Dokter Afifa

Dokter Afifa
Dimarkas three Angel


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucapnya memberi salam dan langsung pergi bersama dokter reina meninggalkan dokter Adnan dan dokter Nicholas.


Nicholas tertegun dengan penolakan dokter Afifa sambil melihat punggung dokter Afifa yang semakin menjauh.


"hai kenapa bro, dah tahu sendiri bukan" mengejutkan Nicholas yang masih tertegun.


"Kamu benar bro, ternyata tidak mudah untuk mendapat kan hati nya" aku harus extra berjuang ini.


yang masih tidak mau menyerah.


"Udah yuk kita kembali kerja aja" ajak Adnan.


Mereka pergi dan kembali keruangan masing-masing.


Ditempat lain diparkiran rumah sakit Afifa dikejutkan dengan suara orang yang memanggil namanya.


"Afifa..." teriaknya memanggil.


Yang ternyata adalah Ardiansyah yang hendak menjemput bundanya.


"Eh kak Ardiansyah, mau menjemput nyonya Habibah ya" kata Afifa ramah.


"Iya fa, kamu sudah mau pulang ya" tanya Ardiansyah.


"Iya kak, lagi ada urusan mendadak jadi harus pulang cepat" jawab Afifa.


"Oh ya sudah kalau begitu saya menemui bunda dulu ya" pamit Ardiansyah.


Saat akan beranjak Ardiansyah kembali berkata


" Fa tunggu, besok kita kayaknya kita harus membahas proyek yang akan kita kerjakan dikantor tuan Hamid Abdullah, aku harap kamu bisa hadir" kata Ardiansyah.


"Baik ka, Insyaallah saya akan atur ulang jadwal saya nanti" kata Afifa.


"Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi saya permisi dulu.


assalamu'alaikum" pamit Afifa dan pergi menuju mobilnya.


"Wa'alaikumsalam fa" jawab Ardiansyah.


Ardiansyah masih memandangi Afifa yang berjalan menjauhinya setelah itu Ardiansyah beranjak keruangan bundanya.


Sedangkan Afifa sudah meluncurkan mobilnya menuju apartemen yang merupakan markas mereka bertiga yang mereka sebut markas three Angel.


"Akhirnya kamu muncul juga fa" kata Reina yang baru melihat Afifa dari balik pintu apartemen.


Memang tadi Reina pergi dahulu saat Afifa bertemu dengan Ardiansyah.


"Ya tadi ketemu kak Ardiansyah jadinya ngobrol sebentar tentang kesehatannya ibu nya" jawab Afifa santai.


"Anna belum datang ya" tanya Afifa.

__ADS_1


"Tuh Anna didapur sedang buat minuman buat kita" kata Reina sambil menunjuk kan keberadaan Anna.


Tak berapa lama Anna datang mendekati mereka berdua yang duduk disofa sambil mbawa minuman dan cemilan.


"Yuk kita minum dulu" kata Anna kepada kedua sahabatnya itu.


"Kayaknya aku mau mandi dulu deh lengket banget nih, tapi tolong sisakan untukku ya nanti" kata Afifa dan langsung beranjak menuju kamarnya.


"Siap" kata Reina dan Anna bersamaan.


"Anna tolong kamu cari tahu tentang dokter Nicholas deh, aku curiga deh sama dia dari gelagat dan gerak geriknya" kata Reina


Anna pun langsung membuka MacBook nya untuk meretas semua informasi tentang dokter Nicholas.


Lama Anna mencoba mencari informasi dan begitu seriusnya sampai tak menyadari kalau Afifa sudah ada disampingnya.


"Kamu sedang mencari apa Anna" tanya Afifa.


"Eh kamu fa, kagetin aja" kata Anna


"Nih Reina minta aku mencari informasi tentang dokter Nicholas"


jelas Anna.


"Aku juga merasa ada sedikit kejanggalan dengan kedatangan doker Nicholas yang secara tiba-tiba" Ucap Afifa.


"Setelah sholat Maghrib kita semua keruang rahasia, Aku dan Reina harus segera menyelesaikan anti virus itu sebelum menyebar ke kota kita" kata Afifa selanjutnya.


Mereka kembali ke kamar masing-masing dan melaksanakan ibadah sendiri-sendiri dikamar masing-masing.


Setelah rutinitas ibadah usai mereka menuju ruang rahasia.


Saat menuju ruang rahasia tiba-tiba hp Afifa berbunyi yang ternyata telepon dari Abi nya.


Afifa pun akhirnya mengangkat telepon dari Abi nya.


"Assalamu'alaikum Abi" sapa Afifa


"Wa'alaikumsalam nak" jawab Abi dari balik teleponnya.


"Kamu sedang apa nak, apa penelitianmu sudah siap nak?" tanya Abi nya.


"Belum sempurna Abi, aku masih harus mengujinya secara klinis" jawabnya.


"Apa Abi bisa membantu Afifa" pinta Afifa meminta pertolongan ke Hamid.


"Apa yang bisa Abi bantu coba ceritakan lah" jawab Hamid lembut.


"Begini Abi sekarang Afifa membutuhkan sekitar 1 orang yang terjangkit virus itu untuk menguji keampuhan anti virus ini dan selain itu untuk mengetahui dampak-dampak nya juga kelebihan dan kekurangan anti virus ini Abi, Ya biar Afifa bisa mengembangkan lebiih jauh untuk menjadi anti virus yang sangat dasyat keampuhannya"jelas Afifa kepada Abi nya.


"Baik nak nanti Abi suruh anak buah Abi" kata abi nya menyetujui permintaan Afifa.

__ADS_1


"Abi mohon untuk keamananmu dan Reina juga sahabat kalian Anna, sebaiknya kalian berpindah saja tempat penelitiannya dimarkas kita yang ditengah hutan.


Selain tempatnya tersembunyi juga tempat tersebut tidak bisa ditembus oleh siapapun" kata Abi nya penuh kekhawatiran.


"Kayaknya gak bisa deh Abi, masalahnya kita juga harus bekerja juga untuk menyamarkan dari orang lain biar tidak dicurigai" tolak Afifa halus.


"Tapi nak kalau orang yang terkena virus itu sudah didapat apa diapartemen kalian memungkinkan untuk menelitinya dan tempat kalian juga sangat kecil juga pastinya akan mengakibatkan kecurigaan dari orang-orang. Dan lagi kamu mesti ingat bahwa kalian sekarang dalam pengintaian musuh" kata Abi nya yang tak mau kalah karena masih sangat khawatir dengan putrinya juga sahabatnya itu.


"Nanti biar Abi datangkan peralatan tercanggih untuk menunjang kegiatanmu di markas besar kita yang dihutan" lanjut Abi nya.


"Gimana ya Abi, Afifa juga bingung nih" kata Afifa sambil menjentik-jentikan jarinya dipelipis nya berpikir keras.


"Bagaimana kalau saya bicarakan dengan teman-teman dulu Abi, gimana baiknya gitu" lanjut Afifa meminta persetujuan Abi nya untuk merundingkan bersama kedua sahabatnya itu.


"Kalau begitu setelah sholat isya Abi akan ke apartemen mu nak dan kita bicarakan bersama" ucap Abi nya.


"Baiklah Abi kalau begitu" kata Afifa menimpali.


"Ya sudah kalau begitu Abi matiin dulu ya telepon nya. Assalamu'alaikum nak" kata Abi nya mengakhiri.


"Wa'alaikumsalam bi" jawab Afifa sebelum sambungannya dimatikan.


"Siapa fa, yang telepon" tanya Reina.


"Abi rein, beliau mengkhawatirkan kita bertiga, dan beliau bilang kalau penelitian kita dipindahkan ke markas besar saja yaitu di tengah hutan" jelas Afifa.


"Menurut kamu bagaiman rein, dan kamu Anna" tanya Afifa meminta pertimbangan kepada kedua sahabatnya.


"Gimana ya fa, kalau disini akses kita untuk mendapatkan bahan buat penelitian sangat mudah aksesnya kalau dihutan kan jauh lagian kita juga harus tetap bekerja agar tidak mengundang kecurigaan beberapa pihak ya kan" Reina mencoba memberi alasan penolakan kepindahan ke markas besar ditengah hutan.


Mereka bertiga terdiam dan sibuk sendiri dengan pemikirannya masing-masing.


"Gimana Anna sudah kamu dapatkan informasi tentang dokter Nicholas"


tanya Afifa mencoba memecahkan kesunyian beberapa saat tadi.


"Gak banyak sih fa" kata Anna sambil menyodorkan MacBook untuk memperlihatkan hasil temuannya kepada Afifa dan diikuti oleh Reina yang mendekat dan ingin melihat juga hasilnya.


"Sepertinya dia bukan orang biasa, ini bisa terlihat dari informasi yang sangat minim yang kita dapat." jelas Afifa.


"Dan satu kita memiliki celah deh dari informasi ini, lihat deh" lanjut Afifa.


"Iya fa" kata Reina membenarkan apa yang dilihat Afifa.


"Sekarang kita akan menyuruh kepercayaan kita untuk mengawasi pergerakan dokter Nicholas" jelas Afifa.


Kemudian Afifa langsung menelepon orang kepercayaannya


"Hallo Mario, tolong kamu awasi setiap pergerakan dokter Nicholas, dan beritahukan kepada saya setiap detailnya" perintah Afifa.


"Baik nona" jawab Mario dari balik sambungan telepon nya.

__ADS_1


__ADS_2