Dokter Afifa

Dokter Afifa
Pengejaran


__ADS_3

Ardiansyah dan beberapa anak buahnya melakukan pengejaran terhadap musuh yang tidak diketahui siapa itu.


Saat didalam pengejaran tiba-tiba Afifa menelepon Ardiansyah.


"Hallo hubby, bagaimana keadaan disana" tanya Afifa dibalik sambungan telepon nya.


"Anna diculik ditengah-tengah acara" jawab Ardiansyah


"Bagaimana bisa hubby" Afifa sangat terkejut mendengar berita Anna yang diculik.


"Nanti aku ceritakan ya sayang, aku bersama anak buah ku sedang melakukan pengejaran" kata Ardiansyah berusaha menenangkan istrinya agar tidak terlalu khawatir.


"Kamu hati-hati ya hubby" kata Afifa kemudian.


"Iya sayang, kamu juga hati-hati dirumah dan tolong keruang kerja kita dan bantu Abang Aziel meretas data dan mencari keberadaan Anna" kata Aziel yang sebenarnya sedikit khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang berada dirumah dengan putranya itu.


Ardiansyah kembali fokus melakukan pengejaran dan sedangkan di hotel tempat perhelatan pesta pernikahan kini sudah mulai sepi tamu undangan .


Fano dan Reina yang saat ini akan menuju ke salah satu kamar hotel ditengah perjalanan bertemu dengan Abi Hamid Abdullah dan disaat itu Abi Hamid Abdullah memberitahukan kepada Reina dan juga Fano tentang penculikan Anna.


Reina dan Fano yang saat itu masih menggunakan pakaian pengantin menuju ke tempat Aziel berada.


"Bagaimana bisa terjadi bang" tanya Reina yang terlihat cemas dengan keadaan Anna.


"Aku sendiri juga tidak tahu, dan aku juga belum mengetahui siapa yang mendalangi penculikan dari Anna ini.


Untung tadi Ardiansyah yang mengetahuinya terlebih dahulu kalau tidak pasti kita akan semakin sulit mengetahui keberadaan Anna" jawab Aziel dengan wajah kusutnya itu.


"Sekarang Syah kemana" tanya Fano kini yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Aziel dengan Reina.


"Ardiansyah sedang mengejar penculik itu bersama beberapa anak buahnya dan juga Nicholas beserta adiknya" jawab Aziel.


"Kalau begitu aku akan pergi membantu Ardiansyah saja bang.


Aku yakin pasti ini sebuah jebakan dan aku tidak bisa melihat Ardiansyah dalam kesulitan" kata Fano.


"Baiklah itu lebih baik" jawab Aziel.


"Aku akan ikut denganmu say" kata Reina yang ingin menemani suaminya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang dan sebaiknya kita mengganti pakaian kita terlebih dahulu" kata Fano yang merasa tidak mungkin melakukan pengejaran dengan pakaian seperti ini apalagi Reina yang mengenakan gaun pengantinnya dan itu pasti akan mempersulit keadaan nantinya kalau mereka tidak berganti pakaian.


Kini Reina dan Fano segera keluar dari tempat Aziel dan menuju ke kamarnya bersama Reina untuk berganti pakaian.


10 menit mereka sudah mengganti pakaiannya dan segera meluncur dengan mobilnya bersama sang istri.


"Say tolong hubungi Abang dan kasih petunjuk posisi Anna sekarang" pinta Fano kepada Reina.


"Baiklah" jawab Reina dan segera menghubungi abangnya itu.


Setelah menyalakan layar monitor di dalam mobilnya Reina segera mengaktifkan segala sesuatunya yang akan membantu mereka kearah tujuan yang akan dilakukan.


Tak lama Reina dan Fano sudah mendapat petunjuk dan segera meluncur membantu Ardiansyah melakukan pengejaran.


Pengejaran dilakukan begitu lama karena jarak tempuh mobil yang ditumpangi Anna dengan para penculik itu sangatlah jauh dan melewati beberapa hutan.


Saat akan menuju ke tikungan penculik itu mengetahui kalau dirinya sedang ada yang mengikuti dan mereka mengubah rencananya dengan mengecoh keberadaan Ardiansyah dan para pengawalnya itu.


"Syah seperti nya mereka sedang mengecoh kamu.


Kamu ikuti petunjuk aku biar kita tidak kehilangan jejak Anna" pinta Aziel yang terhubung dengan sambungan komunikasi yang terhubung didalam mobil Ardiansyah.


Belum lama Aziel memberi petunjuk tiba-tiba Afifa sudah menghubunginya.


"Sayang sebaiknya kamu melewati jalan pintas untuk menghadang mereka karena jalur mereka saat ini cuma ada satu jalur saja dan kamu bisa melewati jalan di persimpangan depan kamu kalau kamu ingin bisa menghadangnya.


"Baiklah sayang" kata Ardiansyah.


Segera Ardiansyah menyuruh beberapa anak buahnya mengikuti mobil yang membawa Anna dan sedangkan dirinya melewati jalan pintas agar bisa menghadang jalannya mobil yang ditumpangi Anna.


Disisi lain Fano dan Reina menggunakan NOS yang ada di mobilnya agar laju mobilnya segera bisa sampai dimana Ardiansyah berada.


Tak menunggu waktu lama akhirnya Reina dan Fano hampir berhasil menyamai mobil yang dikendarai oleh Ardiansyah.


"Syah ini aku, sekarang aku ada di belakangmu" kata Fano melalui sambungan telekomunikasi yang selalu terhubung ke satu dengan yang lainnya bila sudah diaktifkan.


"Baiklah kalau begitu, kita kejar bersama-sama" jawab Ardiansyah.


"Nick apa kamu sudah berada tepat dibelakang mobil mereka" tanya Ardiansyah yang menghubungkan saluran komunikasinya pada Nicholas.

__ADS_1


"Syah sepertinya didepan ada sebuah gudang besar dan mereka menuju kearah sana" kata Nicholas.


"Sialan, kita terkecoh" jawab Ardiansyah.


"hubby kamu tenang ya, kamu tetap dijalur itu dan aku akan menunjukkan arahnya karena kita bisa memasuki gudang itu lewat belakang.


Sebentar lagi kamu sudah sampai mungkin kamu yang akan sampai terlebih dahulu sebelum mereka" Afifa menenangkan suaminya.


Dan benar saja tak membutuhkan waktu lama Ardiansyah sudah sampai di sebuah bangunan yang sangat besar dan sepertinya itu adalah sebuah gudang penyimpanan dan merupakan gedung pabrik baja.


Ardiansyah dan Fano segera menepikan mobilnya dan menyembunyikannya ditempat yang tidak terlihat.


"Bang tolong retas cctv yang ada di gedung itu" pinta Ardiansyah kepada Aziel.


"Sudah Syah, kamu bisa masuk dengan leluasa tanpa ada yang terlihat dari cctv itu" kata Aziel.


Ardiansyah dan 3 orang anak buahnya beserta Fano dan juga Reina kini sudah turun dari mobil mereka dan dengan segera mereka mengendap-endap memasuki gedung itu.


Untung didalam mobil Reina dan Fano selalu ada perlengkapan tempur mereka demikian juga mobil Ardiansyah dan Afifa.


Reina mengeluarkan seutas tambang dan segera melemparkannya diatas gedung dan kini mereka semua menaiki tambang itu dan menuju puncak gedung.


Ardiansyah membagi 2 kelompok dalam tugasnya kali ini.


Fano dan Reina akan berada disisi kanan sedangkan dirinya akan berada disisi kiri bersama beberapa anak buahnya.


Kini mereka mulai berjalan dengan hati-hati di atap gedung itu dan sambil mengawasi keadaan dibawahnya.


Ketika menemukan suatu atap kaca yang bisa dibuka Fano dan Reina memutuskan untuk masuk kedalam gedung itu dan mengawasi kondisi sekitar.


"Sepertinya mereka sudah merencanakan ini dengan sangat baik deh say, coba kamu lihat itu" kata Reina.


"Benar say, kita harus segera memberitahu Abang karena ini merupakan sebuah jebakan" jawab Fano.


Dengan lirihnya Fano segera menghubungi Aziel dan memberitahukan keadaan disana.


"Kalian sembunyi lah dahulu. Kita umpan kan Nicholas dan adiknya terlebih dahulu dan aku akan membantumu dengan menggunakan drone penyerang kita.


Untuk Ardiansyah biar dia juga membantu Nicholas dari arah berlawanan dari Nicholas.

__ADS_1


Abi sudah mengerahkan bantuan dan mungkin sebentar lagi mereka akan sampai disana" kata Aziel yang membuat strategi dadakan saat itu.


__ADS_2