Dokter Afifa

Dokter Afifa
Penyesalan Ardiansyah


__ADS_3

Afifa yang mencoba menghilangkan rasa khawatir bundanya pun akhirnya bisa membujuk bunda nya.


"Ya sudah kalau begitu kita kembali ke mobil saja disana ada kotak obat, kita obati lukamu dahulu" ajak bunda Habibah.


"Baik Bun" kata Afifa.


"Maafin aku fa, aku merasa menjadi lelaki yang tak becus menjaga kamu" batin Ardiansyah merasa gagal sambil melihat bundanya dan Afifa mulai beranjak pergi.


Ardiansyah mengikuti bunda dan Afifa dari belakang.


Setelah sampai didalam mobil segera bunda mengobati bibir Afifa yang sedikit luka itu dengan penuh kelembutan dan ketelatenan.


Ardiansyah diluar mobil sedang menelepon Fano.


"Fano tolong suruh anak buah retas rekaman cctv yang ada di mall xx dan lihat siapa yang telah menculik Afifa tadi.


Dan tolong reservasi restoran xx dan siapkan pengamanan yang ketat disana, aku tidak mau kejadian Afifa diculik terulang lagi.


Tapi tolong jangan sampai kentara pengamanan nya oleh siapapun termasuk Afifa" perintah Ardiansyah kepada Fano.


"Baik Syah" kata Fano.


Setelah selesai menelepon Ardiansyah kemudian masuk ke kursi kemudi.


Tak menunggu lama Ardiansyah pun melajukan mobilnya menuju ke restoran xx.


Didalam mobil Afifa yang sudah diobati bunda duduk tenang bersama bunda di belakang kursi kemudi.


"Bun, fa sebaiknya kita menuju ke masjid dahulu setelah itu baru kita makan malam bersama direstoran xx" kata Ardiansyah yang dari tadi memperhatikan Afifa dari balik kaca mobil yang ada diatasnya.


Tak jauh dari restoran xx terdapat sebuah masjid.


Mereka turun dan melaksanakan ibadah sholatnya.


Setelah selesai beribadah mereka pun menuju ke restoran xx.


Restoran itu tampak sedikit sepi karena tempat itu telah di reservasi oleh Fano dan hanya diperbolehkan beberapa orang pengunjung saja.


Semua itu dilakukan agar memudahkan mereka mengawasi Afifa dan bunda Habibah.


Dimeja yang sudah di reservasi sudah berdiri beberapa pelayan.


Mereka semua membukakan kursi untuk Afifa, bunda Habibah dan juga Ardiansyah.


"Silahkan tuan, nyonya dan nona" kata pelayan itu.


Mereka pun duduk dengan nyaman tak lama kemudian pelayan itu menyerahkan daftar menu.


Mereka memilih menu kesukaannya


Afifa memilih makan spaghetti carbonara dan vanila milk shake, sedangkan Ardiansyah memilih memakan tenderloin steak dan capuccino.


Bunda hanya memilih makanan sehat yaitu salad sayuran dengan chicken Cordon blue dan es lemon tea.


Pelayan restoran itu menulis pesanan mereka dengan cepat dan terus meninggalkan mereka untuk menyampaikan kepada koki yang sedang memasak.

__ADS_1


"Fa sebenarnya siapa yang telah menculik kamu tadi dan kemana orangnya ketika aku datang sudah tidak kelihatan" kata Ardiansyah penasaran.


"Afifa sendiri tidak tahu kak, dan orang tersebut sudah diringkus oleh satpam yang ada di mall tadi yang sempat melihat kejadian itu" kata Afifa berbohong.


"Maafkan aku fa, aku benar-benar lelaki yang tidak becus menjaga bunda dan kamu fa.


Aku merasa gagal menjadi lelaki Yang bisa melindungi kamu" kata Ardiansyah yang akhirnya apa yang ada dipikirannya dikeluarkan juga karena Ardiansyah sudah tidak tahan memendam apa yang dirasakan dan dipikirkannya itu.


"Ini bukan salah kakak, semua hanya musibah kak. Dan semua kejadian ini begitu cepat.


Kakak jangan menyalahkan diri kakak sendiri.


Ini adalah takdir yang harus kita hadapi dan semua sudah digariskan seperti itu.


Jadi Afifa mohon kakak jangan menyalahkan diri kakak sendiri" kata Afifa bijak.


"Iya Syah, apa yang dikatakan Afifa semua benar.


Kita tidak bisa melawan apa yang sudah digariskan.


Memang skenario yang harus kita hadapi seperti ini.


Sekarang lebih baik kamu lebih hati-hati menjaga Afifa dikemudian hari" Kata bunda yang ikut menghibur Ardiansyah agar tidak terlalu larut dalam penyesalan yang terhadap diri sendiri.


Tetapi Ardiansyah masih termenung dan sedikit guratan kesedihan dan penyesalan diwajahnya.


Tak beberapa lama makanan dan minuman yang dipesan mereka sudah datang semua.


Mereka langsung memakannya dengan penuh nikmat dan hening.


Setelah makanan itu habis semua merekapun segera meminum minuman yang mereka pesan sambil mengobrol ringan saja.


Tak lama kemudian Afifa mendapat telepon dari Abi nya yang mendapat laporan bahwa Afifa tadi disergap seseorang di dalam mall.


"Assalamu'alaikum Abi" kata Afifa ketika sambungan telepon itu sudah diangkat dan tersambung.


"Wa'alaikumsalam Fa kata anak buah Abi kamu disergap seseorang ya, sekarang gimana keadaan kamu sayang" kata Abi dibalik telepon itu penuh khawatir.


"Afifa baik-baik saja kok Abi. Abi gak perlu khawatir.


Abi pasti sudah tahu kan" kata Afifa sedikit memberi kode ke Abi nya.


"Iya nak, Abi sudah mengetahuinya.


Kamu sebaiknya lebih berhati-hati ya nak" kata Abi nya itu.


"Baik Abi, Insya Allah Afifa akan menjaga diri baik-baik" kata Afifa


"Ya sudah kalau begitu Abi tutup dulu teleponnya ya nak, wassalamu'alaikum" kata Abi menyudahi teleponnya itu.


"Wa'alaikumsalam Abi" jawab Afifa dan langsung memutuskan teleponnya dan menaruhnya kembali kedalam tas kecilnya.


"Ya sudah kita sebaiknya pulang, kasian Abi kamu begitu khawatir dengan kamu" Ajak bunda Habibah yang sedikit mendengar pembicaraan Afifa dengan Abi nya itu tadi.


"Benar apa kata bunda.

__ADS_1


Setelah kita mengantar bunda, aku akan mengantarkan mu pulang dengan selamat fa" kata Ardiansyah.


Afifa hanya mengangguk menanggapi perkataan Ardiansyah dan langsung beranjak berdiri bersamaan dengan bunda dan Ardiansyah.


Mereka keluar dari restoran itu dan menuju mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Ardiansyah.


Setelah sampai dihalaman rumah bunda pun turun dari mobil tetapi sebelum bunda turun Afifa sudah berpamitan kepada bunda Habibah dan mencium punggung tangan bunda Habibah.


"Ya sudah kalian hati-hati ya dijalan.


Kamu Syah jaga Afifa baik-baik dan antar kan Afifa dengan selamat dan tidak kekurangan apapun" tegas bundanya.


"Baik Bun, kalau begitu Ardiansyah mengantar Afifa dulu ya Bun.


Assalamu'alaikum" kata Ardiansyah berpamitan.


"Wa'alaikumsalam nak" jawab bunda.


Setelah mendengar bunda menjawab salamnya segera Ardiansyah melajukan mobilnya menuju kekediaman Hamid Abdullah.


Tidak beberapa lama kemudian mereka sudah sampai di gerbang rumah Afifa, penjaga yang menjaga mengerti siapa yang datang dan langsung membukakan pintu gerbang itu tanpa harus diminta terlebih dahulu.


Ardiansyah memasukkan mobilnya dihalaman rumah Afifa.


Ternyata Abi sudah menunggu kedatangan mereka di teras rumahnya.


"Assalamu'alaikum Abi" kata Afifa dan Ardiansyah bergantian sambil mencium punggung tangan Abi Hamid.


"Wa'alaikumsalam nak" kata Abi menjawab salam mereka.


"Ya sudah Afifa masuk dulu ya Abi, kak Ardiansyah" kata Afifa


"Iya fa" jawab Ardiansyah


"Iya nak" jawab Abi yang hampir bersamaan.


Afifa pun masuk dan langsung menuju ke kamar nya.


Sedang Ardiansyah masih berbincang-bincang dengan Abi Hamid.


Jangan lupa ya kasih dukungannya...


Like... like... like...


komen... komen... komen...


vote... vote... vote...


hadiah... hadiah... hadiah...


dan jadikan favorit kalian ya


terima kasih....


😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2