan dan akhirnya karena kelelahan mereka pun tertidur sambil berpelukan.
Penguntit yang mengikuti Afifa dan Ardiansyah sekarang sedang bertemu dengan orang yang menyuruhnya.
"Tuan dan nona maaf saya gagal menjalankan tugas karena sepertinya orang tersebut merasa curiga kalau saya mengikutinya.
Saya meminta bayaran lebih untuk bisa membawa mereka kehadapan kalian karena tugas yang kalian berikan itu sangatlah sulit dan sangat beresiko" kata penguntit itu kepada orang suruhannya.
"Baiklah, tetapi kamu harus memastikan kalau kamu tidak akan gagal kali ini" kata seorang wanita yang menyuruhnya itu.
Wanita dan lelaki itu menyerahkan 1 amplop coklat yang berisi uang dengan jumlah yang besar kepada lelaki penguntit itu.
Sebelum penguntit hampir menerima tetapi ditahan dulu oleh lelaki yang menyuruhnya.
"Tunggu dulu, Apabila kamu tertangkap mereka jangan sampai kamu bilang kalau kami yang menyuruhmu dan satu lagi aku gak mau mendengar kamu gagal lagi karena jika kali ini kalian gagal maka aku akan menghabisi mu" ancam lelaki yang menyuruh itu.
"Baiklah tuan kami pastikan tidak akan gagal lagi" kata penguntit itu menyanggupi.
__ADS_1
Belum selesai mereka berbicara tiba-tiba beberapa anak buah mike datang dan menyerang ketiga orang yang sedang bertransaksi tadi.
Mereka tidak menyadari kalau sejak tadi ank buah Mike sudah mengintai mereka.
Perlawanan demi perlawanan telah dilakukan dan wanita penyuruh tadi sudah berhasil dibekuk sebelum mereka berkelahi dengan kedua orang lainnya.
Akhirnya kedua lelaki penguntit dan yang menyuruh pun berhasil dibekuk.
Mereka bertiga dibawa oleh anak buah Mike ke Markas.
"Sialan kenapa kita bisa tertangkap. Dasar bodoh bisa-bisa nya kita mempercayai pencuri jalanan yang sangat bodoh itu" gerutu lelaki yang menyuruh tadi masih terus meronta minta dibebaskan.
"Benar, habislah kita sekarang" kata wanita itu memelas.
Wanita yang berniat tidak baik kepada Afifa dan Ardiansyah tidak lain adalah Clara mantan tunangan Ardiansyah bersama kekasihnya.
Niat mereka adalah hanya ingin menguasai harta milik Ardiansyah.
Tetapi mereka tidak menyadari orang yang dihadapinya bukanlah orang biasa.
Clara tidak mengerti kalau Ardiansyah dan Afifa adalah orang yang sangat hebat dan cerdas.
Mereka pikir Ardiansyah dan Afifa hanya seorang yang lemah dan tidak memiliki kekuatan apapun jadi dengan mudahnya mereka akan terperdaya olehnya.
Keesokan pagi seperti biasa Ardiansyah dan Afifa setelah melakukan aktifitas mandi dan ibadah mereka segera bersiap diri untuk pergi ke resto yang ada di resort itu.
Ardiansyah mengambil ponselnya yang sejak semalam di mode senyap.
Dia mulai membuka ponselnya ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Mike.
Dan ada 1 chat juga dari Mike.
"Sayang setelah kita makan nanti, kamu tetap dikamar ya jangan keluar.
Aku ada urusan penting" kata Ardiansyah.
"Emangnya ada urusan apa sih by sampai-sampai aku ditinggal terus" Afifa sudah mulai merajuk karena sejak kemarin dia selalu ditinggalkan oleh Ardiansyah sendirian.
Melihat Afifa yang merajuk mau tidak mau akhirnya Ardiansyah menceritakan kenapa dia sampai harus meninggalkan Afifa.
"Aku harus ikut by, aku ingin tahu siapa mereka yang berani sekali kepada kita. Apa salah kita hingga mereka mengusik kita" kata Afifa tegas.
Mau tidak mau akhirnya Afifa diajak Ardiansyah menuju kemarkas Mike.
Setelah menyantap sarapannya di resto yang berasa di resort itu Afifa dan Ardiansyah pun mulai pergi menuju markas Mike.
Perjalanan kesana sedikit lama ya kurang lebih 2 jam dari resort mereka berada.
Mereka berdua langsung memasuki markas itu.
Semua orang yang bertemu dengan Ardiansyah dan Afifa menunduk hormat karena mereka tahu kalau Ardiansyah adalah pemimpin mereka.
"Dimana Mike mereka" tanya Ardiansyah.
Mike membawa Ardiansyah dan Afifa menuju tempat penyekapan.
Ada 3 orang yang terduduk dengan tangan dan kaki terikat.
1 wanita dan 2 lelaki.
__ADS_1
Ardiansyah begitu terkejut saat mengetahui siapa yang menjadi otak dari semua ini.
"Clara..." Ardiansyah yang masih tidak percaya dengan perbuatan nekat Clara.
"Honey, mereka menyakitiku" Clara mulai berakting dengan berpura-pura sedih dan menangis.
Ardiansyah yang mendengar kata-kata manja Clara semakin muak dan jijik.
Dan lelaki yang bersama Clara adalah lelaki yang dahulu dia pergoki bersama bundanya sedang memadu kasih bersama Clara.
"Cukup Clara, kamu tidak usah bersandiwara dan sok manja dihadapan ku dan istriku.
Aku sudah muak dan jijik melihatmu" kata Ardiansyah sarkas.
"Aku sudah mengingatkan kamu jangan pernah kamu menampakkan dirimu dihadapan ku dan istriku" lanjut Ardiansyah masih dengan amarahnya.
Afifa yang melihat suaminya sedang marah segera mendekati Ardiansyah dan mulai mengusap punggungnya untuk memberi ketenangan dan meredakan amarahnya.
"By, tenang.
Kamu gak harus dengan kekerasan menghadapi mereka" pinta Afifa lembut.
Ardiansyah yang mendengar suara lembut dan permintaan sang istri lama-lama amarahnya menguat hilang dibawa angin.
"Tolong lepaskan mereka" pinta Afifa.
Anak buah Mike tidak berani melakukan perintah Afifa karena mereka belum tahu siapa Afifa sebenarnya.
Mereka hanya saling menatap dan tanpa melakukan perintah Afifa.
Akhirnya Ardiansyah berkata
"Lepaskanlah, istriku meminta kalian melepaskan mereka jadi lepaskanlah" perintah Ardiansyah.
Mereka yang mengetahui kalau Afifa adalah nyonya barunya maka mereka segera menuruti karena Ardiansyah sudah memberitahukannya.
Mereka melepaskan ketiga orang itu.
Clara yang melihat Ardiansyah begitu menuruti setiap ucapan Afifa merasa tidak suka.
"Sekarang katakan kenapa kamu menyuruh orang untuk mengikuti kami berdua, atau kalau tidak kalian akan pulang tinggal nama" bentak Ardiansyah sambil mengancam mereka.
Clara yang sedikit ketakutan berusaha menguasai dirinya.
"Karena aku tidak rela kamu bersama dia honey" Clara masih saja mengeluarkan rayuannya.
Dia mendekati Ardiansyah dan Afifa berdiri.
"Aku tidak Sudi melihat kamu bersama wanita ini, karena kamu hanya milikku" Clara mulai marah terhadap Afifa dan hendak menampar Afifa.
Tetapi dengan gerakan cepat Afifa segera mengayunkan kakinya kearah wajah Clara.
Telapak kaki Afifa tepat berhenti di depan muka Clara.
Clara yang melihat itu mulai bergidik ketakutan.
"Jangan coba-coba kamu menyentuh diriku, kalau tidak aku akan bertindak jauh dari yang kamu bayangkan" kata Afifa tegas dan masih tenang.
Clara mundur beberapa langkah dan mulai mendatangi kekasihnya yang tadi bersamanya.
__ADS_1
Ardiansyah yang melihat itu segera menyuruh anak buahnya untuk mengasingkan ketiga orang itu jauh dipulau tak berpenghuni dan merupakan penjara untuk para tindak kejahatan yang kebal akan hukum.